Dosen UMM Latih Keterampilan Abad ke-21 Siswa melalui Karya Ilmiah

Tim pengabdian dan pemateri berfoto bersama siswa di sela-sela kegiatan

Malang — Tim Pengabdian Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), memberikan pelatihan keterampilan abad ke-21, kepada siswa SMA Negeri 1 Tumpang (SMANETA) melalui program pendampingan karya ilmiah. Kegiatan ini dipimpin oleh Tutut Indria Permana, M.Pd., dan Moh. Mirza Nuryady, S.Si., M.Sc., dengan pendanaan melalui skema Pengabdian Berbasis IPTEKS (PBI). Dalam acara pendampingan yang berlangsung Rabu (8/1/2025), Tutut Indria Permana, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan 4C—Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication. “Keterampilan ini sangat penting bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan,” katanya. Program ini, dirancang untuk membimbing siswa dalam menyusun dan mempresentasikan karya ilmiah yang berkualitas. Melalui serangkaian workshop, sesi mentoring, dan evaluasi berkelanjutan, siswa dilatih untuk berpikir kritis dalam menganalisis masalah, berkreasi mencari solusi, bekerja sama dalam tim, serta mengomunikasikan hasil penelitian dengan efektif. Salah satu pemateri, Ahmad Fauzi, menyampaikan, teknik analisis data dan penggunaan alat digital yang relevan untuk mempermudah proses penelitian. “Karya ilmiah memberikan peluang bagi siswa untuk mengintegrasikan keterampilan abad ke-21 dengan kemampuan akademik. Dengan pendekatan yang tepat, siswa dapat menghasilkan penelitian yang inovatif,” ungkapnya. Sementara, Dr. Husamah,  juga menekankan pentingnya menulis karya ilmiah dalam membangun pola pikir yang kritis dan sistematis. “Karya ilmiah bukan sekadar tugas, tetapi juga sarana untuk mengembangkan minat penelitian siswa,” ujarnya. Diketahui, bahwa proses pendampingan ini mencakup tahapan intensif, mulai dari pemilihan topik penelitian hingga penyusunan laporan akhir. Workshop yang diselenggarakan meliputi pengenalan teknik penelitian, penulisan akademik, hingga presentasi ilmiah. Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat peningkatan kemampuan siswa dalam berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif. Kepala SMANETA, Fadilah Umi Maisyaroh,  mengapresiasi program ini. “Kami sangat berterima kasih kepada tim pengabdian UMM atas dedikasinya. Program ini sejalan dengan misi sekolah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menghadapi tantangan global,” paparnya. Program pendampingan karya ilmiah ini, dinilai, tidak hanya memperkuat kemampuan akademik siswa, tetapi juga menumbuhkan semangat penelitian yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah dan masyarakat. Dengan kolaborasi erat antara akademisi dan sekolah, diharapkan generasi muda mampu menghadapi era globalisasi dengan percaya diri dan kompetensi yang lebih baik. Berita ini telah tayang di: https://mediapribumi.id/dosen-umm-latih-keterampilan-abad-ke-21-siswa-melalui-karya-ilmiah/  

Siswa SMANETA Berinovasi: Plastik Ramah Lingkungan dari Buah Sukun

Tim KIR SMANETA Malang memamerkan hasil riset mereka

Malang — Kelompok Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMA Negeri 1 Tumpang (SMANETA), Malang, berhasil menciptakan plastik ramah lingkungan berbahan dasar buah sukun. Inovasi ini dikembangkan oleh tiga siswa, yakni Revanda Vanina Irman, Muhammad Arkan Pandya, dan Agastya Putri Jossiella, dengan bimbingan guru pembimbing, Fadlilatul Annisa, STP. “Penelitian ini berangkat dari keprihatinan kami terhadap dampak buruk plastik konvensional yang sulit terurai dan mencemari lingkungan dengan mikroplastik. Kami ingin menghadirkan solusi,” kata Revanda dalam konferensi pers di SMANETA, Rabu (8/1/2025). Tim KIR tersebut mengolah pati buah sukun yang dikombinasikan dengan gliserol untuk menghasilkan produk inovatif bernama ‘Suecoplast’, plastik ramah lingkungan yang diharapkan mampu mengurangi limbah plastik. Pihaknya menjelaskan, pembuatan Suecoplast dimulai dengan menyiapkan buah sukun matang, menggilingnya menjadi serabut, dan memerasnya untuk mendapatkan ekstrak pati. Ekstrak tersebut diendapkan selama 2-3 hari sebelum ditambahkan gliserol dengan konsentrasi tertentu. Campuran itu kemudian dipanaskan, dicetak, dan dikeringkan hingga menjadi kantong plastik. “Kami menguji berbagai konsentrasi gliserol, mulai dari 5% hingga 20%, menggunakan metode kuantitatif ANOVA untuk mengetahui kekuatan dan sifat organoleptik kantong plastik yang dihasilkan,” jelas Agastya. Ia meyakini, bahwa hasilnya, Suecoplast memiliki keunggulan utama: lebih cepat terurai dibandingkan plastik konvensional, tetapi tetap mendukung kebutuhan masyarakat sehari-hari. Kepala SMANETA, Fadilah Umi Maisyaroh, mengapresiasi karya siswa ini. “Inovasi ini menunjukkan penguasaan keterampilan abad ke-21, yaitu Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication (4C), yang sangat penting untuk masa depan bangsa,” katanya. Dukungan juga datang dari akademisi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dosen Pendidikan Biologi FKIP UMM, Tutut Indria Permana, menilai inovasi Suecoplast tidak hanya relevan secara ilmiah tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap keberlanjutan lingkungan. “Kami siap mendampingi penelitian ini agar hasilnya lebih matang dan dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” paparnya, saat sesi pendampingan di SMANETA. Keberhasilan ini, menjadi bukti nyata bahwa inovasi generasi muda Indonesia dapat menjawab tantangan global dengan solusi kreatif. Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/siswa-smaneta-berinovasi-plastik-ramah-lingkungan-dari-buah-sukun/