Jadwal Kuliah Program Studi Pendidikan Biologi Semester Genap Tahun 2025/2026

PENGUMUMAN JADWAL PERKULIAHAN SEMESTER GENAP T.A. 2025/2026 Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa bahwa perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 akan dimulai pada: đź“… Tanggal Mulai Perkuliahan: 23 Februari 2025 Mohon untuk memperhatikan jadwal mata kuliah masing-masing dan memastikan seluruh proses akademik, seperti heregistrasi, konsultasi akademik, dan pengisian KRS, telah selesai sebelum perkuliahan dimulai. Jadwal kami lampirkan sebagai berikut   Informasi lengkap mengenai jadwal kuliah dapat diakses melalui link ini. Demikian pengumuman ini disampaikan. Terima kasih atas perhatiannya.

Pengumuman Agenda Ramadhan Berkemajuan UMM 1447 H

Agenda Kegiatan Ramadhan Berkemajuan

Program Studi Pendidikan Biologi menginformasikan kepada seluruh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan civitas akademika bahwa Universitas Muhammadiyah Malang menyelenggarakan rangkaian kegiatan Ramadhan Berkemajuan 1447 H yang berlangsung sepanjang bulan Ramadhan di berbagai lokasi kampus. Kegiatan meliputi antara lain Tarhib Ramadhan, kajian dan buka puasa bersama, kajian tematik harian, program imam dan dai muda, pengajian Ramadhan, safari Ramadhan, i’tikaf, bakti sosial, hingga Shalat Id dan Open House. Seluruh sivitas akademika diharapkan dapat berpartisipasi aktif untuk menyemarakkan Ramadhan melalui kegiatan ibadah, kajian, dan penguatan ukhuwah di lingkungan kampus. Informasi jadwal lengkap dapat dilihat pada poster agenda resmi Ramadhan Berkemajuan UMM. Semoga rangkaian kegiatan ini membawa keberkahan dan memperkuat nilai keislaman serta kebersamaan kita semua.

Perkuat Publikasi, PBio UMM Jalin Kerjasama dengan HPPBI dan KPBI

Pertemuan dengan Ketua HPPBI dan Ketua KPBI di UNS

Solo — Upaya memperkuat jejaring publikasi ilmiah dan kolaborasi akademik terus dilakukan oleh Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang (PBio UMM). Langkah terbaru diwujudkan melalui pertemuan strategis bersama Himpunan Peneliti dan Pendidik Biologi Indonesia (HPPBI) serta Konsorsium Pendidikan Biologi Indonesia (KPBI) pada Senin, 9 Februari 2026, bertempat di ruang Program Studi Magister (S2) Pendidikan Biologi Universitas Sebelas Maret (UNS). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk membangun sinergi dalam pengelolaan jurnal ilmiah, peningkatan kualitas publikasi, serta perluasan jejaring kolaborasi riset dan pendidikan biologi di tingkat nasional. Delegasi Pendidikan Biologi UMM diwakili oleh Dr. Husamah, S.Pd., M.Pd., dan Ahmad Fauzi, S.Pd., M.Pd., yang turut berdiskusi langsung dengan para pengurus organisasi profesi tersebut. Fokus utama kerjasama diarahkan pada penguatan pengelolaan jurnal ilmiah yang selama ini menjadi salah satu pilar kontribusi PBio UMM dalam pengembangan pendidikan dan penelitian biologi. Tiga jurnal yang menjadi perhatian dalam kerjasama ini adalah JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia) serta GTLabs (Green and Tropical Laboratory for Sustainability) yang dikelola Program Studi S1 Pendidikan Biologi UMM, serta Jurnal RaDEn (Research and Development in Education) yang dikelola Program Studi Magister Pendidikan Biologi UMM. Ketua HPPBI, Murni Ramli, SP, M.Si., Ed.D., dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah nasional. Ia menyampaikan bahwa jurnal-jurnal pendidikan biologi Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi rujukan internasional apabila dikelola secara kolaboratif dan konsisten menjaga standar mutu publikasi. “Kolaborasi ini sangat penting karena tantangan publikasi ilmiah sekarang bukan hanya soal kuantitas artikel, tetapi bagaimana memastikan kualitas penelitian dan relevansinya bagi perkembangan pendidikan biologi di Indonesia,” ujar Murni Ramli. Ia juga menambahkan bahwa HPPBI siap menjadi mitra strategis dalam mendukung proses peningkatan kualitas jurnal, mulai dari penguatan jaringan reviewer, peningkatan kapasitas editor, hingga kolaborasi riset lintas institusi. Menurutnya, kerja sama seperti ini dapat mempercepat peningkatan reputasi jurnal-jurnal nasional di kancah internasional. Senada dengan hal tersebut, Ketua KPBI, Dr. Bowo Sugiharto, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa pengelolaan jurnal saat ini harus berorientasi pada kolaborasi nasional, bukan sekadar kerja individual perguruan tinggi. Ia menilai langkah PBio UMM menggandeng organisasi profesi dan konsorsium pendidikan biologi merupakan strategi yang tepat dalam menghadapi tantangan publikasi global. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa konsorsium siap memperluas jejaring kolaborasi penelitian antar perguruan tinggi agar jurnal yang dikelola tidak hanya menerima artikel dari institusi tertentu, tetapi menjadi wadah nasional bagi para akademisi pendidikan biologi. “Kami berharap kerjasama ini dapat menjadi model kolaborasi nasional dalam penguatan jurnal pendidikan biologi sehingga kualitas publikasi Indonesia semakin diakui secara internasional,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Program Studi Pendidikan Biologi UMM, Prof. Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Si., menyambut baik kolaborasi ini sebagai bagian dari strategi penguatan reputasi akademik program studi. Ia menegaskan bahwa pengelolaan jurnal ilmiah bukan hanya soal penerbitan artikel, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab akademik dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam pernyataannya, ia menjelaskan bahwa PBio UMM selama ini berkomitmen menjaga kualitas jurnal melalui proses editorial yang ketat serta peningkatan jejaring penulis dan reviewer internasional. Namun demikian, kolaborasi nasional tetap diperlukan agar proses pengembangan jurnal dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Menurutnya, keterlibatan organisasi profesi dan konsorsium akan membantu meningkatkan visibilitas jurnal serta memperluas kontribusi akademisi di berbagai daerah. Ia juga menekankan bahwa sinergi ini menjadi peluang besar bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam publikasi ilmiah berkualitas. Pertemuan berlangsung dalam suasana diskusi yang produktif, di mana berbagai peluang kerjasama lanjutan turut dibahas, termasuk program pelatihan editorial, workshop publikasi internasional, serta peluang riset kolaboratif antar institusi. Dr. Husamah, yang hadir mewakili PBio UMM, menilai pertemuan ini sebagai langkah awal untuk membangun jejaring publikasi yang lebih luas dan berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa penguatan jurnal tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan kolaborasi nasional agar kualitas publikasi ilmiah Indonesia mampu bersaing secara global. Ahmad Fauzi menambahkan bahwa dukungan organisasi profesi akan membantu memperluas jaringan penulis dan reviewer sehingga kualitas artikel yang diterbitkan dapat terus meningkat. Pertemuan ini juga diharapkan menjadi awal kerja sama jangka panjang antara PBio UMM, HPPBI, dan KPBI dalam berbagai program pengembangan pendidikan biologi, termasuk penguatan riset berbasis kebutuhan masyarakat dan pengembangan pembelajaran inovatif di perguruan tinggi maupun sekolah. Dengan terjalinnya kerjasama ini, PBio UMM optimistis bahwa pengelolaan jurnal ilmiah yang dikelola program studi akan semakin kuat, profesional, serta memiliki jangkauan pembaca yang lebih luas. Sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah Indonesia sekaligus memperkuat kontribusi akademisi dalam pengembangan pendidikan biologi di masa depan. Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen PBio UMM untuk terus berperan aktif dalam pengembangan publikasi ilmiah nasional serta memperkuat posisi pendidikan biologi Indonesia di tingkat global melalui kolaborasi dan inovasi berkelanjutan.  

Dosen UMM Dampingi Guru SMPAM 3 Malang Terapkan Model OIDDE untuk Penguatan Pembelajaran Mendalam

Malang — Tim pengabdian kepada masyarakat dari Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sejak 5 Februari 2026 memulai program pendampingan bagi guru-guru SMP Aisyiyah Muhammadiyah (SMPAM) 3 Kota Malang guna meningkatkan kualitas praktik pembelajaran di sekolah tersebut. Program ini mengintegrasikan penerapan model pembelajaran OIDDE dengan pendekatan lesson study dan konsep deep learning, sehingga diharapkan mampu memperkuat proses belajar mengajar secara lebih bermakna dan berorientasi pada pengembangan kompetensi siswa. Kegiatan pendampingan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UMM tahun pelaksanaan 2025–2026 yang memperoleh pendanaan internal universitas. Seluruh unsur pimpinan sekolah beserta para guru mengikuti kegiatan dengan antusias sejak sesi awal berlangsung. Atok, salah satu pengembang model pembelajaran OIDDE, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkenalkan strategi pembelajaran yang mampu mendorong peserta didik berpikir kritis, meningkatkan kemampuan kolaborasi dan komunikasi, sekaligus menumbuhkan kesadaran etika serta nilai moral dalam proses belajar. Ia menambahkan bahwa ilmu dan pengalaman yang dibagikan diharapkan dapat langsung diterapkan oleh para guru dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Semula, kegiatan dirancang hanya berupa pelatihan penerapan model OIDDE. Namun, atas usulan pihak sekolah, khususnya Kepala Sekolah Husnul Khotimah bersama Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Akhmad Fakhrur Rouzi, materi lesson study turut dimasukkan sehingga program berkembang menjadi pelatihan terpadu yang mengombinasikan OIDDE, lesson study, dan prinsip deep learning. Dalam sesi pembuka, para peserta menunjukkan ketertarikan tinggi ketika pemateri menjelaskan konsep dasar, tahapan implementasi, hingga dampak akademik maupun pembentukan karakter siswa melalui model tersebut. Sejumlah guru menilai pendekatan ini berpotensi membantu siswa memahami materi secara lebih mendalam. Fakhrur yang juga mengikuti kegiatan sebagai peserta menilai keunggulan model ini terletak pada tahap pengambilan keputusan dan keterlibatan perilaku siswa, aspek yang menurutnya jarang ditemukan pada model pembelajaran lain dan sangat relevan untuk mendukung penguatan karakter, termasuk pada pembelajaran keagamaan. Program pendampingan direncanakan berlangsung hingga April 2026. Tahapan berikutnya meliputi pelatihan lanjutan mengenai lesson study, pendalaman konsep deep learning, serta penyusunan perangkat pembelajaran yang akan langsung diimplementasikan guru di kelas masing-masing. Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/guru-smpam-3-malang-dibekali-model-pembelajaran-oidde-untuk-dukung-deep-learning/

Dosen UMM Tingkatkan Kompetensi Guru IPA SMP Muhammadiyah Batu melalui Pelatihan Pembuatan Preparat Histologi

Pengabdian dosen dengan Guru IPA SMP Muhammadiyah KWB

Batu — Guru-guru IPA SMP Muhammadiyah Kota Wisata Batu (KWB) mengikuti pelatihan pembuatan preparat histologi yang diselenggarakan pada Senin (2/2/2026) di Laboratorium Biologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan ini dipandu oleh tim dosen Program Studi Biologi UMM sebagai upaya memperkuat keterampilan praktikum guru di sekolah. Pelatihan bertujuan membekali para guru dengan kemampuan menyusun preparat awetan jaringan tumbuhan dan hewan yang dapat dimanfaatkan secara langsung dalam pembelajaran dan praktikum IPA tingkat SMP. Selama ini, ketersediaan preparat di sekolah masih terbatas karena proses pembuatannya relatif kompleks dan belum banyak dikuasai oleh tenaga pendidik. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kemandirian sekolah dalam menyediakan media praktikum berkualitas. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti setiap tahapan pelatihan. Sri Wahyuni, pakar histologi anatomi dari Program Studi Biologi UMM sekaligus narasumber utama, menjelaskan bahwa pembuatan preparat dilakukan melalui beberapa tahapan penting, mulai dari penyiapan bahan sesuai metode yang digunakan. Tahapan tersebut mencakup proses fiksasi, dehidrasi, penjernihan, infiltrasi, pengeblokan, pemotongan jaringan pada metode section, pewarnaan, hingga proses mounting dan pelabelan preparat sebelum digunakan sebagai media pembelajaran. Pada pelatihan ini, peserta juga diperkenalkan pada penggunaan bahan pewarna alami yang diperoleh dari tanaman morning glory yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Metode praktikum awal yang dilatihkan meliputi teknik apus darah aves serta metode whole mount pada jaringan tumbuhan. Nurwidodo menambahkan bahwa pemanfaatan bahan alami dalam pelatihan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran akan potensi lingkungan sekitar yang sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPA. Pelatihan mendapat tanggapan positif dari para peserta. Cantia, guru SMP Muhammadiyah 8 KWB, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat membantu meningkatkan pemahaman sekaligus keterampilan dalam penyediaan preparat, terutama untuk mendukung pengelolaan laboratorium IPA di sekolahnya. Pendapat serupa disampaikan oleh Iin Hindun yang menilai keterampilan membuat preparat awetan sangat penting karena objek tersebut menjadi sumber utama dalam mempelajari struktur jaringan tumbuhan dan hewan secara faktual dalam pembelajaran IPA. Kepala SMP Muhammadiyah 8 Batu, Windra Rizkiana, turut mengapresiasi kegiatan ini. Ia menilai kemampuan guru dalam menghasilkan preparat secara mandiri akan membuat pembelajaran lebih efektif dan efisien. Ia juga menilai hasil preparat yang dihasilkan selama pelatihan memiliki kualitas baik dengan warna kontras sehingga struktur jaringan mudah diamati. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen dosen Program Studi Pendidikan Biologi UMM dalam mendukung peningkatan kualitas layanan laboratorium pendidikan di sekolah. Melalui pelatihan ini, sekolah diharapkan mampu memenuhi kebutuhan media pembelajaran secara mandiri dan memperkuat kualitas pembelajaran IPA di kelas. Berita ini telah tayang pada: https://pwmu.co/dosen-prodi-biologi-fkip-umm-latih-guru-ipa-smp-muhammadiyah-kwb-membuat-preparat-histologi/

📢 Pengumuman Perkuliahan Semester Genap 2025/2026 – Prodi Pendidikan Biologi

Edaran Perkuliahan Genap 2025-2026

Halo, Sobi Pendidikan Biologi!Yuk, siapkan diri untuk memulai perkuliahan Semester Genap TA 2025/2026 dengan memperhatikan skema pelaksanaan perkuliahan berikut: ✅ Minggu 1–2 dilaksanakan secara hybrid (kombinasi luring & daring)✅ Minggu 3–4 dilaksanakan secara daring✅ Mulai minggu ke-5, perkuliahan kembali dilaksanakan secara luring✅ Kehadiran perkuliahan akan dipantau lebih ketat, jadi pastikan Sobi selalu mengikuti kelas sesuai jadwal. Pastikan jadwal, presensi, dan kesiapan mengikuti perkuliahan sudah aman sejak awal semester. Tetap semangat belajar dan jaga performa akademik Sobi di semester ini! Selamat menyambut semester baru dan tetap produktif! ✨

KRS ONLINE Semester Genap TA 2025/2026

KRS Online Semester Genap 2025-2026

📢 KRS ONLINE Semester Genap 2025/2026?Hai Sobi! Selamat liburaaaan. Eh tapi jangan lupa KRS-an Jangan lewatkan informasi penting terkait KRS Daring (Online) Semester Genap 2025/2026! Klik dan simak flyer selengkapnya untuk mengetahui jadwal, alur, dan ketentuan terbaru ini Sobi! ⬇️

FKIP UMM Perkuat Implementasi Pembelajaran Mendalam bagi Guru Muhammadiyah Kabupaten Malang

Malang — Guru memegang peran kunci dalam mencerdaskan umat sekaligus membangun peradaban yang berkemajuan. Kesadaran tersebut menjadi landasan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan oleh Tim Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerja sama dengan Forum Guru Muhammadiyah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang. Kegiatan ini berlangsung di SMK Muhammadiyah 8 Pakis, Minggu (25/01/2026). Mengusung tema Pembelajaran Mendalam, kegiatan ini bertujuan mendorong proses belajar yang tidak hanya menitikberatkan pada pencapaian akademik, tetapi juga menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, reflektif, serta penghayatan nilai dalam pembelajaran. Dalam sesi pemaparan, Gigit Mujianto menegaskan bahwa pembelajaran mendalam menuntut perubahan cara pandang guru dalam mengajar. Guru diharapkan tidak lagi berperan sebagai penyampai materi semata, melainkan sebagai fasilitator yang mendorong peserta didik untuk aktif memahami konsep, mengaitkannya dengan konteks kehidupan nyata, dan merefleksikannya secara kritis. “Pembelajaran yang bermakna akan menghasilkan peserta didik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan karakter yang kuat,” jelasnya. Sejalan dengan itu, Arif Setiawan menekankan pentingnya perencanaan pembelajaran yang terstruktur, jelas, dan berorientasi pada keterlibatan aktif siswa. Menurutnya, guru Muhammadiyah memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan pembelajaran yang mencerahkan, membebaskan, dan relevan dengan tantangan zaman. “Pembelajaran mendalam dapat diwujudkan melalui desain aktivitas belajar yang kontekstual, serta asesmen yang tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga menghargai proses belajar peserta didik,” ujarnya. Sementara itu, Zukhrufurrohmah mengajak para guru untuk terus melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran di kelas. Ia menekankan bahwa nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan dapat diintegrasikan secara alami dalam setiap mata pelajaran. “Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter serta kesadaran nilai peserta didik,” tuturnya. Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta. Diskusi berlangsung aktif dan reflektif, ditandai dengan berbagi pengalaman praktik pembelajaran di sekolah masing-masing serta pembahasan tantangan dalam mewujudkan pembelajaran yang bermakna dan berkelanjutan. Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/fkip-umm-dorong-pembelajaran-mendalam-bagi-guru-muhammadiyah-di-kabupaten-malang/

Tim Dosen PBIO UMM Dipercaya Perusahaan Migas untuk Membina Guru di Area Kerjanya

Pelatihan peningkatan kompetensi guru oleh Prof. Abdulkadir R. bersama tim SKK Migas dan Kangean Energy Indonesia (KEI)

Malang — Kepercayaan dunia industri terhadap perguruan tinggi kembali ditunjukkan melalui kolaborasi strategis antara Tim Dosen Program Studi Pendidikan Biologi (PBIO) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan perusahaan migas nasional di bawah koordinasi SKK Migas dan Kangean Energy Indonesia (KEI). Untuk tahun kedua berturut-turut, Tim Dosen PBIO UMM dipercaya terlibat aktif dalam kegiatan pembinaan guru di wilayah kerja perusahaan migas, khususnya di kawasan kepulauan. Kegiatan bertajuk Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru untuk Mendukung Implementasi Deep Learning Berbantuan Kecerdasan Buatan (AI) ini berlangsung selama empat hari, 17–20 Januari 2026, dan menyasar para guru di area operasional Kangean Energy Indonesia. Program ini menjadi bagian dari komitmen Community Development (COMDEV) perusahaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal, terutama sektor pendidikan. Koordinator COMDEV Kangean Energy Indonesia, H. Ahmad Baidowi, menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan di wilayah kepulauan. “Kami tidak hanya fokus pada aspek ekonomi dan energi, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat, khususnya guru sebagai agen perubahan. Kolaborasi dengan UMM ini menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan pendidikan di daerah kepulauan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pelibatan dosen perguruan tinggi dengan rekam jejak pengabdian yang kuat menjadi kunci keberhasilan program. Menurutnya, Tim Dosen PBIO UMM tidak hanya membawa konsep akademik, tetapi juga pengalaman lapangan yang relevan dengan konteks lokal. “Ini sudah tahun kedua kami bekerja sama, dan kami melihat dampak yang nyata bagi guru-guru,” katanya. Tim Dosen PBIO UMM yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, Dr. Husamah, dan Fuad Jaya Miharja, M.Pd. Ketiganya dikenal aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, khususnya pada isu pendidikan berkelanjutan dan pengembangan masyarakat berbasis potensi lokal. Ketua tim, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, menyampaikan bahwa kepercayaan dari perusahaan migas merupakan bentuk pengakuan terhadap peran perguruan tinggi dalam menjembatani dunia akademik dan kebutuhan nyata masyarakat. “Kami hadir tidak sekadar memberi pelatihan, tetapi membangun kesadaran baru tentang pembelajaran bermakna yang relevan dengan konteks kepulauan,” ungkapnya. Pelatihan ini dirancang dengan pendekatan partisipatif dan kontekstual. Pada hari pertama, peserta diajak memahami paradigma baru guru kepulauan serta tantangan pendidikan yang khas, mulai dari keterbatasan sarana hingga akses teknologi. Diskusi dilakukan secara terbuka agar guru dapat berbagi pengalaman sekaligus memetakan persoalan yang mereka hadapi di kelas. Dr. Husamah menjelaskan bahwa konsep deep learning dalam pelatihan ini tidak dimaknai semata-mata sebagai teknologi, melainkan sebagai pendekatan pembelajaran yang menekankan makna, kesadaran, dan kegembiraan belajar. “Deep learning itu tentang pembelajaran yang meaningful, mindful, dan joyful. AI hanyalah alat bantu, sementara guru tetap menjadi aktor utama,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan harus disikapi secara kritis dan etis. Oleh karena itu, dalam sesi pengenalan AI, peserta tidak hanya diperkenalkan pada contoh aplikasi, tetapi juga diajak memahami peluang dan risikonya. “Guru perlu melek AI, tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai pedagogik dan kemanusiaan,” tegasnya. Sementara itu, Fuad Jaya Miharja, M.Pd. menyoroti pentingnya pemetaan kebutuhan guru sebagai dasar perencanaan program lanjutan. Menurutnya, sesi focus group discussion (FGD) menjadi ruang strategis untuk menggali kebutuhan riil guru kepulauan. “Dari sini kita bisa melihat kebutuhan keterampilan, sarana, hingga dukungan kebijakan yang diperlukan agar inovasi pembelajaran berbasis AI dapat diterapkan secara realistis,” ujarnya. Selain fokus pada peningkatan kompetensi guru, kolaborasi antara Tim Dosen PBIO UMM dan Kangean Energy Indonesia juga tidak terlepas dari rekam jejak pengabdian masyarakat berbasis rumput laut yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Program tersebut menyasar masyarakat pesisir dengan mengembangkan potensi lokal rumput laut sebagai sumber ekonomi sekaligus media edukasi lingkungan. Menurut Prof. Abdulkadir, keterlibatan UMM dalam berbagai program pengembangan masyarakat menunjukkan konsistensi perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma, khususnya pengabdian kepada masyarakat. “Baik pendidikan guru maupun pengembangan masyarakat pesisir berbasis rumput laut, keduanya berangkat dari semangat yang sama: memberdayakan masyarakat dari akar rumput,” jelasnya. Para peserta pelatihan menyambut positif kegiatan ini. Salah satu guru peserta, Ustadz Bahri menyampaikan bahwa pelatihan ini membuka wawasan baru tentang peran guru di era digital. Ia menilai pendekatan yang digunakan sangat relevan dengan kondisi sekolah di kepulauan. “Kami tidak hanya diajari teknologi, tetapi juga diajak memahami bagaimana menjadi guru yang adaptif dan reflektif,” tuturnya. Melalui kegiatan ini, Kangean Energy Indonesia berharap tercipta ekosistem pendidikan yang lebih kuat di wilayah kerjanya. H. Ahmad Baidowi menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen untuk terus mendukung program-program pengembangan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan. “Kami ingin keberadaan industri membawa manfaat nyata, salah satunya melalui peningkatan kualitas pendidikan,” katanya. Kolaborasi antara dunia industri dan perguruan tinggi ini menjadi contoh praktik baik sinergi multipihak dalam membangun pendidikan Indonesia, khususnya di wilayah kepulauan. Dengan menggabungkan keahlian akademik, pengalaman lapangan, dan dukungan industri, program ini diharapkan mampu melahirkan guru-guru yang inovatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Ke depan, Tim Dosen PBIO UMM dan Kangean Energy Indonesia berencana melanjutkan kerja sama dalam berbagai program pengabdian dan pengembangan masyarakat. Tidak hanya pada aspek pendidikan formal, tetapi juga penguatan literasi lingkungan dan ekonomi berbasis potensi lokal. “Kami optimistis, kolaborasi ini akan terus berkembang dan memberi dampak yang lebih luas,” pungkas Prof. Abdulkadir.