Pendidikan Biologi FKIP-UMM Maksimalkan Kompetensi Bisnis Anggrek Mahasiswa

MALANG – Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM (PBIO-UMM) menggelar kuliah tamu daring bertema “Potensi Budidaya Anggrek dan Tanaman Hias”, Sabtu (29/10/2022). Acara ini menghadirkan dua pembicara yang merupakan praktisi anggrek dan peneliti/ilmuwan. Keduanya membeberkan secara detail bagaimana strategi bisnis anggrek dari nol hingga berhasil. Acara diikuti +/_ 150 peserta dari unsur siswa, guru, dan mahasiswa dari seluruh Indonesia. “Saya merupakan alumni PBIO-UMM. Saya belajar anggrek waktu magang. Saya berusaha dari nol. Alhamdulillah sekarang omzet sudah puluhan juta” ungkap Siti Aminah selaku pembicara pertama. Ia menuturkan bahwa saat ini pelanggannya sampai ke Papua. Di masa pandemi omzet terus meningkat karena banyak orang yang mencari hiburan bergengsi. Ini merupakan potensi yang luar biasa. Sementara itu, Dr.c. Nurwidodo, M.Kes memaparkan bagaimana PBIO-UMM memproklamirkan Center of Excellence Kelas Unggulan Anggrek. Misi ini merupakan salah satu bentuk komitmen UMM untuk menjadi kampus terdepan dalam membaca peluang bisnis menjanjikan khususnya anggrek. “Kelas Unggulan Anggrek adalah komitmen PBIO-UMM yang benar-benar menyiapkan generasi siap kerja dan berdaya saing” ujar pemateri yang saat ini mengikuti workshop di Nanyang Technological University Singapura.

Seminar Skala Internasional, PBIO-UMM Tegaskan Peluang Bisnis Anggrek Global

Tiga pemateri, ditemani rektor UMM selama menyampaikan materi tentang bisnis anggrek

Divisi Center of Excellence (CoE) Kelas Unggulan Anggrek Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang mengadakan International Seminar and Business Network, dengan teman “The Contribution of Orchids Agribusiness to National Development”, pada tanggal 26 September 2022. Kegiatan dilaksana dengan konsep outdoor meeting di Taman Rekreasi Sengkaling UMM, salah satu tempat wisata legendaris milik UMM. Kegiatan ini diikuti 100an orang pelaku bisnis anggrek, peneliti, dosen, dan mahasiswa. Menurut Tutut Indria Permana selaku ketua pelaksana kegiatan, kegiatan ini bertujuan menegaskan peran bisnis anggrek sebagai salah satu penggerak ekonomi Indonesia bahkan dunia. Hal tersebut telah disadari oleh Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang dengan mendirikan Center of Excellence (CoE) Kelas Unggulan Anggrek. “Kegiatan ini diinisiasi oleh Divisi Center of Excellence Kelas Unggulan Anggrek Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM bekerja sama dengan DPW Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Jawa Timur” tukas dosen ahli botani tersebut. Acara ini menghadirkan tiga pemateri yang merupakan pelaku bisnis dan peneliti anggrek skala internasional. Mereka adalah Mr Kesavan Gopalan selaku The President of Orchids Society of South East Asia (OSSEA); Prof. Dr. Manohar Mariappan, profesor di Department of Recreation and Eco-Tourism Universiti Putra Malaysia, dan Ir. Joko As’ad selaku Sales Manager PT Ekakarya Graha Flora. Mr Kesavan Gopalan, pegiat anggrek Asia Tenggara memberikan inspirasi bagaimana menyemarakkan bisnis anggrek di Singapura. “Anggrek kini menjadi Puspa eksotis yang menjadi ciri khas Singapura” ujar pelaku anggrek terkemuka asal Singapura ini. Sementara itu, Prof. Dr. Manohar Mariappan menjelaskan bagaimana konservasi anggrek liar di Malaysia. “Dibutuhkan kesadaran semua pihak untuk mencintai anggrek, agar bunga yang indah ini tidak punah” ujar dosen di UPM Malaysia ini. Di sisi lain, Joko As’ad menyajikan tips dan trik bisnis anggrek bagi pemula, aspek pengembangan dan memperluas jaringan. “Bisnis anggrek terbuka luas, tidak pernah sepi, berkelas, dan merupakan hal yang menarik. Tren ini perlu disambut baik dan dibaca sebagai peluang bisnis unggulan oleh masyarakat Indonesia, khususnya mahasiswa” ujar pria yang puluhan tahun berbisnis anggrek di PT Ekakarya Graha Flora ini. Ibu Retno, selaku peserta acara dan juga pengurus PAI Jawa Timur sangat berkesan dengan adanya kegiatan seminar dan temu bisnis ini. Acara ini semakin menegaskan peran Indonesia sebagai negara yang ikut berperan dalam konservasi dan bisnis anggrek. Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM mampu menjadi bagian strategis dan berperan aktif secara kelembagaan dan keilmuwan. Pendidikan Biologi FKIP UMM mampu menangkap tren kekinian dan peluang global berupa pertumbuhan bisnis anggrek, sebuah flora eksotis, minimal dalam skala Asia Tenggara. Rektor UMM Associate Profesor Dr. Fauzan, M.Pd. berharap bahwa acara ini menjadi penegasan kepada khalayak bahwa UMM adalah kampus terkemuka yang mampu membaca selera pasar dan membuka peluang bisnis yang sangat menarik, yaitu anggrek. UMM sebagai kampus unggulan di level dunia terus terlibat dalam kerja-kerja intelektual, mencipta entrepreneur muda di bidang anggrek, dan menjadi titik lahirnya pebisnis/entrepreneur dan periset anggrek skala dunia. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2022/09/26/seminar-skala-internasional-pbio-umm-tegaskan-peluang-bisnis-anggrek-global/

Prospek Bisnis Bagus, UMM Buka Kelas Profesional Anggrek

Kelas Unggulan Center of Excellence (CoE) Tanaman Anggrek

MALANG — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuka Kelas Profesional Anggrek karena prospek bisnis bagus. Penanggung jawab program Center of Excellence (CoE) Anggrek, Nurwidodo, mengatakan kelas ini dibuat untuk membekali mahasiswa dalam bidang budidaya dan pemasaran anggrek. Nurwidodo menjelaskan, pihaknya telah menggaet beberapa mitra industri dan dunia kerja (Iduka) seperti Mitra Flora Nusantara (MFN), Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Anggrek Indonesia (DPP PAI), serta Dewan Pimpinan Daerah Perhimpunan Anggrek Indonesia (DPD PAI). “Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong para peserta untuk menjadi wirausahawan dan angkatan kerja yang kompeten di bidang tanaman anggrek,” katanya, Selasa (8/2/2022). Awalnya, kata dia, kelas unggulan ini berasal dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan magang kerja yang digagas oleh Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi UMM pada Agustus tahun lalu. Program tersebut sukses melahirkan lima wirausahawan muda di bidang budidaya anggrek. Karena itu, UMM akhirnya mengembangkan program ini menjadi kelas unggulan. Nurwidodo menambahkan, program ini tidak hanya terbatas untuk mahasiswa, tetapi juga masyarakat umum yang tertarik di bidang budidaya anggrek. Rentang waktu pelaksanaan CoE ini dilangsungkan dalam waktu enam bulan. Tiga bulan awal akan diisi dengan teori di kelas. Tiga bulan selanjutnya, para peserta akan diberi kesempatan magang di tempat para mitra. “Dengan adanya proses belajar langsung bersama para mitra yang kompeten, harapannya dapat membuat para peserta terpacu untuk berwirausaha. Kami juga berkomitmen jika dalam waktu enam bulan tersebut para peserta tidak dapat menjadi wirausahawan, kami akan memperpanjang masa pelatihan,” ungkap dosen Biologi itu. Dia menegaskan, program ini akan terus dikembangkan, tak hanya bekerja sama dengan petani nasional, namun juga dengan eksportir yang rencananya  nanti hasil produksi anggrek dari kelas profesional ini dapat diekspor ke negara lain. “Namun, fokus utama kami untuk saat ini adalah mencetak para wirausahawan di bidang budidaya dan pemasaran anggrek,” ucapnya. Berita ini telah tayang pada: https://rejogja.republika.co.id/berita/r70lcm399/umm-buka-kelas-profesional-anggrek-masyarakat-umum-bisa-bergabung

Hasil Menjanjikan, Universitas Muhammadiyah Malang Buka Kelas Profesional Anggrek

Kelas Unggulan Center of Excellence (CoE) Tanaman Anggrek

  Kelas Unggulan Center of Excellence (CoE) Tanaman Anggrek Malang, Jawa Timur –  Anggrek merupakan komoditas tanaman hias yang menjanjikan untuk dijadikan peluang bisnis. Harga yang lumayan tinggi dibandingkan dengan tanaman hias lainnya membuat beberapa orang mulai membudidayakan anggrek untuk dijual kembali. Melihat peluang tersebut yang menjanjikan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), membuka program Kelas Unggulan Center of Excellence (CoE) Tanaman Anggrek.Selaku Pihak Penanggung jawab program CoE Anggrek, Nurwidodo mengatakan, bahwa kelas ini dibuat untuk membekali mahasiswa dalam bidang budidaya dan pemasaran anggrek. Pihaknya telah menggaet beberapa mitra industri dan dunia kerja (Iduka) seperti Mitra Flora Nusantara (MFN), Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Anggrek Indonesia (DPP PAI), serta Dewan Pimpinan Daerah Perhimpunan Anggrek Indonesia (DPD PAI). Kerja sama ini diharapakan dapat mendorong para peserta untuk menjadi wirausahawan dan angkatan kerja yang kompeten di bidang tanaman anggrek. “Awalnya, kelas unggulan ini berasal dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan magang kerja yang digagas oleh Program Studi (Prodi) pendidikan Biologi UMM pada agustus tahun lalu. Program tersebut sukses melahirkan lima wirausahawan muda di bidang budidaya anggrek. Karena kesuksesan tersebut, UMM akhirnya mengembangkan program ini menjadi kelas unggulan,” kata Nurwidodo. Lebih lanjut, Nurwidodo menjelaskan bahwa program ini tidak hanya terbatas untuk mahasiswa, tetapi juga masyarakat umum yang tertarik di bidang budidaya anggrek. Adapun rentang waktu pelaksanaan CoE ini dilangsungkan dalam waktu enam bulan. Tiga bulan awal akan diisi dengan teori di kelas. Setelah itu, tiga bulan selanjutnya para peserta akan diberi kesempatan magang di tempat para mitra. “Dengan adanya proses belajar langsung bersama para mitra yang kompeten, harapannya dapat membuat para peserta terpacu untuk berwirausaha. Kami juga berkomitmen jika dalam waktu enam bulan tersebut para peserta tidak dapat menjadi wirausahawan, kami akan memperpanjang masa pelatihan”, jelas Nurwidodo. Berita ini telah tayang pada: https://www.tvonenews.com/lifestyle/trend/26686-hasil-menjanjikan-universitas-muhammadiyah-malang-buka-kelas-profesional-anggrek