Dosen Pendidikan Biologi UMM Edukasi Wali Murid TK ABA 20 Dau Cegah Risiko Diabetes

Malang — Program Studi S1 Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan kontribusinya dalam penguatan literasi kesehatan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bersama TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 20 Dau. Kegiatan ini menjadi bagian dari keberlanjutan kemitraan strategis antara TK ABA 20 Dau dan UMM yang telah memasuki tahun ketiga. Bertempat di Ruang Bermain TK ABA 20 Dau, Desa Kucur, kegiatan pengabdian masyarakat tersebut mengangkat tema “Pelatihan 2: Tata Laksana Tindakan Promotif dan Preventif atas Risiko Penyakit Diabetes dan Komplikasinya.” Kegiatan ini menghadirkan Dr. Nurul Mahmudati, M.Kes., dosen Program Studi S1 Pendidikan Biologi UMM, sebagai narasumber utama. Kehadiran beliau menegaskan peran Pendidikan Biologi UMM dalam menghubungkan kajian ilmu hayati, kesehatan, dan edukasi masyarakat secara aplikatif. Kegiatan tersebut diikuti oleh 20 wali murid dan 5 tenaga pendidik TK ABA 20 Dau. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian materi yang disampaikan. Ruang bermain anak yang biasanya menjadi tempat aktivitas ceria peserta didik, pada kesempatan tersebut berubah menjadi ruang belajar bersama bagi orang tua dan guru. Suasana kegiatan berlangsung interaktif, hangat, dan penuh diskusi. Dalam pemaparannya, Dr. Nurul Mahmudati menyampaikan berbagai materi kesehatan yang relevan dengan kehidupan keluarga, khususnya berkaitan dengan pencegahan penyakit degeneratif seperti diabetes. Materi yang disampaikan mencakup bahaya radikal bebas, pentingnya antioksidan, serta proses inflamasi dalam tubuh. Meskipun topik tersebut tergolong kompleks, materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh peserta dari berbagai latar belakang. Salah satu bagian yang menarik perhatian peserta adalah penjelasan mengenai minuman sehat dan perbedaannya dengan istilah kesehatan yang sering didengar masyarakat. Diskusi berlangsung aktif ketika peserta mulai mengaitkan materi dengan kebiasaan sehari-hari di rumah. Salah satu wali murid bahkan menyampaikan kesannya dengan antusias, “Keren, kan? Sekarang kita jadi tahu bedanya infus medis dengan infused water yang biasa kita dengar.” Tidak berhenti pada penyampaian teori, peserta juga diajak untuk melakukan praktik langsung meracik minuman sehat yang dapat diterapkan di rumah. Sesi praktik ini menjadi bagian yang paling menarik karena wali murid dapat melihat secara langsung bagaimana bahan-bahan alami dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan keluarga. Para peserta aktif bertanya mengenai komposisi, takaran, jenis bahan, serta cara konsumsi yang tepat agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. Dr. Nurul menekankan bahwa upaya menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan mengetahui informasi, tetapi perlu dibangun melalui kebiasaan yang konsisten. Menurutnya, kesehatan keluarga merupakan investasi jangka panjang yang harus diupayakan secara terus-menerus. “Istiqomah dalam mengonsumsi minuman sehat dan menjaga pola hidup adalah investasi jangka panjang. Sehat itu bukan tren sesaat, tapi komitmen,” tegasnya. Dari perspektif Program Studi S1 Pendidikan Biologi UMM, kegiatan ini menjadi bentuk nyata hilirisasi keilmuan biologi, khususnya pada bidang fisiologi, kesehatan, metabolisme, dan edukasi masyarakat. Ilmu biologi tidak hanya dipelajari dalam ruang kelas atau laboratorium, tetapi juga dapat diterapkan untuk membantu masyarakat memahami tubuh, pola hidup sehat, dan risiko penyakit yang dapat dicegah sejak dini. Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa edukasi kesehatan keluarga memiliki hubungan erat dengan kualitas pendidikan anak usia dini. Orang tua yang memiliki pemahaman kesehatan yang baik akan lebih mampu membangun lingkungan keluarga yang sehat, mendukung tumbuh kembang anak, serta menciptakan kebiasaan hidup yang positif di rumah. Dengan demikian, penguatan literasi kesehatan wali murid menjadi bagian penting dari ketahanan keluarga dan ekosistem pendidikan anak. Dien Anggraini Puspitasari, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari implementasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH). Menurutnya, kesehatan orang tua menjadi salah satu pondasi penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang tangguh. Ketika keluarga memiliki pola hidup sehat, anak-anak juga akan tumbuh dalam lingkungan yang lebih mendukung secara fisik, emosional, dan sosial. Melalui kemitraan berkelanjutan dengan UMM, TK ABA 20 Dau berkomitmen untuk terus menghadirkan program pemberdayaan wali murid yang relevan dengan kebutuhan keluarga. Edukasi kesehatan seperti pencegahan diabetes dan komplikasinya diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan sesaat, tetapi juga mendorong perubahan kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga besar sekolah. Program Studi S1 Pendidikan Biologi UMM memandang kegiatan ini sebagai bagian dari kontribusi akademik yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui kepakaran dosen dan kerja sama dengan satuan pendidikan, Prodi Pendidikan Biologi UMM terus berupaya menghadirkan pengabdian yang kontekstual, bermanfaat, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Dari Desa Kucur, semangat “Sehat Butuh Ikhtiar” menjadi pesan penting yang dibawa pulang oleh peserta. Kesehatan keluarga tidak hadir secara instan, tetapi dibangun melalui pengetahuan, kesadaran, dan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Melalui kegiatan ini, TK ABA 20 Dau dan UMM berharap literasi kesehatan keluarga semakin meningkat dan mampu menjadi bekal dalam mencegah risiko penyakit degeneratif sejak dari lingkungan rumah.