Dosen UMM Dampingi Guru SMPAM 3 Malang Terapkan Model OIDDE untuk Penguatan Pembelajaran Mendalam

Malang — Tim pengabdian kepada masyarakat dari Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sejak 5 Februari 2026 memulai program pendampingan bagi guru-guru SMP Aisyiyah Muhammadiyah (SMPAM) 3 Kota Malang guna meningkatkan kualitas praktik pembelajaran di sekolah tersebut. Program ini mengintegrasikan penerapan model pembelajaran OIDDE dengan pendekatan lesson study dan konsep deep learning, sehingga diharapkan mampu memperkuat proses belajar mengajar secara lebih bermakna dan berorientasi pada pengembangan kompetensi siswa. Kegiatan pendampingan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UMM tahun pelaksanaan 2025–2026 yang memperoleh pendanaan internal universitas. Seluruh unsur pimpinan sekolah beserta para guru mengikuti kegiatan dengan antusias sejak sesi awal berlangsung. Atok, salah satu pengembang model pembelajaran OIDDE, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkenalkan strategi pembelajaran yang mampu mendorong peserta didik berpikir kritis, meningkatkan kemampuan kolaborasi dan komunikasi, sekaligus menumbuhkan kesadaran etika serta nilai moral dalam proses belajar. Ia menambahkan bahwa ilmu dan pengalaman yang dibagikan diharapkan dapat langsung diterapkan oleh para guru dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Semula, kegiatan dirancang hanya berupa pelatihan penerapan model OIDDE. Namun, atas usulan pihak sekolah, khususnya Kepala Sekolah Husnul Khotimah bersama Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Akhmad Fakhrur Rouzi, materi lesson study turut dimasukkan sehingga program berkembang menjadi pelatihan terpadu yang mengombinasikan OIDDE, lesson study, dan prinsip deep learning. Dalam sesi pembuka, para peserta menunjukkan ketertarikan tinggi ketika pemateri menjelaskan konsep dasar, tahapan implementasi, hingga dampak akademik maupun pembentukan karakter siswa melalui model tersebut. Sejumlah guru menilai pendekatan ini berpotensi membantu siswa memahami materi secara lebih mendalam. Fakhrur yang juga mengikuti kegiatan sebagai peserta menilai keunggulan model ini terletak pada tahap pengambilan keputusan dan keterlibatan perilaku siswa, aspek yang menurutnya jarang ditemukan pada model pembelajaran lain dan sangat relevan untuk mendukung penguatan karakter, termasuk pada pembelajaran keagamaan. Program pendampingan direncanakan berlangsung hingga April 2026. Tahapan berikutnya meliputi pelatihan lanjutan mengenai lesson study, pendalaman konsep deep learning, serta penyusunan perangkat pembelajaran yang akan langsung diimplementasikan guru di kelas masing-masing. Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/guru-smpam-3-malang-dibekali-model-pembelajaran-oidde-untuk-dukung-deep-learning/

Pendidikan Biologi UMM Ajak Pakar Kupas Deep Learning dan SDGs

Pemaparan materi terkait oleh Assoc Prof Nguyen Ngoc Bao Chau Ph.D

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Program Studi Pendidikan Biologi (PBIO) mengadakan Seminar Nasional Pendidikan Biologi IX dengan tema “Inovasi Penelitian Biologi dan Pendidikan untuk Mendukung Pencapaian SDG’s: Sinergis Menuju Masa Depan Hijau dan Inklusif.” Seminar ini mengundang berbagai pakar di bidang biologi dan pendidikan, termasuk dari luar negeri, untuk membahas peran penting biologi dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya mengenai respons terhadap isu Deep Learning dalam pendidikan dan biologi. Pembukaan dan Sambutan Sambutan pertama disampaikan oleh Prof Dr Trisakti Handayani MM, Dekan FKIP UMM, yang mengapresiasi seminar ini sebagai langkah penting untuk memperkuat peran biologi dalam pendidikan. “Puji syukur kehadirat Allah SWT, seminar ini dapat terlaksana dengan baik dan menghasilkan buku kumpulan abstrak dan makalah-makalah yang telah didaftarkan terbit di Prosiding dan Jurnal Ilmiah. Makalah terkait deep learning adalah isu yang sedang diperbincangkan saat ini,” ujarnya dalam acara yang berlangsung pada Sabtu (30/11/2024) itu. Harapan untuk Pengembangan Ilmu Pengetahuan Dalam kesempatan yang sama, Prof Dr Rr Eko Susetyarini MSi, Kaprodi Pendidikan Biologi FKIP UMM, menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan untuk menggali lebih dalam bagaimana biologi dan pendidikan dapat menjadi pilar dalam mencapai SDGs. “Kami berharap seminar ini menjadi ajang berbagi wawasan yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik pendidikan yang berkelanjutan,” katanya. Pembicara Utama Seminar Seminar ini turut menghadirkan beberapa pembicara utama, di antaranya Prof Dr Nazaruddin Malik SE MSi, Rektor UMM; Assoc Prof Nguyen Ngoc Bao Chau PhD, dari Ho Chi Minh City Open University Vietnam; Assoc Prof Dr Bowo Sugiharto MPd, Ketua HPPBI-Indonesia; dan Assoc Prof Dr Atok Miftachul Hudha MPd, dari Universitas Muhammadiyah Malang. Selain itu, seminar ini juga mengundang para akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan untuk berbagi temuan terkini dan berkolaborasi dalam mengembangkan pendekatan baru dalam pengajaran dan penelitian biologi. Di akhir acara, Prof Dr Trisakti Handayani mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi, termasuk penyunting dan redaksi pelaksana yang telah bekerja keras hingga buku kumpulan abstrak ini diterbitkan dan makalah dapat dipublikasikan. “Semoga kebaikan yang telah diberikan mendapatkan balasan yang berlimpah,” harapnya. Seminar ini menjadi tonggak penting dalam mendorong kolaborasi lintas sektor untuk masa depan yang lebih berkelanjutan, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran biologi dan pendidikan dalam mewujudkan SDGs.   Berita ini telah tayang pada: https://klikmu.co/pbio-umm-undang-pakar-bahas-deep-learning-dan-sdgs/ PBIO UMM Undang Pakar Bahas Deep Learning dan SDGs Diakses pada 2 Desember 2024