Bekali Keterampilan Karya Tulis Ilmiah, Dosen-Mahasiswa UMM Lakukan Pengabdian di PPI AMF

Malang — Dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Program Pengabdian Masyarakat (PMM Mitra Dosen) melaksanakan kegiatan pengabdian di Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF) yang dimulai Jumat (10/1/2025). Program ini dipimpin oleh Dwi Setyawan SPd MPd dengan anggota tim: Fendy Hardian Permana SPd MPd (dosen), serta Alfianti Fadilah, Grastika Rivana Mokodompit, dan Margareta Megi Balur (mahasiswa). Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama 3–4 bulan dengan tema “Pendampingan Keterampilan Penulisan Artikel Publikasi Ilmiah bagi Guru di Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF).” Tema tersebut diangkat untuk menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi guru dalam menulis dan mempublikasikan hasil penelitian maupun program sekolah. Saat ini, banyak guru menghadapi stagnasi dalam pengembangan karya ilmiah mereka, meskipun keterampilan tersebut penting untuk profesionalisme dan kontribusi terhadap ilmu pengetahuan. Program ini bertujuan untuk mendampingi guru dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas karya ilmiah. Selain itu, meningkatkan indikator profesionalisme guru melalui hasil penelitian yang berkualitas, didukung oleh fasilitas dan program sekolah. Ketua tim pengabdian Dwi Setyawan menjelaskan bahwa pendampingan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam menulis artikel ilmiah yang sesuai dengan standar jurnal nasional terakreditasi (SINTA) maupun internasional (Scopus). Program ini juga berfokus pada pengembangan budaya literasi dan penelitian di lingkungan pesantren, sehingga mampu mengintegrasikan pendidikan agama dengan ilmu pengetahuan modern. “Kami berharap program ini memberikan manfaat jangka panjang bagi pesantren dan guru, serta berdampak positif untuk pengembangan pendidikan secara keseluruhan,” ujar Dwi. Kepala Sekolah sekaligus pengasuh PPI AMF KH Pahri SAg MM menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif UMM. “Kami sangat bersyukur atas dukungan dari dosen dan mahasiswa UMM. Program ini sangat bermanfaat dalam memperkuat keterampilan akademik para guru. Kami juga terbuka untuk kolaborasi serupa di masa depan, baik untuk pengabdian maupun penelitian,” ungkap Pahri. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen UMM dalam berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di masyarakat. Program pengabdian ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih besar di masa depan, mendukung mutu pendidikan melalui karya ilmiah. Berita ini telah tayang pada: https://klikmu.co/bekali-keterampilan-karya-tulis-ilmiah-dosen-mahasiswa-umm-lakukan-pengabdian-di-ppi-amf/
Dosen UMM Latih Keterampilan Abad ke-21 Siswa melalui Karya Ilmiah

Malang — Tim Pengabdian Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), memberikan pelatihan keterampilan abad ke-21, kepada siswa SMA Negeri 1 Tumpang (SMANETA) melalui program pendampingan karya ilmiah. Kegiatan ini dipimpin oleh Tutut Indria Permana, M.Pd., dan Moh. Mirza Nuryady, S.Si., M.Sc., dengan pendanaan melalui skema Pengabdian Berbasis IPTEKS (PBI). Dalam acara pendampingan yang berlangsung Rabu (8/1/2025), Tutut Indria Permana, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan 4C—Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication. “Keterampilan ini sangat penting bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan,” katanya. Program ini, dirancang untuk membimbing siswa dalam menyusun dan mempresentasikan karya ilmiah yang berkualitas. Melalui serangkaian workshop, sesi mentoring, dan evaluasi berkelanjutan, siswa dilatih untuk berpikir kritis dalam menganalisis masalah, berkreasi mencari solusi, bekerja sama dalam tim, serta mengomunikasikan hasil penelitian dengan efektif. Salah satu pemateri, Ahmad Fauzi, menyampaikan, teknik analisis data dan penggunaan alat digital yang relevan untuk mempermudah proses penelitian. “Karya ilmiah memberikan peluang bagi siswa untuk mengintegrasikan keterampilan abad ke-21 dengan kemampuan akademik. Dengan pendekatan yang tepat, siswa dapat menghasilkan penelitian yang inovatif,” ungkapnya. Sementara, Dr. Husamah, juga menekankan pentingnya menulis karya ilmiah dalam membangun pola pikir yang kritis dan sistematis. “Karya ilmiah bukan sekadar tugas, tetapi juga sarana untuk mengembangkan minat penelitian siswa,” ujarnya. Diketahui, bahwa proses pendampingan ini mencakup tahapan intensif, mulai dari pemilihan topik penelitian hingga penyusunan laporan akhir. Workshop yang diselenggarakan meliputi pengenalan teknik penelitian, penulisan akademik, hingga presentasi ilmiah. Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat peningkatan kemampuan siswa dalam berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif. Kepala SMANETA, Fadilah Umi Maisyaroh, mengapresiasi program ini. “Kami sangat berterima kasih kepada tim pengabdian UMM atas dedikasinya. Program ini sejalan dengan misi sekolah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menghadapi tantangan global,” paparnya. Program pendampingan karya ilmiah ini, dinilai, tidak hanya memperkuat kemampuan akademik siswa, tetapi juga menumbuhkan semangat penelitian yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah dan masyarakat. Dengan kolaborasi erat antara akademisi dan sekolah, diharapkan generasi muda mampu menghadapi era globalisasi dengan percaya diri dan kompetensi yang lebih baik. Berita ini telah tayang di: https://mediapribumi.id/dosen-umm-latih-keterampilan-abad-ke-21-siswa-melalui-karya-ilmiah/
Siswa SMANETA Berinovasi: Plastik Ramah Lingkungan dari Buah Sukun

Malang — Kelompok Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMA Negeri 1 Tumpang (SMANETA), Malang, berhasil menciptakan plastik ramah lingkungan berbahan dasar buah sukun. Inovasi ini dikembangkan oleh tiga siswa, yakni Revanda Vanina Irman, Muhammad Arkan Pandya, dan Agastya Putri Jossiella, dengan bimbingan guru pembimbing, Fadlilatul Annisa, STP. “Penelitian ini berangkat dari keprihatinan kami terhadap dampak buruk plastik konvensional yang sulit terurai dan mencemari lingkungan dengan mikroplastik. Kami ingin menghadirkan solusi,” kata Revanda dalam konferensi pers di SMANETA, Rabu (8/1/2025). Tim KIR tersebut mengolah pati buah sukun yang dikombinasikan dengan gliserol untuk menghasilkan produk inovatif bernama ‘Suecoplast’, plastik ramah lingkungan yang diharapkan mampu mengurangi limbah plastik. Pihaknya menjelaskan, pembuatan Suecoplast dimulai dengan menyiapkan buah sukun matang, menggilingnya menjadi serabut, dan memerasnya untuk mendapatkan ekstrak pati. Ekstrak tersebut diendapkan selama 2-3 hari sebelum ditambahkan gliserol dengan konsentrasi tertentu. Campuran itu kemudian dipanaskan, dicetak, dan dikeringkan hingga menjadi kantong plastik. “Kami menguji berbagai konsentrasi gliserol, mulai dari 5% hingga 20%, menggunakan metode kuantitatif ANOVA untuk mengetahui kekuatan dan sifat organoleptik kantong plastik yang dihasilkan,” jelas Agastya. Ia meyakini, bahwa hasilnya, Suecoplast memiliki keunggulan utama: lebih cepat terurai dibandingkan plastik konvensional, tetapi tetap mendukung kebutuhan masyarakat sehari-hari. Kepala SMANETA, Fadilah Umi Maisyaroh, mengapresiasi karya siswa ini. “Inovasi ini menunjukkan penguasaan keterampilan abad ke-21, yaitu Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication (4C), yang sangat penting untuk masa depan bangsa,” katanya. Dukungan juga datang dari akademisi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dosen Pendidikan Biologi FKIP UMM, Tutut Indria Permana, menilai inovasi Suecoplast tidak hanya relevan secara ilmiah tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap keberlanjutan lingkungan. “Kami siap mendampingi penelitian ini agar hasilnya lebih matang dan dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” paparnya, saat sesi pendampingan di SMANETA. Keberhasilan ini, menjadi bukti nyata bahwa inovasi generasi muda Indonesia dapat menjawab tantangan global dengan solusi kreatif. Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/siswa-smaneta-berinovasi-plastik-ramah-lingkungan-dari-buah-sukun/
PBIO-UMM Dorong Sekolah Muhammadiyah kembangkan KIR

Kelompok Karya Ilmiah Remaja (KIR) dapat menjadi wadah untuk pengembangan karakter siswa, mengembangkan keterampilan abad ke-21 dan employebility skills siswa. Oleh karena itu, pembinaan kelompok KIR perlu terus digalakkan. Hal itulah yang disampaikan oleh Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si selaku tim pengabdian Ipteks bagi Masyarakat (PIbM) Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. Hal ini menjadi salah satu penekatan dalam acara pendampingan untuk 21 guru SMA Muhammadiyah 1 Malang, yang diadakan pada tanggal 12 Agustus 2022. Dr Abdulkadir Rahardjanto menjelaskan bahwa pengembangan kemampuan siswa sangat penting untuk mendorong prestasi sekolah. Ada banyak lomba yang dapat diikuti, dan dapat dimaksimalkan sehingga dapat berkontribusi kepada keunggulan sekolah. “Kami siap untuk membantu sekolah, termasuk siswa dan para guru. Ke depan, terkait dengan Merdeka Belajar kami pun siap mendampingi karena FKIP UMM merasa terpanggil untuk ikut menyukseskan,” ujar dosen yang menjabat sebagai Wakil Dekan II FKIP UMM tersebut. Sementara itu, pemateri kedua, Husamah, S.Pd, M.Pd., menjelaskan bahwa materi pembinaan KIR dapat mudah disimak dalam buku Karya Ilmiah Remaja Selezat Ice Cream yang telah ia susun. Ia pun membagikan filenya secara gratis kepada para peserta. “Bapak/Ibu tinggal mempraktikkan saja apa yang ada dalam buku tersebut. Kami siap mendampingi bapak/ibu ke depannya sehingga menjadi sekolah yang unggul termasuk dibilang karya ilmiah,” ujar dosen Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM tersebut. Senada dengan dua pemateri dari FKIP UMM, Ibu Iswati selaku perwakilan sekolah mengapresiasi dan berterima kasih atas terselenggaranya acara tersebut. Ia dan sekolah akan menindaklanjuti dengan penyusunan jadwal lengkap dan agenda pembinaan. “Kami akan meminta bantuan FKIP UMM, khususnya tim yang hadir hari ini untuk mengembangkan kelompok KIR di sekolah kami. Kami sangat senang dan siap berkolaborasi,” pungkasnya. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2022/08/12/pbio-umm-dorong-sekolah-muhammadiyah-kembangkan-kir/