Siswa SMANETA Berinovasi: Plastik Ramah Lingkungan dari Buah Sukun

Malang — Kelompok Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMA Negeri 1 Tumpang (SMANETA), Malang, berhasil menciptakan plastik ramah lingkungan berbahan dasar buah sukun. Inovasi ini dikembangkan oleh tiga siswa, yakni Revanda Vanina Irman, Muhammad Arkan Pandya, dan Agastya Putri Jossiella, dengan bimbingan guru pembimbing, Fadlilatul Annisa, STP. “Penelitian ini berangkat dari keprihatinan kami terhadap dampak buruk plastik konvensional yang sulit terurai dan mencemari lingkungan dengan mikroplastik. Kami ingin menghadirkan solusi,” kata Revanda dalam konferensi pers di SMANETA, Rabu (8/1/2025). Tim KIR tersebut mengolah pati buah sukun yang dikombinasikan dengan gliserol untuk menghasilkan produk inovatif bernama ‘Suecoplast’, plastik ramah lingkungan yang diharapkan mampu mengurangi limbah plastik. Pihaknya menjelaskan, pembuatan Suecoplast dimulai dengan menyiapkan buah sukun matang, menggilingnya menjadi serabut, dan memerasnya untuk mendapatkan ekstrak pati. Ekstrak tersebut diendapkan selama 2-3 hari sebelum ditambahkan gliserol dengan konsentrasi tertentu. Campuran itu kemudian dipanaskan, dicetak, dan dikeringkan hingga menjadi kantong plastik. “Kami menguji berbagai konsentrasi gliserol, mulai dari 5% hingga 20%, menggunakan metode kuantitatif ANOVA untuk mengetahui kekuatan dan sifat organoleptik kantong plastik yang dihasilkan,” jelas Agastya. Ia meyakini, bahwa hasilnya, Suecoplast memiliki keunggulan utama: lebih cepat terurai dibandingkan plastik konvensional, tetapi tetap mendukung kebutuhan masyarakat sehari-hari. Kepala SMANETA, Fadilah Umi Maisyaroh, mengapresiasi karya siswa ini. “Inovasi ini menunjukkan penguasaan keterampilan abad ke-21, yaitu Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication (4C), yang sangat penting untuk masa depan bangsa,” katanya. Dukungan juga datang dari akademisi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dosen Pendidikan Biologi FKIP UMM, Tutut Indria Permana, menilai inovasi Suecoplast tidak hanya relevan secara ilmiah tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap keberlanjutan lingkungan. “Kami siap mendampingi penelitian ini agar hasilnya lebih matang dan dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” paparnya, saat sesi pendampingan di SMANETA. Keberhasilan ini, menjadi bukti nyata bahwa inovasi generasi muda Indonesia dapat menjawab tantangan global dengan solusi kreatif. Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/siswa-smaneta-berinovasi-plastik-ramah-lingkungan-dari-buah-sukun/
PBIO-UMM Dorong Sekolah Muhammadiyah kembangkan KIR

Kelompok Karya Ilmiah Remaja (KIR) dapat menjadi wadah untuk pengembangan karakter siswa, mengembangkan keterampilan abad ke-21 dan employebility skills siswa. Oleh karena itu, pembinaan kelompok KIR perlu terus digalakkan. Hal itulah yang disampaikan oleh Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si selaku tim pengabdian Ipteks bagi Masyarakat (PIbM) Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. Hal ini menjadi salah satu penekatan dalam acara pendampingan untuk 21 guru SMA Muhammadiyah 1 Malang, yang diadakan pada tanggal 12 Agustus 2022. Dr Abdulkadir Rahardjanto menjelaskan bahwa pengembangan kemampuan siswa sangat penting untuk mendorong prestasi sekolah. Ada banyak lomba yang dapat diikuti, dan dapat dimaksimalkan sehingga dapat berkontribusi kepada keunggulan sekolah. “Kami siap untuk membantu sekolah, termasuk siswa dan para guru. Ke depan, terkait dengan Merdeka Belajar kami pun siap mendampingi karena FKIP UMM merasa terpanggil untuk ikut menyukseskan,” ujar dosen yang menjabat sebagai Wakil Dekan II FKIP UMM tersebut. Sementara itu, pemateri kedua, Husamah, S.Pd, M.Pd., menjelaskan bahwa materi pembinaan KIR dapat mudah disimak dalam buku Karya Ilmiah Remaja Selezat Ice Cream yang telah ia susun. Ia pun membagikan filenya secara gratis kepada para peserta. “Bapak/Ibu tinggal mempraktikkan saja apa yang ada dalam buku tersebut. Kami siap mendampingi bapak/ibu ke depannya sehingga menjadi sekolah yang unggul termasuk dibilang karya ilmiah,” ujar dosen Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM tersebut. Senada dengan dua pemateri dari FKIP UMM, Ibu Iswati selaku perwakilan sekolah mengapresiasi dan berterima kasih atas terselenggaranya acara tersebut. Ia dan sekolah akan menindaklanjuti dengan penyusunan jadwal lengkap dan agenda pembinaan. “Kami akan meminta bantuan FKIP UMM, khususnya tim yang hadir hari ini untuk mengembangkan kelompok KIR di sekolah kami. Kami sangat senang dan siap berkolaborasi,” pungkasnya. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2022/08/12/pbio-umm-dorong-sekolah-muhammadiyah-kembangkan-kir/