Mahasiswa Baru PBIO-UMM Siap Menjadi Alumni Berprestasi

Muhammad Masyhur, S.Pd., S.Kep.,M.Biomed atraktif menguraikan edupreneurship di hadapan 250 mahasiswa

Program Studi Pendidikan Biologi menyambut kehadiran mahasiswa baru dengan menggelar kuliah perdana, pada hari Jumat, 16 September 2022. Sebanyak 250 orang mahasiswa, yang terdiri dari angkatan 2019, 2020, 2021, dan mahasiswa baru angkatan 2022 mengikuti kuliah perdana tersebut. Prof. Dr. Rr Eko Susetyarini, M.Si selaku Kaprodi Pendidikan Biologi FKIP UMM menjelaskan bahwa agenda kuliah perdana ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan dalam rangka menerima mahasiswa sebagai keluarga baru Program Studi. Tahun ini Prodi menerima 46 orang mahasiswa baru yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Jawa, Kalimantan, dan Maluku. “Kuliah perdana kali ini menghadirkan tiga orang narasumber dengan kompetensi dan kualifikasi yang berbeda-beda. Menariknya, ketiga narasumber tersebut adalah alumni Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM yang telah banyak memberi sumbangsih terbaiknya dalam menginspirasi kemjuan Bangsa, sama seperti tagline Prodi Pendidikan Biologi, Terdepan Menginspirasi.” ujar profesor bidang biologi reproduksi tersebut. Narasumber semuanya adalah alumni Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM. Narasumber pertama adalah Muhammad Masyhur, S.Pd. S.Kep., M.Biomed., CIQnR., MNLP (Dosen dan Founder MISS International Boarding School), Sarifudin Lathif (Founder Kaliandra Sejati Foundation), serta Dr. Atok Miftachul Hudha, M.Pd (Ketua Program Magister Pendidikan Biologi – UMM). Dalam paparannya, Masyhur mengatakan bahwa kuliah di Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM memberikannya modal sebagai dasar mengembangkan kompetensi sebagai seorang pengajar professional. “Kecintaan pada dunia pendidikan menggerakkannya mendirikan International Boarding School.” ujar kandidat doktor di Phillippines Woman University tersebut. Di lain pihak, Sarifudin Lathif juga berbagi bagaimana Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM semakin meningkatkan kecintaannya terhadap lingkungan. Menurutnya, hal tersebut yang menggerakkan dirinya untuk mengambil langkah besar dengan mendirikan Kaliandra Sejati Foundation, sebuah yayasan yang bergerak dalam advokasi konservasi lingkungan di Jawa Timur. Senada dengan dua narasumber sebelumnya, Dr. Atok Miftahul Huda M.Pd menceritakan bagaimana awal mula kecintaannya dengan Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM, sebagai salah satu mahasiswa angkatan pertama di Prodi (tahun 1987). Mulai bergabung sebagai mahasiswa hingga menjadi staf pengajar. Lebih lanjut, Atok menambahkan bagaimana peluang studi double degree S1 dan S2. Ia menambahkan, ini adalah peluang studi yang luar biasa dimana mahasiswa bisa menempuh kuliah jenjang S1 lanjut kuliah jenjang S2 dengan waktu kurang lebih 5 hingga 5,5 tahun. Peluang ini, lanjut Atok, tidak lain karena adanya integrasi kurikulum perkuliahan di jenjang S1 dan S2, sehingga mahasiswa bisa mendapatkan dua gelar sekaligus, Sarjana Pendidikan (S.Pd) dan Magister Pendidikan (M.Pd). Salah satu Mahasiswa peserta kuliah perdana, Sindi Aulia mengatakan bahwa kuliah perdana ini membuka perspektifnya tentang pendidikan dan membuatnya semakin bersemangat dalam studi dan memberikan yang terbaik untuk masa depannya. “Saya semakin bersemangat dan pilihan saya memilih Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM sangat tepat. Terimakasih Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM” ujarnya gadis asli Batu itu bersemangat.   Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2022/09/16/alumni-berprestasi-semangati-mahasiswa-baru-pbio-umm/

Program Studi Pendidikan Biologi Berkomitmen mengajak sekolah di Indonesia untuk Berprestasi

Tidak semua ingin berprestasi? Miris sekali…, padahal berprestasi itu mudah Guys. Malang, 27 Agustus 2022, Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) punya gawe mengajak semua civitas akademika, peserta didik, dan guru berkolaborasi untuk mengembangkan diri dan berprestasi. Melalui mimbar akademik bertajuk “Berprestasi itu Mudah Guys” prodi Pendidikan Biologi mendobrak dan meyakinkan kepada masyarakat khususnya generasi muda wajib terdepan dan mengispirasi. Kelebihan demografi menjadi peluang untuk mewujudkan generasi emas indonesia 2045 yang gandrung dengan prestasi. Mahasiswa, alumni, pesertadidik (SMP/SMA/sederajat), guru, dan masyarakat umum wajib tergelitik, tergugah, dan harus bergerak merubahnya jika tidak ingin negara tercinta kita ini selalu tertinggal dari negara-negara lain. “Yang Muda dan Berprestasi”, kiasan ini mungkin tidak berlaku lagi, karena berprestasi tidak memandang usia, semua orang bisa mewujudkannya. Orasi ilmiah pertama disampaikan oleh Nur Aliyah, S.Pd M.Pd beliau alumni Prodi Pendidikan Biologi sekaligus Kepala Madrasah MTSN 2 Jember ini, membagikan pengalaman pretasinya melalui karya-karya buku yang diterbitkannya. Beliau siap berkolaborasi dalam menulis buku dengan peserta. Inisiatif ini akan ditindak lanjuti prodi dengan pendampingan yang akan dilakukan oleh Prodi Pendidikan Biologi. “diam-diam melakukan sesuatu, tapi ketika karya buku saya terbit, orang lain baru paham dan kaget mengapa saya banyak diam, ternyata sedang menulis buku” ungkap beliau dalam memotivasi peserta kuliah tamu. Jadi, diam bukan karena tidak ingin berprestasi, tapi mampu menghasilkan karya sebagai bukti bisa berprestasi. Kuncinya perbanyak aktifitas litarasi dan fokus dan selesaikan karya yang kita mulai. Orasi Ilmiah kedua disampaikan oleh Husamah, M.Pd Dosen berprestasi dengan jumlah sitasi karya ilmiahnya  tidak diragukan lagi. Beliau menyampaikan, berbagai prestasi membanggakan yang diperolehnya tidak lepas dari peran Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM yang selalu mensuport dan memfasilitasi sejak masih mashasiswa sampai menjadi dosen di UMM. Menulis dan menghasilkan karya Ilmiah diniatkan untuk menyebarluaskan ilmu yang bermanfaat, karena di UMM memberikan cirikhas kepada civitas akademika untuk mengimplementasikan nilai-nilai islam di setiap aktifitas.  Menurut Husamah, “Semua orang bisa berkarya dan berprestasi, namun jangan melupakan pemberi ilmunya, yaitu Allah SWT”. Setiap karya dan prestasi bisa banyak cara untuk mewujudkknaya, namun sebuah karya dan prestasi yang bernilai itu jika memberikan manfaat untuk orang lain. Dilanjutkan oleh orasi ilmiah ketiga oleh Sasabiilah Raihanah, mahasiswa semester lima Prodi Pendidikan Biologi yang berprestasi bidang olimpiade biologi tingkat Nasional dan Internasional. Dalam orasi ilmiahnya, mengajak teman sebayanya dan pesertadidik di sekolah (SMP/SMA) untuk meningkatkan kompetensi diri yang kita minati dan kita senangi. Dengan niat baik dan meyakini setiap orang itu memiliki kelebihan dan kesempatan yang sama, maka pasti bisa diasah keterampilannya, dan pihak sekolah/kampus bisa memberikan ruang belajarnya. Mengapa harus ikut olimpiade? Salsabila menyampaikan “Belajar itu ibadah, prestasi itu dakwah” komitmen yang diucapkan di setiap momen membawaya meraih prestasi gemilang. Jadi olimpiade baginya merupakan cara belajar sambil beribadah. Ibaratnya beribadah itu wajib, belajar setiap saat ya… tidak masalah, dan pastinya akan kita nikmati hasilnya. Bisa mencapai prestasi olimpiade di internasional mengapa tidak….?, jika kita mau berusaha pasti bisa, karena bagi Allah tidak ada yang tidak mungkin. Maka percayalah. Kuliah Tamu (SERI: 1) ini, merupakan rangkaian acara untuk menyambut generasi baru mahasiswa Prodi pendidikan biologi agar mengenal atmosfir belajar dan memfasilitasi kompetensi dan berprestasi selama kuliah di Program studi yang tidak diragukan lagi kualitas nasional dan internasionalnya. Kegiatan ini, selain sebagai wadah sosialisasi mudahnya berprestasi bagi masyarakat melalui karya, juga digunakan prodi untuk menegaskan kepada masyarakat bahwa mahasiswa dan dosen Program Studi Pendidikan Biologi FKIP-UMM memiliki cirikhas yaitu selalu prestasi melalui karya ilmiahnya.   Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2022/08/27/pbio-umm-dorong-sekolah-di-indonesia-terus-berprestasi/