Pendampingan Guru Bermutu Berbasis Lesson Study Learning Community untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran Di SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu

Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merupakan program yang melibatkan mahasiswa dalam aktivitas bermanfaat langsung bagi masyarakat, seperti penyuluhan kesehatan, pelatihan keterampilan, hingga penggalangan dana untuk mendukung komunitas tertentu. Program ini mencakup berbagai bidang, termasuk pendidikan, lingkungan, sosial, dan ekonomi, serta bertujuan untuk mengaplikasikan hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang dalam bentuk nyata (hilirisasi). Pada kegiatan ini, Kelompok 46 Mahasiswa PMM UMM dari Program Studi Pendidikan Biologi menjadi wadah untuk melaksanakan beragam aktivitas positif. Program mereka dirancang untuk membantu para guru di SMP Muhammadiyah 08 Batu, di bawah bimbingan langsung Prof. Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Si., dosen Program Studi Pendidikan Biologi. Kelompok ini terdiri atas empat anggota, yaitu Dila Afifatul Rohma sebagai koordinator, serta tiga anggota lainnya: Asma’ridaulharir, Isna Putri Arifa, dan Yunike Kharisma Putri, yang semuanya berasal dari Program Studi Pendidikan Biologi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Pendidikan Biologi UMM bertujuan untuk mengimplementasikan temuan penelitian yang telah dilakukan oleh universitas, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Berikut adalah versi yang lebih terstruktur dan terperinci: Kegiatan Workshop dan Implementasi Open Class Program ini mencakup Workshop Pembuatan Chapter dan Lesson Design berbasis LS-LC (Lesson Study Learning Community) serta Open Class sebagai bentuk implementasi konsep tersebut di SMP Muhammadiyah 08 Batu. Workshop berlangsung sebanyak dua sesi pada Jumat, 1 September 2023, dan Jumat, 8 September 2023, yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan guru dalam merancang pembelajaran yang efektif serta membangun komunitas pembelajaran yang kolaboratif di lingkungan sekolah. Workshop ini dirancang secara interaktif, dengan melibatkan peserta dalam diskusi, latihan praktis, dan berbagi pengalaman, sehingga mendorong penerapan metode pembelajaran berbasis LS-LC yang relevan dan efektif. Selanjutnya, kegiatan Open Class dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan (dua siklus) pada mata pelajaran IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Open Class memberikan kesempatan bagi guru dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengamati secara langsung penerapan konsep Lesson Study Learning Community. Tujuannya adalah memperkuat pemahaman guru tentang metodologi pembelajaran berbasis LS-LC, mengasah keterampilan mereka dalam menyampaikan materi secara efektif, dan memfasilitasi kolaborasi antar guru untuk berbagi ide serta strategi terbaik dalam pengajaran. Melalui pendekatan ini, para guru didorong untuk lebih memahami materi yang diajarkan, menyampaikan pembelajaran secara menarik dan mudah dipahami, serta meningkatkan kerja sama antar rekan sejawat. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan proses belajar mengajar yang lebih efektif, relevan dengan kebutuhan siswa, serta mampu membantu mereka mencapai potensi maksimal dalam belajar. Penutup Kegiatan: Penyerahan Penghargaan Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberikan penghargaan berupa alat bantu pembelajaran kepada Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 08 Batu, Bapak Windra Rizkiyana, M.Pd., dan para guru lainnya. Pemberian ini merupakan bentuk apresiasi atas dukungan penuh yang telah mereka berikan selama pelaksanaan program. Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini membawa manfaat nyata bagi siswa-siswi, para guru, serta komunitas sekolah, khususnya dalam mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang inovatif, efektif, dan inspiratif. (Rilis oleh: PMM Kelompok 46)

PBIO UMM Dampingi Sekolah Kembangkan Pembelajaran STEM dan Learning Community

PBIO UMM Dampingi Sekolah Kembangkan Pembelajaran STEM dan Learning Community

STEM merupakan isu bidang pembelajaran yang kini lagi menarik minta banyak pihak. STEM merupakan bentuk pembelajaran yang mengintegrasikan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). STEM menjadi pendekatan pembelajaran yang mampu mengatasi berbagai permasalahan di dunia nyata dan memfasilitasi siswa meningkatkan keterampilan Abad 21. Di sisi lain, melalui Lesson Study for Learning Community (LSLC), sekolah dapat mengatasi kendala yang muncul di kelas melalui kolaborasi antar guru, kepala sekolah, dosen, dan pihak terkait lainnya. Oleh karena itu, menginisiasi LSLC untuk menerapkan pembelajaran STEM di sekolah merupakan langkah esensial yang perlu dilakukan agar keberlanjutan pembelajaran yang berkualitas dapat terus lestari. Informasi tersebut merupakan cuplikan materi yang disampaikan oleh Fuad Jaya Miharja, M.Pd. selaku tim Pengabdian Kelompok (PK) Universitas Muhammadiyah Malang. Materi tersebut dipresentasikan di sesi pertama acara pendampingan pengembangan pembelajaran berbasis STEM di Sekolah berbasis Riset di SD Muhammadiyah 1 Paiton, Probolinggo pada tanggal 12 September 2022. Kegiatan pengabdian masyarakat ini didesain dan diselenggarakan oleh tim PK dan tim Pengabdian Masyarakat-Mahasiswa (PMM) yang terdiri dari Muthia Maharani Syaiful, Putri Nurul Nabilah, Nafisah Nur Azizah, Nifi Maulidyah dan Salsabiilaa Roihanah dari Prodi  Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Malang. Lebih lanjut, Fuad Jaya Miharja, menyampaikan beberapa contoh penerapan buka kelas dari kegiatan Lesson Study di berbagai sekolah. “Sesuai penjelasan beliau, penerapan Lesson Study mampu mengungkap berbagai permasalahan pembelajaran dan kualitas proses belajar setiap siswa. Hasil refleksi dari buka kelas akan mampu menjadi masukan untuk meningkatkan pembelajaran selanjutnya,” tuturnya. Menanggapi penyajian materi yang telah disampaikan, Ustadzah Ismi selaku salah satu guru di SD Muhammadiyah 1 Paiton menanyakan “Apakah ketika buka kelas harus selalu menggunakan pembelajaran melalui diskusi kelompok?”. Menanggapi pertanyaan tersebut, Fuad Jaya Miharja, yang telah belajar Lesson Study dan STEM langsung ke Jepang menjelaskan bahwa selama buka kelas, model dan metode pembelajaran yang diterapkan disesuaikan dengan materi dan karakteristik siswa sehingga tidak harus selalu berbentuk diskusi kelompok. Sementara itu, di sesi kedua, Ahmad Fauzi, M.Pd. membimbing para guru di SD Muhammadiyah 1 Paiton untuk mensimulasikan pembelajaran berbasis STEM. Di sesi kedua ini, 13 guru dan 2 karyawan sekolah tersebut dibagi menjadi tiga kelompok untuk mensimulasikan tiga proyek STEM yang berbeda, yaitu Membuat Pelapis Obat, Mendesain Pesawat Terbaik dan Mendesain Menara Tertinggi. Setelah mensimulasikan tiga proyek STEM tersebut, setiap guru merefleksikan kegiatan yang telah mereka lakukan dan menganalisis keterkaitan proyek-proyek yang telah mereka simulasikan dengan kurikulum SD. Di kegiatan ini, Anis dan Ridho selaku perwakilan guru SD Muhammadiyah 1 Paiton berterima kasih kepada tim PK dan PMM karena telah berbagi informasi yang sangat mereka butuhkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta telah pengalaman langsung pada guru-guru di SD tersebut dalam mensimulasikan pembelajaran STEM. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2022/09/12/pbio-umm-dampingi-sekolah-kembangkan-pembelajaran-stem-dan-learning-community/