Penguatan Kapasitas Dosen Biologi UMM Menuju Kolaborasi Internasional

Foto bersama Narasumber dan Dosen Program Studi Pendidikan Biologi (2)

Malang, 20 September 2025 – Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kegiatan “Penguatan Kapasitas Dosen melalui Pelatihan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Bertaraf Internasional”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom pada Sabtu, 20 September 2025, pukul 12.00–15.00 WIB. Pelatihan ini diselenggarakan untuk menjawab tantangan globalisasi, di mana dosen dituntut tidak hanya menghasilkan karya akademik, tetapi juga mampu bersaing dalam skema penelitian dan pengabdian masyarakat tingkat internasional. Penguatan kapasitas ini diharapkan meningkatkan daya saing, kualitas, serta reputasi program studi, fakultas, dan universitas di kancah global. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jerman Raya, yang memiliki pengalaman luas dalam memperoleh dan mengelola hibah internasional. Kedua narasumber bergabung melalui Zoom dan memberikan materi terkait tips dan trik untuk mendapatkan pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui hibah internasional. Pemateri pertama, Rachmat Adhi Wibowo, menekankan bahwa impact dari penelitian jauh lebih penting dibandingkan sekadar latar belakang penelitian. Ia menambahkan bahwa tantangan terbesar dalam riset adalah memperoleh pendanaan, sehingga penyusunan proposal yang solid menjadi faktor kunci. “Setelah dana diperoleh, fleksibilitas penelitian akan lebih terbuka, termasuk kesempatan berkonsultasi dengan project manager sebagai pihak pengambil keputusan,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya networking dan ide yang inovatif untuk dapat bersaing di tingkat global. Pemateri kedua, Septi Panca Sakti, berbagi pengalaman dalam melaksanakan program pengabdian bertaraf internasional. Salah satunya adalah Pelatihan Inisiasi Hizbul Wathan Bahari (IHWB) yang didanai oleh The Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ). Kegiatan tersebut diikuti oleh 42 peserta dari seluruh Indonesia, dengan mekanisme lima hari pelatihan daring dan enam hari praktik lapangan di Jakarta serta Kepulauan Seribu (5–10 Februari 2023). Menurutnya, keberhasilan pengabdian sangat ditentukan oleh kemitraan yang kuat. “Partner kerjasama yang baik akan memudahkan pelaksanaan kegiatan. Goal kegiatan harus SMART dan terukur, dengan penggunaan tools yang akurat,” jelasnya. Lebih lanjut, Septi menambahkan bahwa GIZ Indonesia memiliki beberapa skema pendanaan (funding) yang dapat diakses melalui https://www.giz.de/en/regions/asia/indonesia. Ia juga menegaskan bahwa social impact merupakan salah satu ide proyek yang disukai oleh penyandang dana di Jerman karena erat kaitannya dengan isu sustainability. Pak Adhi juga menambahkan bahwa proyek internasional seperti GIZ dapat berjalan optimal berkat dukungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), misalnya UM Sukabumi yang menyusun modul distance learning serta UM Jakarta yang menyediakan asrama bagi peserta luar kota. Kolaborasi ini menjadi contoh nyata sinergi PTM dengan lembaga internasional untuk mengembangkan ide-ide inovatif, termasuk dalam bidang kepanduan laut yang belum banyak dieksplorasi. Di akhir sesi, Prof. Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Si., Ketua Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMM, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada kedua pemateri atas ilmu yang telah dibagikan. Beliau juga menyatakan harapan agar ke depan dapat terjalin kerja sama (Perjanjian Kerja Sama/PKS) antara Prodi Pendidikan Biologi UMM dengan para pemateri untuk melaksanakan penelitian maupun pengabdian secara bersama.