SEMNAS PBIO FKIP UMM Jadi Ruang Kolaborasi Ilmiah, Ratusan Pemakalah Bahas Keberlanjutan Kehidupan

Malang — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menjadi pusat diskursus ilmiah melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Pendidikan Biologi X (SEMNAS PBIO/SEMBIO X 2025) yang mengusung tema Biologi, Pendidikan, dan Teknologi: Mengawal Keberlanjutan Kehidupan. Kegiatan ini menghadirkan ratusan pemakalah dan peserta dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari dosen, peneliti, guru, mahasiswa, hingga praktisi (16/12/2025). Foto peserta di SEMBIO X yang dilaksakan hari Selasa (16 Desember 2025) Forum ilmiah tahunan ini menjadi wadah pertukaran gagasan, hasil riset, dan praktik terbaik dalam pendidikan biologi, khususnya dalam merespons tantangan keberlanjutan yang semakin kompleks. Pemanfaatan teknologi, penguatan literasi lingkungan, serta integrasi nilai-nilai lokal menjadi isu yang banyak disoroti dalam berbagai sesi seminar. Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Moh. Mahfud Effendi, M.M., menegaskan bahwa isu keberlanjutan menuntut pendekatan yang utuh. Pendidikan biologi, menurutnya, perlu melampaui penguasaan konsep menuju pengembangan kompetensi abad ke-21, seperti literasi sains dan lingkungan, berpikir kritis, kolaborasi, serta etika akademik. Ia juga menekankan bahwa SEMNAS PBIO dirancang sebagai ruang penguatan jejaring akademik dan kolaborasi riset yang berdampak nyata. Sejalan dengan itu, Kaprodi Pendidikan Biologi FKIP UMM, Prof. Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Si., menyampaikan bahwa tema seminar dirancang untuk menjawab tantangan zaman. Perkembangan teknologi yang pesat dan meningkatnya ancaman ekologis menuntut karya ilmiah yang tidak berhenti pada laporan penelitian, tetapi bermuara pada inovasi pembelajaran, produk edukatif, serta rekomendasi aplikatif bagi sekolah dan masyarakat. Atmosfer ilmiah SEMNAS PBIO diperkuat dengan terbitnya buku kumpulan abstrak yang memuat beragam topik, mulai dari biologi murni dan terapan, pendidikan biologi, pembelajaran berbasis teknologi, literasi lingkungan, konservasi biodiversitas, hingga penguatan karakter dan keterampilan abad ke-21. Publikasi ini diharapkan menjadi rujukan awal bagi pengembangan riset dan praktik pendidikan biologi. Dua pembicara utama turut memperkaya perspektif keberlanjutan. Assoc. Prof. Ts. Dr. Rovina Kobun (Universiti Malaysia Sabah) menekankan pentingnya literasi pangan, gizi, dan lingkungan melalui pendekatan bio-inovasi. Ia menggarisbawahi peran strategis pendidikan biologi dalam membentuk pemahaman sistem pangan berkelanjutan, termasuk melalui inovasi berbasis rumput laut sebagai solusi ramah lingkungan. Sementara itu, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si. (UMM) menyoroti peran kearifan lokal sebagai fondasi pendidikan lingkungan. Melalui contoh praktik Reresik Kali, ia menunjukkan bagaimana integrasi pengetahuan ekologi tradisional dengan pendidikan dapat mendukung pencapaian SDGs, sekaligus menumbuhkan partisipasi dan tanggung jawab ekologis di tingkat komunitas. Keseluruhan rangkaian SEMNAS PBIO FKIP UMM menegaskan bahwa keberlanjutan membutuhkan sinergi antara inovasi berbasis sains dan teknologi dengan nilai-nilai budaya serta kearifan lokal. Melalui forum ini, pendidikan biologi diharapkan terus menjadi penggerak perubahan—dari ruang kelas dan laboratorium hingga masyarakat luas. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2025/12/16/perkuat-semangat-berkelanjutan-ratusan-pemakalah-ramaikan-semnas-pbio-fkip-umm/
Munas IKAHIMBI di UMM Teguhkan Peran Mahasiswa Biologi dalam Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Malang — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi tuan rumah pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Himpunan Mahasiswa Biologi Indonesia (IKAHIMBI) yang mengusung tema “Hamemayu Bawana: Merawat Biodiversitas Nusantara”, Senin (08/12/2025). Forum nasional ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa Biologi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat konsolidasi organisasi, merumuskan arah gerak ke depan, sekaligus meneguhkan komitmen generasi muda dalam menjaga kelestarian biodiversitas Nusantara. Ratusan delegasi mahasiswa Biologi dari berbagai daerah hadir dan terlibat aktif dalam rangkaian agenda Munas. Keberagaman latar belakang institusi dan pengalaman peserta menciptakan diskusi yang dinamis dan konstruktif, baik dalam sidang organisasi, seminar lingkungan, maupun forum ilmiah yang diselenggarakan. Sebagai tuan rumah, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi (HIMABIO) UMM yang berada di bawah naungan Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMM berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan ini. Selama ini, HIMABIO UMM dikenal konsisten mendorong penguatan kapasitas akademik mahasiswa, kepedulian ekologis, serta pengabdian berbasis keilmuan. Rangkaian Munas meliputi pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), perumusan arah strategis organisasi, seminar lingkungan, hingga presentasi karya ilmiah mahasiswa. Selain itu, aksi lingkungan turut digelar sebagai bentuk refleksi bersama terhadap tantangan ekologis yang dihadapi Indonesia saat ini. Pendamping HMPS Biologi UMM, Dwi Setyawan, M.Pd., menekankan pentingnya peran aktif mahasiswa Biologi dalam menjawab persoalan nyata di masyarakat. “Ilmu biologi harus hadir dan memberi solusi. Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori, tetapi perlu terjun langsung ke masyarakat untuk menunjukkan relevansi dan manfaat keilmuan biologi dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya. Senada dengan itu, Muhammad Rifki Raenaldi, Sekretaris Jenderal IKAHIMBI, menyampaikan bahwa Munas menjadi momentum penting dalam menjaga kesinambungan organisasi. “Munas ini bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga sarana memperkuat jejaring, solidaritas, dan sinergi antaranggota IKAHIMBI dari berbagai wilayah di Indonesia,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Pelaksana Munas, Hildan Haikal Fikri, menegaskan bahwa tema yang diangkat mencerminkan tanggung jawab moral dan ilmiah mahasiswa Biologi terhadap lingkungan. “Melalui semangat Hamemayu Bawana, kami ingin menegaskan komitmen bersama untuk merawat dan menjaga keberlanjutan biodiversitas Nusantara. Dukungan UMM menjadi energi besar bagi terselenggaranya Munas ini,” tuturnya. Pelaksanaan Munas IKAHIMBI di UMM diharapkan dapat memperkuat peran mahasiswa Biologi sebagai agen perubahan yang berkontribusi nyata dalam pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/ikahimbi-gelar-munas-di-umm-gaungkan-komitmen-merawat-biodiversitas-nusantara/