FKIP UMM Perkuat Implementasi Pembelajaran Mendalam bagi Guru Muhammadiyah Kabupaten Malang

Malang — Guru memegang peran kunci dalam mencerdaskan umat sekaligus membangun peradaban yang berkemajuan. Kesadaran tersebut menjadi landasan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan oleh Tim Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerja sama dengan Forum Guru Muhammadiyah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang. Kegiatan ini berlangsung di SMK Muhammadiyah 8 Pakis, Minggu (25/01/2026). Mengusung tema Pembelajaran Mendalam, kegiatan ini bertujuan mendorong proses belajar yang tidak hanya menitikberatkan pada pencapaian akademik, tetapi juga menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, reflektif, serta penghayatan nilai dalam pembelajaran. Dalam sesi pemaparan, Gigit Mujianto menegaskan bahwa pembelajaran mendalam menuntut perubahan cara pandang guru dalam mengajar. Guru diharapkan tidak lagi berperan sebagai penyampai materi semata, melainkan sebagai fasilitator yang mendorong peserta didik untuk aktif memahami konsep, mengaitkannya dengan konteks kehidupan nyata, dan merefleksikannya secara kritis. “Pembelajaran yang bermakna akan menghasilkan peserta didik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan karakter yang kuat,” jelasnya. Sejalan dengan itu, Arif Setiawan menekankan pentingnya perencanaan pembelajaran yang terstruktur, jelas, dan berorientasi pada keterlibatan aktif siswa. Menurutnya, guru Muhammadiyah memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan pembelajaran yang mencerahkan, membebaskan, dan relevan dengan tantangan zaman. “Pembelajaran mendalam dapat diwujudkan melalui desain aktivitas belajar yang kontekstual, serta asesmen yang tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga menghargai proses belajar peserta didik,” ujarnya. Sementara itu, Zukhrufurrohmah mengajak para guru untuk terus melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran di kelas. Ia menekankan bahwa nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan dapat diintegrasikan secara alami dalam setiap mata pelajaran. “Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter serta kesadaran nilai peserta didik,” tuturnya. Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta. Diskusi berlangsung aktif dan reflektif, ditandai dengan berbagi pengalaman praktik pembelajaran di sekolah masing-masing serta pembahasan tantangan dalam mewujudkan pembelajaran yang bermakna dan berkelanjutan. Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/fkip-umm-dorong-pembelajaran-mendalam-bagi-guru-muhammadiyah-di-kabupaten-malang/

Dosen dan Mahasiswa UMM Kolaborasi Bersama PKK Dusun Jetis Kembangkan Akuaponik, Optimalisasi Lahan Sempit untuk Ketahanan Pangan

Kegiatan Pengabdian Dosen UMM Kembangkan Akuaponik di PKK Dusun Jetis

Malang — Keterbatasan lahan tidak menjadi penghalang bagi warga Dusun Jetis, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, untuk tetap produktif di sektor pertanian dan perikanan. Melalui inovasi sistem akuaponik, lahan sempit di lingkungan Jalan Margojoyo RT.01/RW.02 kini mampu dimanfaatkan secara optimal untuk budidaya ikan dan sayuran secara terpadu. Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang melibatkan dosen lintas disiplin dari Pendidikan Biologi, Perikanan, serta Ekonomi dan Bisnis, bersama lima mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Biologi, Teknik Informatika, dan Psikologi. Kegiatan dilaksanakan pada Juli hingga Desember 2025 melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Akuaponik dipilih sebagai solusi karena mampu mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem yang efisien dan ramah lingkungan. Ketua tim pengabdian, Prof. Dr. Yuni Pantiwati, MM., M.Pd., menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada teknik budidaya, tetapi juga pada peningkatan nilai ekonomi hasil panen. Sayuran hasil akuaponik, misalnya, diolah menjadi produk bernilai tambah seperti keripik sayur, sementara ikan lele dikembangkan menjadi produk olahan. Pelatihan teknis budidaya akuaponik dikoordinasikan oleh Dony Prasetyo, S.Pi., M.Si., dosen Fakultas Perikanan dan Peternakan UMM. Peserta diajak terlibat langsung dalam perancangan sistem akuaponik, pemilihan komoditas, pembibitan, hingga perakitan instalasi. Jenis tanaman yang dibudidayakan meliputi sawi pakcoy, kangkung, bayam, dan seledri, sedangkan ikan yang digunakan adalah lele (Clarias sp.). Tahap lanjutan kegiatan difokuskan pada pengolahan hasil panen dan pemasaran produk berbasis digital. Pendampingan dilakukan oleh Dr. Erna Retno Rahadjeng, M.M., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM. Melalui kegiatan ini, anggota PKK Dusun Jetis diarahkan untuk mengembangkan produk lokal seperti keripik sayur dan abon lele sebagai peluang usaha keluarga. Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Anggota PKK menilai sistem akuaponik memberi solusi nyata atas keterbatasan lahan, sekaligus memungkinkan dua aktivitas produktif—bertanam dan budidaya ikan—dalam satu wadah yang saling menguntungkan. Hasil panen tidak hanya dimanfaatkan untuk konsumsi rumah tangga, tetapi juga dikembangkan sebagai sumber pendapatan tambahan. Secara lebih luas, kegiatan pengabdian ini menjadi wujud kontribusi UMM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya penguatan ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga, serta pengurangan kemiskinan dan kelaparan. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu mendorong kemandirian pangan dan produktivitas berkelanjutan di tingkat komunitas. Berita ini telah tayang pada: https://www.kompasiana.com/pkkmargojoyomalang7301/69367ed7c925c4044e1089d2/dosen-umm-bersama-mahasiswa-gandeng-pkk-dusun-jetis-kembangkan-akuaponik-dari-lahan-sempit-menjadi-sumber-produktivitas