Cerita Salsabilla Rohanah, Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP UMM yang Kantongi Medali Emas sekaligus Perunggu dalam PIMNAS ke-36

Malang — Salsabilla Roihanah, mahasiswa Program Studi Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berhasil meraih medali emas dan medali perunggu dalam acara Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2023 ke 36 di Universitas Padjajaran. Prestasi ini diraih melalui kategori poster PKM-RE berjudul “Potensi Bakteriofage Hepatopankreas Dan Serasah Mangrove Sebagai Inovasi Teknologi Kontrol Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease Penyebab Kematian Total Pada Litopenaeus Vannamei”. Salsa, sapaan akrabnya, mengatakan AHPND merupakan penyakit yang berdampak sangat signifikan pada industri perikanan udang di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Vibrio parahaemolyticus yang menyerang organ hepatopankreas pada udang Litopenaeus vannamei. “Selama ini, belum ditemukan solusi yang efektif untuk mengendalikan dan mencegah penularan penyakit ini, yang mengakibatkan kerugian besar bagi peternak udang,” ungkapnya. Melihat permasalahan tersebut, salsa dan tiga rekannya yang diketuai oleh lely mahasiswa aquakultur melakukan penelitian yang inovatif untuk mencari cara pengendalian dari penyakit AHPND. Dalam penelitiannya, mereka menemukan bahwa potensi bakteriofage merupakan solusi yang menjanjikan dalam mengatasi penyakit ini. Bakteriofage adalah virus yang dapat menginfeksi dan menghancurkan bakteri secara spesifik. Dalam penelitiannya, salsa dan tim berhasil mengisolasi bakteriofage yang dapat menginfeksi dan menghancurkan bakteri Vibrio parahaemolyticus penyebab AHPND. Ini menjadikan bakteriofage sebagai solusi alami dan ramah lingkungan dalam pengendalian penyakit pada udang Litopenaeus vannamei. Selain itu, dalam penelitiannya, mereka juga menemukan bahwa pemberian serasah mangrove pada kolam budidaya udang dapat meningkatkan daya tahan udang terhadap penyakit AHPND. “Serasah mangrove mengandung beragam mikroorganisme yang dapat berperan sebagai probiotik alami bagi udang, sehingga membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh udang dan mengurangi risiko terkena penyakit,” terang Lely. Hasil penelitian ini sangat menarik perhatian juri dalam acara Pimnas. Poster yang dipresentasikan oleh mereka dalam ajang bergengsi PIMNAS ke-36 dan berhasil menggambarkan secara komprehensif metode dan hasil penelitiannya. Kualitas penelitian dan potensi aplikasinya dalam industri perikanan udang membuat poster ini terpilih sebagai juara dalam kategori Pimnas. Melalui penelitiannya, salabila dan tim telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan inovasi teknologi kontrol penyakit AHPND pada budidaya udang Litopenaeus vannamei. Penelitian ini diharapkan dapat membantu mengurangi kerugian yang ditimbulkan oleh penyakit ini dan meningkatkan produktivitas perikanan udang di Indonesia. Ditanya terkait kemenangannya, Salsa dan tim mengaku tidak mengira akan mendapatkan juara emas dalam kategori poster ini. Pasalnya, mereka kendala waktu yang singkat. Namun karena kegigihan tim dan usaha yang maksimal menjadikan mereka sebagai pemegang juara emas kategori poster di kejuaraan Pimnas ini. “Keterbatasan waktu itu justru menjadi sebuah semangat dan tekat untuk bisa memberikan hasil yang maksimal bagi kami. Alhamdulillah, semua ikhtiar kami mendapatkan hasil terbaik,” ungkapnya sambil tersenyum bangga. Atas capaian ini, pihak Universitas Muhammadiyah Malang juga berkomitmen untuk mendukung pengembangan penelitian ini lebih lanjut, baik dalam bentuk peningkatan sarana dan fasilitas laboratorium, maupun dukungan dana untuk penelitian lebih lanjut. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan Indonesia dapat menghasilkan inovasi-inovasi teknologi yang dapat membantu mengatasi permasalahan di industri perikanan udang dan meningkatkan kualitas sumber daya perairan yang berkelanjutan. Berita ini telah tayang pada: https://suryamalang.tribunnews.com/amp/2023/12/05/tim-mahasiswa-umm-raih-dua-medali-di-pimnas-ke-36-dari-poster-dan-presentasi
Tradisi Juara: Gagal tembus PIMNAS, Tim Ragung UMM Malah Sabet Medali Emas Internasional

Kegiatan pembelajaran selama pandemi Covid-19 hanya dapat dilaksanakan secara daring dikarenakan kebijakan pemerintah untuk membatasi aktivitas kita. Hal ini tidak menyurutkan langkah lima mahasiswa UMM yang tergabung dalam tim RaGung (Rambut Jagung) sebutannya untuk berinovasi. Berawal dengan keprihatinan kondisi sosial ekonomi petani jagung yang ada di kota Batu, Jawa timur. Selama pandemi Covid-19 harga jagung di pasaran terus menurun, sedangkan beberapa bagian dari tumbuhan jagung hanya akan berakhir sebagai limbah. Tim Ragung UMM ini berinovasi membuat pemberdayaan masyarakat dengan mengolah limbah rambut jagung menjadi minuman berkhasiat. “Berawal dari keprihatinan kita dengan kondisi petani jagung, kita tergerak untuk berinovasi dan berhasil di danai Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), meskipun belum berhasil masuk ke PIMNAS” Ungkap Aggy salah satu anggota tim RaGung UMM. Berawal dari niat tulus tim RaGung UMM untuk membantu perekonomian petani jagung nampaknya membawa kebarokahan untuk tim ini. Tim RaGung UMM berhasil menyabet Gold Medal dalam kegiatan internasional yang dilaksanakan oleh Indonesia International Institute for Life Science (I3L), berkolaborasi dengan Indonesia Young Scientist Association (IYSA), dan International Music, Science, Energy, and Engineering Fair (BUCA IMSEF, Turki). Unsur yang dinilai dalam ajang ini meliputi penilaian abstrak, poster, full paper, serta kegiatan presentasi. Inovasi yang di usung oleh tim UMM adalah menekankan kebermanfaatan inovasi minuman RaGung dalam upaya pemberdayaan masyarakat petani jagung di Batu. Keberhasilan ini tidak terlepas dari perjuangan dan perbedaan latar belakang disiplin keilmuan yang membuat mereka lebih holistic dalam mendesain inovasinya. Tim ini terdiri atas Siti Mariyatul Qibtiyah (sebagai ketua) dan Aggy pramesti Wary dari Pendidikan Biologi, Olivia Margareta dari Pendidikan Bahasa Inggris, Siti Rofiatul Sazjiyah dari Sosiologi, dan Eginuari Ilhani dari Ilmu Hukum. “Gold Medali yang diraih oleh tim RaGung UMM ini merupakan bonus atas kerja keras yang kami lakukan. Namun bukan sebagai akhir dari program pengabdian kami, bahkan sebaliknya ini adalah titik awal usaha kami untuk lebih meningkatkan eksposure terhadap produk minuman RaGung agar produksi minuman ini terus meningkat untuk kesejahteraan para petani jagung di Batu” ungkap Ria selaku ketua tim RaGung UMM.