Melalui Profesor Kembali ke Almamater, Prof. Elly Menginspirasi Siswa SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta — Program “Profesor Kembali ke Almamater” yang digagas oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali digelar dengan penuh antusiasme di SMA Negeri 8 Yogyakarta. Acara ini menghadirkan sosok inspiratif, Prof. Dr. Elly Purwanti, MP, seorang guru besar di bidang pendidikan biologi dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM. Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMAN 8 Yogyakarta, Sumarjiono, menyampaikan, kebanggaannya atas kunjungan Prof. Elly, yang merupakan alumni sekolah tersebut. “Kami sangat bangga dan berterima kasih atas kepedulian alumni yang telah sukses di dunia akademik. Meski terpaut jauh dalam angkatan, Prof. Elly tetap bersemangat untuk berbagi pengalaman dan inspirasi kepada para siswa,” ujarnya. Prof. Elly, yang merupakan alumni angkatan tahun 1977, dan lulus tahun 1980, mengenang kembali masa-masa sekolahnya. Ia menceritakan, bahwa pada masa itu, sekolah ini belum bernama SMA Negeri 8 Yogyakarta, melainkan Sekolah Menengah Perintis Pembangunan (SMPP). Dalam pemaparannya, beliau menyoroti berbagai perubahan yang telah terjadi dalam dunia pendidikan, terutama dalam kemudahan fasilitas belajar yang kini dinikmati oleh para siswa. “Siswa sekarang sangat beruntung karena memiliki akses ke berbagai teknologi dan sumber belajar yang lebih maju. Dahulu, kami hanya mengandalkan modul pembelajaran. Siswa diberikan modul untuk dipelajari secara mandiri, sementara guru hanya duduk dan mengevaluasi hasil belajar kami,” kata Prof. Elly, mengenang masa putih abu-abunnya. Dalam sesi utama acara, Prof. Elly membawakan materi mengenai “Problem Sosial Generasi Muda” serta pentingnya melatih kemampuan berpikir abad ke-21 melalui karya ilmiah remaja. Menurutnya, tantangan terbesar generasi muda saat ini adalah derasnya arus informasi yang tidak selalu bermanfaat. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Sebagai bagian dari sesi ini, sebanyak 216 siswa yang hadir mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktik langsung dalam penyusunan karya ilmiah. Diketahui, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata, dalam penelitian dan penulisan ilmiah, yang merupakan keterampilan penting bagi generasi muda di era modern. “Melatih keterampilan berpikir ilmiah sejak dini sangat penting agar siswa tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menghasilkan pengetahuan baru yang bermanfaat,” ungkap Prof. Elly. Ia juga menambahkan bahwa pengalaman dalam menulis karya ilmiah dapat membantu siswa lebih siap menghadapi tantangan akademik di masa depan. Sesi praktik ini, mendapatkan respon positif dari para siswa yang antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan karya ilmiah. Salah satu peserta, Khalif, siswi kelas XII, mengungkapkan kesannya. “Saya sangat terinspirasi oleh Prof. Elly. Beliau memberikan banyak wawasan tentang bagaimana cara berpikir ilmiah dan menyusun penelitian yang baik. Kami memperoleh pengalaman juga tentang STEM berbasis Augmented Reality. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk persiapan saya mengikuti lomba karya ilmiah nanti.” Kegiatan ini, diakhiri dengan sesi tanya jawab, di mana para siswa berkesempatan untuk menggali lebih dalam mengenai pengalaman akademik dan perjalanan karier Prof. Elly. Tak hanya itu, beliau juga berbagi kiat sukses dalam menempuh pendidikan tinggi serta pentingnya menjaga semangat belajar sepanjang hayat. Program “Profesor Kembali ke Almamater” yang digagas oleh UMM ini diharapkan dapat terus berlanjut, dan menghadirkan lebih banyak alumni inspiratif yang dapat memberikan motivasi bagi siswa di berbagai sekolah. :Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan generasi muda semakin siap menghadapi tantangan masa depan dengan bekal ilmu dan pengalaman yang lebih baik,” tukasnya. Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/melalui-profesor-kembali-ke-almamater-prof-elly-menginspirasi-siswa-sman-8-yogyakarta/
Prof. Abdulkadir Semarakkan Kelas Inspirasi Alumni Mengajar di SMAN 1 Kebumen

Kebumen — SMA Negeri 1 Kebumen kembali menggelar acara Kelas Inspirasi Alumni Mengajar, sebuah program yang menghadirkan alumni-alumni berprestasi untuk berbagi pengalaman dan motivasi kepada para siswa. Acara yang berlangsung di aula sekolah ini dihadiri oleh sekitar 400 lebih siswa yang sangat antusias mendengarkan kisah dan inspirasi dari para alumni. Salah satu sosok yang menjadi pusat perhatian dalam kegiatan ini adalah Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, guru besar Biologi dan Lingkungan dari Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Prof. Abdulkadir, yang merupakan alumni SMAN 1 Kebumen angkatan 1982, hadir untuk membagikan semangat tentang bagaimana menjadi mahasiswa yang sukses serta cara menata mimpi dan cita-cita di masa depan. Dalam paparannya, Prof. Abdulkadir menekankan pentingnya memiliki visi hidup yang jelas dan keberanian untuk menghadapi tantangan. “Kesuksesan bukan hanya tentang kecerdasan akademik, tetapi juga tentang ketekunan, keberanian bermimpi, dan kerja keras untuk mencapainya. Jangan pernah takut gagal, karena setiap kegagalan adalah pembelajaran menuju keberhasilan,” ujarnya di hadapan para siswa yang menyimak dengan penuh perhatian. Selain Prof. Abdulkadir, acara ini juga menghadirkan alumni berprestasi lainnya, yaitu Dr. Achmad Djatmiko, mantan diplomat yang telah berkarier di berbagai negara dan kini menjadi dosen di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Jakarta. Dalam sesi berbagi inspirasi, Dr. Achmad Djatmiko membahas pentingnya hubungan internasional serta bagaimana generasi muda harus mempersiapkan diri untuk menjadi bagian dari komunitas global. Turut hadir pula Dr.sc.agr. Yusuf Subagyo, seorang dosen di Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED). Beliau berbagi wawasan tentang dunia pertanian modern dan tantangan keberlanjutan lingkungan. “Di era sekarang, sektor pertanian bukan lagi tentang bertani secara konvensional, tetapi juga tentang inovasi dan pemanfaatan teknologi. Para generasi muda harus terbuka terhadap perkembangan ini,” tuturnya. Acara Kelas Inspirasi Alumni Mengajar ini dipandu oleh Drs. Tulus Tri Paryadi, seorang alumni yang kini berkiprah sebagai politisi sekaligus pemilik SMK ternama di Kebumen. Dengan gaya interaktifnya, ia berhasil membangun suasana diskusi yang hangat dan penuh semangat. Kepala SMA Negeri 1 Kebumen, Bapak Rochmat Priyono, dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan ini dan menyatakan bahwa peran alumni sangatlah penting dalam memberikan contoh nyata bagi para siswa. “Melihat para alumni yang sukses di berbagai bidang tentu menjadi dorongan bagi para siswa untuk bermimpi lebih besar dan berjuang lebih keras. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian alumni dalam membangun generasi penerus,” ungkapnya. Salah satu siswa yang hadir dalam acara ini, Stefanus mendapatkan apresiasi berupa uang saku dan cinderamata atas partisipasi aktifnya dalam sesi tanya jawab. Ia mengungkapkan rasa senangnya bisa mengikuti acara ini. “Saya merasa sangat termotivasi setelah mendengar kisah sukses para alumni. Terima kasih sudah memberikan inspirasi dan motivasi bagi kami semua,” katanya dengan penuh semangat. Dengan berakhirnya acara ini, para siswa SMAN 1 Kebumen diharapkan semakin termotivasi untuk mengejar impian mereka dan mempersiapkan masa depan dengan lebih baik. Kelas Inspirasi Alumni Mengajar bukan sekadar ajang berbagi pengalaman, tetapi juga wujud nyata kepedulian alumni terhadap almamater dan generasi penerus bangsa. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2025/02/04/prof-abdulkadir-semarakkan-kelas-inspirasi-alumni-mengajar-di-sman-1-kebumen/
Prof. Eko Bikin Heboh Pelajar lewat Program Professor Goes to School di Tulungagung

Tulungagung — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berupaya menjalin kedekatan antara akademisi dan masyarakat melalui program inovatifnya, salah satunya adalah Professor Back to School. Program ini, dirancang untuk mewajibkan para profesor menyapa masyarakat, termasuk menyambangi lingkungan sekolah. Salah satu sosok yang aktif terlibat dalam program ini adalah Prof. Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Si, seorang ahli biologi reproduksi sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMM. Prof. Eko mengunjungi SMA Negeri Kedungwaru Tulungagung, dikenal dengan SMARIDUTA. Kunjungan ini bukan hanya sebagai bagian dari tanggung jawab akademiknya, tetapi juga memiliki makna emosional tersendiri. SMA tersebut adalah almamater Prof. Eko, yang dulu dikenal dengan nama SMAN Tulungagung pada tahun 1984. Kehadirannya memunculkan euforia tersendiri di lingkungan sekolah. Para guru dan siswa menyambut dengan antusias. Dalam sesi yang penuh inspirasi itu, Prof. Eko, berbagi cerita perjalanan hidupnya hingga berhasil meraih gelar profesor. “Ketika saya masih duduk di bangku SMA, mungkin sama seperti kalian, saya tidak pernah membayangkan akan menjadi seorang profesor. Namun, saya percaya bahwa usaha dan semangat yang konsisten akan selalu membawa hasil yang baik,” ujarnya di hadapan ratusan siswa. Dalam paparannya, Prof. Eko menekankan pentingnya melawan rasa malas dan tidak mudah menyerah. “Rasa malas dan mudah menyerah adalah musuh terbesar kita. Jika kalian ingin mencapai sesuatu yang besar, kalian harus melawan dua hal ini,” tegasnya. Ia mengingatkan para siswa untuk selalu bersemangat dalam menjalani kehidupan dan berusaha menjadikan diri mereka bermakna. Menurutnya, makna hidup tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi tetapi juga kontribusi kepada keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama. Melalui kisah hidupnya, Prof. Eko mengajarkan bahwa sukses tidak datang dengan mudah. Ia bercerita bagaimana ia menghadapi berbagai tantangan, termasuk saat mengejar pendidikan tinggi di bidang biologi reproduksi, yang merupakan bidang ilmu yang kompleks dan menuntut komitmen besar. “Saya pernah merasa lelah dan ingin menyerah, tetapi saya selalu mengingat tujuan saya. Jika kita tidak memiliki arah yang jelas, kita akan mudah kehilangan fokus,” tandasnya. Selain berbicara tentang semangat, Prof. Eko juga membagikan tips praktis yang bisa diterapkan oleh para siswa, yaitu pentingnya melakukan tracking goals dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyarankan siswa untuk selalu menuliskan tujuan mereka dan memantau pencapaiannya. “Mulailah dengan langkah kecil. Tuliskan apa yang ingin kalian capai minggu ini, bulan ini, atau bahkan tahun ini. Jangan takut untuk bermimpi besar, tetapi pastikan kalian tahu langkah-langkah yang harus diambil untuk mencapainya,” jelasnya. Prof. Eko, juga menekankan bahwa tracking goals bukan hanya soal mencatat, tetapi juga soal evaluasi. “Ketika kalian gagal mencapai tujuan tertentu, jangan menyerah. Lihat kembali apa yang salah, perbaiki, dan coba lagi. Dengan cara ini, kalian akan terus bertumbuh,” tambahnya. Kehadiran Prof. Eko di SMA Negeri Kedungwaru memberikan kesan mendalam, terutama bagi para guru yang pernah mengenalnya saat masih menjadi siswa. Sementara, Kepala SMA Negeri Kedungwaru, Mohammad Imron Rosyadi, S.Pd mengatakan, “Saya bangga melihat Prof. Eko kembali ke sekolah ini. Beliau adalah bukti nyata bahwa mimpi bisa menjadi kenyataan jika kita bersungguh-sungguh,” katanya. Disamping itu, para siswa merasa terinspirasi oleh cerita dan pesan yang disampaikan. Seorang siswi bernama Alya mengungkapkan, “Saya jadi termotivasi untuk menuliskan tujuan hidup saya. Kata-kata Prof. Eko tentang melawan rasa malas benar-benar membuka pikiran saya,” tuturnya. Program Professor Back to School ini merupakan salah satu wujud nyata dari visi UMM untuk membawa ilmu pengetahuan keluar dari tembok akademik dan menjadikannya lebih relevan bagi masyarakat luas. Melalui kunjungan seperti yang dilakukan oleh Prof. Eko, diharapkan para siswa tidak hanya mendapatkan ilmu baru, tetapi juga termotivasi untuk terus belajar dan berprestasi. “Kami ingin anak-anak muda ini melihat bahwa keberhasilan itu mungkin dicapai oleh siapa saja, asalkan mau bekerja keras dan tetap berkomitmen,” tukas Prof. Abdulkadir Rahardjanto, Wakil Dekan II FKIP UMM. Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/prof-eko-bikin-heboh-pelajar-lewat-program-professor-goes-to-school-di-tulungagung/