Dosen UMM Tingkatkan Strategi Branding untuk Industri Rumah Tangga di Sumenep

Tim Dosen dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Produksi Produk Berbasis MOKORBEF II dengan tema Strategi Pemasaran Inovatif untuk Produk Pangan Sehat Berbahan MOKORBEF: Peningkatan Daya Saing Mie Koro dan Cookies Koro sebagai Unggulan Daerah. Kegiatan ini dihadiri oleh 30 mitra Industri Rumah Tangga (IRT) dari Sumenep. Tujuannya, memperkuat kemampuan para pelaku usaha dalam hal manajemen produksi, pengelolaan rantai pasok, serta strategi pemasaran produk secara lebih luas, baik melalui jalur offline maupun online. Acara yang berlangsung Ahad (3/11/2024) ini menghadirkan pemateri dari praktisi sekaligus dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM Novi Puji Lestari MM. Dia menekankan pentingnya branding produk dan strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan penjualan. “Pemahaman mengenai teknik pemasaran modern, termasuk penggunaan media sosial sebagai alat yang strategis dalam menjangkau pasar yang lebih luas sangat perlu. Era saat ini menuntut produsen harus kreatif memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi” jelas Novi. Dalam sesi pelatihan, para peserta juga mendapatkan panduan tentang cara memaksimalkan potensi media sosial, seperti Instagram dan TikTok, untuk promosi produk. Eka Novidayanti, salah satu peserta pelatihan, menyatakan bahwa pendampingan ini sangat membantu khususnya dalam aspek pemasaran digital. “Pendampingan ini sangat penting, terutama terkait pemasaran melalui media sosial. Kami diajarkan bagaimana melakukan live di Instagram dan TikTok dengan cara yang efektif agar banyak penonton dan berujung pada peningkatan penjualan, khususnya untuk produk cookies dan mi koro berbasis MOKORBEF,” ujar Eka. Kegiatan yang  didanai oleh Kedaireka DRTPM Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2024 ini juga fokus pada penguatan praktik terbaik dalam manajemen produksi dan supply chain management. Itu menjadi kunci agar produk-produk unggulan mitra IRT seperti mi koro dan cookies koro dapat bersaing secara kompetitif di pasar lokal maupun nasional. Melalui kegiatan ini, UMM berharap para pelaku usaha IRT dapat mengembangkan produk mereka dengan lebih profesional dan meningkatkan daya saingnya sebagai produk unggulan daerah. Sinergi antara inovasi produk pangan sehat dan strategi pemasaran yang inovatif diharapkan dapat memperluas jangkauan produk MOKORBEF ke pasar yang lebih luas dan beragam. Berita ini telah tayang pada: https://klikmu.co/dosen-umm-perbaiki-strategi-branding-industri-rumah-tangga-sumenep/

Dosen UMM Dorong Kualitas dan Kuantitas Produk Tepung Sehat di Sumenep

Tim UMM bersama mitra IRT Sumenep, setelah melakukan sosialisasi dan pendampingan

Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pangan sehat berbahan dasar tepung tanaman kacang koro, Tim dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Produksi Produk Berbasis MOKORBEFI. Sebagaimana diketahui, bahwa MOKORBEF adalah Modified Koro Bean Flour, produk tepung koro bermerek yang telah di hak cipta oleh Prof. Dr. Elly Purwanti, MP. Acara ini dihadiri oleh 28 peserta yang merupakan perwakilan dari dua mitra industri rumah tangga (IRT) asal Sumenep, diantaranya CV Akancatani, yang memproduksi cookies berbahan dasar koro, dan UD Bunga Anggrek, yang memproduksi mie koro. “Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada mitra IRT dalam memproses koro menjadi tepung MOKORBEF, serta mengolahnya menjadi produk siap saji seperti cookies dan mie. Proses ini tidak hanya meningkatkan nilai gizi, tetapi juga mengedepankan manfaat kesehatan dari MOKORBEF,” kata Prof. Dr. Elly Purwanti, selaku ketua pelaksana. Pihaknya menjelaskan, bahwa Kegiatan ini dipandu oleh dua pemateri utama, diantaranya Prof. Dr. Warkoyo, ahli food processing, dan Dr. Asmah Hidayati, auditor halal yang memberikan bimbingan terkait sertifikasi halal untuk memastikan produk-produk ini dapat tersertifikasi dengan baik. Prof Elly Purwanti, menekankan komitmen UMM dalam mendukung upaya pengembangan bisnis turunan MOKORBEF secara berkelanjutan. “Kami berkomitmen untuk terus melakukan upaya scale up bisnis produk turunan dari MOKORBEF ini. Dampaknya akan dirasakan luas, tidak hanya bagi mitra IRT tetapi juga bagi peneliti UMM,” tuturnya. Dengan begitu, ia berharap melalui kegiatan ini, masyarakat merasakan dampak baik, dari kegiatan yang telah dilaksanakan. “Kami berharap masyarakat semakin mengenal dan merasakan manfaat dari MOKORBEF, yang sudah terdaftar sebagai hak kekayaan intelektual atas nama UMM, sehingga akan tercipta sinergi yang saling menguntungkan,” ujarnya. Harapan lain, dengan adanya kegiatan ini, diharapkan produk berbasis MOKORBEF seperti mie koro dan cookies koro dapat diterima lebih luas oleh masyarakat, sekaligus mendorong inovasi produk pangan sehat yang bersertifikat halal. “Kegiatan ini juga merupakan wujud sinergi yang kuat antara pihak akademisi dan pelaku industri rumah tangga dalam rangka memajukan produk lokal yang berkualitas dan bermanfaat bagi kesehatan masyarakat,” tandasnya. Sementara, Haji Budi, Ketua UD Bunga Anggrek, turut menyatakan dukungannya terhadap program ini. Ia menilai kegiatan tersebut dapat memotivasi dan meningkat pengetahuan. “Kami siap untuk memproduksi pangan sehat dan halal berbahan MOKORBEF ini. Saya dan masyarakat akan merasakan manfaat kesehatannya, dan kami merasa terbantu dalam meningkatkan bisnis kami,” kata Haji Budi dengan wajah optimis. Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/dosen-umm-dorong-kualitas-dan-kuantitas-produk-tepung-sehat-di-sumenep/