Workshop 10 JP Tata Kelola Jurnal dan Penulisan Artikel Internasional Hadir di UMM

Malang, Juni 2026 – Dalam rangka memperingati satu dekade perjalanan Perkumpulan Relawan Jurnal Indonesia (RJI), RJI bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) akan menyelenggarakan Workshop 10 JP Tata Kelola Jurnal dan Penulisan Artikel Internasional dengan tema: “Eksistensi 10 Tahun Perkumpulan Relawan Jurnal Indonesia dalam Memperkuat Tata Kelola Jurnal di Indonesia.” Kegiatan ini menjadi wadah pengembangan kompetensi bagi dosen, mahasiswa, pengelola jurnal, peneliti, serta praktisi pendidikan untuk memperdalam pemahaman tentang tata kelola jurnal ilmiah yang berkualitas dan strategi publikasi artikel pada jurnal internasional. Workshop menghadirkan narasumber yang berpengalaman di bidang publikasi ilmiah dan pengelolaan jurnal, yaitu: Yulingga Nanda Hanief, S.Pd., M.Or. Dr. Husamah, S.Pd., M.Pd. Dr. Khoirul Fathoni, M.E. Kehadiran Dr. Husamah, S.Pd., M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang yang aktif sebagai penulis, editor, reviewer, serta pengelola berbagai jurnal ilmiah nasional dan internasional, menjadi salah satu nilai tambah dalam kegiatan ini. Pengalamannya dalam publikasi ilmiah dan tata kelola jurnal diharapkan dapat memberikan wawasan praktis dan inspiratif bagi para peserta, khususnya mahasiswa dan akademisi yang sedang mengembangkan kapasitas riset dan publikasinya. Waktu dan Tempat Hari/Tanggal: Sabtu, 13 Juni 2026Waktu: 08.00 WIB – selesaiTempat: Universitas Muhammadiyah Malang Fasilitas Peserta Peserta akan memperoleh berbagai manfaat, antara lain: Snack E-Sertifikat 10 JP Materi dan wawasan yang aplikatif Kesempatan membangun jejaring akademik yang luas Berbagi pengalaman dengan pengelola jurnal dan akademisi dari berbagai institusi Biaya Pendaftaran Gratis bagi anggota DOI yang tergabung dalam Relawan Jurnal Indonesia (RJI) Peserta umum: Rp100.000/orang Pendaftaran Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan berikut: bit.ly/LiterasiJurnal-RJIJATIM Informasi dan Konfirmasi Yusuf Adam HilmanWhatsApp: 081296125801 Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mengenai tata kelola jurnal yang profesional, proses publikasi ilmiah yang efektif, serta strategi meningkatkan kualitas artikel agar mampu bersaing pada tingkat nasional maupun internasional. Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang mengajak dosen, mahasiswa, peneliti, dan pengelola jurnal untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai sarana pengembangan kapasitas akademik dan penguatan budaya publikasi ilmiah yang berkualitas. Mari bersama meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dan memperkuat ekosistem jurnal Indonesia.

Terus Berdampak, Dosen PBIO UMM Perkuat Budaya Publikasi di UIN Jurai Siwo Lampung

Dr. Husamah, M.Pd. menjadi pemateri workshop penulisan ilmiah di Program Studi Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Jurai Siwo Lampung

Metro, Lampung – Upaya memperkuat budaya publikasi ilmiah terus digalakkan oleh Program Studi Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Jurai Siwo Lampung. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui kegiatan Workshop Penulisan Artikel Ilmiah: Strategi Publikasi di Jurnal Bereputasi yang menghadirkan narasumber dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Husamah, M.Pd. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada 24–25 April 2026 ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa Tadris Biologi. Workshop ini dirancang tidak hanya sebagai forum berbagi pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pendampingan intensif dalam meningkatkan kualitas karya ilmiah peserta. Dekan Fakultas Tadris dan Ilmu Pendidikan, Dr. Siti Anisah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas akademik. Ia menjelaskan bahwa publikasi ilmiah saat ini menjadi indikator penting dalam pengembangan keilmuan dan reputasi akademik. “Aspek publikasi tidak bisa lagi dipandang sebagai kegiatan tambahan, tetapi harus menjadi budaya akademik yang kuat,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa kehadiran narasumber yang berpengalaman diharapkan mampu memberikan wawasan strategis bagi peserta. Workshop ini menghadirkan Dr. Husamah, seorang akademisi sekaligus praktisi publikasi ilmiah yang telah menghasilkan ratusan karya dan aktif sebagai reviewer di berbagai penerbit internasional. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa publikasi ilmiah bukanlah proses instan, melainkan harus dirancang sejak awal penelitian. Ia menyampaikan secara langsung, “Publikasi bukan sekadar menulis di akhir, tetapi harus dirancang sejak awal proses penelitian agar memiliki arah yang jelas.” Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa salah satu kunci keberhasilan publikasi adalah kesesuaian antara topik penelitian, jurnal tujuan, dan kebutuhan pembaca. Ia menilai banyak peneliti gagal menembus jurnal bereputasi karena tidak memperhatikan aspek tersebut. Dalam sesi yang sama, Dr. Husamah juga menguraikan tren publikasi ilmiah tahun 2026 yang semakin kompetitif. Ia menyebutkan bahwa kualitas metodologi, kebaruan penelitian, serta transparansi menjadi faktor utama yang menentukan diterima tidaknya sebuah artikel di jurnal bereputasi. Ia juga menyinggung perkembangan open access yang semakin luas, namun tetap perlu diwaspadai, terutama terkait biaya publikasi dan kredibilitas jurnal. Menurutnya, penulis harus lebih selektif dalam memilih jurnal agar tidak terjebak pada jurnal predator. Selain itu, dalam penjelasannya secara tidak langsung, ia menekankan pentingnya etika ilmiah sebagai fondasi utama dalam publikasi. Etika tersebut meliputi kejujuran data, transparansi, serta keadilan dalam penulisan nama penulis. Tidak hanya teori, workshop ini juga dilengkapi dengan sesi coaching clinic yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendiskusikan dan membedah artikel mereka secara langsung bersama narasumber. Kegiatan ini berlangsung pada hari kedua dan menjadi salah satu bagian paling diminati peserta. Peserta diberikan kesempatan untuk mendapatkan masukan langsung terkait struktur artikel, kesesuaian metode, hingga strategi memilih jurnal yang tepat. Melalui pendekatan ini, peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam karya ilmiah mereka. Dalam sesi pendampingan tersebut, Dr. Husamah menyampaikan bahwa banyak kesalahan dalam penulisan artikel terjadi pada bagian dasar seperti pendahuluan dan metode. Ia menegaskan bahwa sebuah artikel yang baik harus memiliki gap analysis yang jelas serta metode yang dapat direplikasi. Ia juga menyampaikan, “Editor jurnal mencari pesan utama yang jelas dari sebuah artikel, mulai dari pertanyaan penelitian hingga kontribusi yang dihasilkan.” Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penulis harus mampu menyajikan hasil penelitian secara ringkas dan objektif, serta membahasnya secara mendalam dengan mengaitkan pada literatur yang relevan. Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta. Banyak di antara mereka mengaku mendapatkan wawasan baru terkait strategi publikasi ilmiah, khususnya dalam menghadapi tantangan publikasi di jurnal internasional. Secara keseluruhan, workshop ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga membangun kepercayaan diri peserta dalam menulis dan mempublikasikan karya ilmiah. Hal ini sejalan dengan tujuan kegiatan, yaitu meningkatkan kemampuan peserta dalam membaca tren publikasi, memahami etika ilmiah, serta menyiapkan artikel yang siap dipublikasikan. Melalui kegiatan ini, UIN Jurai Siwo Lampung menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya akademik berbasis riset dan publikasi. Kolaborasi dengan dosen dari UMM menjadi bukti nyata sinergi antar perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di Indonesia. Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan lahir lebih banyak karya ilmiah berkualitas dari dosen dan mahasiswa yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Upaya ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam meningkatkan reputasi institusi melalui publikasi ilmiah yang berdampak luas.

SEMNAS PBIO FKIP UMM Jadi Ruang Kolaborasi Ilmiah, Ratusan Pemakalah Bahas Keberlanjutan Kehidupan

Malang — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menjadi pusat diskursus ilmiah melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Pendidikan Biologi X (SEMNAS PBIO/SEMBIO X 2025) yang mengusung tema Biologi, Pendidikan, dan Teknologi: Mengawal Keberlanjutan Kehidupan. Kegiatan ini menghadirkan ratusan pemakalah dan peserta dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari dosen, peneliti, guru, mahasiswa, hingga praktisi (16/12/2025). Foto peserta di SEMBIO X yang dilaksakan hari Selasa (16 Desember 2025) Forum ilmiah tahunan ini menjadi wadah pertukaran gagasan, hasil riset, dan praktik terbaik dalam pendidikan biologi, khususnya dalam merespons tantangan keberlanjutan yang semakin kompleks. Pemanfaatan teknologi, penguatan literasi lingkungan, serta integrasi nilai-nilai lokal menjadi isu yang banyak disoroti dalam berbagai sesi seminar. Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Moh. Mahfud Effendi, M.M., menegaskan bahwa isu keberlanjutan menuntut pendekatan yang utuh. Pendidikan biologi, menurutnya, perlu melampaui penguasaan konsep menuju pengembangan kompetensi abad ke-21, seperti literasi sains dan lingkungan, berpikir kritis, kolaborasi, serta etika akademik. Ia juga menekankan bahwa SEMNAS PBIO dirancang sebagai ruang penguatan jejaring akademik dan kolaborasi riset yang berdampak nyata. Sejalan dengan itu, Kaprodi Pendidikan Biologi FKIP UMM, Prof. Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Si., menyampaikan bahwa tema seminar dirancang untuk menjawab tantangan zaman. Perkembangan teknologi yang pesat dan meningkatnya ancaman ekologis menuntut karya ilmiah yang tidak berhenti pada laporan penelitian, tetapi bermuara pada inovasi pembelajaran, produk edukatif, serta rekomendasi aplikatif bagi sekolah dan masyarakat. Atmosfer ilmiah SEMNAS PBIO diperkuat dengan terbitnya buku kumpulan abstrak yang memuat beragam topik, mulai dari biologi murni dan terapan, pendidikan biologi, pembelajaran berbasis teknologi, literasi lingkungan, konservasi biodiversitas, hingga penguatan karakter dan keterampilan abad ke-21. Publikasi ini diharapkan menjadi rujukan awal bagi pengembangan riset dan praktik pendidikan biologi. Dua pembicara utama turut memperkaya perspektif keberlanjutan. Assoc. Prof. Ts. Dr. Rovina Kobun (Universiti Malaysia Sabah) menekankan pentingnya literasi pangan, gizi, dan lingkungan melalui pendekatan bio-inovasi. Ia menggarisbawahi peran strategis pendidikan biologi dalam membentuk pemahaman sistem pangan berkelanjutan, termasuk melalui inovasi berbasis rumput laut sebagai solusi ramah lingkungan. Sementara itu, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si. (UMM) menyoroti peran kearifan lokal sebagai fondasi pendidikan lingkungan. Melalui contoh praktik Reresik Kali, ia menunjukkan bagaimana integrasi pengetahuan ekologi tradisional dengan pendidikan dapat mendukung pencapaian SDGs, sekaligus menumbuhkan partisipasi dan tanggung jawab ekologis di tingkat komunitas. Keseluruhan rangkaian SEMNAS PBIO FKIP UMM menegaskan bahwa keberlanjutan membutuhkan sinergi antara inovasi berbasis sains dan teknologi dengan nilai-nilai budaya serta kearifan lokal. Melalui forum ini, pendidikan biologi diharapkan terus menjadi penggerak perubahan—dari ruang kelas dan laboratorium hingga masyarakat luas. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2025/12/16/perkuat-semangat-berkelanjutan-ratusan-pemakalah-ramaikan-semnas-pbio-fkip-umm/