Perkuat Standar Keamanan Alat, Laboratorium Biologi Gelar Pelatihan

PENINGKATAN MUTU. 08/05/2018 Laboratorium Biologi UMM terus melakukan inovasi dan peningkatan kualitas. Setelah memperoleh pengakuan kualitas berupa Akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN), Lab. Biologi kembali menggelar pelatihan bertema “How to Safely with Your Biosafety Cabinet and Laminar Airflow”, bekerjasama dengan ESCO Utama Indonesia. ESCO adalah produsen alat-alat laboratorium berskala internasional. Pelatihan diikuti oleh kurang lebih 100 peserta yang berasal dari berbagai Laboratorium di UMM, dosen, peneliti, dan mahasiswa (08/04/2018). Kegiatan dilaksanakan di ruang timur Lab. Biologi UMM. Menurut Dra. Roimil Latifa, M.M., M.Si selaku Kepala Laboratorium Biologi UMM, kegiatan ini sangat penting dilakukan guna menambah pemahaman para pengelola lab, peneliti, dan laboran tentang bagaimana menggunakan alat yang baik dan aman. Dengan demikian, mereka dapat melaksanakan penelitian atau pengujian dengan benar dan memenuhi standar. “Kita telah merencanakan untuk mengadakan atau memperbanyak alat terstandar, sekaligus menguatkan kompetensi para laboran, instruktur, dosen, dan mahasiswa. Kita terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan”, pungkasnya.
Perkuat Kualitas Pendidikan Guru FKIP UMM akan Melaksanakan Program Penugasan Dosen di Sekolah (PDS)

Dengan dukungan pendanaan dari Direktorat Pembelajaran Dirjen Belmawa, FKIP UMM akan segera mengimplementasikan PDS Kegiatan PDS di sekolah mitra secara umum dimaksudkan untuk menguatkan kapasitas sekolah mitra sebagai pemberi layanan pelaksanaan Pengalaman Lapang Persekolahan (PLP) pada Program Sarjana Pendidikan maupun Praktek Pengalaman Lapang (PPL) untuk Pendidikan Profesi Guru milik FKIP UMM Hasil akhir yang diharapkan adalah terdukungnya implementasi fungsi dan peranan sekolah mitra yang berkualitas untuk PLP dan PPL. Memang untuk mendapatkan kualitas yang tinggi dari penyelenggaraan pendidikan akademik dan pendidikan profesi guru di FKIP UMM membutuhkan layanan sekolah mitra yang berkualitas pula. PDS ini akan dimulai pada bulan Juli s/d Oktober2018 namun segenap persiapan internal untuk pelaksanaan PDS tersebut sudah dimulai memasuki bulan Mei 2018 ini. PDS secara umum bertujuan untuk memperkuat peningkatan kualitas penyelenggaraan program sarjana pendidikan dan pendidikan profesi guru di FKIP UMM melalui: penguatan hubungan saling manfaat antara FKIP UMM sebagai LPTK dengan sekolah mitra. Melalui PDS ini juga bertujuan untuk menguatkan atmosfer akademik yang lebih baik di FKIP UMM dan sekolah mitra sehingga dapat mengalirkan spirit inovasi pendidikan dari FKIP UMM ke sekolah mitra melalui kegiatan Lesson Study, Integrasi Kurikulum 2013 dengan PPK, penulisan dan publikasi karya ilmiah guru secara kolaboratif. Tidak hanya sekolah mitra saja yang akan mendapatkan aliran manfaat dari program PPDS. Bagi FKIP UMM program ini dapat memberikan manfaat sebagai berikut Memberikan pengalaman bagi para dosen FKIP UMM dalam (1) memahami perkembangan dan karakteristik peserta didik, (2) mengelola kegiatan pembelajaran yang mendidik di sekolah, dan (3) menghayati pengalaman keseharian dan nuansa sosio-kultural sekolah. Menguatkan program pendidikan guru di FKIP UMM; dan mewujudkan revitalitasi LPTK kususnya peningkatan kemampuan FKIP UMM dalam menyelenggarakan pendidikan secara profesional untuk menghasilkan guru dan tenaga kependidikan yang berkualitas. Sekitar 14 sekolah mitra akan terlibat dalam program PDS ini. Setiap sekolah akan menyertakan satu orang guru matapelajaran yang sesuai dengan program studi di FKIP dalam program PDS ini sehingga aliran inovasi dosen dapat terjalin kepada guru dari sekolah mitra. Persiapan internal yang telah dilakukan adalah penyusunan tim pelaksana PDS, sosialisasi PDS kepada tim pelaksana dan penyusunan roadmap kegiatan. Persiapan eksternal yang sudah dilakukan adalah menyusun tim guru yang berpartisipasi dalam program PDS ini dan mengkoordinasikan PDS kepada manajemen sekolah. Selanjutnya akan dilakukan sosialisasi dan workshop implementasi PDS. Tagihan PDS ini nantinya akan berupa RPP, pengembangan bahan ajar, multi media pembelajaran, instrument penilaian, PTK dan publikasi best practice dari PDS kedalam jurnal bereputasi. Dengan terselenggaranya PDS ini diharapkan tujuan peningkatan hubungan kemitraan dan penguatan kualitas sekolah mitra dapat terwujud sehingga FKIP UMM pada akhirnya dapat memberikan yang terbaik bagi pendidikan guru.
Dialog Akademik Angkatan 2015: Perkuat Motivasi Internasionalisasi

MOTIVASI TINGGI. Di ruang Aula GKB IV 07 Mei 2018 Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM secara khusus kembali mengadakan dialog akademik dengan semua mahasiswa angkatan 2015/2016. Hal ini dilakukan untuk memperkuat motivasi internasionalisasi pada mahasiswa, terlebih setelah Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM memperoleh sertifikasi internasional dari AUN-QA. Berbagai materi pembekalan dan dialog disampaikan secara bergantian oleh para dosen yang ditugaskan. Materi pertama disampaikan oleh Dr. Iin Hindun, M.Kes. dan Husamah, S.Pd., M.Pd. tentang strategi penulisan dan pembimbingan Skripsi bebas plagiasi, menggunakan Mendeley, dan berorientasi publikasi internasional. Materi kedua disampaikan oleh Drs. Nurwidodo, M.Kes terkait dengan Magang dan KKN Internasional di Thailand. Materi ketiga disampaikan oleh Dr. Rr Eko Susetyarini, M.Si dan Fuad Jaya Miharja, M.Pd. terkait dengan program Sharing Learning dengan University Rajamanggala Thailand Dan Studi Lapang Terintegrasi Internasional di Malaysia dan Singapore. Materi keempat disampaikan oleh Dwi Setyawan, M.Pd. tentang Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) dan Sertifikasi profesi. Setiap sesi dilakukan tanya jawab, diskusi, dan sharing. Banyak pertanyaan dan diskusi menarik. Mahasiswa sangat antusias.
Perkuat Kompetensi Bidang Botani, Mahasiswa Ekplorasi Pronojiwo

Seperti sebuah ritual tahunan untuk memaksimalkan kompetensi (calon guru) di bidang Botani, mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMM melakukan KKL di Pronojiwo Lumajang. Kegiatan dilaksanakan tanggal 5-6 Mei 2018, dipandu langsung oleh Dosen Pengampu, Bapak Drs. Wahyu Prihanta, M.Kes., dan beberapa asisten. Kegiatan ini diikuti oleh 200an mahasiswa yang tertarik mempelajari Botani Tumbuhan Rendah, khususnya dunia Paku-pakuan. Pronojiwo Lumajang memang menjadi pilihan utama para mahasiswa dan dosen sebagai laboratorium alam untuk belajar karena memiliki koleksi tumbuhan paku yang beragam, mudah diakses, relatif menantang, dan dosen lebih mengenal medan secara detail. “Kegiatan ini akan memberi wawasan luas kepada mahasiswa, khususnya bagaimana mempelajari dunia pakuan-pakuan secara riil. Tidak hanya teori di kelas saja. Kita membawa mereka untuk belajar secara langsung di habitatat paku-pakuan” ujar Drs. Wahyu Prihanta, M.Kes melalui keterangan tertulis. “Dengan teknik ini, materi perkuliahan akan lebih berkesan dan bahkan akan tertanam kesadaran mencintai alam dan konservasi di diri mereka. Bahkan cukup banyak kemudian yang menggunakan pengalaman KKL ini untuk dilanjutkan sebagai tugas akhir/skripsi”, imbuhnya.
Belajar Produksi Obat Tradisional, Mahasiswa Kunjungi PT. Gujati 59 Utama

Sukoharjo (05/05/2018). Minat mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM untuk memperdalam ilmu produksi jamu tradisional/ramuan Indonesia cukup besar. Selain keahlian sebagai guru profesional mereka juga merasa perlu untuk menambah keahlian lain. Merespon tuntutan itu, maka melalui KKL Fitofarmaka (IPA Terpadu I) mahasiswa bersama dosen pengampu (Drs. Samsun Hadi, M.S) mengunjungi PT Gujati 56 Utama di Sukoharjo. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 60 orang mahasiswa. Tim manajerial PT Gujati 56 sangat mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan ini. Bapak Ir. A. Agung Sushena dalam keterangan tertulis di website Gujati menjelaskan bahwa negara kita dikenal sebagai negeri kaya raya, berbagai bahan alam tersedia melimpah. Terutama keanekaragaman hayati flora fauna (biodiversity) yang terbesar di dunia (dengan memasukkan kekayaan biota laut). Untuk flora saja Kita memiliki sekitar 30.000 jenis tumbuhan. Dan 7.000 di antaranya telah diketahui berkhasiat sebagai obat. Beberapa obat penting yang telah dikembangkan di Negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa berasal dari tumbuhan yang ada di negari kita. Beberapa abad silam kita pernah menjadi kiblat dunia untuk urusan tanaman obat dan rempah. Dalam sejarah, ini menjadi salah satu faktor penarik para penjajah dari Eropa untuk datang dan mengambil kekayaan alam Kita yang sangat berharga ini. Konon banyak kemajuan pembangunan di Negara-negara penjajah itu dibiayai dari perdagangan rempah-rempah yang berasal dari negara kita. Namun saat ini kita jauh tertinggal dari negara lain dalam hal perdagangan obat berbasis bahan alam (herbal medicines). Tahun 2010 ini diperkirakan perdagangan di negara kita baru menembus angka sekitar Rp 10 Trilyun. Angka ini tentu sangat jauh dari total perdagangan dunia yang tahun lalu saja sudah mencapai US $ 60 Milyar atau Rp 540 Trilyun, dimana US $ 11 Milyar di antaranya perdagangan di Amerika Serikat sebagai negara terbesar di sektor ini. Dengan China kita jelas masih kalah jauh. Beberapa tahun lalu omzet negara tirai bambu ini telah mencapai Rp 60 Trilyun, dimana Rp 15 trilyunnya hasil dari ekspor. Kita sebenarnya dapat menjadi leader perdagangan obat herbal dunia, merebut kejayaan rempah kita beberapa abad silam. Selain kekayaan alam yang melimpah, Kita juga punya pengalaman sangat panjang dalam memanfaatkan obat herbal. Banyak bukti relief di candi-candi kuno Kita yang menggambarkan kemampuan nenek moyang kita mengolah tumbuhan alami menjadi obat yang berkhasiat. Begitu juga di beberapa lontar (buku kuno) di Jawa, Bali dan Pulau lainnya di nusantara ini yang memuat resep dan metode pembuatan obat dari tumbuhan herbal. Salah satunya yang popular adalah Serat Chentini yang memuat 1.734 ramuan obat alam berkhasiat dan tata cara penggunaannya. Mestinya kearifan lokal (local genius) ini bisa menjadi modal untuk membangun industri modern di sektor ini. Telah banyak berdiri industri jamu yang secara turun temurun puluhan tahun memproduksi jamu yang makin modern dan higienis. Salah satunya adalah PT Gujati 59 Utama atau lebih populer di pasar dengan sebutan “Jamu Gujati 59”. Dengan tekad mengembalikan kejayaan herbal Indonesia di pasar dunia, Kami berniat membangun industri jamu yang dapat menjadikan jamu sebagai tuan rumah di negeri sendiri dan menjadi tamu terhormat di negeri orang. Dengan teknologi pengolahan modern dan penelitian yang mendalam, Kami menyediakan berbagai obat herbal yang berkualitas tinggi, memenuhi standar kesehatan dan tentunya berkhasiat untuk menjadi solusi kesehatan masyarakat Indonesia pada khususnya dan masyarakat dunia umumnya. Kami senantiasa selalu akan menyelami kebutuhan masyarakat akan obat-obatan berbasis bahan alam yang aman, berkhasiat sekaligus dengan harga terjangkau untuk lapisan masyarakat umum. Kesehatan masyarakat sangat menjadi concern kami. Karena kami sadar bahwa dalam kondisi masyarakat yang sehatlah negara bisa membangun dan meraih kemajuan dengan cepat. Masyarakat yang tidak prima atau sakit-sakitan tidak akan mampu beraktivitas optimal dan sekaligus akan menjadi beban bangsa. Karena itu, “Gujati 59” menaruh perhatian pada produk-produk untuk menjaga kesehatan (preventif), terutama untuk menjaga kesehatan dan pertumbuhan anak-anak.Pesan kami kepada masyarakat Indonesia. Jagalah kesehatan Kita, dengan secara rutin mengkonsumsi jamu, produk asli bangsa kita yang telah terbukti berabad-abad mampu menjadi solusi kesehatan nenek moyang kita. Dukungan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan (stake holder) akan pengembangan industri obat alam negara kita akan sangat penting artinya bagi kita untuk dapat meraih kemajuan dan sejajar dengan negara-negara besar lainnya. Sudah saatnya Indonesia kembali menjadi salah satu pemimpin dunia di sektor obat herbal ini. Sementara itu salah satu Pakar Tanaman obat dan asesor nasional sertifikasi ramuan obat dari Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM, Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Kes. menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, ini sejalan dengan program yang dicanangkan program studi untuk memberikan sertifikasi keahlian sebagai pendamping ijazah kepada mahasiswa. Jika tahun ini kita sudah dapat izin untuk menyelenggarakan sertifikasi sesuai KKNI tentang Pengobatan Tradisional Ramuan Indonesia, mahasiswa sudah siap karena sudah dibekali sejak awal lewat mata kuliah dan kunjungan ke perusahaan pembuatan obat tradisional.
Prestasi Mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi: Tradisi Juara Mulai Kembali

Foto kiri: Samsul Arifin dan Tim juara I LKTI Nasional: Inovasi Pendidikan Indonesia (IDEA) di Universitas Negeri Jakarta; foto kanan: Siti Mubasiroh dan Tim Juara III Indonesia Student Researcher Festival dalam 5th di Universitas Pendidikan Indonesia
Ratusan Siswa Praktikum Biologi di UMM

SISWA SD MASUK KULIAH. Tanggal 2 Mei 2018 menjadi hari spesial bagi ratusan siswa yang berasal dari SDN Girimoyo dan SD Kristen Petra Malang. Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional mereka “berkuliah” “praktikum” di UMM, salah satunya di Laboratorium Biologi UMM. Program ini bernama Kids on Campus, kerjasama UMM dengan Radar Malang. Khusus di Laboratorium Biologi UMM mereka belajar tentang pengamatan menggunakan Scanning Electrone Microscope (SEM), pengawetan hewan, alga dan cacing parasit bagi manusia. Dibimbing langsung oleh Bapak Husamah, S.Pd., M.Pd. dosen dan sekaligus Sekretaris Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM dan didampingi instruktur-instruktur berpengalaman, para siswa sangat antusias. Mereka aktif bertanya. “Saya akhirnya tau bahwa rambut saya harus dibersihkan. Meskipun sudah dibilas pakai air dan kelihatannya bersih ternyata setelah dilihat dengan SEM terlihat rambut saya patah-patah dan banyak debunya”, tutur Moses, salah satu siswa peserta. Dia juga dengan polos mengatakan bahwa dia akan rajin cuci tangan, karena ternyata tangan yang kotor menjadi sumber penyebaran penyakit. “Bila kuliah nanti, saya maunya di UMM aja. Karena dosennya hebat, canggih, dan terkenal”, ujar Alan salah satu peserta dari SDN Girimoyo.
AUN-QA: Program Studi Pendididkan Biologi FKIP – UMM Meraih Sertifikasi AUN-QA

Internasionalisasi Program Studi. Malang (20/04/2018) Program Studi pendidikan biologi satu-satunya di jawa-Bali yang telah mendapatkan assesment dari Tim Assesor ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA) bertempat di Sidang FKIP GKB I Lantai 6 dan Ruang sidang Senat UMM yang berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 18-20 April 2018. AUN-QA adalah sebuah organisasi jejaring Universitas di Asean yang mempunyai tujuan utama untuk memperkuat dan memperluas kerjasama di bidang pendidikan tinggi antar negara Asean. AUN-QA merupakan assessment, dan bukan Badan atau lembaga akreditasi. Akreditasi sendiri merupakan bagian dari Quality Assurance. Penilaian dilakukan secara mandiri (self assessment) dengan melakukan penulisan SAR (Self-Assesment Report). Proses ini diikuti dengan konfirmasi kelengkapan dokumen dan menentukan Action For Improvement terhadap hasil SAR. Setelah itu barulah akan dilakukan proses visitasi oleh tim reviewer dari anggota AUN-QAyang berasal dari negara ASEAN lainnya untuk memberikan masukan terhadap self assessment yang telah dilakukan. 111th AUN-QA Programme Assessment at University of Muhammadiyah, hadir sebagai Assessor Dr. Wyona C. Patalinghug (AUN-QA Expert De La Salle University – Philippines) dan Prof. Dr. Irfan Naufal Umar (Centre for Instructionsl technology and Multimedia University Sain Malaysia), jajaran Dekanat FKIP, dan seluruh Dosen Prodi Pendidikan Biologi. Universitas Muhammadiyah Malang bergabung menjadi anggota AUN-QA sejak Agustus 2016 di beberapa program studi diantaranya adalah Program Studi Pendidikan Biologi, Program Studi Manajemen, dan Program Studi Peternakan. Fauzan Rektor UMM “Sejalan dengan Visi-Misi Universitas, moment ini adalah salah satu langkah untuk meningkatkan mutu pendidikan UMM dan siap bersaing di kancah internasional, kedepannya program studi-program studi yang lain akan menyusul mendapatkan pengakuan internasional”. Kesan Mendalam diperoleh dalam kegiatan ini, selain saran pengembangan mutu pendidikan dan kerjakeras yang tidak menghianati hasil, program studi pendidikan Biologi kedepan bertekat menjadi yang terbaik dalam melayani dan mengabdi sebagai untuk meraih sukses dimasa depan. Iin Hindun (Kaprodi) menjelaskan “setelah Akreditasi A dari BAN-PT, Sestifikasi AUN-QA, kami tidak puas sampai disini, setelah ini kami siap-siap mengajuk sertifikasi ISO, Akreditasi Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia (JPBI), Seminar Nasional ke IV, Magang Internasioanal, dan banyak program lain untuk membuktikan bahwa kami memang layak mendapatkan pengakuan internasional”. Terimakasih atas segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT dan semua pihak yang telah membantu mensukseskan kegiatan ini, semoga dihitung sebagai amal baik serta mendapatkan balasan yang baik pula, aamiin.
Sabtu-Minggu Bukan Pantangan Untuk Belajar

Semangat Mahasiswa. Sabtu (24/03/2018) dan Minggu (25/03/2018) mahasiswa Progam Studi Pendidikan Biologi memang patut diacungi jempol, jika mahasiswa biasa menjalani hari sabtu dan minggunya dengan bersenang-senang dan berjalan-jalan dengan teman-teman, akan tetapi berbeda dengan mahasiswa pendidikan biologi mereka melaksanakan Praktikum Ekologi Hewan. Muhammad Farid Sidiq selaku asisten menjelaskan kegiatan praktikum ini adalah salah satu kegiatan perkuliahan diluar kelas dengan konsep belajar dan liburan bersama, selain belajar mahasiswa dapat liburan bersama temannya tidak hanya teman sekelas namun dengan kelas yang lain sehingga nampak sekali kebersamaan dan keakraban seluruh mahasiswa pendidikan biologi. Praktikum dilaksanakan di dua lokasi yaitu di sungai brantas yang letaknya didekat gedung rektorat untuk tema praktikum Rheotaksis dan areal sawah dekat komplek rusunawa P2KK UMM untuk tema praktikum MMM (Menangkap Menandai dan Menangkap kembali). Pemilihan tempat ini dikarenakan selain lokasi dekat dengan kampus, tidak membutuhkan biaya, dan menghemat waktu. Herdina istruktur prektikum Ekologi hewan dalam kesempatan itu, menjelaskan bahwa “praktikum rheotaksis bertujuan untuk mengetahui gerakan (respon) ikan yang dipengaruh arus air (rangsangan). “Apa yang terjadi, apakah ikan berenang searah dengan arus air (rheotaksis negatif) atau berlawanan arus air (rheotaksis positif), adanya tingkat stress pada ikan dan bentuk morfologi merupakan salah satu pangaruh pada rheotaksis ikan” tandasnya saat di depan praktikan. Keesokan harinya, minggu yang mempesona. Satu angkatan Mahasiswa Progam Studi Pendidikan Biologi serentak melaksanakan praktikum yang dimulai pukul 06.00 WIB disambut suka dan keceriaan oleh mahasiswa, pasalnya praktikum ini dilakukan dengan cara menangkap serangga sebanyak mungkin di area yang sudah ditentukan kemudian serangga yang tertangkap ditandai dengan warna yang bervariasi sesuai dengan kelompok. Kemeriahan terpancarkan dari wajah mahasiswa yang berusaha menangkap belalang, jangkrik hingga kupu-kupu dengan susah payah seperti harus berlali, melompat dan memandang rerumputan yang warnanya hampir sama daengan serangga. Masih berlanjut pada hari yang sama mahasiswa kembali lagi ke lapang, praktikum sore hari Pukul 16.00 WIB untuk menangkap kembali serangga yang ditangkap tadi, ditambah hewan yang belum tertangkap. “Seru sekali praktikum ini apalagi saat menangkap beberapa spesies serangga, seperti capung dan kupu-kupu, teman-teman membawa sweep net berlarian kesana-kemari mengejar serangga, bahkan setelah tertangkap serangga lepas kembali dan tertangkap oleh kelompok lain sehingga kehebohanlah yang muncul di raut wajah mereka” ujar Yana salah seorang mahasiswa praktikan. Walaupun capek dan tenaga yang dikeluarkan banyak pasti akan bermanfaat dikemudian hari, tidak ada ilmu yang tidak bermanfaat, ilmu yang didapatkan jangan sampai sia-sia kalau bisa dibagikan ke teman-teman yang lain ataupun adik tingkat” Farid menambahkan.
Awesome Milad Prodi Pendidikan Biologi 33 Tahun

MILAD DAN AKREDITASI INTERNASIONAL. Hari yang sangat berkesan bagi Progam Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah. Pada hari Sabtu(24/03/18) Pendidikan Biologi merayakan Milad yang ke 33, bertempat di Hellypad UMM yang berlangsung dengan meriah. Acara Milad dibuka oleh Ketua Program Studi; Dr. Iin Hindun, M.Kes dilanjutkan sesi pemotongan tumpeng. Harapan dan do’a turut dipanjatkan kepada Allah SWT. “Alkhamdulillah di tahun 2017 prodi bisa mempertahankan Akresitasi A BAN-PT, semoga persiapan Prodi dalam Akreditasi Internasional AUN-QA mendapatkan yang terbaik, dan semoga acara milad ini berjalan dengan lancar. aamiin” Bu Iin dalam sambutannya saat pembukaan. Kemeriahan acara yang dihadiri oleh dosen dan seluruh mahasiswa disuguhkan dengan pagelaran pentas seni dari berbagai angkatan mahasiswa pendidikan biologi. Musik, Band, tari tradisional, solo vokal, dan modelling menjadikan suasasa milad menjadi lebih hidup. Milad dengan tema “Awesome Saturday Night in Tropical Country” mengajak mahasiswa untuk menikmati milad dengan suasa seperti dipantai. Adanya bazar wirausaha mahasiswa turut juga meraimaikan suasana, aneka stan produk olahan pangan, minuman, dan berbagai aksesoris karya mahasiswa pendidikan biologi ini bisa didapatkan dengan menukar kupon masuk yang didapatkan ketika registrasi. Momen tersebut dimanfaatkan untuk membangun jiwa berwirausaha. “Konsep ini dibuat untuk memfasilitasi mahasiwa yang mempunyai bakat dan minat dalam berwirausha” ujar Tiskha dari Bidang Umum Fungsionaris HMPS Biologi. Ainur Qomariyahh selaku ketua pelaksana Milad mengatakan bahwa tema “Awesome Saturday Night in Tropical Country” dipilih dengan alasan Indonesia yang terletak di wilayah tropis dengan kelimpahan sumberdaya alam serta kondisi yang identik dengan pantai, pasir dan pemandangan indah yang dapat menggambarkan ciri khas Biologi. Konsep tahun ini berbeda, jika tahun lalu bertemakan masa lampau, kali ini pihak panitia ingin membuat suasana yang santai dengan nuansa pantai”. Jayalah selalu Prodi Pendidikan Biologi.