Wujudkan MBKM, Rektor UMM Launching CoE

Kelas Unggulan Center of Excellence (CoE) Tanaman Anggrek

Wujudkan merdeka belajar, kampus merdeka (mbkm). Rektor universitas muhammadiyah malang (umm) Launching program center of excellent (CoE) MBKM Pendidikan Biologi. Pelaksanaan kegiatan di kota batu, sengaja di gagas oleh Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM, guna mewujudkan inovasi barun melalui merdeka belajar, kampus merdeka (mbkm) dengan target, menjadi sekolah unggulan budidaya dan pemasaran anggrek. Dr. Iin Hindun, M.Kes Kaprodi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang, Menjelaksan, bahwa prodi pendidikan biologi, melalui program CoE MBKM ini bertekad mewujudkan cita cita kampus, yaitu agar mahasiswa memperoleh kelulusan tepat waktu. Berita ini telah tayang pada: https://malangpariwara.com/2021/08/26/umm-terapkan-mbkm-melalui-program-center-of-exellence-coe/

Momentum Hari Kemerdekaan, Rektor UMM Launching Program CoE MBKM Pendidikan Biologi

Kelas Unggulan Center of Excellence (CoE) Tanaman Anggrek

Program magang kerja Center of Excellent (CoE) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dikuatkan untuk menjadi Sekolah Unggulan Budidaya dan Pemasaran Anggrek yang digagas oleh Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM dilauching oleh Rektor UMM. Istimewanya, kegiatan dilaksanakan tepat di Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke76. Launching magang kerja pada program CoE MBKM yang dihadiri dan dikuatkan oleh Rektor UMM, bapak Dr. Fauzan, M.Pd. diharapkan untuk menjadi Sekolah Unggulan, nantinya. Konsep sekolah unggulan ini adalah sekolah dengan kurikulum di luar akademik regular, yang diciptakan untuk membentuk entepreneur berbasis budidaya dan pemasaran tanaman anggrek. Sebagaimana diketahui konsep sekolah unggulan ala Prodi Pendidikan Biologi akan bekerjasama dengan DD Orchid Nursery, salah satu mitra yang sangat potensial dalam mendukung ide besar tersebut. Di samping DD Orchid Nursery, Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM juga akan menggandeng MITRA FLORA dan institusi bisnis lainnya yang potensial dalam mendukung cita-cita Sekolah Unggulan. Dimulai dari program Magang Kerja, kelak mahasiswa peserta program ini dijadwalkan akan menggenapi rekognisi sampai 20 SKS pada semester V atau VII. Oleh karena itu, setiap peserta diharapkan akan menjadi cepat lulus dan bahkan cepat kerja. Mengapa bisa demikian? Karena di DD Orchid Nursery, ternyata mahasiswa bisa melakukan penelitian untuk skripsi sekaligus. Tersedia berbagai fenomena, fakta yang menarik untuk diteliti dalam budidaya anggrek dan atau pemasarannya. Pihak DD Orchid Nursery juga menyambut hangat untuk mendukung keperluan mahasiswa dalam melakukan penelitian. Berita ini telah tayang pada: https://malangpariwara.com/2021/08/26/umm-terapkan-mbkm-melalui-program-center-of-exellence-coe/

Prodi Biologi UMM Peroleh Hibah CoE Merdeka Belajar

MALANG — Program Studi (Prodi) Biologi berhasil mendapatkan program hibah Centre of Excellence (CoE) Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka. Hal ini tertuang melalui surat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) pada Senin (5/4). Ketua Tim CoE, Nurwidodo, menjelaskan Prodi Pendidikan Biologi dalam beberapa waktu terakhir telah memfokuskan diri untuk menyelaraskan pendidikan dan kewirausahaan. Hal itu disadari dapat menjawab tantangan era disrupsi saat ini. “Konsep Edu-Preuneurship merupakan salah satu kunci keberhasilan Prodi Pendidikan Biologi di CoE,” kata Nurwidodo. Konsep Edu-Preuneurship hadir dengan menggabungkan antara konsep Education (pendidikan) dan Enterpreunership (kewirausahaan). Dua konsep tersebut telah menjadi keunggulan Prodi Pendidikan Biologi UMM selama ini. Program unggulan Edu-Preuneurship ini memiliki enam sub kegiatan. Kegiatan ini meliputi magang kewirausahaan dan KKN tematik membangun desa. Selain itu juga mencakup asistensi mengajar sekolah tertinggal,  pertukaran pelajar serta penelitian. Tidak ketinggalan sosialisasi implementasi MBKM ke prodi mitra. Menurut Nurwidodo, salah satu agenda inti CoE itu menjadi role model bagi prodi lain yang masih belum menerapkan MBKM. Artinya, program ini akan disosialisasikan dan dijelaskan ke tiga prodi di UMM seperti Prodi PPKn, Prodi Kehutanan, dan Prodi Manajemen. “Tidak hanya itu, program ini juga akan dijelaskan kepada mitra di luar UMM yakni Universitas Muhammadiyah Kupang dan STKIP Sumenep,” ujarnya. Terpisah,  Ketua Prodi Pendidikan Biologi, UMM, Iin Hindun, berharap program ini dapat berkembang dengan baik. Selain itu juga, mampu diimplementasikan dengan lancar dan benar. Iin ingin Prodi Pendidikan Biologi UMM dapat mengembangkan keenam kegiatan program unggulan MBKM. Hal ini akan menjadikan Prodi Biologi sebagai oase yang menebarkan kebermanfaatan. “Dan kebaikan untuk mahasiswa dan juga institusi serta masyarakat secara luas,” kata dia. Berita ini telah tayang pada: https://republika.co.id/berita/qsbfn5399/prodi-biologi-umm-peroleh-hibah-coe-merdeka-belajar

Antusiasme di Tengah Pandemi Covid-19: Literasi, Inspirasi, dan Energi Positif Prodi Pendidikan Biologi FKIP-UMM

Malang, 9 Mei 2020. Di masa pandemi COVID-19 tidak menyurutkan Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang untuk terus berkreatifitas dan memberikan hal-hal positif. Kali ini dengan mengadakan kegiatan WEBINAR “Literasi COVID-19: Bagaimana mahasiswa, guru, dan masyarakat kita?” yang dikemas dalam acara Bio-Edu Scientifik Sharing Time VII (BEST-VII) diprakarsai oleh Pengelola Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia (JPBI) yang baru-baru ini sumbite untuk memperoleh Indeksasi SCOPUS. Kegiatan ini disambut antusias, kurang lebih 700 partisipan dari berbagai daerah se-Indonesia dengan menggunakan Platform daring ZOOM dan YOU TUBE (Prodi pendidikan biologi UMM). Sejumlah materi dijelaskan sangat baik dan lugas oleh Tim Peneliti Prodi Pendidikan Biologi/Tim JPBI diantaranya; “Pengetahuan dan Sikap Mahasiswa terhadap COVID-19”, “Pembelajaran dalam Jaringan di Masa Pandemi: Work-Cognition dan kesadaran metakognitif Guru”, dan “Fake News tentang COVID-19 Di Media Sosial: Ragam, Tanggapan Pengguna, dan Implikasinya bagi Pembelajaran Biologi” oleh (Ahmad Fauzi, M.Pd., Dr. Iin Hindun, M.Kes., dan Dr. Atok Miftachul Hudha, M.Pd) serta Husamah,M.Pd dalam berbagi pengalaman bagaimana tetap produktif menulis artikel dan penelitian di masa pendemi. Literasi COVID-19 sangat diperlukan; terutama dalam memberikan pengetahuan, proses belajar, perubahan sikap dan prilaku dalam menjalani kehidupan saat ini dan masa yang akan datang. Bentuk informasi dan pemerolehannya juga harus akurat; melalui studi literasi dan hasil penelitian yang terpublikasi, sehingga dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan. Inilah salah satu bentuk sumbangsih prodi pendidikan biologi dalam memberikan energi positf. Respon positif diberikan oleh peserta, salah satunya melalui banyaknya pertanyaan yang disampaikan dalam sesi diskusi. Bahkan dalam kesempatan tersebut, salah seorang Profesor dari Universitas Riau (ibu Yustina) memberikan tanggapan kepada Tim Peneliti Prodi Pendidikan Biologi/JPBI, “kegiatan yang sangat inspiratif dan saya sangat senang mengikutinya…, saya ingin sekali berkolaborasi dalam penelitian terutama dibidang pengembangan yang menjadi konsertrasi saya…, saya tunggu tindak lanjutnya ya…” ungkap beliau. Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi seluruh masyarakat luas. Terutama pendidik dan peneliti agar terus menebarkan energi positif. Kami juga berharap semoga Prodi Pendidikan Biologi FKIP-UMM tetap amanah dalam melayani dan terus bermanfaat terutama dibidang pendidikan. Akhirnya ridho Allah SWT dan balasan amal baik menjadi harapan besar kita semua. Terimakasih kami sampaikan kepasa seluruh partisipan dan semua pihak yang telah mensukseskan kegiatan ini. Sampai jumpa lagi di kegiatan berikutnya. Salam berbagi dan menginspirasi.

Mahasiswa Prestatif: Tradisi Juara Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI)

Malang, 21 Januari 2019. Tradisi Juara. Alhamdulillah mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP-UMM an Siti Mubasiroh menjadi menjuara 1 LKTI tingkat Nasional di STIKI Malang. Nama seluruh anggota Chano Paramita/Ilmu Komunikasi 2017, Siti Mubasiroh/Pendidikan Biologi 2017, Muhammad Fitrah Asyari Bangun/Manajemen 2017. Wawancara tim redaksi denganSiti Mubasiroh: “Saya sangat senang sekali, tidak menyangka bisa menang setelah bersaing dengan berbagai peserta dari perguruan tinggi yang sangat bagus karyanya. Semua tidak lepas dari dukungan Bapak/Ibu Dosen prodi Biologi yang membimbing dan  selalu mendukung aktifitas akademik mahasiswanya. Kedepannya saya ingin meningkatkan level perlombaan. Harapan saya, semoga prestasi ini bisa membahagiakan orangtua, juga menginspirasi mahasiswa prodi pendidikan biologi untuk selalu semangat belajar dan berprestasi.” Ucap Mubasiroh. Kaprodi dan Sekprodi pendidikan Biologi memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang selalu menjaga tradisi prestasi mahasiswa. “Tiada hari tanpa prestasi, tiada prestasi yang tidak dihargai, dan tidak ada pelanggaran yang diberi sangsi” menjadi semangat kami untuk mendidik mahasiswa untuk menjadi yang terdepan dan menginspirasi. Tambah dari Husamah selaku Sekretaris Prodi Pendidikan Biologi. Tradisi Juara Lomba penulisan Karya Ilmiah (LKTI) menjadi ajang pembuktian bahwa prodi pendidikan biologi menjadi langganan juara. Banyak mahasiswa yang antusias mengikuti perlombaan ini, karena prodi pendidikan memiliki komitmen untuk menjadi yang terdepan dalam lomba dan kejuaraan yang mengkedepankan nalar kritis serta cerdas sebagai implementasi pembelajaran.

Mahasiswa Pendidikan Biologi UMM Juarai LKTIN “Muslim Culture Fair 4″

Jakarta, 4 Desember 2018. Juara 1 Kategori Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional “Muslim Culture Fair 4”. Siti Mubasiroh Mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi FKIP-UMM angkatan 2017 saat ini memasuki semester tiga, walaupun baru tetapi tidak malu dalam hal prestasi. Sudah terbiasa mengikiti lomba karya tulis sejak di bangku sekolah, menjadi semangat untuk melanjutkan kiprahnya di kampus yang sekarang menjadi tempat belajarnya. Tidak tanggung-tanggung kali ini menyabet gelar juara 1 LKTI tingkat nasional di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan Tim lengkap; Fitri Dewi Anggraini dari PGSD, Siti Mubasiroh dari Prodi Pendidikan Biologi, dan Egalia dari Prodi Fisioterapi. Saat diwancarai oleh tim redaksi; apa saja persiapan dan motivasi kamu sehinnga menjadi juara? “Belajar dengan maksimal, membangun tim yang solid, dan Pantang menyerah untuk jadi juara.” itu rahasia kami juara, ucap Mubasiroh. Dia termasuk langganan juara, sudah beberapa kali menjuarai lomba terutama LKTI tingkal Lokal, Regional, maupun Nasional. Prodi pendidikan Biologi Berharap muncul mubasiroh yang lain untuk meningkatkan atmosfir akademis yang mampu bersaing di nasional maupun internasional, kami berkomitmen akan selalu terlibat dalam setiap kegiatan mahasiswa karena sejatinya merekalah (mahasiswa) salah satu ujung tombak untuk memajukan prodi untuk menjadi yang terdepan dalam hal prestasi mahasiswa, tukas Bu Iin Hindun selaku Kaprodi. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan Prodi Pendidikan Biologi FKIP-UMM semakin menginsprirasi.

Catatan Safari Ramadhan 1439 H di FKIP UMM: Urgensi Spiritualitas dalam Etos Kerja

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM menjadi tuan rumah Safari Ramadhan 1439 pada tanggal 28 Mei 2018 bertempat di Ruang Sidang FKIP UMM (GKB 1 R. 614). Acara ini dihadiri oleh Sekretaris BPH UMM Drs. Wakidi, Wakil Rektor III UMM Dr. Sidik Sunaryo, SH., M.Si., M.Hum., dan Sekretaris PDM Kab. Malang & Dosen FAI UMM Drs. Nurul Humaidi, M.Ag.  Acara diikuti oleh dosen dan karyawan di lingkungan FKIP serta unit-unit kerja lain di UMM. Berikut adalah catatan-catatan hikmah dari kegiatan tersebut: Dr Poncojari Wahyono, M.Kes (Dekan FKIP UMM): Barangsiapa bertawakkal maka diberikan kecukupan oleh Allah Swt. Puasa adalah solusi dan jalan meraih ketaqwaan, puasa mengajarkan bertawakkal hanya kepada-Nya. Takwa menjadi solusi. Dengan taqwa maka hidup akan terarah dan tidak bingung. Dr. Sidik Sunaryo, M.Si (Wakil Rektor III UMM): FKIP mencetak “kyai” dalam bidang pendidikan. Pendidikan memiliki peran sangat vital, di bangsa manapun. Para guru akan menyebar segala kebaikan, dimanapun mereka berada. Dengan demikian, ketika para dosen berangkat bekerja dengan ikhlas maka sebenarnya mereka telah memaknai puasa secara benar. Menahan diri dari semua hal buruk dan melenakan merupakan esensi puasa, dan ini harus disampaikan kepada mahasiswa. Menyampaikannya harus pula dengan keteladanan. Selanjutnya, kita pun harus peka terhadap tren perkembangan saat ini. Terorisme merupakan salah satunya. Penanaman ajaran radikal itu umumnya dimulai sejak mereka kecil. Mereka dikondisikan secara khusus, bahkan sampai mereka kuliah. Mereka memiliki “keunggulan dan kecerdasan”, berkomunikasi dengan baik, menjadi aktivis, bahkan banyak yang menjadi asisten dosen. Dengan cara inilah maka mereka memiliki banyak “pengikut”, dan dengan cara itulah mereka menanamkan pemikiran mereka. Hal ini lah yang sangat berbahaya dan kita sulit untuk mendeteksi mereka. Oleh karena itu, UMM bergantung kepada dosen-dosen FKIP UMM.  Bagaimana menanamkan nilai-nilai yang tepat. Revolusi industri 4.0 perlu didukung oleh nilai-nilai moralitas dan etik. Pada kenyataannya saat ini nilai-nilai kemanusiaan dan ilahiah cenderung ditinggalkan.  Pola hubungan kita cenderung tergantung pada alat komunikasi (handphone), serba teknis dan mekanis. Peran kita semakin dinafikan oleh teknologi. Inilah tantangan kehidupan saat ini. Drs. Wakidi (BPH): Kita bekerja pasti ada aktivitas bertujuan dunia dan akhirat. Etos kerja mendorong kita melakukan kerja terbaik, tidak main-main, dan penuh totalitas. Etos kerja yang baik perlu senantiasa dipupuk. Saat ini kita telah mewakafkan diri untuk berhidmat di UMM. Oleh karena itu kita harus ikut aturan UMM. Komunitas UMM adalah komunitas Muhammadiyah, sehingga  kita semua harus menyempatkan diri untuk berkhidmat bagi masyarakat. Kita tidak cukup hanya di fakultas dan universitas, tapi harus ikut pusaran besar Muhammadiyah. Kita perlu ikut mengaktifkan ranting-ranting Muhammadiyah, dimanapun kita tinggal. Bila itu kita lakukan dengan baik maka Insha Allah itu akan menjadi amal ibadah kita yang baik. Mari beramal dengan yang terbaik, didasari spiritual yang tinggi. Drs. Nurul Humaidi, M.Ag (Sekretaris PDM Kab. Malang & Dosen FAI UMM): Tiga sifat Muslim. Untuk menjadi komunitas yang dicintai Allah Swt harus disertai bukti kecintaan komunitas itu kepada Allah. Maka perlu usaha untuk dicintai oleh Allah. Menurut seorang sufi, tanda sejati cinta kepada Allah adalah kematian (al-mautt). Kematian sejatinya bukanlah hal yang ditakuti. Kita perlu untuk menunjukan cinta kepada Allah dengan segala cara. Misalnya dengan memperhatikan segala ketentuan dan syari’at Allah. Lakukan yang kecil dan besar. Panggilan Allah harus lebih kita dahulukan daripada aktivitas yang lain. Apakah sudah begitu? Bila belum, maka bagaimana Allah akan mencintai kita? Selanjutnya adalah bersikap lemah lembut kepada sesama Muslim. Senang dengan keberadaan mereka. Merasa lebih baik diam daripada menyakiti hati sesama Muslim yang lain. Perjumpaan karena Allah dan berpisahpun karena Allah. Ini harus selalu kita amalkan. Tidak mau menyinggung perasaan orang lain. Bersikap keras terhadap orang-orang kafir. Kita membawa misi suci/risalah untuk menyampaikan kepada orang lain. Kita bukan penumpang. Maka kita harus menjalankan misi ke-khalifahan kita. Dalam konteks Muhammadiyah, maka kita harus menghidup-hidupkan Muhammadiyah di komunitas kita.

Ratusan Mahasiswa Pendidikan Biologi UMM Praktikum di Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi

BERGURU DARI ALAM – Sudah menjadi kewajiban mahasiwa untuk belajar dengan sungguh-sungguh baik berupa teori di kelas maupun belajar aplikasi untuk diterapkan didalam kehidupan sehari-hari. Hari Rabu sampai Sabtu (09-11/05/2018) Mahasiswa Pendidikan Biologi semester  empat melaksanakan PKL (Praktikum Kerja Lapang) matakuliah Ekologi di Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi, Jawa Timur. Di dampingi oleh Bapak Husamah, M.Pd., Bapak Fuad Jaya Miharja, M.Pd., Bapak Dwi Setyawan, M.Pd., Bapak Ahmad Fauzi, M.Pd., Ibu Diani Fatmawati, M.Pd., dan Ibu Tutut Indria Permana, M.Pd. Kegiatan yang sudah di rencanakan dari bulan Februari ini memiliki tujuan untuk menerapkan hasil teori yang didapatkan mahasiswa saat memperoleh materi d idalam kelas sebagai keterampilan dasar. Enies selaku asisten juga mengungkapkan “kegiatan praktikum lapang ini terdiri dari 2 matakuliah (Ekologi Hewan dan Ekologi Tumbuhan). Praktikum Ekologi Hewan terdiri dari kegiatan pit fall trap dan Pengamatan Pola Aktivitas, sedangkan Ekologi Tumbuhan terdapat 4 Materi yaitu;  1) Validitas, Perioditas, Stratifikasi, 2) Metode Garis , 3) Jumlah minimum dan Luas Minimum,  dan 4) REDD. Hal lain yang didapatkan mahasiswa adalahmendekatkan diri dengan alam. PERJALANAN – Pemberangkatan di malam hari tidak menyurutkan semangat mahasiswa, titik kumpul yang berada di Halaman Laboratorium Biologi. Tim Ekologi yang diwakili Bapak Husamah, M.Pd  menyampaikan ” Kegiatan ini langsung terjun ke alam sehingga mahasiswa harus menjaga perilaku dan perkataan, kegiatan ini mengajak kita untuk Tadabbur Alam(Mengenal Alam) bagi Mahasiswa Pendidikan Biologi” kemudian dilanjutkan dengan berdo’a bersama yang dipimpin oleh Bapak Dwi Setyawan, M.Pd berlangsung dengan khidmat untuk memohon kemudahan dan kelancaran dari keberangkatan hingga pulang nanti. Perjalanan kami sangat menyenangkan walau tidak sedikit dari kami juga terlelap dalam mimpi. Pemandu perjalan kami sangat ramah. Perjalanan kami menghabiskan waktu kurang lebih  10 jam. Tidak sabar kami menanti fajar pagi, kami mengawalinya dengan sholat shubuh berjamaah, sebelum memasuki Pos Alas Purwo dan melapor sebagai pengunjung yang baik dan harus wajib lapor. Sampailah kami di lokasi. RIMBUNNYA HUTAN – Alas Purwo (10/05/2018) Pukul  06.00 WIB kami sampai dilokasi, takjub kami melihat rimbunnya hutan, udara sejuk, dan suara hewan khas hutan tropis dan habitus pantai menyambut kedatangan kami, antusias kami  menjadi-jadi. Tidak sabar, penagalaman baru apa yang akan kami dapatkan di tempat ini. Sarapan kami sangat lahap, setelah semalaman energi kami terkuras dalam perjalanan. Suasana kebersamaan terbangun antara mahasiswa dan dosen terjalin hangat dalam suasana makan pagi walaupun dengan menu sederhana “Nasi Pecel”. Energi sudah terisi penuh, setelah bersih-bersih diri. Kami siap menjelajah Hutan, dengan berbagai materi praktikum. Alat dan bahan sudah siap, pengarahan instruktur, dosen, dan asisten praktikan juga sudah kami pahami dengan seksama. Melangkang kami ke dalam hutan lebatalas purwo, masing-masing kelompok di dampingi oleh asisten untuk memasang Pit Fall trap dan REDD, sungguh menyenangkan dan penuh tantangan setelah satu jam kurang lebih kita menyiapkan perangkap, kami lanjutkan jenis praktikum lainnya; 1) Validitas, Perioditas, Stratifikasi, 2) Metode Garis , 3) Jumlah minimum dan Luas Minimum. Semua sudah kita lakukan dengan standar keamana dan prosedur yang benar, kegiatan yang langsung didamping oleh dosen menjadikan kami penuh percaya diri, mandiri, dan penuh tanggjawab. Siang hari terik mulai terasa, panas dan lelah menjadi tantangan namun kami sudah menyiapkan diri untuk kondisi ini dan melanjutkan tugas hingga akhir serta tidak menyia-nyiakan pengalaman berharga ini. PENANGKARAN PENYU – ISHOMA tidak kita sia-siakan sama-sekali, karena kegiatan praktikum masih berlanjut, medan yang cukup menantang harus kami lalui menggunakan Truk kurang lebih 20 km, rute yang tidak bisa, jalan berbatu, ranting pohon yang menerpa, angin yang membawa debu, menambah keseruan kami menuju lokasi penangkaran penyu. Pantai Cungur menjadi tempat belajar selanjutnya, merupakan tempat penetasan telur penyu semi alami. Terdapat beberapa jenis penyu yang  ada dalam penangkaran yaitu jenis penyu hijau (Chelonia mydas, L), penyu abu-abu (Lepidochelys olivaceae, L), penyu belimbing (Dhermochelys coreacea, L),  dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata, L). “Lama penetasan kurang lebih 30 sampai 50 hari, dengan tingkat keberhasilan penetasan penyu 80%, setelah menetas penyu dipindah dalam bak kontrol untuk di data dan di identifikasi.  yang paling baik adalah ketika penyu menetas langsung di kembalikan ke laut lepas agar dapat beradaptasi dengan alam yang sesungguhnya” ujar Supomo petugas TPHL yang bertugas sejak 20 tahun yang lalu. Melihat langsung sarang penyu semi alami di ruang penetasan dan tukik yang sudah menetas di bak kontrol yang siap di lepas kembali ke lautan, menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. MALAM DI ALAS PURWO – Tenda-tenda sudah didirikan. Pada malam hari setelah sholat isya’ berlangsung mahasiswa dan Tim Ekologi dikumpulkan untuk mengenal alam lebih dekat. Bapak Husamah, M.Pd melakukan evaluasi yang bertujuan untuk memberikan penguatan dan memberikan penjelasan atas keseluruhan kegiatan yang kami lakukan, interaksi, tanya jawab, dan pemberian feed back untuk memperjelas pemahaman kami, beliau menyampaikanpula  bahwa  Alas Purwo merupakan salah satu taman nasional memiliki area yang lebih dari 2 kecamatan disamping itu terdapat salah satu alumni dari UMM yaitu Bapak Cipto tahun lulus 1999 dari Jurusan Ilmu Pemerintahan yang sekarang menjadi salah satu petugas yang diamanahi menjadi ketua divisi polisi hutan taman nasional ini. Ternyata alumni UMM tersebar di berbagai daerah negeri ini, semakin bangga kami menjadi bagian dari prodi pendidikan biologi UMM. Alas Purwo termasuk plasma nutfah kekayaan yang dimiliki Indonesia dan sepatutnya kita bangga akan alam yang indah ini danmenjaga kelestariannya. Sebagai mahasiswa kami tidak lupa akan tugas kami yaitu belajar dan mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari. Kami sangat bersyukur, karena kegiatan sangat lancar, semua itu berkat kedisiplinan yang kami lakukan, semua instuksi dosen, tim instruktur, dan asisten kami lakukan dengan penuh tanggung jawab. LIARNYA SEDENGAN – Perjalanan pagi tak terlupakan (11/05/2018), setelah sholat subuh dan sarapan memberikan energi tambahan. Masing-masing kelompok praktikan berkumpul untuk persiapan menuju lokasi praktikum berikutnya. perjalanan kami kali ini lumayan nyaman, karena tidak lagi menggunakan truk seperti hari pertama, tapi menggunakan Bus 5 km dan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 2 km. Satwa liar; banteng, kijang, Biawak, kera, burung elang, burung merak, dll menjadi objek Pengamatan materi Ekologi Hewan, mulai dari Pola Aktivitas dan prilaku, jumlah spesies, dan staus perlindungannya. Adanya menara pantau memudahkan kami untuk mengamati hewan-hewan liah ini. Hamparan rerumputan yang menghijau menjadi pemandangan yang indah bagi mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini tak lupa kami abadikan dengan berselfy “maklum mahasiswa kota, jarang ke hutan”. Di kesempatan ini kami melihat langsung satwa di alam

Yudisium Periode II 2018: Membangun Generasi Mandiri dan Berintegritas

Sambutan oleh Dekan FKIP Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (FKIP UMM) kembali melepas 230 calon guru profesional.  Mereka juga telah dibekali kemampuan meneliti, berwirausaha, dunia sosial, dan bahasa inggris. Dalam pesan sambutan yudisium,  Dekan FKIP UMM Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes menekankan perlunya mewujudkan diri yang mandiri dan berintegritas dalam mewujudkan kesuksesan karir. Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes juga menitipkan semangat DUA-P. Pertama, Doa. Mulai dan jangan pernah lelah berdo’a. Do’a adalah kunci dari semuanya. Kedua, Ulet (kerja keras dan tekun). Seseorang tidak boleh cepat lelah, ia harus terus berupaya maksimal. Ketiga, Adaptif. Kita harus mampu beradaptasi, dimanapun harus mampu dan bisa diterima diberbagai tempat dan bidang, pergaulan luwes, dan disenangi banyak orang karena memegang teguh kejujuran. Keempat, Pembelajar. Hidup harus terus belajar,  tidak pernah merasa puas dengan ilmu yang diperoleh, terus memperbarui kemampuan diri.

Menelisik Perkembangan Kemitraan FKIP dengan Sekolah di Malang Raya

Kemitraan FKIP UMM dengan sekolah mitra telah berlangsung sejak tahun 1985 dan mengalami pasang surut hubungan terkait dengan perubahan yang terjadi di FKIP maupun sekolah mitra. Hubungan kemitraan ini dijalin dengan sekolah di tingkat dasar dan menengah baik sekolah umum maupun sekolah kejuruan. Pola hubungan kemitraan ini dapat diperiodisasi kedalam 4 periode, yaitu : Periode Awal (Early, tahun 1985 s/d 1995), Periode Pengembangan (Development, tahun 1995 s/d 2005), Periode Peningkatan (Enhancing, tahun 2005 s/d 2015), dan Periode Pemantapan (Establishment, tahun 2015 dan seterusnya). Pada periode awal ditandai dengan formalitas hubungan yang hanya mendasarkan pada surat permohonan penempatan mahasiswa untuk melaksanakan praktek pengalaman lapang (PPL). Pada periode awal ini jumlah sekolah yang bermitra masih terbatas hanya pada sekolah Muhammadiyah di lingkungan kota dan kabupaten Malang. Pada periode pengembangan ditandai dengan penambahan sekolah dan perluasan hubungan dengan sekolah negri dan swasta selain sekolah Muhammadiyah di Malang, Namun demikian pola kemitraannya tidak berubah dari pola awal, yaitu masih mengandalkan surat permohonan penempatan mahasiswa untuk PPL. Pada periode peningkatan ditandai dengan terjalinnya kemitraan dengan sekolah sekolah favorite di kota Malang seperti SDN Kauman 1, SDN Dinoyo 3, SDN Percobaan, SMPN 1, SMPN 3, SMPN 5, SMAN 1, SMAN 3, SMAN 4, dan SMAN 8. Namun demikian pola kemitraannya tidak berubah dari pola awal, yaitu masih mengandalkan surat permohonan penempatan mahasiswa untuk PPL. Pada periode pemantapan ditandai dengan peningkatan tertib administrasi pola hubungan dimana kemitraan ini dikuatkan dengan penandatanganan MoU antara FKIP dengan sekolah mitra Penandatangaan MoU ini dilaksanakan pada bulan April tahun 2015 dan disaksikan serta ddidukung oleh kepala dinas pendidikan dan kebudayaan dari tiga daerah, kota Malang, kabupaten Malang dan Kota Batu. Tercatat 65 sekolah mitra dari tiga daerah berpartisipasi dalam penandatanganan MoU tersebut. Bidang yang disepakati tidak hanya Magang dan PPL, namun bisa meluas sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan sumberdaya keduabelah pihak. Kemitraan FKIP UMM dengan 65 sekolah mitra saat ini dikuatkan oleh MoU yang ditandatangani kedua belah pihak pada bulan April 2015 dan disaksikan serta disetujui oleh kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan dari Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu. Sekolah mitra yang terlibat dalam MoU kemitraan ini dipersyaratkan memiliki akreditasi minimal B. Sekolah tersebut berada dalam tingkatan pendidikan dasar dan menengah (SD, SMP/MTs dan SMA/MA) baik negeri maupun swasta. Semua sekolah sudah dilibatkan pada kegiatan Magang 1, Magang 2 dan Magang 3 sejak tahun 2014 sampai saat ini. Beberapa sekolah mitra sejak tahun 2016 telah dipilih sebagai tempat pelaksanaan program PPL PPG SM3T sekaligus kegiatan Magang 1, 2, 3 yaitu SDN Kauman 1, SDN Purwantoro 1, SDN Purwantoro 2, SDN Sumbersari 1, SDN Tlogomas 2, SMAN 1, SMAN 3, SMAN 4, SMAN 7, SMAN 8 dan SMAN 9. Sekolah yang dilibatkan dalam program PPL PPG tersebut semuanya terakreditasi A. Mulai tahun 2018 ini sekolah tersebut juga terus dipertahankan untuk perluasan pelaksanaan PPL dari program PPG Bersubsidi dan PPG Mandiri. Program PDS sesungguhnya sudah dimulai sejak sebelum dilaksanakannya PPG di FKIP UMM. Pada tahun 2010-2011 beberapa sekolah mitra menerima program PDS dalam bingkai peningkatan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Pada tahun 2015-2016 FKIP UMM kembali menyemarakkan program PDS dengan beberapa sekolah mitra utamanya untuk menguatkan implementasi kurikulum 2013 kususnya untuk pembelajaran saintifik. Program ini direspon sangat baik oleh sekolah sehingga sekolah merasa perlu untuk mendapatkan program serupa dan memperluasnya hingga pada kegiatan pembinaan program ekstrakurikuler sekolah. Kehadiran mahasiswa dan dosen asing di FKIP UMM dimanfaatkan untuk menguatkan dan memperluas kemitraan, seperti pengembangan sister school antara sekolah mitra FKIP UMM di Malang dengan sekolah di Thailand, penguatan ekstra kurikuler kelompok peminat bahasa mandarin di SMAN 3, bahasa Jepang di SMAN 1 dan bahasa inggris di SMAN 4. Bahkan SDN Kauman 1 pun pernah mendapatkan layanan pendampingan bahasa inggris dari dosen Asing di FKIP UMM. Dalam MoU yang ditandatangani kedua belah pihak memang juga menyebutkan bahwa bentuk kegiatan yang disepakati tidak terbatas pada penyelenggaraan Magang (akan dilanjutkan dengan PLP) dan PPL saja, namun bisa mengembang ke berbagai peminatan kegiatan yang konstruktif untuk mendukung atmosfer akademik keduabelah pihak.