Dosen Pendidikan Biologi UMM Konsisten Bantu Sekolah Wujudkan SDGs

Tim dosen UMM dampingi sekolah wujudkan SDGs

Kota Batu —  Tim dosen Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menggulirkan program pengabdian masyarakat, yang berfokus pada realisasi dua poin Sustainable Development Goals (SDGs) di sekolah Muhammadiyah Kota Batu. Program ini menargetkan SDGs poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Tim pengabdian yang terdiri dari Dr. Iin Hinndun, M.Kes., Dra Sri Wahyuni, M.Kes., Dra Siti Zaenab, M.Kes., dan Dr. Nurwidodo, M.Kes., mengidentifikasi sejumlah celah dalam implementasi SDGs di sekolah. Dengan dukungan pendanaan internal universitas dan block grant fakultas, tim menyusun program pendampingan untuk mengatasi celah tersebut, khususnya di aspek pendidikan dan lingkungan. Terkait SDGs poin 4, tim dosen UMM berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran dengan menerapkan model Problem-Based Learning (PBL) dan Project-Based Learning (PJBL). Kedua model ini, dinilai sejalan dengan kurikulum nasional, termasuk Kurikulum 2013, Kurikulum Merdeka 2020, dan Deep Learning Curriculum 2025. “Sayangnya, di lapangan masih banyak guru yang belum memahami cara mengimplementasikan PBL dan PJBL dengan benar. Akibatnya, tujuan pemberdayaan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills atau HOTS) dan keterampilan abad ke-21 belum tercapai,” kata Dr. Iin Hinndun. Rabu (15/1/2025). Ia menilai, melalui pelatihan dan pendampingan intensif, para guru mulai memahami cara menerapkan metode ini dengan efektif. Kepala Sekolah SMA Islam, Ikhwan menyatakan, “Pelatihan ini sangat membantu kami meningkatkan keterampilan dalam mengajar, dan hasilnya mulai terlihat pada siswa.” tuturnya. Untuk SDGs poin 13, tim dosen UMM memperkenalkan model pembelajaran EMKONTAN (Ecomapping dan Konservasi Berkelanjutan). Model ini mendorong siswa untuk memahami masalah lingkungan melalui langkah-langkah seperti investigasi, analisis akar masalah, hingga aksi solusi. “Melalui model EMKONTAN, literasi lingkungan siswa meningkat. Mereka tidak hanya belajar memahami masalah, tetapi juga terlibat dalam solusi nyata seperti menyusun karya ilmiah dan melaksanakan aksi konservasi,” jelas Dra Sri Wahyuni. Program ini, juga mendukung sekolah dalam memperkuat predikat sebagai sekolah Adiwiyata. Sementara, Windra Rizkiana, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 8, menyatakan, “Pendampingan ini membawa angin segar bagi sekolah kami. Dengan modalitas seperti EMKONTAN, kami optimistis bisa mencapai predikat Adiwiyata Nasional.” paparnya. Program ini menjadi bukti komitmen UMM dalam mendukung pencapaian SDGs 2020-2030. “Kolaborasi antara akademisi dan institusi pendidikan menengah sangat strategis untuk memastikan generasi muda siap menghadapi tantangan global,” ujar Dr. Nurwidodo. Dengan hasil yang menggembirakan, program ini diharapkan dapat direplikasi ke sekolah lain, “Menciptakan sinergi antara pendidikan berkualitas dan kesadaran lingkungan sebagai langkah nyata menuju pembangunan berkelanjutan,” tukasnya. Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/dosen-pendidikan-biologi-umm-konsisten-bantu-sekolah-wujudkan-sdgs/

Ponpes Azmania Ponorogo Gandeng UMM Perkuat Personal Development

Ponpes Azmania Ponorogo Gandeng UMM Perkuat Personal Development

PONOROGO, 14 Januari 2025 — Dalam upaya mewujudkan diri sebagai salah satu pondok pesantren terkemuka di Ponorogo dan Jawa Timur, Pondok Pesantren (Ponpes) Azmania menggelar Workshop Personal Development bagi para ustadz dan ustadzah. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Azmania untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pengajar, dan lulusan, serta menggandeng Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai mitra strategis. Workshop ini menghadirkan empat pakar terkemuka dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM. Mereka adalah Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si, Dr. Husamah, M.Pd, Dr. Atok Miftachul Hudha, M.Pd, dan Fuad Jaya Miharja, M.Pd, yang masing-masing menyampaikan materi berbobot dalam bidang pengembangan diri, pembelajaran, dan pendidikan. Dalam pemaparannya, Prof. Abdulkadir menekankan pentingnya pengembangan akademik bagi para pendidik. Ia menginspirasi para peserta untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sebagai upaya meningkatkan kapasitas profesional. “Pendidik yang berkualitas lahir dari kemauan untuk terus belajar dan berkembang. UMM siap mendukung studi lanjut para ustadz dan ustadzah Azmania agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi dunia pendidikan,” ujarnya. Dr. Husamah membahas peran penting menulis sebagai salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh para pendidik. Ia mendorong peserta untuk memulai kebiasaan menulis, baik itu artikel ilmiah, karya sastra, maupun jurnal akademik. “Menulis bukan hanya tentang berbagi ilmu, tetapi juga meningkatkan kredibilitas dan reputasi seorang pendidik. Guru yang menulis adalah guru yang berpikir jauh ke depan,” jelasnya. Dr. Atok menyampaikan materi tentang pentingnya membangun budaya kebiasaan baik melalui pendekatan *Seven Habits*. Ia menjelaskan bahwa kebiasaan-kebiasaan produktif seperti tidur cepat, bangun pagi, beribadah, bersosialisasi, olahraga dan lainnya. Selain itu perlu juga mengajarkan jiwa proaktif, berorientasi pada tujuan, dan menjaga keseimbangan hidup, merupakan kunci untuk menjadi pendidik yang inspiratif. “Seven Habits ini tidak hanya diterapkan oleh guru, tetapi juga menjadi nilai-nilai yang ditanamkan kepada para santri,” tuturnya. Fuad Jaya Miharja mengupas tentang strategi pembelajaran modern dan manajemen kelas yang efektif. Menurutnya, guru harus mampu menciptakan suasana kelas yang kondusif dan menerapkan metode pembelajaran yang interaktif. “Santri akan lebih mudah memahami materi jika guru mampu mengelola kelas dengan baik dan menggunakan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ungkapnya. Dalam sambutannya, KH Ahmad Baedowi, ST selaku Pengasuh Ponpes Azmania menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kualitas pengajar dan lulusan pesantren. Ia menyampaikan bahwa workshop ini merupakan langkah awal dari kerjasama jangka panjang dengan UMM. “Kami percaya, kolaborasi ini akan memperkuat visi Azmania untuk menjadi pesantren terkemuka, tidak hanya di Ponorogo, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” kata KH Ahmad Baedowi. Ia juga mengungkapkan bahwa Azmania akan menindaklanjuti *Memorandum of Understanding* (MoU) dan *Memorandum of Action* (MoA) dengan FKIP UMM. “Kami bersyukur UMM, sebagai perguruan tinggi unggulan, memiliki komitmen yang sama untuk mendampingi Azmania dalam mencapai target-target strategis,” tambahnya. Sementara itu, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si, mewakili UMM, menyatakan kesiapan UMM untuk terus mendukung dan mendampingi Azmania. “Kami melihat potensi besar di Azmania. Ke depan, kerjasama ini tidak hanya menguntungkan kedua belah pihak, tetapi juga menjadi wujud nyata dari Catur Dharma UMM, yaitu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan dakwah Islamiyah,” jelas Prof. Abdulkadir. Sebagai bagian dari visi Azmania untuk go international, UMM juga akan membantu pesantren ini memperluas jangkauan program-program pendidikannya. Berbagai program pelatihan, studi banding dan kerjasama dengan Sister School di Thailand, dan pendampingan strategis akan dilakukan secara bertahap untuk mendukung penguatan kapabilitas para pendidik dan santri di Azmania. Workshop Personal Development ini pun menjadi bukti nyata dari sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan pesantren dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas. Dengan kolaborasi ini, Ponpes Azmania Ponorogo optimis dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mencetak generasi muda berdaya saing global. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2025/01/14/ponpes-azmania-ponorogo-gandeng-umm-perkuat-personal-development/

PENGUMUMAN PENDAFTARAN MAHASISWA BARU PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI 2025

PMB Prodi Pendidikan Biologi UMM

Halo, calon pendidik dan ilmuwan muda! 🌱 Program Studi Pendidikan Biologi telah membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2025. Tidak hanya mencetak guru biologi yang profesional, lulusan kami juga siap menjadi peneliti inovatif dan wirausaha di bidang biologi yang kreatif. 📌 Info lengkap ada di poster. 📞 Hubungi kami di wa.me/+6283834176543 untuk pertanyaan lebih lanjut. Jadilah bagian dari perubahan, raih masa depanmu bersama kami! 💚

Perekrutan Mahasiswa Baru (PMB) 2025: Keunggulan Prodi Pendidikan Biologi UMM

Poster PMB Prodi Pendidikan Biologi UMM

Halo, calon pendidik masa depan! 🌱 Program Studi Pendidikan Biologi telah membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2025. Yuk, bergabung bersama kami dan wujudkan impianmu menjadi pendidik biologi yang inspiratif! 📌 Info lengkap ada di poster. 📞 Hubungi kami di wa.me/+6283834176543 untuk pertanyaan lebih lanjut. Kami tunggu kehadiranmu di keluarga besar Pendidikan Biologi! 💚

Bekali Keterampilan Karya Tulis Ilmiah, Dosen-Mahasiswa UMM Lakukan Pengabdian di PPI AMF

Ketua tim pengabdian Dwi Setyawan (tengah) memberikan sambutan dalam pengabdian di PPI AMF

Malang — Dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Program Pengabdian Masyarakat (PMM Mitra Dosen) melaksanakan kegiatan pengabdian di Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF) yang dimulai Jumat (10/1/2025). Program ini dipimpin oleh Dwi Setyawan SPd MPd dengan anggota tim: Fendy Hardian Permana SPd MPd (dosen), serta Alfianti Fadilah, Grastika Rivana Mokodompit, dan Margareta Megi Balur (mahasiswa). Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama 3–4 bulan dengan tema “Pendampingan Keterampilan Penulisan Artikel Publikasi Ilmiah bagi Guru di Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF).” Tema tersebut diangkat untuk menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi guru dalam menulis dan mempublikasikan hasil penelitian maupun program sekolah. Saat ini, banyak guru menghadapi stagnasi dalam pengembangan karya ilmiah mereka, meskipun keterampilan tersebut penting untuk profesionalisme dan kontribusi terhadap ilmu pengetahuan. Program ini bertujuan untuk mendampingi guru dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas karya ilmiah. Selain itu, meningkatkan indikator profesionalisme guru melalui hasil penelitian yang berkualitas, didukung oleh fasilitas dan program sekolah. Ketua tim pengabdian Dwi Setyawan menjelaskan bahwa pendampingan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam menulis artikel ilmiah yang sesuai dengan standar jurnal nasional terakreditasi (SINTA) maupun internasional (Scopus). Program ini juga berfokus pada pengembangan budaya literasi dan penelitian di lingkungan pesantren, sehingga mampu mengintegrasikan pendidikan agama dengan ilmu pengetahuan modern. “Kami berharap program ini memberikan manfaat jangka panjang bagi pesantren dan guru, serta berdampak positif untuk pengembangan pendidikan secara keseluruhan,” ujar Dwi. Kepala Sekolah sekaligus pengasuh PPI AMF KH Pahri SAg MM menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif UMM. “Kami sangat bersyukur atas dukungan dari dosen dan mahasiswa UMM. Program ini sangat bermanfaat dalam memperkuat keterampilan akademik para guru. Kami juga terbuka untuk kolaborasi serupa di masa depan, baik untuk pengabdian maupun penelitian,” ungkap Pahri. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen UMM dalam berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di masyarakat. Program pengabdian ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih besar di masa depan, mendukung mutu pendidikan melalui karya ilmiah. Berita ini telah tayang pada: https://klikmu.co/bekali-keterampilan-karya-tulis-ilmiah-dosen-mahasiswa-umm-lakukan-pengabdian-di-ppi-amf/

Dosen UMM Latih Keterampilan Abad ke-21 Siswa melalui Karya Ilmiah

Tim pengabdian dan pemateri berfoto bersama siswa di sela-sela kegiatan

Malang — Tim Pengabdian Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), memberikan pelatihan keterampilan abad ke-21, kepada siswa SMA Negeri 1 Tumpang (SMANETA) melalui program pendampingan karya ilmiah. Kegiatan ini dipimpin oleh Tutut Indria Permana, M.Pd., dan Moh. Mirza Nuryady, S.Si., M.Sc., dengan pendanaan melalui skema Pengabdian Berbasis IPTEKS (PBI). Dalam acara pendampingan yang berlangsung Rabu (8/1/2025), Tutut Indria Permana, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan 4C—Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication. “Keterampilan ini sangat penting bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan,” katanya. Program ini, dirancang untuk membimbing siswa dalam menyusun dan mempresentasikan karya ilmiah yang berkualitas. Melalui serangkaian workshop, sesi mentoring, dan evaluasi berkelanjutan, siswa dilatih untuk berpikir kritis dalam menganalisis masalah, berkreasi mencari solusi, bekerja sama dalam tim, serta mengomunikasikan hasil penelitian dengan efektif. Salah satu pemateri, Ahmad Fauzi, menyampaikan, teknik analisis data dan penggunaan alat digital yang relevan untuk mempermudah proses penelitian. “Karya ilmiah memberikan peluang bagi siswa untuk mengintegrasikan keterampilan abad ke-21 dengan kemampuan akademik. Dengan pendekatan yang tepat, siswa dapat menghasilkan penelitian yang inovatif,” ungkapnya. Sementara, Dr. Husamah,  juga menekankan pentingnya menulis karya ilmiah dalam membangun pola pikir yang kritis dan sistematis. “Karya ilmiah bukan sekadar tugas, tetapi juga sarana untuk mengembangkan minat penelitian siswa,” ujarnya. Diketahui, bahwa proses pendampingan ini mencakup tahapan intensif, mulai dari pemilihan topik penelitian hingga penyusunan laporan akhir. Workshop yang diselenggarakan meliputi pengenalan teknik penelitian, penulisan akademik, hingga presentasi ilmiah. Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat peningkatan kemampuan siswa dalam berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif. Kepala SMANETA, Fadilah Umi Maisyaroh,  mengapresiasi program ini. “Kami sangat berterima kasih kepada tim pengabdian UMM atas dedikasinya. Program ini sejalan dengan misi sekolah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menghadapi tantangan global,” paparnya. Program pendampingan karya ilmiah ini, dinilai, tidak hanya memperkuat kemampuan akademik siswa, tetapi juga menumbuhkan semangat penelitian yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah dan masyarakat. Dengan kolaborasi erat antara akademisi dan sekolah, diharapkan generasi muda mampu menghadapi era globalisasi dengan percaya diri dan kompetensi yang lebih baik. Berita ini telah tayang di: https://mediapribumi.id/dosen-umm-latih-keterampilan-abad-ke-21-siswa-melalui-karya-ilmiah/  

Siswa SMANETA Berinovasi: Plastik Ramah Lingkungan dari Buah Sukun

Tim KIR SMANETA Malang memamerkan hasil riset mereka

Malang — Kelompok Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMA Negeri 1 Tumpang (SMANETA), Malang, berhasil menciptakan plastik ramah lingkungan berbahan dasar buah sukun. Inovasi ini dikembangkan oleh tiga siswa, yakni Revanda Vanina Irman, Muhammad Arkan Pandya, dan Agastya Putri Jossiella, dengan bimbingan guru pembimbing, Fadlilatul Annisa, STP. “Penelitian ini berangkat dari keprihatinan kami terhadap dampak buruk plastik konvensional yang sulit terurai dan mencemari lingkungan dengan mikroplastik. Kami ingin menghadirkan solusi,” kata Revanda dalam konferensi pers di SMANETA, Rabu (8/1/2025). Tim KIR tersebut mengolah pati buah sukun yang dikombinasikan dengan gliserol untuk menghasilkan produk inovatif bernama ‘Suecoplast’, plastik ramah lingkungan yang diharapkan mampu mengurangi limbah plastik. Pihaknya menjelaskan, pembuatan Suecoplast dimulai dengan menyiapkan buah sukun matang, menggilingnya menjadi serabut, dan memerasnya untuk mendapatkan ekstrak pati. Ekstrak tersebut diendapkan selama 2-3 hari sebelum ditambahkan gliserol dengan konsentrasi tertentu. Campuran itu kemudian dipanaskan, dicetak, dan dikeringkan hingga menjadi kantong plastik. “Kami menguji berbagai konsentrasi gliserol, mulai dari 5% hingga 20%, menggunakan metode kuantitatif ANOVA untuk mengetahui kekuatan dan sifat organoleptik kantong plastik yang dihasilkan,” jelas Agastya. Ia meyakini, bahwa hasilnya, Suecoplast memiliki keunggulan utama: lebih cepat terurai dibandingkan plastik konvensional, tetapi tetap mendukung kebutuhan masyarakat sehari-hari. Kepala SMANETA, Fadilah Umi Maisyaroh, mengapresiasi karya siswa ini. “Inovasi ini menunjukkan penguasaan keterampilan abad ke-21, yaitu Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication (4C), yang sangat penting untuk masa depan bangsa,” katanya. Dukungan juga datang dari akademisi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dosen Pendidikan Biologi FKIP UMM, Tutut Indria Permana, menilai inovasi Suecoplast tidak hanya relevan secara ilmiah tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap keberlanjutan lingkungan. “Kami siap mendampingi penelitian ini agar hasilnya lebih matang dan dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” paparnya, saat sesi pendampingan di SMANETA. Keberhasilan ini, menjadi bukti nyata bahwa inovasi generasi muda Indonesia dapat menjawab tantangan global dengan solusi kreatif. Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/siswa-smaneta-berinovasi-plastik-ramah-lingkungan-dari-buah-sukun/

SKK Migas-KEI dan Dosen UMM Tingkatkan Kompetensi Guru Melalui Pelatihan dan Penyusunan Buku

Ketua Dewan Pendidikan Sumenep, Mulyadi, saat memaparkan materi kompetensi guru

Pulau Kangean — Sebanyak 80 guru Non – ASN dan honorer dari tingkat SD/MI, SMP/MTS, serta SMA/MA yang berasal dari Desa Pagerungan Besar dan Pagerungan Kecil, mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi di bidang literasi dan numerasi, yang digagas oleh SKK Migas – Kangean Energy Indonesia (KEI). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru honorer terutama mengenai penulisan bahan ajar, di daerah kepulauan yang masih minim pelatihan profesional. Pelatihan dan pendampingan yang dilaksanakan di Desa Pagerungan Besar ini, fokus pada dua kompetensi utama, yaitu literasi dan numerasi. Dalam kegiatan ini, SKK Migas-Kangean Energy Indonesia (KEI) menggandeng perguruan tinggi, yakni Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan, dan Kemenag Kabupaten Sumenep. Manager Humas Kangean Energy Indonesia (KEI), Kampoi Naibaho, berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar dan mendidik siswa. Selain itu, KEI juga menargetkan, agar para peserta menghasilkan karya, sebagai produk akhir dari kegiatan ini. Untuk produk akhir berupa modul bahan ajar bagi Guru SD/MI, sedangkan Guru SMP/MTs, SMA/MA, membuat buku inspirasi di daerah tersebut. “Pelatihan ini sangat penting bagi para guru di kepulauan, karena mereka sering kali kesulitan mengakses pelatihan serupa. Dengan adanya pelatihan ini, kami harap, mereka bisa mendapatkan ilmu baru yang akan memperkaya metode pengajaran mereka,” kata Kampoi. Rabu (4/12/2024). Melalui program ini, diharapkan kualitas pendidikan di kedua desa tersebut dapat meningkat, dan para guru dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan di dunia pendidikan yang terus berkembang. “Intinya, output pelatihan terbit buku kisah inspirasi guru kepulauan dan modul bahan ajar berbasis potensi lokal,” paparnya. Sebelumnya, kegiatan yang telah berlangsung, diantaranya: Pelatihan peningkatan kompentensi guru melalui pembelajaran berbasis literasi dan numerasi, pada tanggal 28-29 November 2024. Selanjutnya, pada tanggal 30 November 2024, Pelatihan penulisan dalam rangka peningkatan kompetensi guru Non ASN atau Honorer, serta Pendampingan penulisan dan penyusunan buku bahan ajar dalam rangka peningkatan kompetensi guru, pada tanggal 4 Desember 2024. Merespon hal tersebut, salah satu guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Khusnul Amin I, Saiful Bahri, merasa termotivasi dengan kegiatan yang digagas oleh SKK Migas – KEI. Ia juga mengaku dapat inspirasi baru, sebagai guru di daerah Kepulauan, yang memiliki keterbatasan yang kompleks untuk mengakses referensi metode pembelajaran. “Alhamdulillah, kami sangat termotivasi dan terinspirasi. Kami selaku guru di kepulauan pagerungan besar yang di laksanakan oleh KEI, Peningkatan kompetensi guru, dengan para mentor, pemateri yang sangat luar biasa bagi kami,” katanya. Dampak lain, pihaknya mengatakan, “Dampak yang kami rasakan terkait dengan kegiatan tersebut, kami sangat senang karena diberikan ruang untuk berkarya dan belajar, berinovasi sebagai guru,” ujarnya. Sedangkan untuk penugasan tentang wajib menghasilkan karya, ia mengaku tertantang, sebab cara tersebut merupakan hal perdana. Meski begitu, Saiful berharap, kegiatan serupa, konsisten dilaksanakan, karena sangat dibutuhkan guru di lembaga pendidikan swasta. “Ini harus di tingkatkan dan dikonsep kembali, sebab, jika semakin digalakkan, maka sangat membantu para guru non – ASN di kepulauan kecamatan Sapeken,” pintanya. Sementara, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS), Mulyadi, turut mengapresiasi kegiatan Peningkatan Kompetensi Berbasis Literasi dan Numerasi itu, menurutnya, kegiatan ini menjadi contoh kongkrit peran KKKS di wilayah operasi. “Karena pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama, jadi pemerintah, orang tua dan masyarakat termasuk KEI harus sama-sama berperan. Penguatan literasi bagi guru non – ASN oleh KEI menjadi contoh konkrit, dari keterlibatan stakeholder. Dan saya atas nama pribadi dan DPKS sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ungkap Mulyadi. Setelah ikuti serta melaksanakan pendampingan dalam kegiatan ini, ia berharap, kegiatan tersebut dapat berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. “Saya harap, tetap berkesinambungan karena kita tahu, kualitas pendidikan akan sangat ditentukan oleh kapasitas mutu pendidiknya. Saran saya luaran dari kegiatan ini, perlu juga pembuatan buku modul ajar berbasis potensi lokal kepulauan ini, harus sampai diterbitkan dan dipublikasikan,” tukasnya.   Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/skk-migas-kei-dorong-kompetensi-guru-di-sekitar-wilayah-operasi-dengan-pelatihan-dan-pendampingan-penyusunan-buku/ SKK Migas-KEI Dorong Kompetensi Guru di Sekitar Wilayah Operasi, dengan Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Buku  

LPPM UMM Dukung Inovasi Prof. Elly dalam Penguatan Industri Rumah Tangga di Sumenep

Monev dari LPPM UMM terhadap pelaksanaan pembinaan IRT-UM di Sumenep

Sumenep — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang (LPPM UMM) mengapresiasi kinerja Program Kedaireka Industri Rumah Tangga-Usaha Menengah (IRT-UM) yang dipimpin oleh Prof Dr Elly Purwanti MP. bersama timnya. Kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) dilaksanakan pada 1 Desember 2024 di Sumenep, Madura, oleh Prof Dr Ir Aniek Iriany MP dan Ir Alik Ansori Alamsyah MT. Prof Aniek menilai program ini luar biasa, mulai dari sosialisasi hingga pendampingan pemasaran produk dengan pendekatan modern. “Berdasarkan audiensi dan observasi kepada mitra industri rumah tangga (IRT) dari Sumenep, kami melihat bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan para pelaku usaha dalam hal manajemen produksi, pengelolaan rantai pasok, serta strategi pemasaran produk secara lebih luas, baik melalui jalur offline maupun online. Ini tentu sangat bermanfaat bagi mitra,” terang Prof Aniek. Teknologi dan Inovasi untuk Meningkatkan Daya Saing Prof Elly menjelaskan, pemahaman mengenai pemaksimalan sumber daya, produksi, teknik pemasaran modern, termasuk penggunaan media sosial sebagai alat yang strategis dalam menjangkau pasar yang lebih luas sangat perlu. Era saat ini menuntut produsen harus kreatif memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. “Oleh karena itu, dengan basis tepung Mokorbef yang sudah kami teliti dan berbagai pendekatan lain, kami berharap akan meningkat kapasitas mitra” jelas Prof Elly selaku ketua tim. Dukungan Mitra dan Manfaat Program Mas Dewo, salah satu mitra program yang juga pemilik usaha Akancatani, mengungkapkan pendampingan ini sangat bermanfaat. “Kami mendapatkan panduan mengenai bahan baku, produksi, hingga pemasaran digital. Ini sangat membantu dalam mengembangkan usaha kami,” ujarnya. Program yang didanai Kedaireka DRTPM Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 2024 ini menitikberatkan pada praktik terbaik manajemen produksi dan supply chain management. Langkah ini bertujuan agar produk mitra mampu bersaing di pasar lokal maupun nasional. Melalui kegiatan ini, UMM berharap para pelaku usaha IRT dapat mengembangkan produk mereka dengan lebih profesional dan meningkatkan daya saingnya sebagai produk unggulan daerah. Sinergi antara inovasi produk pangan sehat dan strategi pemasaran yang inovatif diharapkan dapat memperluas jangkauan produk Mokorbef ke pasar yang lebih luas dan beragam.   Berita ini telah tayang pada: https://klikmu.co/puji-prof-elly-lppm-umm-dukung-inovasi-penguatan-industri-rumah-tangga-di-sumenep/ Puji Prof Elly, LPPM UMM Dukung Inovasi Penguatan Industri Rumah Tangga di Sumenep Diakses pada 05 Desember 2024

Konsisten Berliterasi, SMP Muhasa Malang Rilis Antologi Puisi

Yanur Setyaningrum, M.Pd, Kepala SMP Muhasa

SMP Muhammadiyah 1 Malang, yang dikenal luas sebagai SMP Muhasa, terus menunjukkan komitmen dalam mendukung pengembangan budaya literasi. Terbaru, sekolah berprestasi ini meluncurkan antologi puisi bertajuk Bingung Demokrasi, sebuah karya kolektif yang lahir dari kolaborasi antara siswa dan guru. Peluncuran antologi ini, menjadi bukti nyata bahwa SMP Muhasa serius menggarap literasi sebagai bagian dari identitas sekolah. Kepala SMP Muhasa, Yanur Setyaningrum, M.Pd, yang juga turut menyumbang karya dalam antologi ini, menyampaikan kebanggaannya. “Karya ini ditulis dengan penuh ketulusan, kreativitas, dan semangat eksplorasi. Kami berharap buku ini dapat menginspirasi pembaca untuk lebih memahami makna demokrasi dalam kehidupan mereka dan bagaimana puisi bisa menjadi media yang efektif untuk mengekspresikan nilai-nilai tersebut,” ujarnya. Antologi ini, merupakan karya kedua hasil kolaborasi antara siswa dan guru, yang dirancang untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya demokrasi dan nilai-nilai kemanusiaan melalui puisi. “Semoga antologi ini menjadi saksi dari kekuatan kata dalam menggerakkan hati dan pikiran menuju perubahan,” tegasnya. Prof. Dr. Yuni Pantiwati, M.Pd, guru besar Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang selama ini mendampingi penguatan literasi di SMP Muhasa, turut mengungkapkan apresiasinya. “Saya sangat bangga dengan pencapaian ini. Literasi harus terus digalakkan, bukan hanya sebagai semboyan, tetapi diwujudkan melalui karya nyata seperti ini,” tuturnya. Penerbitan Bingung Demokrasi juga didukung oleh PT Nyala Masadepan Indonesia, Surakarta. Lenang Manggala, Founder Nyalanesia, dalam pengantarnya menegaskan pentingnya peran sekolah dalam mendobrak paradigma pendidikan. “Sekolah bukan hanya tempat menggiling buku paket dan ujian, tetapi juga ruang untuk siswa dan guru mencipta ide-ide orisinil dan mengekspresikannya. Buku ini adalah bukti nyata bahwa kita memiliki sekolah-sekolah yang dapat diandalkan untuk memajukan pendidikan di negeri ini,” tandasnya. Peluncuran ini menegaskan, posisi SMP Muhasa sebagai pelopor literasi di Kota Malang, menjadikan sekolah ini tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai ruang kreatif bagi seluruh warganya untuk mencipta dan berbagi gagasan. “Dengan karya-karya seperti Bingung Demokrasi, SMP Muhasa membuktikan bahwa literasi bisa menjadi fondasi kuat dalam membangun generasi yang kritis, kreatif, dan peduli terhadap demokrasi,” tukasnya. Artikel ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/konsisten-berliterasi-smp-muhasa-malang-rilis-antologi-puisi/