Prodi Biologi UMM Songsong Akreditasi Internasional ASIIN

Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) siap menyongsong akreditasi internasional ASIIN (Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik). Langkah ini merupakan bagian dari upaya UMM dalam meningkatkan mutu pendidikan yang sesuai dengan standar internasional. Pada tahun 2024 ini, UMM berhasil memperoleh dana bantuan skema bimbingan teknis (bimtek) dari Kemendikbudristek bersama 15 perguruan tinggi lainnya. “Salah satu perguruan tinggi yang bermitra dalam program ini adalah Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Kolaborasi antara UMM dan Unesa berfokus pada pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) untuk Prodi Pendidikan Biologi UMM. Kerja sama ini dimulai pada Juni 2024 dan telah menghasilkan beberapa pencapaian signifikan dalam mendukung persiapan akreditasi internasional,” terang Ketua Prodi Pendidikan Biologi Prof Dr Eko Susetyarini MSi di kantornya, Sabtu (2/11/2024). Prof Eko juga menjelaskan, sejak awal pelaksanaan program, berbagai kegiatan pendampingan intensif telah dilakukan. Kegiatan pendampingan ini melibatkan beberapa pemateri ahli dari universitas terkemuka seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Materi yang disajikan mencakup penyusunan Program Educational Objectives (PEO) dan Program Learning Objectives (PLO) sebagai landasan dari kurikulum OBE. Pada 17 hingga 19 Oktober 2024 lalu, seminar hasil kerja sama digelar sebagai bentuk presentasi dari rangkaian kegiatan pendampingan. Dalam seminar tersebut, disampaikan summary kurikulum berbasis OBE yang telah dirancang serta penjelasan tentang beban kerja (work load) bagi mahasiswa. Hasil presentasi ini menjadi acuan bagi kedua institusi untuk mengoptimalkan penyusunan kurikulum yang akan diterapkan. Kepala Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMM Prof Dr Rr Eko Susetyarini MSi juga menyatakan bahwa komitmennya untuk membawa Prodi Pendidikan Biologi UMM menuju akreditasi internasional ASIIN. Menurut Prof Eko, kerja sama dengan Unesa menjadi salah satu momentum penting dalam upaya mencapai target tersebut. Dia juga menekankan pentingnya dukungan dari seluruh sivitas akademika untuk mewujudkan visi ini. UMM berharap bahwa kolaborasi dengan Unesa tidak hanya berhenti di tahap pengembangan kurikulum. Kedua institusi merencanakan untuk melanjutkan kerja sama ini pada periode berikutnya dengan fokus pada penguatan aspek-aspek lainnya yang mendukung akreditasi internasional. Rencana jangka panjang ini mencakup pendampingan lebih lanjut dalam penyusunan dokumen dan pemenuhan standar mutu internasional. Melalui langkah-langkah strategis ini, UMM berkomitmen untuk membawa Prodi Pendidikan Biologi menjadi program studi unggulan dengan standar internasional. Dengan dukungan dari berbagai pihak dan kerja sama yang berkesinambungan,UMM optimistis dapat mencapai target akreditasi ASIIN dalam waktu dekat sehingga memberikan kontribusi positif bagi kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Berita ini telah tayang pada: https://klikmu.co/prodi-biologi-umm-songsong-akreditasi-internasional-asiin/
Dosen UMM Optimalkan Komunitas Belajar di SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelar kegiatan pengabdian masyarakat di SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu. Kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Optimalisasi Komunitas Belajar” merupakan program yang didanai oleh blockgrant FKIP UMM, dari bulan September hingga Desember 2024. Kegiatan ini, menghadirkan dosen, mahasiswa, kepala sekolah, dan para guru dalam upaya meningkatkan kualitas komunitas belajar di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian ini dipimpin oleh Prof. Dr. Rr. Eko Susetyarini sebagai ketua pelaksana, didampingi oleh Dra. Roimil Latifa, M.Si, dan Endrik Nurrohman, M.Pd. Pihaknya menjelaskan, bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman dan penerapan komunitas belajar dalam meningkatkan proses pembelajaran. “Program ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kolaborasi tenaga pendidik di SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu,” Prof Eko. Saat kegiatan berlangsung, Prof. Eko menyampaikan berbagai materi yang penting mengenai komunitas belajar, meliputi pengertian komunitas belajar, jenis-jenis komunitas belajar, hingga penggerak dan fokus komunitas tersebut. “Komunitas belajar adalah wadah yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Melalui komunitas belajar, kita dapat saling mendukung, berbagi ilmu, dan memperkuat ikatan dalam lingkungan belajar,” ungkapnya. Disamping itu, ia menekankan pentingnya kesadaran bersama bahwa setiap elemen di sekolah memiliki peran untuk menjadi bagian dari komunitas pembelajaran yang aktif. Sementara, Dra. Roimil Latifa, M.Si, selaku pendamping dalam kegiatan ini, menambahkan, bahwa komunitas belajar dapat menjadi langkah awal dalam membangun iklim pendidikan yang lebih positif dan inklusif. “Kami berharap setiap tenaga pendidik dan siswa dapat merasa terlibat dan saling mendukung dalam proses belajar mengajar. Dengan adanya komunitas belajar yang kuat, sekolah dapat menjadi tempat yang nyaman dan inspiratif bagi siswa,” paparnya. Ditempat yang sama, Endrik Nurrohman, M.Pd., sebagai salah satu pendamping lainnya, menjelaskan, bahwa kegiatan ini juga mengupayakan sinergi antara guru, mahasiswa, dan dosen sebagai langkah kolaboratif dalam mendukung pengembangan kualitas pendidikan. Menurut Endrik, program ini adalah langkah konkrit dalam menciptakan komunitas belajar yang berbasis kolaborasi, di mana setiap pihak saling melengkapi. Merespon hal itu, Kepala SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu, Windra Rizkiyana, S.Pd., M.Pd., sangat mengapresiasi kegiatan pengabdian ini dan menilai bahwa kegiatan ini membawa dampak positif bagi sekolah. “Kami sangat berterima kasih atas adanya kegiatan ini. Selain menambah wawasan bagi para guru, program ini juga memperkuat kualitas sekolah kami dalam menjalankan pendidikan yang lebih baik,” tutur Windra. Dia menilai, kehadiran para akademisi dari UMM memberikan perspektif baru dan membantu para tenaga pendidik di sekolah dalam membangun komunitas belajar yang efektif. Dengan begitu, pihaknya berharap, adanya kegiatan ini, diharapkan komunitas belajar di SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu dapat berkembang lebih optimal dan terus memberikan manfaat bagi seluruh civitas akademika. “Program pengabdian ini juga diharapkan mampu menjadi contoh untuk sekolah-sekolah lainnya dalam mengembangkan komunitas belajar yang aktif, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan,” tukasnya. Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/dosen-umm-optimalkan-komunitas-belajar-di-smp-muhammadiyah-8-kota-batu/
Saatnya Mengembalikan Marwah Pendidikan Tinggi

Oleh: Dr. Husamah, S.Pd., M.Pd., Dosen Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang Pendidikan tinggi di Indonesia saat ini berada di persimpangan jalan. Permasalahan runyam berjalin berkelindan. Tantangan yang dihadapi semakin kompleks seiring perkembangan zaman. Isu-isu komersialisasi pendidikan tinggi khususnya di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), biaya kuliah yang terus melambung tinggi tak terjangkau, rendahnya rekognisi internasional, hingga kualitas lulusan yang sering dipertanyakan daya saingnya. Terlebih lagi, kasus-kasus etika akademis seperti perjokian, plagiasi, fabrikasi, dan publikasi di jurnal predator yang melibatkan dosen dan bahkan guru besar, kian meresahkan. Akhir-akhir ini publikasi ramai akibat kasus yang melibatkan puluhan guru besar di sebuah PTN di Kalimantan, bahkan konon kabarnya pemantauan sempat dilakukan pada ratusan guru besar lainnya di Indonesia. Bak oase di padang gurun yang gersang, di tengah dinamika yang kurang menggembirakan ini, harapan baru muncul dengan dilantiknya tiga figur penting di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Pada tanggal 21 Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Prof. Dr. Ir. Satryo Soemantri Brodjonegoro sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Prof. Satryo tidak bekerja sendiri. Ia didampingi oleh dua wakil menteri, yakni Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang, dan Prof. Stella Christie, PhD., yang menempuh pendidikan di Amerika dan kini menjadi profesor terkemuka di China. Figur Tepat Ketiga figur ini membawa optimisme yang besar di kalangan masyarakat dan akademisi, terutama terkait harapan mereka untuk mengembalikan marwah pendidikan tinggi di Indonesia. Ketiganya dipercaya dapat membawa perubahan signifikan dalam pendidikan tinggi Indonesia. Prof. Satryo Soemantri bukanlah sosok asing di dunia pendidikan tinggi Indonesia. Ia memiliki pengalaman panjang sebagai Dirjen Pendidikan Tinggi dan dikenal sebagai salah satu profesor yang sangat dihormati di perguruan tinggi negeri terkemuka. Pengalamannya dalam mengelola kebijakan pendidikan di tingkat nasional membuatnya dipandang sebagai pilihan tepat untuk memimpin sektor ini. Di sisi lain, Prof. Fauzan membawa perspektif dari perguruan tinggi swasta, yang selama ini sering dipandang sebelah mata meskipun telah menunjukkan kualitas yang tidak kalah dibandingkan perguruan tinggi negeri. Universitas Muhammadiyah Malang, di bawah kepemimpinan Fauzan, berhasil menjadi salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia. Bahkan, di tahun 2021 Universitas Muhammadiyah Malang mencatatkan tinta emas sebagai kampus Islam terbaik dunia. Tahun 2024 ini kampus ini juga masuk sebagai lima perguruan tinggi dengan kinerja dan kualitas riset terbaik di Indonesia. Tentu prestasi ini mengalahkan 4000an PTN/PTS lain di seantero negeri. Sementara itu, Prof. Stella Christie hadir dengan wawasan global berkat pendidikannya di Amerika dan karier akademiknya di China. Pengalaman lintas benua ini diharapkan mampu menghadirkan perspektif baru dalam perbaikan mutu dan internasionalisasi pendidikan tinggi Indonesia. Belanja Masalah Salah satu persoalan paling mendasar yang dihadapi pendidikan tinggi di Indonesia adalah mahalnya biaya pendidikan. Perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta, semakin sulit dijangkau oleh masyarakat menengah ke bawah. Mahalnya biaya kuliah kerap kali menimbulkan polemik terkait aksesibilitas pendidikan. Dalam situasi ini, pendidikan tinggi sering kali dianggap sebagai barang mewah yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang mampu membayar. Hal ini tentu bertentangan dengan cita-cita pendidikan nasional yang seharusnya inklusif dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, salah satu tantangan utama yang harus dihadapi oleh trio pimpinan baru ini adalah bagaimana menekan biaya pendidikan tanpa mengorbankan kualitas. Perlu ada terobosan kebijakan yang mampu menyeimbangkan antara biaya operasional perguruan tinggi dengan kemampuan finansial calon mahasiswa. Beruntung Prof Satryo sejak awal ketika selesai dilantik menyadari itu, dengan tegas di hadapan wartawan ia berjanji akan menyelesaikan persoalan uang kuliah tunggal (UKT) yang menjadi beban mahasiswa. Ia pun akan mengusahakan agar semua mahasiswa tak putus kuliah karena masalah UKT (DISWAY.ID, 22/10/2024). Tidak hanya masalah biaya, komersialisasi pendidikan juga menjadi masalah besar yang memudarkan esensi pendidikan itu sendiri. Banyak perguruan tinggi yang lebih fokus pada keuntungan finansial dibandingkan dengan mencetak lulusan yang berkualitas. Perguruan tinggi seharusnya menjadi lembaga yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan ilmu pengetahuan. Namun, dengan semakin menguatnya komersialisasi, pendidikan berubah menjadi komoditas yang diperdagangkan. Hal ini tentu menjadi tantangan besar bagi Prof. Satryo dan timnya. Mereka diharapkan dapat merumuskan kebijakan yang mampu menekan praktik-praktik komersialisasi yang merugikan masyarakat, serta mengembalikan perguruan tinggi ke jalur yang seharusnya. Permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian serius adalah rendahnya rekognisi internasional terhadap perguruan tinggi Indonesia. Data menunjukkan bahwa hanya sedikit perguruan tinggi di Indonesia yang masuk ke dalam peringkat dunia. Hal ini tentu menjadi tantangan besar di era globalisasi, di mana persaingan tidak lagi hanya terjadi di tingkat nasional, melainkan juga di tingkat internasional. Lulusan perguruan tinggi Indonesia sering kali kesulitan bersaing di pasar kerja global. Ini bukan semata-mata karena kualitas lulusan yang rendah, tetapi juga karena kurikulum yang belum sepenuhnya adaptif terhadap kebutuhan industri global, minimnya akses terhadap riset berkualitas, dan keterbatasan kolaborasi internasional. Dalam hal ini, Prof. Stella dengan pengalamannya di luar negeri dan Prof Fauzan dengan langkah visionernya diharapkan mampu membersamai Prof Satryo sehingga membawa perspektif baru untuk mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi Indonesia, baik dalam hal riset maupun kolaborasi akademik. Namun, masalah yang lebih fundamental adalah hilangnya integritas akademis. Kasus-kasus perjokian, plagiasi, hingga publikasi di jurnal predator yang melibatkan dosen dan bahkan guru besar telah mencoreng nama baik pendidikan tinggi Indonesia. Wajar bila dikatakan etika akademis di perguruan tinggi Indonesia sedang berada di titik nadir. Kepercayaan masyarakat terhadap dunia akademik mulai luntur, dan ini menjadi tantangan besar bagi Prof. Satryo dan kedua wakilnya. Mereka harus mampu menegakkan kembali integritas akademis dan menegaskan bahwa dunia pendidikan adalah tempat untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, integritas, dan tanggung jawab. Tentu, penegakan aturan yang adil dan tegas terhadap pelaku plagiasi dan praktik-praktik akademis tidak etis nanti culas lainnya menjadi hal yang sangat penting. Tak kalah penting, kualitas riset juga harus ditingkatkan. Kondisi kekinian menunjukkan bahwa dosen terjebak dalam keharusan untuk mempublikasikan karya ilmiah demi memenuhi persyaratan administratif, tanpa memperhatikan kualitas dari riset itu sendiri. Akibatnya, banyak karya ilmiah yang diterbitkan di jurnal predator, yang sebenarnya tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Trisula baru kementerian ini diharapkan dapat membuat regulasi yang lebih ketat terkait publikasi ilmiah, serta mendorong dosen dan mahasiswa untuk melakukan riset yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman. Dengan kombinasi pengalaman dan latar belakang yang kuat dari ketiga Profesor ini,
Saatnya Menjadi Pemuda Berpikir Kritis-Kolaboratif

Pada peringatan Sumpah Pemuda ke-96 tahun 2024, tema yang diusung adalah “Maju Bersama Indonesia Raya”. Tema ini tidak hanya menjadi pengingat akan pentingnya persatuan di kalangan pemuda Indonesia, tetapi juga menyerukan pentingnya kolaborasi untuk membangun bangsa. Sebagai generasi penerus, pemuda Indonesia memiliki peran penting dalam memajukan negara, dan ini memerlukan suatu pendekatan yang tidak sekadar bekerja sama, tetapi kolaborasi yang produktif, kritis, dan inovatif. Di era yang semakin kompleks ini, kita tidak dapat lagi berpikir secara konvensional; kita memerlukan pemuda yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan solusi problematik. Berpikir kritis adalah keterampilan yang menjadi kunci di era modern. Ketika informasi dapat diakses dengan mudah, pemuda dituntut untuk mampu menyaring, menganalisis, dan menyikapi informasi dengan cara yang benar. Berpikir kritis bukan hanya tentang mempertanyakan segalanya, tetapi juga tentang menemukan solusi yang paling efektif bagi permasalahan yang ada. Ini adalah bentuk kontribusi nyata pemuda dalam memajukan bangsa. Pentingnya berpikir kritis juga ditekankan oleh Prof. Dr. Satryo Soemantri Brodjonegoro, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), yang baru saja dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto. Beliau menyatakan, “Diperlukan suatu metode pembelajaran yang baru, we will transform our educational methodology, tidak bisa lagi memorizing tapi harus membuat anak-anak kita di semua ini itu punya critical thinking.” Ini menegaskan bahwa pendekatan pendidikan konvensional, yang hanya berfokus pada hafalan, sudah tidak relevan lagi. Di masa depan, generasi muda harus dibekali dengan kemampuan untuk berpikir kritis dan berinovasi, karena hanya dengan cara itulah mereka bisa menjadi problem solver yang efektif. Kolaborasi Produktif di Kalangan Pemuda Tema “Maju Bersama Indonesia Raya” menekankan pentingnya kolaborasi sebagai jalan untuk maju bersama. Kolaborasi yang produktif tidak hanya berarti bekerja sama dalam sebuah tim, tetapi juga mampu mendengarkan, berempati, dan bersama-sama memecahkan permasalahan yang dihadapi. Pemuda Indonesia harus memahami bahwa kekuatan mereka bukan hanya dalam jumlah, tetapi dalam kemampuan untuk bekerja bersama dengan cara yang inovatif dan penuh solusi. Kolaborasi produktif di kalangan pemuda bisa dimulai dari kampus. Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Fauzan, MPd, yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Dikti Saintek), menekankan bahwa perguruan tinggi harus berperan sebagai problem solver bagi masyarakat. Beliau menyatakan bahwa perguruan tinggi harus memerankan diri sebagai entitas sosial yang bertanggung jawab terhadap permasalahan di masyarakat. Artinya, kampus bukan hanya menjadi tempat pembelajaran akademik, tetapi juga harus menjadi ruang kolaborasi untuk menemukan solusi dari berbagai persoalan masyarakat. Meski penting, mewujudkan kolaborasi dan inovasi di kalangan pemuda bukanlah hal yang mudah. Tantangan utama adalah mengubah pola pikir dari individu yang kompetitif menjadi kolaboratif. Banyak pemuda saat ini masih terjebak dalam pergaulan yang tidak sehat, perkelahian antar geng, semangat kedaerahn yang buta, yang pada akhirnya melemahkan potensi mereka untuk bekerja sama dan menghasilkan sesuatu yang lebih besar. Ini adalah tantangan yang harus diatasi dengan pembelajaran dan budaya yang mendorong kolaborasi, bukan kompetisi semata. Selain itu, pemuda juga perlu berani keluar dari zona nyaman dan menghadapi tantangan dengan penuh semangat. Mengingat tantangan di masa depan yang kian kompleks dan dinamis, kita tidak bisa lagi bergantung pada metode lama. Pemuda harus terus mengembangkan kreativitas mereka, berpikir di luar batas, berpikir out of the box, dan mencari solusi yang tidak konvensional. Sebagai bagian dari kolaborasi produktif, setiap individu harus mampu menghargai perbedaan pendapat dan melihat perbedaan sebagai sumber kekayaan, bukan penghalang. Peran Perguruan Tinggi Sebagai bagian dari usaha menciptakan pemuda yang kritis dan inovatif, perguruan tinggi memiliki peran yang sangat strategis. Prof. Dr. Fauzan MPd menyatakan bahwa kampus perlu mengambil peran sebagai entitas sosial yang bertanggung jawab terhadap permasalahan masyarakat. Ini bukan hanya sekadar kata-kata, tetapi panggilan untuk menjadikan kampus sebagai pusat inovasi dan solusi bagi masyarakat. Untuk mencapai hal ini, perguruan tinggi harus menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk berkolaborasi dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis mereka. Bukan hanya dengan menghadirkan seminar atau kuliah umum, tetapi juga memberikan pengalaman langsung dalam memecahkan masalah nyata di lapangan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu memberikan solusi nyata. Selain itu, metodologi pembelajaran yang diterapkan di perguruan tinggi harus diubah. Seperti yang disampaikan oleh Prof. Dr. Satryo Soemantri Brodjonegoro, pembelajaran tidak lagi bisa hanya mengandalkan hafalan. Pemuda perlu diajarkan bagaimana cara berpikir kritis, mengidentifikasi masalah, menganalisis data, dan menghasilkan solusi kreatif. Kampus perlu menjadi wadah yang menyediakan pengalaman-pengalaman yang memacu pemikiran kritis, seperti proyek lapangan, penelitian terapan, dan kolaborasi lintas disiplin. Pemuda sebagai Agen Perubahan dan Penggerak Kemajuan Pada akhirnya, peringatan Sumpah Pemuda tahun ini mengingatkan kita bahwa persatuan dan kolaborasi adalah kunci untuk kemajuan bangsa. Pemuda Indonesia harus mampu melihat diri mereka sebagai agen perubahan, yang tidak hanya mengandalkan pihak lain, tetapi juga mampu memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi bangsa. Dengan berpikir kritis, kreatif, dan berkolaborasi secara produktif, pemuda dapat menghadirkan perubahan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. Mereka harus memanfaatkan peluang yang ada di sekitar mereka dan berinovasi untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Perguruan tinggi, sebagai bagian dari entitas sosial, memiliki peran besar dalam mendukung mereka. Namun, pada akhirnya, pemuda sendiri yang harus mengambil langkah pertama, yaitu berani berpikir kritis dan berkolaborasi demi Indonesia yang lebih maju. Dengan semangat “Maju Bersama Indonesia Raya”, saatnya kita semua, khususnya pemuda, bergerak bersama untuk mewujudkan bangsa yang lebih adil, maju, dan sejahtera. Momentum ini harus menjadi refleksi bagi kita semua untuk tidak hanya memperingati Sumpah Pemuda, tetapi juga menjadikan semangat tersebut sebagai panduan dalam setiap langkah yang kita ambil demi kemajuan Indonesia. Catatan Refleksi Sumpah Pemuda Tahun 2024: Dr. Husamah, S.Pd., M.Pd. (Pegiat Literasi di Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang) Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/saatnya-menjadi-pemuda-berpikir-kritis-kolaboratif/
Dosen UMM Dorong Kualitas dan Kuantitas Produk Tepung Sehat di Sumenep

Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pangan sehat berbahan dasar tepung tanaman kacang koro, Tim dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Produksi Produk Berbasis MOKORBEFI. Sebagaimana diketahui, bahwa MOKORBEF adalah Modified Koro Bean Flour, produk tepung koro bermerek yang telah di hak cipta oleh Prof. Dr. Elly Purwanti, MP. Acara ini dihadiri oleh 28 peserta yang merupakan perwakilan dari dua mitra industri rumah tangga (IRT) asal Sumenep, diantaranya CV Akancatani, yang memproduksi cookies berbahan dasar koro, dan UD Bunga Anggrek, yang memproduksi mie koro. “Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada mitra IRT dalam memproses koro menjadi tepung MOKORBEF, serta mengolahnya menjadi produk siap saji seperti cookies dan mie. Proses ini tidak hanya meningkatkan nilai gizi, tetapi juga mengedepankan manfaat kesehatan dari MOKORBEF,” kata Prof. Dr. Elly Purwanti, selaku ketua pelaksana. Pihaknya menjelaskan, bahwa Kegiatan ini dipandu oleh dua pemateri utama, diantaranya Prof. Dr. Warkoyo, ahli food processing, dan Dr. Asmah Hidayati, auditor halal yang memberikan bimbingan terkait sertifikasi halal untuk memastikan produk-produk ini dapat tersertifikasi dengan baik. Prof Elly Purwanti, menekankan komitmen UMM dalam mendukung upaya pengembangan bisnis turunan MOKORBEF secara berkelanjutan. “Kami berkomitmen untuk terus melakukan upaya scale up bisnis produk turunan dari MOKORBEF ini. Dampaknya akan dirasakan luas, tidak hanya bagi mitra IRT tetapi juga bagi peneliti UMM,” tuturnya. Dengan begitu, ia berharap melalui kegiatan ini, masyarakat merasakan dampak baik, dari kegiatan yang telah dilaksanakan. “Kami berharap masyarakat semakin mengenal dan merasakan manfaat dari MOKORBEF, yang sudah terdaftar sebagai hak kekayaan intelektual atas nama UMM, sehingga akan tercipta sinergi yang saling menguntungkan,” ujarnya. Harapan lain, dengan adanya kegiatan ini, diharapkan produk berbasis MOKORBEF seperti mie koro dan cookies koro dapat diterima lebih luas oleh masyarakat, sekaligus mendorong inovasi produk pangan sehat yang bersertifikat halal. “Kegiatan ini juga merupakan wujud sinergi yang kuat antara pihak akademisi dan pelaku industri rumah tangga dalam rangka memajukan produk lokal yang berkualitas dan bermanfaat bagi kesehatan masyarakat,” tandasnya. Sementara, Haji Budi, Ketua UD Bunga Anggrek, turut menyatakan dukungannya terhadap program ini. Ia menilai kegiatan tersebut dapat memotivasi dan meningkat pengetahuan. “Kami siap untuk memproduksi pangan sehat dan halal berbahan MOKORBEF ini. Saya dan masyarakat akan merasakan manfaat kesehatannya, dan kami merasa terbantu dalam meningkatkan bisnis kami,” kata Haji Budi dengan wajah optimis. Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/dosen-umm-dorong-kualitas-dan-kuantitas-produk-tepung-sehat-di-sumenep/
Tim UMM Dipercaya Kemendikbudristek Bina Industri Rumah Tangga Sumenep

Tim Pengabdian Universitas Muhammadiyah Malang secara resmi menerima kontrak Pembinaan Industri Rumah Tangga – Usaha Mikro (IRT-UM) Berbasis Kemitraan Klaster II dari Kemendikbudristek. Penandatanganan kontrak atau Perjanjian Kerjasama dilakukan di Jakarta, 18 Oktober 2024. Tim UMM diwakili oleh Dr. Elly Purwanti, M.P selaku ketua tim dan didampingi Wakil Rektor IV bidang riset, pengabdian, dan kerja sama, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi, PhD. Kegiatan dilaksanakan sampai bulan Desember 2024 dengan Judul “Hilirisasi Prototype Diversifikasi Pangan Fungsional Berbasis Kacang Koro Lokal dalam Upaya Pengembangan Produk Pangan Sehat dan Peningkatan Ekonomi Hijau Pada Industri Rumah Tangga (Irt) Di Sumenep Madura”. Tim ini berasal dari lintas keilmuan, diketuai oleh Dr. Elly Purwanti, MP dari Pendidikan Biologi FKIP UMM, beranggotakan Prof. Dr. Ir. Warkoyo, MP., IPM dan Dr. Ir. Asmah Hidayati, MP, IPM dari FPP, Moh Mirza Nuryady M.Sc dan Tutut Indria Permana, M.Pd dari FKIP, serta Novi Puji Lestari, MM dari FEB. Dengan demikian tim ini terdiri dari dosen-dosen kompeten dan berpengalaman. “Fokus kegiatan ini adalah peningkatan mutu kapasitas produksi, pengembangan bisnis dan pemasaran mitra IRT UMM di Sumenep untuk produksi produk turunan berbasis tepung koro MOKORBEF. Tepung MOKORBEF sendiri telah memiliki hak paten tepung Milik UMM” terang Elly Purwanti. Elly juga mengharapkan bahwa program ini tidak hanya dapat meningkatkan bisnis mitra IRT namun lebih jauh lagi produk pangan sehat berbasis MOKORBEF dapat menjadi pilihan pangan sehat untuk konsumen. Program ini juga dalam rangka menggali ketahanan pangan, dan konservasi sumber pangan yg mulai dilupakan. Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM mengapresiasi capaian ini. Sebab, untuk Klaster II ini hanya 20 PTS di Indonesia yang dipercaya Kemendikbudristek melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi. “Program seperti ini menjadi penting karena dapat menjadi indikator hilirisasi riset, seperti yang Dr Elly dan tim lakukan. Produk tepung koro termodifikasi bernama MOKORBEF telah mendapat kepercayaan masyarakat dan pemerintah. Ini menjadi indikator keunggulan UMM di bidang riset yang harus terus dibudayakan” ujar Salis. Salah satu anggota tim, Novi Puji Lestari merasa bangga dengan pencapaian timnya. Dosen Manajemen ini menyampaikan bahwa hal ini menjadi sangat penting karena dengan kepakaran dosen dapat membantu mempercepat peningkatan bisnis mitra IRT UMM. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2024/10/19/tim-umm-dipercaya-kemendikbudristek-bina-industri-rumah-tangga-sumenep/
Tim UMM Hadirkan Guru Berprestasi Nasional Untuk Branding Sekolah Muhammadiyah

Tim Pengabdian dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menghadirkan Guru Berprestasi Nasional dalam kegiatan yang digelar di Kapal Garden Hotel, salah satu unit usaha milik UMM, 30 September 2024. Acara ini bertujuan untuk membekali para guru Muhammadiyah se-Malang Raya dengan strategi branding sekolah yang efektif dan inovatif. Chandra Kirana, M.Pd., guru MAN 2 Pamekasan yang juga merupakan Juara 3 Guru Berprestasi Nasional Kementerian Agama, menjadi pemateri utama dalam kegiatan ini. Selain kiprahnya di dunia pendidikan, Chandra Kirana juga aktif sebagai wartawan dan relawan sosial, menjadikannya figur inspiratif di bidang pendidikan dan kemanusiaan. Dalam paparannya, Chandra Kirana menjelaskan berbagai strategi branding yang dapat diterapkan oleh sekolah Muhammadiyah, seperti bagaimana memenangkan persaingan antar sekolah, mendapatkan kepercayaan masyarakat, dan menjadi sekolah unggulan di wilayah Malang Raya. “Kunci keberhasilan sebuah sekolah terletak pada bagaimana sekolah tersebut bisa membangun citra positif di mata masyarakat. Branding bukan hanya soal promosi, tapi bagaimana kita menunjukkan nilai-nilai yang kita pegang dan berkomitmen pada kualitas,” ujar Chandra Kirana saat menyampaikan materinya. Kegiatan ini diinisiasi oleh Tim Pengabdian FKIP UMM yang terdiri atas Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si, Dr. Husamah, M.Pd., dan Drs. Samsun Hadi, MS. Mereka turut berperan aktif dalam merancang dan mengarahkan acara ini agar dapat memberikan dampak positif bagi seluruh peserta yang hadir. Para peserta yang terdiri dari guru Muhammadiyah jenjang SD, SMP, MTs, SMA, SMK, dan MA di wilayah Malang Raya terlihat antusias mengikuti jalannya acara. Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto dalam sambutannya menegaskan bahwa misi dari kegiatan ini adalah untuk memajukan sekolah Muhammadiyah di Malang Raya serta menjalin kerjasama yang lebih erat antar sekolah Muhammadiyah. “Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi awal yang baik untuk memperkuat kolaborasi antar sekolah Muhammadiyah, sekaligus membangun jejaring yang lebih kuat dengan media massa,” jelasnya. Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan sekolah-sekolah Muhammadiyah di Malang Raya dapat lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan global dan semakin menguatkan peranannya dalam mencetak generasi unggul di masa depan. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2024/10/01/tim-umm-hadirkan-guru-berprestasi-nasional-untuk-branding-sekolah-muhammadiyah/
Siswa Kelas 1 SDU Permata Mulia Malang Pamer Produk Proyek di Kampus UMM

Gazebo Kampus 3 UMM ramai disesaki pengunjung yang antusias menyaksikan pameran karya siswa. Sebagian besar mereka adalah dosen dan mahasiswa yang kagum dengan keberanian siswa kelas 1 SDU Permata Mulia Karangploso Malang memamerkan karya proyek setengah semester. Selasa (24/09/2024). Kegiatan Pameran karya dengan tema Tanaman Bawaanku merupakan kegiatan yang telah di programkan di SDU Permata Mulia bekerjasama dengan Tim Pengabdian UMM sebagai sarana unjuk keberanian, pembinaan dan prestasi anak terkait capaian proyek yang dilaksanakan pada tema tertentu. “Kegiatan pameran sengaja dilaksanakan di UMM yang bertujuan untuk menginformasikan kepada orang tua, khalayak, dan khususnya mahasiswa tentang capaian anak di pembelajaran terutama pada bidang pembelajaran yang di gabung dalam Project Based Learning. Kegiatan ini direncanakan dilaksanakan setiap semester dua kali sehingga akan terlihat perkembangan anak dan sebagai evaluasi pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan pada program pekan berikutnya.” terang kepala SDU Permata Mulia, Siti Mazhar Khuzaimah Efendi. Ia juga menjelaskan bahwa alasan kegiatan ini dilaksanakan di UMM karena kampus ini konsisten menjadi mitra dengan SDU Permata Mulia sehingga akan terjalin hubungan yang saling menguntungkan. “Kami didampingi oleh Prof Abdulkadir, Dr Husamah, dan Drs. Samsun Hadi MS. Selain itu, sebagai sarana Branding sekolah agar lebih dikenal di semua lapisan, baik masyarakat kampus maupun masyarakat umum,” tuturnya. Siti Nurhasanah, guru pendamping siswa memyebutkan, dalam kegiatan ini, peserta didik mempresentasikan hasil proyek mereka pada Tema Tanaman Bawaanku. Beragam produk yang mereka tampilkan diantaranya adalah The Keju Bisham yang dikembangkan oleah Bismaka dan Hamizan, Susu Almond yang dibuat oleh Khalfin, Tanaman Cocor Bebek dan Menanam Biji Kangkung, Kacang Hijau, Kelengkeng dan Matoa. “Produk yang dihasilkan oleh peserta didik adalah tindaklanjut dari proses pembelajaran di Sekolah,” tuturnya. Sementara, Galit, salah satu orang tua siswa mengapresiasi proses pembelajaran di SDU Permata Mulia, menurutnya melalui proses pembelajaran yang beragam, perkembangan anaknya semakin cepat. “Kedisiplinan, kreativitas, dan keberanian yang didapat di SDU Permata Mulia sangat membantu memberikan pengaruh positif terhadap kedisiplinan ananda dan tingkat kepercayaan yang cukup,” katanya. Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/siswa-kelas-1-sdu-permata-mulia-malang-pamer-produk-proyek-di-kampus-umm/
Alumni Sukses PBIO-UMM Suntikkan Virus Unggul-Prestatif

Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMM (PBIO-UMM) mengadakan Kuliah Perdana Tahun Ajaran 2024/2025 pada 23 September 2024. Kegiatan mengusung tema “Mewujudkan Gen Z Pendidikan Biologi Unggul dan Prestatif”. Kegiatan yang dibuka oleh Prof. Dr. Rr Eko Susetyarini, M.Si dihadiri oleh mahasiswa semua angkatan dan para dosen. Dalam sambutannya, Prof Eko Susetyarini menyampaikan bahwa mahasiswa yang saat ini berlatar generasi Z harus terus disuntik dengan virus budaya dan semangat unggul agar terus berprestasi. Hal ini sejalan dengan status PBIO-UMM yang unggul, bereputasi internasional dan penuh dengan capaian membanggakan. Sementara itu, Hardi Imawan, S.Pd. alumni PBIO-UMM angkatan 2009 menyampaikan tips dan trik menarik. Pria yang kini berposisi Quality Control analisis mikrobiologi di PT CS2 Pola Sehat Pasuruan (Orang Tua Group) menyampaikan tips menjadi mahasiswa aktif dan berprestasi. “Hal yang penting adalah manajemen diri, aktif kegiatan kampus, komunikasi dan kolaboratif, dan berupaya mengembangkan potensi diri” semangat mantan asisten Laboratorium Biologi UMM itu. Lebih lanjut Hardi menjelaskan bahwa menjadi mahasiswa bersifat kompleks. Oleh karena itu, waktu harus dimaksimalkan dan diatur dengan baik. Selain itu, komunikasi juga penting. Berkomunikasi selama di perguruan tinggi menjadi modal. Komunikasi yang aktif harus diterapkan. Skill komunikasi harus ditingkatkan, manfaatnya salah satunya menjalin keakraban dengan teman, dosen, dan orang lain. Informasi yang disampaikan oleh dosen sangat penting. Hardi juga menyampaikan bahwa aktif dalam kegiatan kampus memanfaatkan fasilitas yang ada di kampus mendapatkan ilmu, dan pengalaman perlu dilakukan. Pengembangan potensi diri kembangkan minat dan bakat, kita bisa lebih jauh berguna non akademik dan akademik dimaksimalkan untuk meningkatkan kemampuan sebagai bekal untuk lulus. Senada dengan itu, pemateri kedua menyampaikan tips menjadi guru berprestasi. Beliau adalah Dr. Dyah Istami Suharti, M.KPd, guru berprestasi Madrasah Aliyah Negeri 1 Malang yang juga alumni PBIO-UMM angkatan 1983. Sukses tidak akan datang dengan sendirinya. Setiap orang memiliki hak yang sama menuju sukses.” tegasnya. Adapun tips-tips sukses adalah tentukan tujuan, semangat, belajar sepanjang hayat, motivasi diri sendiri, percaya diri, gigih dan ulet, pantang menyerah, dan berusaha untuk perfect. Selain itu, tips menjadi guru hebat menuju guru berprestasi adalah harus adanya rasa bangga berprofesi sebagai guru, disiplin dan bertanggung jawab, ramah dan bersikap baik pada siswa, kuasai materi pelajaran, mengajar profesional, mengajar dengan hati, selalu memotivasi siswa, model pembelajaran bervariasi, selalu menginspirasi siswa, dan responsif. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2024/09/25/alumni-sukses-pbio-umm-suntikkan-virus-unggul-prestatif/
Alumnus UMM Sukses Jadi Pengusaha Anggrek, Omzet Capai 50 Juta Per Bulan

Nandia Anindhita, alumnus Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), telah membuktikan bahwa pendidikan dan passion yang kuat dapat menjadi fondasi untuk meraih kesuksesan. Kini ia dikenal sebagai pengusaha sukses dalam bidang budi daya anggrek. Omzetnya tak main-main, mencapai Rp 50 juta per bulan! Perjalanan bisnisnya dimulai sejak masih menjadi mahasiswa semester enam pada tahun 2016. Nandia mengungkapkan bahwa awalnya ia tidak pernah terpikir untuk terjun ke bisnis anggrek. Namun, ketika menjalani magang di sebuah kebun anggrek, dia melihat banyak peluang yang bisa dikembangkan. Dari situlah Nandia mulai belajar tentang budi daya anggrek dan mencoba peruntungannya. Pengalaman magang tersebut membuka matanya terhadap potensi besar anggrek sebagai tanaman hias. “Anggrek adalah tanaman hias yang cantik dan perawatannya cukup mudah, harga jual anggrek cenderung stabil. Sehingga saya yakin bisnis ini bisa menguntungkan. Dengan pengetahuan yang saya peroleh dari UMM, saya semakin percaya diri untuk memulai usaha itu,” ungkapnya pada Selasa (20/8/2024). Awalnya, Nandia mulai memasarkan anggreknya melalui media sosial, terutama Facebook. Dia memposting beberapa anggrek yang dimiliki dan mendapat respons yang sangat positif. Banyak yang tertarik dan ingin membeli. Dari situlah bisnis dia mulai berkembang. Kesuksesan pemasaran melalui media sosial mendorong Nandia untuk mengembangkan usahanya lebih jauh. Kini ia memiliki tiga greenhouse yang tersebar di tiga lokasi strategis, yaitu Tulungagung, Malang, dan Batu. “Dengan memiliki beberapa greenhouse di lokasi yang berbeda, saya bisa memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat,” ujarnya. Selain penjualan langsung, Nandia juga telah membangun jaringan reseller di berbagai daerah. Sehingga anggreknya kini mendapatkan pesanan dari seluruh Indonesia. Namun, ia masih berusaha untuk menembus pasar internasional, meskipun prosesnya cukup menantang. Ia juga bekerja sama dengan mitra petani anggrek untuk memastikan pasokan anggreknya selalu tersedia. “Kerja sama dengan petani anggrek sangat membantu saya dalam menjaga kualitas dan kuantitas produk. Kami saling mendukung untuk mengembangkan bisnis ini,” tambahnya. Sebagai lulusan Pendidikan Biologi UMM, Nandia merasa bangga karena ilmu yang diperolehnya sangat mendukung dalam menjalankan bisnis. Ilmu tentang botani, ekologi, dan pengelolaan tanaman yang dipelajarinya di kampus diterapkan langsung dalam budi daya anggrek yang ditekuninya. Ia juga menekankan bahwa semangat untuk terus belajar dan berinovasi adalah kunci kesuksesannya dalam berbisnis. “Di dunia bisnis, kita harus selalu siap beradaptasi dan mencari peluang baru. Jangan pernah takut mencoba hal-hal baru,” pesannya. Berita ini telah tayang pada: https://klikmu.co/alumnus-umm-sukses-jadi-pengusaha-anggrek-omzet-capai-50-juta-per-bulan/