Catatan Safari Ramadhan 1439 H di FKIP UMM: Urgensi Spiritualitas dalam Etos Kerja

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM menjadi tuan rumah Safari Ramadhan 1439 pada tanggal 28 Mei 2018 bertempat di Ruang Sidang FKIP UMM (GKB 1 R. 614). Acara ini dihadiri oleh Sekretaris BPH UMM Drs. Wakidi, Wakil Rektor III UMM Dr. Sidik Sunaryo, SH., M.Si., M.Hum., dan Sekretaris PDM Kab. Malang & Dosen FAI UMM Drs. Nurul Humaidi, M.Ag. Acara diikuti oleh dosen dan karyawan di lingkungan FKIP serta unit-unit kerja lain di UMM. Berikut adalah catatan-catatan hikmah dari kegiatan tersebut: Dr Poncojari Wahyono, M.Kes (Dekan FKIP UMM): Barangsiapa bertawakkal maka diberikan kecukupan oleh Allah Swt. Puasa adalah solusi dan jalan meraih ketaqwaan, puasa mengajarkan bertawakkal hanya kepada-Nya. Takwa menjadi solusi. Dengan taqwa maka hidup akan terarah dan tidak bingung. Dr. Sidik Sunaryo, M.Si (Wakil Rektor III UMM): FKIP mencetak “kyai” dalam bidang pendidikan. Pendidikan memiliki peran sangat vital, di bangsa manapun. Para guru akan menyebar segala kebaikan, dimanapun mereka berada. Dengan demikian, ketika para dosen berangkat bekerja dengan ikhlas maka sebenarnya mereka telah memaknai puasa secara benar. Menahan diri dari semua hal buruk dan melenakan merupakan esensi puasa, dan ini harus disampaikan kepada mahasiswa. Menyampaikannya harus pula dengan keteladanan. Selanjutnya, kita pun harus peka terhadap tren perkembangan saat ini. Terorisme merupakan salah satunya. Penanaman ajaran radikal itu umumnya dimulai sejak mereka kecil. Mereka dikondisikan secara khusus, bahkan sampai mereka kuliah. Mereka memiliki “keunggulan dan kecerdasan”, berkomunikasi dengan baik, menjadi aktivis, bahkan banyak yang menjadi asisten dosen. Dengan cara inilah maka mereka memiliki banyak “pengikut”, dan dengan cara itulah mereka menanamkan pemikiran mereka. Hal ini lah yang sangat berbahaya dan kita sulit untuk mendeteksi mereka. Oleh karena itu, UMM bergantung kepada dosen-dosen FKIP UMM. Bagaimana menanamkan nilai-nilai yang tepat. Revolusi industri 4.0 perlu didukung oleh nilai-nilai moralitas dan etik. Pada kenyataannya saat ini nilai-nilai kemanusiaan dan ilahiah cenderung ditinggalkan. Pola hubungan kita cenderung tergantung pada alat komunikasi (handphone), serba teknis dan mekanis. Peran kita semakin dinafikan oleh teknologi. Inilah tantangan kehidupan saat ini. Drs. Wakidi (BPH): Kita bekerja pasti ada aktivitas bertujuan dunia dan akhirat. Etos kerja mendorong kita melakukan kerja terbaik, tidak main-main, dan penuh totalitas. Etos kerja yang baik perlu senantiasa dipupuk. Saat ini kita telah mewakafkan diri untuk berhidmat di UMM. Oleh karena itu kita harus ikut aturan UMM. Komunitas UMM adalah komunitas Muhammadiyah, sehingga kita semua harus menyempatkan diri untuk berkhidmat bagi masyarakat. Kita tidak cukup hanya di fakultas dan universitas, tapi harus ikut pusaran besar Muhammadiyah. Kita perlu ikut mengaktifkan ranting-ranting Muhammadiyah, dimanapun kita tinggal. Bila itu kita lakukan dengan baik maka Insha Allah itu akan menjadi amal ibadah kita yang baik. Mari beramal dengan yang terbaik, didasari spiritual yang tinggi. Drs. Nurul Humaidi, M.Ag (Sekretaris PDM Kab. Malang & Dosen FAI UMM): Tiga sifat Muslim. Untuk menjadi komunitas yang dicintai Allah Swt harus disertai bukti kecintaan komunitas itu kepada Allah. Maka perlu usaha untuk dicintai oleh Allah. Menurut seorang sufi, tanda sejati cinta kepada Allah adalah kematian (al-mautt). Kematian sejatinya bukanlah hal yang ditakuti. Kita perlu untuk menunjukan cinta kepada Allah dengan segala cara. Misalnya dengan memperhatikan segala ketentuan dan syari’at Allah. Lakukan yang kecil dan besar. Panggilan Allah harus lebih kita dahulukan daripada aktivitas yang lain. Apakah sudah begitu? Bila belum, maka bagaimana Allah akan mencintai kita? Selanjutnya adalah bersikap lemah lembut kepada sesama Muslim. Senang dengan keberadaan mereka. Merasa lebih baik diam daripada menyakiti hati sesama Muslim yang lain. Perjumpaan karena Allah dan berpisahpun karena Allah. Ini harus selalu kita amalkan. Tidak mau menyinggung perasaan orang lain. Bersikap keras terhadap orang-orang kafir. Kita membawa misi suci/risalah untuk menyampaikan kepada orang lain. Kita bukan penumpang. Maka kita harus menjalankan misi ke-khalifahan kita. Dalam konteks Muhammadiyah, maka kita harus menghidup-hidupkan Muhammadiyah di komunitas kita.
Ratusan Mahasiswa Pendidikan Biologi UMM Praktikum di Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi

BERGURU DARI ALAM – Sudah menjadi kewajiban mahasiwa untuk belajar dengan sungguh-sungguh baik berupa teori di kelas maupun belajar aplikasi untuk diterapkan didalam kehidupan sehari-hari. Hari Rabu sampai Sabtu (09-11/05/2018) Mahasiswa Pendidikan Biologi semester empat melaksanakan PKL (Praktikum Kerja Lapang) matakuliah Ekologi di Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi, Jawa Timur. Di dampingi oleh Bapak Husamah, M.Pd., Bapak Fuad Jaya Miharja, M.Pd., Bapak Dwi Setyawan, M.Pd., Bapak Ahmad Fauzi, M.Pd., Ibu Diani Fatmawati, M.Pd., dan Ibu Tutut Indria Permana, M.Pd. Kegiatan yang sudah di rencanakan dari bulan Februari ini memiliki tujuan untuk menerapkan hasil teori yang didapatkan mahasiswa saat memperoleh materi d idalam kelas sebagai keterampilan dasar. Enies selaku asisten juga mengungkapkan “kegiatan praktikum lapang ini terdiri dari 2 matakuliah (Ekologi Hewan dan Ekologi Tumbuhan). Praktikum Ekologi Hewan terdiri dari kegiatan pit fall trap dan Pengamatan Pola Aktivitas, sedangkan Ekologi Tumbuhan terdapat 4 Materi yaitu; 1) Validitas, Perioditas, Stratifikasi, 2) Metode Garis , 3) Jumlah minimum dan Luas Minimum, dan 4) REDD. Hal lain yang didapatkan mahasiswa adalahmendekatkan diri dengan alam. PERJALANAN – Pemberangkatan di malam hari tidak menyurutkan semangat mahasiswa, titik kumpul yang berada di Halaman Laboratorium Biologi. Tim Ekologi yang diwakili Bapak Husamah, M.Pd menyampaikan ” Kegiatan ini langsung terjun ke alam sehingga mahasiswa harus menjaga perilaku dan perkataan, kegiatan ini mengajak kita untuk Tadabbur Alam(Mengenal Alam) bagi Mahasiswa Pendidikan Biologi” kemudian dilanjutkan dengan berdo’a bersama yang dipimpin oleh Bapak Dwi Setyawan, M.Pd berlangsung dengan khidmat untuk memohon kemudahan dan kelancaran dari keberangkatan hingga pulang nanti. Perjalanan kami sangat menyenangkan walau tidak sedikit dari kami juga terlelap dalam mimpi. Pemandu perjalan kami sangat ramah. Perjalanan kami menghabiskan waktu kurang lebih 10 jam. Tidak sabar kami menanti fajar pagi, kami mengawalinya dengan sholat shubuh berjamaah, sebelum memasuki Pos Alas Purwo dan melapor sebagai pengunjung yang baik dan harus wajib lapor. Sampailah kami di lokasi. RIMBUNNYA HUTAN – Alas Purwo (10/05/2018) Pukul 06.00 WIB kami sampai dilokasi, takjub kami melihat rimbunnya hutan, udara sejuk, dan suara hewan khas hutan tropis dan habitus pantai menyambut kedatangan kami, antusias kami menjadi-jadi. Tidak sabar, penagalaman baru apa yang akan kami dapatkan di tempat ini. Sarapan kami sangat lahap, setelah semalaman energi kami terkuras dalam perjalanan. Suasana kebersamaan terbangun antara mahasiswa dan dosen terjalin hangat dalam suasana makan pagi walaupun dengan menu sederhana “Nasi Pecel”. Energi sudah terisi penuh, setelah bersih-bersih diri. Kami siap menjelajah Hutan, dengan berbagai materi praktikum. Alat dan bahan sudah siap, pengarahan instruktur, dosen, dan asisten praktikan juga sudah kami pahami dengan seksama. Melangkang kami ke dalam hutan lebatalas purwo, masing-masing kelompok di dampingi oleh asisten untuk memasang Pit Fall trap dan REDD, sungguh menyenangkan dan penuh tantangan setelah satu jam kurang lebih kita menyiapkan perangkap, kami lanjutkan jenis praktikum lainnya; 1) Validitas, Perioditas, Stratifikasi, 2) Metode Garis , 3) Jumlah minimum dan Luas Minimum. Semua sudah kita lakukan dengan standar keamana dan prosedur yang benar, kegiatan yang langsung didamping oleh dosen menjadikan kami penuh percaya diri, mandiri, dan penuh tanggjawab. Siang hari terik mulai terasa, panas dan lelah menjadi tantangan namun kami sudah menyiapkan diri untuk kondisi ini dan melanjutkan tugas hingga akhir serta tidak menyia-nyiakan pengalaman berharga ini. PENANGKARAN PENYU – ISHOMA tidak kita sia-siakan sama-sekali, karena kegiatan praktikum masih berlanjut, medan yang cukup menantang harus kami lalui menggunakan Truk kurang lebih 20 km, rute yang tidak bisa, jalan berbatu, ranting pohon yang menerpa, angin yang membawa debu, menambah keseruan kami menuju lokasi penangkaran penyu. Pantai Cungur menjadi tempat belajar selanjutnya, merupakan tempat penetasan telur penyu semi alami. Terdapat beberapa jenis penyu yang ada dalam penangkaran yaitu jenis penyu hijau (Chelonia mydas, L), penyu abu-abu (Lepidochelys olivaceae, L), penyu belimbing (Dhermochelys coreacea, L), dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata, L). “Lama penetasan kurang lebih 30 sampai 50 hari, dengan tingkat keberhasilan penetasan penyu 80%, setelah menetas penyu dipindah dalam bak kontrol untuk di data dan di identifikasi. yang paling baik adalah ketika penyu menetas langsung di kembalikan ke laut lepas agar dapat beradaptasi dengan alam yang sesungguhnya” ujar Supomo petugas TPHL yang bertugas sejak 20 tahun yang lalu. Melihat langsung sarang penyu semi alami di ruang penetasan dan tukik yang sudah menetas di bak kontrol yang siap di lepas kembali ke lautan, menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. MALAM DI ALAS PURWO – Tenda-tenda sudah didirikan. Pada malam hari setelah sholat isya’ berlangsung mahasiswa dan Tim Ekologi dikumpulkan untuk mengenal alam lebih dekat. Bapak Husamah, M.Pd melakukan evaluasi yang bertujuan untuk memberikan penguatan dan memberikan penjelasan atas keseluruhan kegiatan yang kami lakukan, interaksi, tanya jawab, dan pemberian feed back untuk memperjelas pemahaman kami, beliau menyampaikanpula bahwa Alas Purwo merupakan salah satu taman nasional memiliki area yang lebih dari 2 kecamatan disamping itu terdapat salah satu alumni dari UMM yaitu Bapak Cipto tahun lulus 1999 dari Jurusan Ilmu Pemerintahan yang sekarang menjadi salah satu petugas yang diamanahi menjadi ketua divisi polisi hutan taman nasional ini. Ternyata alumni UMM tersebar di berbagai daerah negeri ini, semakin bangga kami menjadi bagian dari prodi pendidikan biologi UMM. Alas Purwo termasuk plasma nutfah kekayaan yang dimiliki Indonesia dan sepatutnya kita bangga akan alam yang indah ini danmenjaga kelestariannya. Sebagai mahasiswa kami tidak lupa akan tugas kami yaitu belajar dan mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari. Kami sangat bersyukur, karena kegiatan sangat lancar, semua itu berkat kedisiplinan yang kami lakukan, semua instuksi dosen, tim instruktur, dan asisten kami lakukan dengan penuh tanggung jawab. LIARNYA SEDENGAN – Perjalanan pagi tak terlupakan (11/05/2018), setelah sholat subuh dan sarapan memberikan energi tambahan. Masing-masing kelompok praktikan berkumpul untuk persiapan menuju lokasi praktikum berikutnya. perjalanan kami kali ini lumayan nyaman, karena tidak lagi menggunakan truk seperti hari pertama, tapi menggunakan Bus 5 km dan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 2 km. Satwa liar; banteng, kijang, Biawak, kera, burung elang, burung merak, dll menjadi objek Pengamatan materi Ekologi Hewan, mulai dari Pola Aktivitas dan prilaku, jumlah spesies, dan staus perlindungannya. Adanya menara pantau memudahkan kami untuk mengamati hewan-hewan liah ini. Hamparan rerumputan yang menghijau menjadi pemandangan yang indah bagi mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini tak lupa kami abadikan dengan berselfy “maklum mahasiswa kota, jarang ke hutan”. Di kesempatan ini kami melihat langsung satwa di alam
Yudisium Periode II 2018: Membangun Generasi Mandiri dan Berintegritas

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (FKIP UMM) kembali melepas 230 calon guru profesional. Mereka juga telah dibekali kemampuan meneliti, berwirausaha, dunia sosial, dan bahasa inggris. Dalam pesan sambutan yudisium, Dekan FKIP UMM Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes menekankan perlunya mewujudkan diri yang mandiri dan berintegritas dalam mewujudkan kesuksesan karir. Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes juga menitipkan semangat DUA-P. Pertama, Doa. Mulai dan jangan pernah lelah berdo’a. Do’a adalah kunci dari semuanya. Kedua, Ulet (kerja keras dan tekun). Seseorang tidak boleh cepat lelah, ia harus terus berupaya maksimal. Ketiga, Adaptif. Kita harus mampu beradaptasi, dimanapun harus mampu dan bisa diterima diberbagai tempat dan bidang, pergaulan luwes, dan disenangi banyak orang karena memegang teguh kejujuran. Keempat, Pembelajar. Hidup harus terus belajar, tidak pernah merasa puas dengan ilmu yang diperoleh, terus memperbarui kemampuan diri.
Menelisik Perkembangan Kemitraan FKIP dengan Sekolah di Malang Raya

Kemitraan FKIP UMM dengan sekolah mitra telah berlangsung sejak tahun 1985 dan mengalami pasang surut hubungan terkait dengan perubahan yang terjadi di FKIP maupun sekolah mitra. Hubungan kemitraan ini dijalin dengan sekolah di tingkat dasar dan menengah baik sekolah umum maupun sekolah kejuruan. Pola hubungan kemitraan ini dapat diperiodisasi kedalam 4 periode, yaitu : Periode Awal (Early, tahun 1985 s/d 1995), Periode Pengembangan (Development, tahun 1995 s/d 2005), Periode Peningkatan (Enhancing, tahun 2005 s/d 2015), dan Periode Pemantapan (Establishment, tahun 2015 dan seterusnya). Pada periode awal ditandai dengan formalitas hubungan yang hanya mendasarkan pada surat permohonan penempatan mahasiswa untuk melaksanakan praktek pengalaman lapang (PPL). Pada periode awal ini jumlah sekolah yang bermitra masih terbatas hanya pada sekolah Muhammadiyah di lingkungan kota dan kabupaten Malang. Pada periode pengembangan ditandai dengan penambahan sekolah dan perluasan hubungan dengan sekolah negri dan swasta selain sekolah Muhammadiyah di Malang, Namun demikian pola kemitraannya tidak berubah dari pola awal, yaitu masih mengandalkan surat permohonan penempatan mahasiswa untuk PPL. Pada periode peningkatan ditandai dengan terjalinnya kemitraan dengan sekolah sekolah favorite di kota Malang seperti SDN Kauman 1, SDN Dinoyo 3, SDN Percobaan, SMPN 1, SMPN 3, SMPN 5, SMAN 1, SMAN 3, SMAN 4, dan SMAN 8. Namun demikian pola kemitraannya tidak berubah dari pola awal, yaitu masih mengandalkan surat permohonan penempatan mahasiswa untuk PPL. Pada periode pemantapan ditandai dengan peningkatan tertib administrasi pola hubungan dimana kemitraan ini dikuatkan dengan penandatanganan MoU antara FKIP dengan sekolah mitra Penandatangaan MoU ini dilaksanakan pada bulan April tahun 2015 dan disaksikan serta ddidukung oleh kepala dinas pendidikan dan kebudayaan dari tiga daerah, kota Malang, kabupaten Malang dan Kota Batu. Tercatat 65 sekolah mitra dari tiga daerah berpartisipasi dalam penandatanganan MoU tersebut. Bidang yang disepakati tidak hanya Magang dan PPL, namun bisa meluas sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan sumberdaya keduabelah pihak. Kemitraan FKIP UMM dengan 65 sekolah mitra saat ini dikuatkan oleh MoU yang ditandatangani kedua belah pihak pada bulan April 2015 dan disaksikan serta disetujui oleh kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan dari Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu. Sekolah mitra yang terlibat dalam MoU kemitraan ini dipersyaratkan memiliki akreditasi minimal B. Sekolah tersebut berada dalam tingkatan pendidikan dasar dan menengah (SD, SMP/MTs dan SMA/MA) baik negeri maupun swasta. Semua sekolah sudah dilibatkan pada kegiatan Magang 1, Magang 2 dan Magang 3 sejak tahun 2014 sampai saat ini. Beberapa sekolah mitra sejak tahun 2016 telah dipilih sebagai tempat pelaksanaan program PPL PPG SM3T sekaligus kegiatan Magang 1, 2, 3 yaitu SDN Kauman 1, SDN Purwantoro 1, SDN Purwantoro 2, SDN Sumbersari 1, SDN Tlogomas 2, SMAN 1, SMAN 3, SMAN 4, SMAN 7, SMAN 8 dan SMAN 9. Sekolah yang dilibatkan dalam program PPL PPG tersebut semuanya terakreditasi A. Mulai tahun 2018 ini sekolah tersebut juga terus dipertahankan untuk perluasan pelaksanaan PPL dari program PPG Bersubsidi dan PPG Mandiri. Program PDS sesungguhnya sudah dimulai sejak sebelum dilaksanakannya PPG di FKIP UMM. Pada tahun 2010-2011 beberapa sekolah mitra menerima program PDS dalam bingkai peningkatan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Pada tahun 2015-2016 FKIP UMM kembali menyemarakkan program PDS dengan beberapa sekolah mitra utamanya untuk menguatkan implementasi kurikulum 2013 kususnya untuk pembelajaran saintifik. Program ini direspon sangat baik oleh sekolah sehingga sekolah merasa perlu untuk mendapatkan program serupa dan memperluasnya hingga pada kegiatan pembinaan program ekstrakurikuler sekolah. Kehadiran mahasiswa dan dosen asing di FKIP UMM dimanfaatkan untuk menguatkan dan memperluas kemitraan, seperti pengembangan sister school antara sekolah mitra FKIP UMM di Malang dengan sekolah di Thailand, penguatan ekstra kurikuler kelompok peminat bahasa mandarin di SMAN 3, bahasa Jepang di SMAN 1 dan bahasa inggris di SMAN 4. Bahkan SDN Kauman 1 pun pernah mendapatkan layanan pendampingan bahasa inggris dari dosen Asing di FKIP UMM. Dalam MoU yang ditandatangani kedua belah pihak memang juga menyebutkan bahwa bentuk kegiatan yang disepakati tidak terbatas pada penyelenggaraan Magang (akan dilanjutkan dengan PLP) dan PPL saja, namun bisa mengembang ke berbagai peminatan kegiatan yang konstruktif untuk mendukung atmosfer akademik keduabelah pihak.
Perkuat Standar Keamanan Alat, Laboratorium Biologi Gelar Pelatihan

PENINGKATAN MUTU. 08/05/2018 Laboratorium Biologi UMM terus melakukan inovasi dan peningkatan kualitas. Setelah memperoleh pengakuan kualitas berupa Akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN), Lab. Biologi kembali menggelar pelatihan bertema “How to Safely with Your Biosafety Cabinet and Laminar Airflow”, bekerjasama dengan ESCO Utama Indonesia. ESCO adalah produsen alat-alat laboratorium berskala internasional. Pelatihan diikuti oleh kurang lebih 100 peserta yang berasal dari berbagai Laboratorium di UMM, dosen, peneliti, dan mahasiswa (08/04/2018). Kegiatan dilaksanakan di ruang timur Lab. Biologi UMM. Menurut Dra. Roimil Latifa, M.M., M.Si selaku Kepala Laboratorium Biologi UMM, kegiatan ini sangat penting dilakukan guna menambah pemahaman para pengelola lab, peneliti, dan laboran tentang bagaimana menggunakan alat yang baik dan aman. Dengan demikian, mereka dapat melaksanakan penelitian atau pengujian dengan benar dan memenuhi standar. “Kita telah merencanakan untuk mengadakan atau memperbanyak alat terstandar, sekaligus menguatkan kompetensi para laboran, instruktur, dosen, dan mahasiswa. Kita terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan”, pungkasnya.
Perkuat Kualitas Pendidikan Guru FKIP UMM akan Melaksanakan Program Penugasan Dosen di Sekolah (PDS)

Dengan dukungan pendanaan dari Direktorat Pembelajaran Dirjen Belmawa, FKIP UMM akan segera mengimplementasikan PDS Kegiatan PDS di sekolah mitra secara umum dimaksudkan untuk menguatkan kapasitas sekolah mitra sebagai pemberi layanan pelaksanaan Pengalaman Lapang Persekolahan (PLP) pada Program Sarjana Pendidikan maupun Praktek Pengalaman Lapang (PPL) untuk Pendidikan Profesi Guru milik FKIP UMM Hasil akhir yang diharapkan adalah terdukungnya implementasi fungsi dan peranan sekolah mitra yang berkualitas untuk PLP dan PPL. Memang untuk mendapatkan kualitas yang tinggi dari penyelenggaraan pendidikan akademik dan pendidikan profesi guru di FKIP UMM membutuhkan layanan sekolah mitra yang berkualitas pula. PDS ini akan dimulai pada bulan Juli s/d Oktober2018 namun segenap persiapan internal untuk pelaksanaan PDS tersebut sudah dimulai memasuki bulan Mei 2018 ini. PDS secara umum bertujuan untuk memperkuat peningkatan kualitas penyelenggaraan program sarjana pendidikan dan pendidikan profesi guru di FKIP UMM melalui: penguatan hubungan saling manfaat antara FKIP UMM sebagai LPTK dengan sekolah mitra. Melalui PDS ini juga bertujuan untuk menguatkan atmosfer akademik yang lebih baik di FKIP UMM dan sekolah mitra sehingga dapat mengalirkan spirit inovasi pendidikan dari FKIP UMM ke sekolah mitra melalui kegiatan Lesson Study, Integrasi Kurikulum 2013 dengan PPK, penulisan dan publikasi karya ilmiah guru secara kolaboratif. Tidak hanya sekolah mitra saja yang akan mendapatkan aliran manfaat dari program PPDS. Bagi FKIP UMM program ini dapat memberikan manfaat sebagai berikut Memberikan pengalaman bagi para dosen FKIP UMM dalam (1) memahami perkembangan dan karakteristik peserta didik, (2) mengelola kegiatan pembelajaran yang mendidik di sekolah, dan (3) menghayati pengalaman keseharian dan nuansa sosio-kultural sekolah. Menguatkan program pendidikan guru di FKIP UMM; dan mewujudkan revitalitasi LPTK kususnya peningkatan kemampuan FKIP UMM dalam menyelenggarakan pendidikan secara profesional untuk menghasilkan guru dan tenaga kependidikan yang berkualitas. Sekitar 14 sekolah mitra akan terlibat dalam program PDS ini. Setiap sekolah akan menyertakan satu orang guru matapelajaran yang sesuai dengan program studi di FKIP dalam program PDS ini sehingga aliran inovasi dosen dapat terjalin kepada guru dari sekolah mitra. Persiapan internal yang telah dilakukan adalah penyusunan tim pelaksana PDS, sosialisasi PDS kepada tim pelaksana dan penyusunan roadmap kegiatan. Persiapan eksternal yang sudah dilakukan adalah menyusun tim guru yang berpartisipasi dalam program PDS ini dan mengkoordinasikan PDS kepada manajemen sekolah. Selanjutnya akan dilakukan sosialisasi dan workshop implementasi PDS. Tagihan PDS ini nantinya akan berupa RPP, pengembangan bahan ajar, multi media pembelajaran, instrument penilaian, PTK dan publikasi best practice dari PDS kedalam jurnal bereputasi. Dengan terselenggaranya PDS ini diharapkan tujuan peningkatan hubungan kemitraan dan penguatan kualitas sekolah mitra dapat terwujud sehingga FKIP UMM pada akhirnya dapat memberikan yang terbaik bagi pendidikan guru.
Dialog Akademik Angkatan 2015: Perkuat Motivasi Internasionalisasi

MOTIVASI TINGGI. Di ruang Aula GKB IV 07 Mei 2018 Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM secara khusus kembali mengadakan dialog akademik dengan semua mahasiswa angkatan 2015/2016. Hal ini dilakukan untuk memperkuat motivasi internasionalisasi pada mahasiswa, terlebih setelah Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM memperoleh sertifikasi internasional dari AUN-QA. Berbagai materi pembekalan dan dialog disampaikan secara bergantian oleh para dosen yang ditugaskan. Materi pertama disampaikan oleh Dr. Iin Hindun, M.Kes. dan Husamah, S.Pd., M.Pd. tentang strategi penulisan dan pembimbingan Skripsi bebas plagiasi, menggunakan Mendeley, dan berorientasi publikasi internasional. Materi kedua disampaikan oleh Drs. Nurwidodo, M.Kes terkait dengan Magang dan KKN Internasional di Thailand. Materi ketiga disampaikan oleh Dr. Rr Eko Susetyarini, M.Si dan Fuad Jaya Miharja, M.Pd. terkait dengan program Sharing Learning dengan University Rajamanggala Thailand Dan Studi Lapang Terintegrasi Internasional di Malaysia dan Singapore. Materi keempat disampaikan oleh Dwi Setyawan, M.Pd. tentang Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) dan Sertifikasi profesi. Setiap sesi dilakukan tanya jawab, diskusi, dan sharing. Banyak pertanyaan dan diskusi menarik. Mahasiswa sangat antusias.
Perkuat Kompetensi Bidang Botani, Mahasiswa Ekplorasi Pronojiwo

Seperti sebuah ritual tahunan untuk memaksimalkan kompetensi (calon guru) di bidang Botani, mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMM melakukan KKL di Pronojiwo Lumajang. Kegiatan dilaksanakan tanggal 5-6 Mei 2018, dipandu langsung oleh Dosen Pengampu, Bapak Drs. Wahyu Prihanta, M.Kes., dan beberapa asisten. Kegiatan ini diikuti oleh 200an mahasiswa yang tertarik mempelajari Botani Tumbuhan Rendah, khususnya dunia Paku-pakuan. Pronojiwo Lumajang memang menjadi pilihan utama para mahasiswa dan dosen sebagai laboratorium alam untuk belajar karena memiliki koleksi tumbuhan paku yang beragam, mudah diakses, relatif menantang, dan dosen lebih mengenal medan secara detail. “Kegiatan ini akan memberi wawasan luas kepada mahasiswa, khususnya bagaimana mempelajari dunia pakuan-pakuan secara riil. Tidak hanya teori di kelas saja. Kita membawa mereka untuk belajar secara langsung di habitatat paku-pakuan” ujar Drs. Wahyu Prihanta, M.Kes melalui keterangan tertulis. “Dengan teknik ini, materi perkuliahan akan lebih berkesan dan bahkan akan tertanam kesadaran mencintai alam dan konservasi di diri mereka. Bahkan cukup banyak kemudian yang menggunakan pengalaman KKL ini untuk dilanjutkan sebagai tugas akhir/skripsi”, imbuhnya.
Belajar Produksi Obat Tradisional, Mahasiswa Kunjungi PT. Gujati 59 Utama

Sukoharjo (05/05/2018). Minat mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM untuk memperdalam ilmu produksi jamu tradisional/ramuan Indonesia cukup besar. Selain keahlian sebagai guru profesional mereka juga merasa perlu untuk menambah keahlian lain. Merespon tuntutan itu, maka melalui KKL Fitofarmaka (IPA Terpadu I) mahasiswa bersama dosen pengampu (Drs. Samsun Hadi, M.S) mengunjungi PT Gujati 56 Utama di Sukoharjo. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 60 orang mahasiswa. Tim manajerial PT Gujati 56 sangat mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan ini. Bapak Ir. A. Agung Sushena dalam keterangan tertulis di website Gujati menjelaskan bahwa negara kita dikenal sebagai negeri kaya raya, berbagai bahan alam tersedia melimpah. Terutama keanekaragaman hayati flora fauna (biodiversity) yang terbesar di dunia (dengan memasukkan kekayaan biota laut). Untuk flora saja Kita memiliki sekitar 30.000 jenis tumbuhan. Dan 7.000 di antaranya telah diketahui berkhasiat sebagai obat. Beberapa obat penting yang telah dikembangkan di Negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa berasal dari tumbuhan yang ada di negari kita. Beberapa abad silam kita pernah menjadi kiblat dunia untuk urusan tanaman obat dan rempah. Dalam sejarah, ini menjadi salah satu faktor penarik para penjajah dari Eropa untuk datang dan mengambil kekayaan alam Kita yang sangat berharga ini. Konon banyak kemajuan pembangunan di Negara-negara penjajah itu dibiayai dari perdagangan rempah-rempah yang berasal dari negara kita. Namun saat ini kita jauh tertinggal dari negara lain dalam hal perdagangan obat berbasis bahan alam (herbal medicines). Tahun 2010 ini diperkirakan perdagangan di negara kita baru menembus angka sekitar Rp 10 Trilyun. Angka ini tentu sangat jauh dari total perdagangan dunia yang tahun lalu saja sudah mencapai US $ 60 Milyar atau Rp 540 Trilyun, dimana US $ 11 Milyar di antaranya perdagangan di Amerika Serikat sebagai negara terbesar di sektor ini. Dengan China kita jelas masih kalah jauh. Beberapa tahun lalu omzet negara tirai bambu ini telah mencapai Rp 60 Trilyun, dimana Rp 15 trilyunnya hasil dari ekspor. Kita sebenarnya dapat menjadi leader perdagangan obat herbal dunia, merebut kejayaan rempah kita beberapa abad silam. Selain kekayaan alam yang melimpah, Kita juga punya pengalaman sangat panjang dalam memanfaatkan obat herbal. Banyak bukti relief di candi-candi kuno Kita yang menggambarkan kemampuan nenek moyang kita mengolah tumbuhan alami menjadi obat yang berkhasiat. Begitu juga di beberapa lontar (buku kuno) di Jawa, Bali dan Pulau lainnya di nusantara ini yang memuat resep dan metode pembuatan obat dari tumbuhan herbal. Salah satunya yang popular adalah Serat Chentini yang memuat 1.734 ramuan obat alam berkhasiat dan tata cara penggunaannya. Mestinya kearifan lokal (local genius) ini bisa menjadi modal untuk membangun industri modern di sektor ini. Telah banyak berdiri industri jamu yang secara turun temurun puluhan tahun memproduksi jamu yang makin modern dan higienis. Salah satunya adalah PT Gujati 59 Utama atau lebih populer di pasar dengan sebutan “Jamu Gujati 59”. Dengan tekad mengembalikan kejayaan herbal Indonesia di pasar dunia, Kami berniat membangun industri jamu yang dapat menjadikan jamu sebagai tuan rumah di negeri sendiri dan menjadi tamu terhormat di negeri orang. Dengan teknologi pengolahan modern dan penelitian yang mendalam, Kami menyediakan berbagai obat herbal yang berkualitas tinggi, memenuhi standar kesehatan dan tentunya berkhasiat untuk menjadi solusi kesehatan masyarakat Indonesia pada khususnya dan masyarakat dunia umumnya. Kami senantiasa selalu akan menyelami kebutuhan masyarakat akan obat-obatan berbasis bahan alam yang aman, berkhasiat sekaligus dengan harga terjangkau untuk lapisan masyarakat umum. Kesehatan masyarakat sangat menjadi concern kami. Karena kami sadar bahwa dalam kondisi masyarakat yang sehatlah negara bisa membangun dan meraih kemajuan dengan cepat. Masyarakat yang tidak prima atau sakit-sakitan tidak akan mampu beraktivitas optimal dan sekaligus akan menjadi beban bangsa. Karena itu, “Gujati 59” menaruh perhatian pada produk-produk untuk menjaga kesehatan (preventif), terutama untuk menjaga kesehatan dan pertumbuhan anak-anak.Pesan kami kepada masyarakat Indonesia. Jagalah kesehatan Kita, dengan secara rutin mengkonsumsi jamu, produk asli bangsa kita yang telah terbukti berabad-abad mampu menjadi solusi kesehatan nenek moyang kita. Dukungan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan (stake holder) akan pengembangan industri obat alam negara kita akan sangat penting artinya bagi kita untuk dapat meraih kemajuan dan sejajar dengan negara-negara besar lainnya. Sudah saatnya Indonesia kembali menjadi salah satu pemimpin dunia di sektor obat herbal ini. Sementara itu salah satu Pakar Tanaman obat dan asesor nasional sertifikasi ramuan obat dari Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM, Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Kes. menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, ini sejalan dengan program yang dicanangkan program studi untuk memberikan sertifikasi keahlian sebagai pendamping ijazah kepada mahasiswa. Jika tahun ini kita sudah dapat izin untuk menyelenggarakan sertifikasi sesuai KKNI tentang Pengobatan Tradisional Ramuan Indonesia, mahasiswa sudah siap karena sudah dibekali sejak awal lewat mata kuliah dan kunjungan ke perusahaan pembuatan obat tradisional.
Ratusan Siswa Praktikum Biologi di UMM

SISWA SD MASUK KULIAH. Tanggal 2 Mei 2018 menjadi hari spesial bagi ratusan siswa yang berasal dari SDN Girimoyo dan SD Kristen Petra Malang. Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional mereka “berkuliah” “praktikum” di UMM, salah satunya di Laboratorium Biologi UMM. Program ini bernama Kids on Campus, kerjasama UMM dengan Radar Malang. Khusus di Laboratorium Biologi UMM mereka belajar tentang pengamatan menggunakan Scanning Electrone Microscope (SEM), pengawetan hewan, alga dan cacing parasit bagi manusia. Dibimbing langsung oleh Bapak Husamah, S.Pd., M.Pd. dosen dan sekaligus Sekretaris Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM dan didampingi instruktur-instruktur berpengalaman, para siswa sangat antusias. Mereka aktif bertanya. “Saya akhirnya tau bahwa rambut saya harus dibersihkan. Meskipun sudah dibilas pakai air dan kelihatannya bersih ternyata setelah dilihat dengan SEM terlihat rambut saya patah-patah dan banyak debunya”, tutur Moses, salah satu siswa peserta. Dia juga dengan polos mengatakan bahwa dia akan rajin cuci tangan, karena ternyata tangan yang kotor menjadi sumber penyebaran penyakit. “Bila kuliah nanti, saya maunya di UMM aja. Karena dosennya hebat, canggih, dan terkenal”, ujar Alan salah satu peserta dari SDN Girimoyo.