Batu, 10 Februari 2024 — Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali hadir sebagai wujud nyata kontribusi akademisi dalam dunia pendidikan. Kali ini, mahasiswa PMM turut serta dalam mendampingi guru-guru di SMP Muhammadiyah 02 Batu guna mengembangkan modul ajar dan menerapkan metode pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka. Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan terhadap transformasi sistem pendidikan yang lebih fleksibel, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik saat ini.

Pendampingan ini bertujuan untuk membantu para guru dalam menyusun modul ajar berbasis Problem-Based Learning (PBL) dan Project-Based Learning (PjBL), dua metode yang menekankan pada penyelesaian masalah dan proyek nyata sebagai bagian dari proses pembelajaran. Dengan penerapan metode ini, diharapkan peserta didik dapat lebih aktif dalam berpikir kritis, kreatif, serta memiliki keterampilan pemecahan masalah yang lebih baik. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan wawasan bagi para guru dalam mengimplementasikan pembelajaran yang lebih adaptif dan menyenangkan bagi siswa.
Dalam proses pendampingan, mahasiswa PMM UMM mengadakan serangkaian kegiatan yang dirancang secara sistematis. Kegiatan diawali dengan koordinasi dengan pihak sekolah pada 15 September 2023, yang bertujuan untuk mendiskusikan pelaksanaan program. Selanjutnya, pada 22 September 2023, dilakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk merancang strategi pendampingan.
Pendampingan pembuatan modul ajar berbasis PBL bagi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Seni Budaya berlangsung secara daring melalui WhatsApp pada 15-31 Oktober 2023. Setelah itu, pelaksanaan pembelajaran berbasis PBL untuk mata pelajaran tersebut dilakukan pada 11-22 Desember 2023, diikuti oleh implementasi pembelajaran berbasis PjBL pada 8-12 Januari 2024.

Pada 13 Januari 2024, mahasiswa PMM UMM bersama para guru melakukan refleksi terhadap efektivitas pembelajaran berbasis PBL dan PjBL dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Selanjutnya, pada Februari 2024, dilakukan pengerjaan laporan serta publikasi jurnal sebagai dokumentasi dan publikasi hasil kegiatan.
Salah satu hasil nyata dari pendampingan ini adalah tersusunnya modul ajar yang lebih aplikatif serta didokumentasikan dalam bentuk video pembelajaran. Video ini nantinya dapat menjadi referensi tidak hanya bagi guru di SMP Muhammadiyah 02 Batu, tetapi juga bagi tenaga pendidik lainnya yang ingin menerapkan Kurikulum Merdeka di sekolah mereka.
Kepala sekolah SMP Muhammadiyah 02 Batu menyampaikan apresiasi terhadap program PMM ini, yang dianggap sangat membantu dalam meningkatkan kesiapan sekolah dalam menerapkan Kurikulum Merdeka secara lebih luas. “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya program ini. Para guru mendapatkan wawasan baru serta bimbingan langsung dalam menyusun modul ajar yang lebih inovatif. Kami berharap kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Malang ini dapat terus berlanjut demi meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah kami,” ungkapnya.
Selain memberikan manfaat bagi para guru dan siswa, program ini juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa PMM UMM dalam mengaplikasikan ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah ke dalam dunia nyata. Mahasiswa tidak hanya belajar tentang teori pendidikan, tetapi juga menghadapi tantangan di lapangan serta berinteraksi langsung dengan para pendidik dan peserta didik. Hal ini semakin memperkuat keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah yang sangat diperlukan dalam dunia kerja di masa depan.
Mahasiswa PMM juga terlibat dalam penyusunan laporan serta dokumentasi kegiatan yang nantinya dapat dijadikan bahan evaluasi dan referensi bagi pelaksanaan program serupa di masa mendatang. Dokumentasi ini tidak hanya berbentuk modul dan video pembelajaran, tetapi juga laporan akademik yang bisa menjadi kontribusi bagi pengembangan riset di bidang pendidikan. Tim mahasiswa PMM UMM yang terlibat dalam program ini terdiri dari Andika Wahyu Bagus Sanjaya (Pendidikan Biologi), Safina Azizah Sukma Putri (Pendidikan Biologi), dan Isna Tazkiyatul Maulidiyah (Pendidikan Biologi). Mereka berkolaborasi dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari perencanaan hingga implementasi di lapangan.
Ke depan, mahasiswa PMM berharap program ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan cakupan yang lebih luas. Tidak hanya di SMP Muhammadiyah 02 Batu, tetapi juga di sekolah-sekolah lain yang ingin mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi dunia pendidikan di Indonesia.
Dengan adanya program ini, diharapkan semakin banyak sekolah yang siap menerapkan Kurikulum Merdeka dengan dukungan dari akademisi dan mahasiswa. Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah, proses pembelajaran berbasis proyek dapat diterapkan secara optimal, menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menyenangkan, serta mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan zaman. Selain itu, inisiatif seperti ini juga diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk terlibat dalam program pengabdian masyarakat demi memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.