Penguatan Komunitas Belajar Guru di SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu: Kolaborasi Nyata Kampus dan Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran

Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Mitra Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu selama bulan Oktober hingga November 2024. Kegiatan ini merupakan wujud konkret kolaborasi antara kampus dan sekolah dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran melalui penguatan komunitas belajar guru. SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu merupakan salah satu sekolah penggerak yang sejak 2021 telah mulai mengembangkan komunitas belajar. Namun, implementasinya belum merata. Dari total 34 guru yang mengajar, baru sekitar 17,65% yang aktif terlibat dalam proses kolaboratif perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi pembelajaran—terutama pada mata pelajaran IPA dan Matematika. Sementara itu, guru dari bidang Bahasa, IPS, dan Bahasa Inggris masih membutuhkan penguatan pemahaman serta pendampingan dalam menerapkan konsep komunitas belajar dan menyusun modul ajar berbasis Kurikulum Merdeka. Menjawab kebutuhan tersebut, empat mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi UMM—Aprilia Putri Kusumaningtyas Ashary, Alfin Khusnul Inayah, Farida Indirahma, dan Amylia Ayunda Firdausi—dengan bimbingan Prof. Dr. Rr Eko Susetyarini, M.Si, Dra. Roimil Latifa, MM., M.Si, dan Endrik Nurrohman, S.Pd., M.Pd., menyelenggarakan program pendampingan bertajuk “Optimalisasi Komunitas Belajar Guru untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran.” Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis mengenai konsep komunitas belajar sekaligus melatih guru dalam menyusun dan menerapkan modul ajar yang kontekstual, mandiri, dan reflektif. Program PMM ini juga menjadi bagian dari strategi hilirisasi hasil penelitian pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang. Inovasi dan temuan akademik tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi diterapkan langsung dalam konteks nyata di sekolah mitra. Workshop dan Pendampingan Modul Ajar di My Dormy UMM Rangkaian kegiatan dimulai dengan koordinasi awal bersama kepala sekolah dan guru pada 15 Oktober 2024. Selanjutnya, workshop komunitas belajar dilaksanakan pada 23 Oktober 2024 bertempat di My Dormy UMM. Dalam kegiatan ini, guru memperoleh penguatan konsep mengenai pembelajaran kolaboratif, pentingnya refleksi, dan praktik penyusunan modul ajar berbasis Problem Based Learning (PBL). Workshop Pendampingan Optimalisasi Komunitas Belajar Guru-Guru Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di My Dormy UMM Pendampingan penyusunan modul ajar dilaksanakan secara daring pada 24 Oktober–7 November 2024. Guru-guru secara aktif menyusun modul ajar berdasarkan materi di bidang masing-masing, yang kemudian diuji coba melalui kegiatan open class pada tanggal 8 dan 15 November 2024. Dalam kegiatan ini, guru dari mata pelajaran Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, IPA, dan IPS berperan sebagai guru model, sedangkan dosen dan mahasiswa UMM hadir sebagai observer yang memberikan umpan balik dan memfasilitasi refleksi pembelajaran. Refleksi sebagai Penguat Budaya Belajar Kolaboratif Refleksi menjadi bagian kunci dalam seluruh proses pendampingan. Guru dan observer bersama-sama mengevaluasi keterlibatan siswa, efektivitas strategi pembelajaran, serta penggunaan media dan modul ajar. Diskusi pasca open class dilakukan secara terbuka dan membangun, mendorong guru untuk melakukan perbaikan berkelanjutan dalam proses mengajar mereka. Melalui pendekatan ini, guru tidak hanya memahami pentingnya kolaborasi, tetapi juga mulai terbiasa menerapkan praktik reflektif dalam kegiatan komunitas belajar. Dampak dan Kontribusi bagi Sekolah, Mahasiswa, dan Kampus Program ini memberikan manfaat nyata bagi seluruh pihak. Bagi guru, kegiatan ini memperkuat kapasitas mereka dalam mengelola komunitas belajar serta menyusun dan mengimplementasikan modul ajar yang sesuai dengan konteks pembelajaran. Bagi mahasiswa, program ini menjadi wadah untuk mengasah kemampuan pendampingan dan keterlibatan langsung dalam dunia pendidikan, sejalan dengan semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Bagi UMM, kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) kampus, khususnya IKU 2 (pengalaman mahasiswa di luar kampus) dan IKU 3 (keterlibatan dosen bersama mitra di luar kampus). Melalui kegiatan PMM ini, kampus tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga membangun jembatan antara riset, pengabdian, dan praktik pendidikan di lapangan. Konsep komunitas belajar tidak lagi sekadar jargon, melainkan telah hidup dan berkembang secara nyata dalam kolaborasi antara guru, mahasiswa, dan dosen. Inilah bentuk nyata dari hilirisasi hasil riset pendidikan yang memberikan dampak langsung bagi sekolah mitra—menuju pendidikan yang lebih kontekstual, reflektif, dan berkelanjutan.

Mahasiswa PBIO UMM Dampingi Sekolah Lakukan Branding

Mahasiswa PBIO UMM melangsungkan pembahasan teknik pembuatan konten dan kemasan branding sekolah

Malang — Sebanyak tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi (PBIO) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Branding di SD Unggulan Permata Muhammadiyah Lima (SDU Permata Mulia) Karangploso, Malang. Kegiatan ini berlangsung selama Februari hingga Maret 2025 dan diikuti oleh sembilan peserta, yang terdiri dari tiga mahasiswa PMM UMM dan enam guru SDU Permata Mulia. Kegiatan ini, bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru-guru dalam meningkatkan branding sekolah melalui pengembangan konten kreatif dan menarik. Tim pelaksana yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari mahasiswa UMM yaitu Liya Nila Ramadanti, Aida Nur Kholsuma, dan Chasanova Aminata. Mereka dibimbing oleh Dr. Husamah, S.Pd dan Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si. Selama pelatihan, mahasiswa PMM UMM menyampaikan berbagai materi seputar strategi branding, pembuatan konten kreatif, serta cara mempertahankan konsistensi dalam promosi sekolah. Materi yang disampaikan mencakup teknik pembuatan konten yang mampu menarik audiens, cara meningkatkan eksposur sekolah melalui media sosial, dan langkah-langkah menonjolkan keunggulan sekolah, khususnya program Islamic Holistic dan Project-Based Learning (PJBL). Salah satu peserta pelatihan, Ustadzah Avina Ridatul Saputri, Smemberikan saran agar konten yang dibuat lebih mengeksplorasi aspek-aspek unik dari sekolah dan terus mengembangkan konten-konten baru yang menarik bagi audiens. “Kami berharap konten yang dihasilkan tidak hanya menarik, tetapi juga mampu mencerminkan nilai-nilai dan program unggulan sekolah,” ujarnya. Dalam sesi diskusi, Kepala Sekolah SDU Permata Mulia, Ustadzah Siti Mazhar Khuzaimah Efendi, memberikan pertanyaan mengenai langkah-langkah konkret untuk pengembangan branding sekolah di masa depan. Menanggapi hal tersebut, mahasiswa PMM UMM menyampaikan saran untuk membuat konten secara konsisten dan terjadwal, serta lebih menonjolkan keunggulan program Islamic Holistic dan PJBL. “Branding sekolah akan lebih efektif jika konten-konten yang diunggah mampu memberikan gambaran nyata mengenai program-program sekolah. Misalnya, konten yang menunjukkan kegiatan pembelajaran berbasis proyek atau nilai-nilai islami yang diterapkan di sekolah,” jelas Liya Nila Ramadanti, salah satu anggota tim pelaksana. Selain itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Ustadzah Ridy Sulhana,  juga mengungkapkan harapannya terhadap kegiatan ini. “Target branding untuk ke depannya yaitu lebih memperbaiki dan mengembangkan konten-konten yang sudah diberikan, sehingga mampu meningkatkan citra sekolah di mata masyarakat,” katanya. Meskipun kegiatan ini berjalan dengan baik, tim pelaksana mengakui adanya tantangan dalam pembagian waktu antara kegiatan pelatihan dan perkuliahan. “Kami merasa waktu pelaksanaan di sekolah masih kurang optimal karena terpotong kegiatan perkuliahan. Namun, kami berusaha memanfaatkan waktu yang ada untuk memenuhi dan memperbaiki saran yang diberikan oleh para guru di SDU,” tutur Aida Nur Kholsuma. Ke depannya, diharapkan kolaborasi antara mahasiswa dan pihak sekolah dapat terus berlanjut untuk mencapai branding sekolah yang lebih baik dan berkelanjutan. Program-program seperti ini tidak hanya memberikan manfaat bagi sekolah, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang telah mereka pelajari di kampus. Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/mahasiswa-pbio-umm-dampingi-sekolah-lakukan-branding/

Mahasiswa PMM UMM Dukung Guru SMP Muhammadiyah 02 Batu dalam Optimalisasi Kurikulum Merdeka

Batu, 10 Februari 2024 — Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali hadir sebagai wujud nyata kontribusi akademisi dalam dunia pendidikan. Kali ini, mahasiswa PMM turut serta dalam mendampingi guru-guru di SMP Muhammadiyah 02 Batu guna mengembangkan modul ajar dan menerapkan metode pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka. Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan terhadap transformasi sistem pendidikan yang lebih fleksibel, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik saat ini. Pendampingan ini bertujuan untuk membantu para guru dalam menyusun modul ajar berbasis Problem-Based Learning (PBL) dan Project-Based Learning (PjBL), dua metode yang menekankan pada penyelesaian masalah dan proyek nyata sebagai bagian dari proses pembelajaran. Dengan penerapan metode ini, diharapkan peserta didik dapat lebih aktif dalam berpikir kritis, kreatif, serta memiliki keterampilan pemecahan masalah yang lebih baik. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan wawasan bagi para guru dalam mengimplementasikan pembelajaran yang lebih adaptif dan menyenangkan bagi siswa. Dalam proses pendampingan, mahasiswa PMM UMM mengadakan serangkaian kegiatan yang dirancang secara sistematis. Kegiatan diawali dengan koordinasi dengan pihak sekolah pada 15 September 2023, yang bertujuan untuk mendiskusikan pelaksanaan program. Selanjutnya, pada 22 September 2023, dilakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk merancang strategi pendampingan. Pendampingan pembuatan modul ajar berbasis PBL bagi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Seni Budaya berlangsung secara daring melalui WhatsApp pada 15-31 Oktober 2023. Setelah itu, pelaksanaan pembelajaran berbasis PBL untuk mata pelajaran tersebut dilakukan pada 11-22 Desember 2023, diikuti oleh implementasi pembelajaran berbasis PjBL pada 8-12 Januari 2024. Pada 13 Januari 2024, mahasiswa PMM UMM bersama para guru melakukan refleksi terhadap efektivitas pembelajaran berbasis PBL dan PjBL dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Selanjutnya, pada Februari 2024, dilakukan pengerjaan laporan serta publikasi jurnal sebagai dokumentasi dan publikasi hasil kegiatan. Salah satu hasil nyata dari pendampingan ini adalah tersusunnya modul ajar yang lebih aplikatif serta didokumentasikan dalam bentuk video pembelajaran. Video ini nantinya dapat menjadi referensi tidak hanya bagi guru di SMP Muhammadiyah 02 Batu, tetapi juga bagi tenaga pendidik lainnya yang ingin menerapkan Kurikulum Merdeka di sekolah mereka. Kepala sekolah SMP Muhammadiyah 02 Batu menyampaikan apresiasi terhadap program PMM ini, yang dianggap sangat membantu dalam meningkatkan kesiapan sekolah dalam menerapkan Kurikulum Merdeka secara lebih luas. “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya program ini. Para guru mendapatkan wawasan baru serta bimbingan langsung dalam menyusun modul ajar yang lebih inovatif. Kami berharap kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Malang ini dapat terus berlanjut demi meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah kami,” ungkapnya. Selain memberikan manfaat bagi para guru dan siswa, program ini juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa PMM UMM dalam mengaplikasikan ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah ke dalam dunia nyata. Mahasiswa tidak hanya belajar tentang teori pendidikan, tetapi juga menghadapi tantangan di lapangan serta berinteraksi langsung dengan para pendidik dan peserta didik. Hal ini semakin memperkuat keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah yang sangat diperlukan dalam dunia kerja di masa depan. Mahasiswa PMM juga terlibat dalam penyusunan laporan serta dokumentasi kegiatan yang nantinya dapat dijadikan bahan evaluasi dan referensi bagi pelaksanaan program serupa di masa mendatang. Dokumentasi ini tidak hanya berbentuk modul dan video pembelajaran, tetapi juga laporan akademik yang bisa menjadi kontribusi bagi pengembangan riset di bidang pendidikan. Tim mahasiswa PMM UMM yang terlibat dalam program ini terdiri dari Andika Wahyu Bagus Sanjaya (Pendidikan Biologi), Safina Azizah Sukma Putri (Pendidikan Biologi), dan Isna Tazkiyatul Maulidiyah (Pendidikan Biologi). Mereka berkolaborasi dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari perencanaan hingga implementasi di lapangan. Ke depan, mahasiswa PMM berharap program ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan cakupan yang lebih luas. Tidak hanya di SMP Muhammadiyah 02 Batu, tetapi juga di sekolah-sekolah lain yang ingin mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi dunia pendidikan di Indonesia. Dengan adanya program ini, diharapkan semakin banyak sekolah yang siap menerapkan Kurikulum Merdeka dengan dukungan dari akademisi dan mahasiswa. Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah, proses pembelajaran berbasis proyek dapat diterapkan secara optimal, menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menyenangkan, serta mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan zaman. Selain itu, inisiatif seperti ini juga diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk terlibat dalam program pengabdian masyarakat demi memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Mahasiswa UMM Dampingi Guru SMP Muhammadiyah 02 Kota Batu dalam Pengembangan Modul P5

Batu, 14 Oktober 2023 — Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses melaksanakan pendampingan pengembangan modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMP Muhammadiyah 02 Kota Batu. Kegiatan ini berlangsung sejak 20 September hingga 14 Oktober 2023 dan bertujuan membantu guru dalam menyusun serta mengimplementasikan modul P5 sesuai dengan Kurikulum Merdeka yang telah ditetapkan oleh pemerintah. SMP Muhammadiyah 02 Kota Batu telah mengadopsi Kurikulum Merdeka secara mandiri dengan memilih opsi Mandiri Belajar. Namun, beberapa guru masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan modul ajar dan melaksanakan pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka. Oleh karena itu, pendampingan ini diperlukan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam dua aspek tersebut. Pendampingan dilakukan melalui serangkaian workshop pada 20 September 2023 serta diskusi kelompok terfokus (Focus Group Discussion – FGD) yang melibatkan seluruh guru. Mahasiswa PMM UMM, yaitu Ariella Junes Egalita (Prodi Pendidikan Biologi) dan Ira Fatmasari (Prodi Pendidikan Biologi), di bawah bimbingan Dra. Lise Chamisijatin, M.Pd., memfasilitasi kegiatan ini dengan pendekatan partisipatif. Para guru dilibatkan dalam diskusi dan kolaborasi untuk menyusun modul ajar P5 yang relevan dengan konteks sekolah dan kebutuhan siswa. Melalui kegiatan ini, para guru berhasil mengembangkan modul ajar P5 tanpa perlu membuat silabus dan alur tujuan pembelajaran (ATP) secara terpisah. Selain itu, mereka juga memperoleh keterampilan dalam melaksanakan pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka. Salah satu indikator keberhasilan pendampingan ini adalah pembuatan video pembelajaran sebagai bentuk evaluasi. Implementasi modul P5 diharapkan dapat memperkuat profil pelajar Pancasila di kalangan siswa, sejalan dengan tujuan Kurikulum Merdeka. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa kolaborasi antara universitas dan sekolah dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Program PMM UMM ini menjadi salah satu wujud nyata hilirisasi hasil penelitian yang dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Malang dalam mendukung inovasi pendidikan di Indonesia.