FKIP UMM Perkuat Implementasi Pembelajaran Mendalam bagi Guru Muhammadiyah Kabupaten Malang

Malang — Guru memegang peran kunci dalam mencerdaskan umat sekaligus membangun peradaban yang berkemajuan. Kesadaran tersebut menjadi landasan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan oleh Tim Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerja sama dengan Forum Guru Muhammadiyah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang. Kegiatan ini berlangsung di SMK Muhammadiyah 8 Pakis, Minggu (25/01/2026). Mengusung tema Pembelajaran Mendalam, kegiatan ini bertujuan mendorong proses belajar yang tidak hanya menitikberatkan pada pencapaian akademik, tetapi juga menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, reflektif, serta penghayatan nilai dalam pembelajaran. Dalam sesi pemaparan, Gigit Mujianto menegaskan bahwa pembelajaran mendalam menuntut perubahan cara pandang guru dalam mengajar. Guru diharapkan tidak lagi berperan sebagai penyampai materi semata, melainkan sebagai fasilitator yang mendorong peserta didik untuk aktif memahami konsep, mengaitkannya dengan konteks kehidupan nyata, dan merefleksikannya secara kritis. “Pembelajaran yang bermakna akan menghasilkan peserta didik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan karakter yang kuat,” jelasnya. Sejalan dengan itu, Arif Setiawan menekankan pentingnya perencanaan pembelajaran yang terstruktur, jelas, dan berorientasi pada keterlibatan aktif siswa. Menurutnya, guru Muhammadiyah memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan pembelajaran yang mencerahkan, membebaskan, dan relevan dengan tantangan zaman. “Pembelajaran mendalam dapat diwujudkan melalui desain aktivitas belajar yang kontekstual, serta asesmen yang tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga menghargai proses belajar peserta didik,” ujarnya. Sementara itu, Zukhrufurrohmah mengajak para guru untuk terus melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran di kelas. Ia menekankan bahwa nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan dapat diintegrasikan secara alami dalam setiap mata pelajaran. “Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter serta kesadaran nilai peserta didik,” tuturnya. Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta. Diskusi berlangsung aktif dan reflektif, ditandai dengan berbagi pengalaman praktik pembelajaran di sekolah masing-masing serta pembahasan tantangan dalam mewujudkan pembelajaran yang bermakna dan berkelanjutan. Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/fkip-umm-dorong-pembelajaran-mendalam-bagi-guru-muhammadiyah-di-kabupaten-malang/
Tim Dosen PBIO UMM Dipercaya Perusahaan Migas untuk Membina Guru di Area Kerjanya

Malang — Kepercayaan dunia industri terhadap perguruan tinggi kembali ditunjukkan melalui kolaborasi strategis antara Tim Dosen Program Studi Pendidikan Biologi (PBIO) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan perusahaan migas nasional di bawah koordinasi SKK Migas dan Kangean Energy Indonesia (KEI). Untuk tahun kedua berturut-turut, Tim Dosen PBIO UMM dipercaya terlibat aktif dalam kegiatan pembinaan guru di wilayah kerja perusahaan migas, khususnya di kawasan kepulauan. Kegiatan bertajuk Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru untuk Mendukung Implementasi Deep Learning Berbantuan Kecerdasan Buatan (AI) ini berlangsung selama empat hari, 17–20 Januari 2026, dan menyasar para guru di area operasional Kangean Energy Indonesia. Program ini menjadi bagian dari komitmen Community Development (COMDEV) perusahaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal, terutama sektor pendidikan. Koordinator COMDEV Kangean Energy Indonesia, H. Ahmad Baidowi, menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan di wilayah kepulauan. “Kami tidak hanya fokus pada aspek ekonomi dan energi, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat, khususnya guru sebagai agen perubahan. Kolaborasi dengan UMM ini menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan pendidikan di daerah kepulauan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pelibatan dosen perguruan tinggi dengan rekam jejak pengabdian yang kuat menjadi kunci keberhasilan program. Menurutnya, Tim Dosen PBIO UMM tidak hanya membawa konsep akademik, tetapi juga pengalaman lapangan yang relevan dengan konteks lokal. “Ini sudah tahun kedua kami bekerja sama, dan kami melihat dampak yang nyata bagi guru-guru,” katanya. Tim Dosen PBIO UMM yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, Dr. Husamah, dan Fuad Jaya Miharja, M.Pd. Ketiganya dikenal aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, khususnya pada isu pendidikan berkelanjutan dan pengembangan masyarakat berbasis potensi lokal. Ketua tim, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, menyampaikan bahwa kepercayaan dari perusahaan migas merupakan bentuk pengakuan terhadap peran perguruan tinggi dalam menjembatani dunia akademik dan kebutuhan nyata masyarakat. “Kami hadir tidak sekadar memberi pelatihan, tetapi membangun kesadaran baru tentang pembelajaran bermakna yang relevan dengan konteks kepulauan,” ungkapnya. Pelatihan ini dirancang dengan pendekatan partisipatif dan kontekstual. Pada hari pertama, peserta diajak memahami paradigma baru guru kepulauan serta tantangan pendidikan yang khas, mulai dari keterbatasan sarana hingga akses teknologi. Diskusi dilakukan secara terbuka agar guru dapat berbagi pengalaman sekaligus memetakan persoalan yang mereka hadapi di kelas. Dr. Husamah menjelaskan bahwa konsep deep learning dalam pelatihan ini tidak dimaknai semata-mata sebagai teknologi, melainkan sebagai pendekatan pembelajaran yang menekankan makna, kesadaran, dan kegembiraan belajar. “Deep learning itu tentang pembelajaran yang meaningful, mindful, dan joyful. AI hanyalah alat bantu, sementara guru tetap menjadi aktor utama,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan harus disikapi secara kritis dan etis. Oleh karena itu, dalam sesi pengenalan AI, peserta tidak hanya diperkenalkan pada contoh aplikasi, tetapi juga diajak memahami peluang dan risikonya. “Guru perlu melek AI, tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai pedagogik dan kemanusiaan,” tegasnya. Sementara itu, Fuad Jaya Miharja, M.Pd. menyoroti pentingnya pemetaan kebutuhan guru sebagai dasar perencanaan program lanjutan. Menurutnya, sesi focus group discussion (FGD) menjadi ruang strategis untuk menggali kebutuhan riil guru kepulauan. “Dari sini kita bisa melihat kebutuhan keterampilan, sarana, hingga dukungan kebijakan yang diperlukan agar inovasi pembelajaran berbasis AI dapat diterapkan secara realistis,” ujarnya. Selain fokus pada peningkatan kompetensi guru, kolaborasi antara Tim Dosen PBIO UMM dan Kangean Energy Indonesia juga tidak terlepas dari rekam jejak pengabdian masyarakat berbasis rumput laut yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Program tersebut menyasar masyarakat pesisir dengan mengembangkan potensi lokal rumput laut sebagai sumber ekonomi sekaligus media edukasi lingkungan. Menurut Prof. Abdulkadir, keterlibatan UMM dalam berbagai program pengembangan masyarakat menunjukkan konsistensi perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma, khususnya pengabdian kepada masyarakat. “Baik pendidikan guru maupun pengembangan masyarakat pesisir berbasis rumput laut, keduanya berangkat dari semangat yang sama: memberdayakan masyarakat dari akar rumput,” jelasnya. Para peserta pelatihan menyambut positif kegiatan ini. Salah satu guru peserta, Ustadz Bahri menyampaikan bahwa pelatihan ini membuka wawasan baru tentang peran guru di era digital. Ia menilai pendekatan yang digunakan sangat relevan dengan kondisi sekolah di kepulauan. “Kami tidak hanya diajari teknologi, tetapi juga diajak memahami bagaimana menjadi guru yang adaptif dan reflektif,” tuturnya. Melalui kegiatan ini, Kangean Energy Indonesia berharap tercipta ekosistem pendidikan yang lebih kuat di wilayah kerjanya. H. Ahmad Baidowi menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen untuk terus mendukung program-program pengembangan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan. “Kami ingin keberadaan industri membawa manfaat nyata, salah satunya melalui peningkatan kualitas pendidikan,” katanya. Kolaborasi antara dunia industri dan perguruan tinggi ini menjadi contoh praktik baik sinergi multipihak dalam membangun pendidikan Indonesia, khususnya di wilayah kepulauan. Dengan menggabungkan keahlian akademik, pengalaman lapangan, dan dukungan industri, program ini diharapkan mampu melahirkan guru-guru yang inovatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Ke depan, Tim Dosen PBIO UMM dan Kangean Energy Indonesia berencana melanjutkan kerja sama dalam berbagai program pengabdian dan pengembangan masyarakat. Tidak hanya pada aspek pendidikan formal, tetapi juga penguatan literasi lingkungan dan ekonomi berbasis potensi lokal. “Kami optimistis, kolaborasi ini akan terus berkembang dan memberi dampak yang lebih luas,” pungkas Prof. Abdulkadir.
Cetak Ilmuwan Muslim Masa Depan, Sekolah Ini Datangkan Pakar dari PBIO-UMM

Malang — SMA Integral Ar-Rohmah, salah satu Islamic Boarding School ternama di Kabupaten Malang, bahkan Malang Raya, terus berkomitmen mencetak generasi Muslim yang tak hanya beriman dan bertakwa, tetapi juga unggul dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Menulis Karya Ilmiah yang diikuti oleh ratusan santri. Dalam kegiatan istimewa ini, sekolah mendatangkan langsung pakar penulisan ilmiah nasional, Dr. Husamah, S.Pd., M.Pd., dosen Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (PBIO-UMM). Pelatihan yang berlangsung di aula sekolah ini bertujuan membekali para santri dengan keterampilan menulis karya ilmiah sekaligus menumbuhkan semangat berpikir kritis dan ilmiah. Dr. Husamah, yang dikenal sebagai tokoh inspiratif dalam dunia kepenulisan ilmiah, memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya seorang Muslim memiliki tradisi berpikir ilmiah, sebagaimana yang dicontohkan oleh para ilmuwan Muslim pada masa kejayaan Islam. “Dalam sejarah peradaban Islam, kita memiliki banyak teladan ilmuwan besar seperti Al-Khawarizmi, Al-Farabi, Ibnu Sina, dan Ibnu Khaldun. Mereka menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai sumber inspirasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Sayangnya, umat Islam saat ini mengalami kemunduran dalam bidang Iptek. Padahal Allah SWT telah memerintahkan kita untuk memaksimalkan akal dan pikiran dalam mencari ilmu,” ungkap Dr. Husamah di hadapan para santri. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa menulis bukan sekadar menuangkan pikiran ke dalam tulisan, melainkan juga menjadi sarana menyebarkan kebaikan dan berbagi ilmu yang bermanfaat. “Menulis adalah jalan untuk menjadi sumber inspirasi. Lewat tulisan, kita bisa memengaruhi cara berpikir orang lain, membangun peradaban, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Menulis adalah bentuk dakwah intelektual,” tambahnya. Bagi Husamah, menulis adalah aktivitas yang membentuk karakter sekaligus melatih ketajaman berpikir. Ia membagikan pengalaman pribadinya saat meniti karier di dunia akademik, mulai dari menulis sejak menjadi mahasiswa hingga akhirnya menorehkan berbagai prestasi di kancah nasional. Cerita-cerita inspiratif yang dibagikan olehnya sukses membakar semangat para santri untuk mulai menulis dan mengasah kemampuan berpikir ilmiah. Sementara itu, Kepala SMA Integral Ar-Rohmah, Ustadz Amriyanto Hadi, S.Pd.Gr., M.Pd., mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat penting dalam membangun kesadaran dan kemampuan berpikir ilmiah para santri. Ia berharap, melalui pelatihan ini, para santri bisa meneladani semangat para ilmuwan Muslim terdahulu. “Santri-santri kami harus memiliki keunggulan, tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga dalam bidang ilmu pengetahuan. Mereka adalah calon ilmuwan Muslim masa depan yang cerdas, beriman, dan bertakwa. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan menulis ilmiah, kami berharap mereka mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan umat dan bangsa,” ujar pria yang juga merupakan alumni UMM ini. Di sisi lain, Ustadz Akhmad Salim, S.Pd.,Gr., selaku Kepala Bidang Minat dan Bakat SMA Integral Ar-Rohmah, turut memandu jalannya kegiatan sekaligus sesi diskusi interaktif. Ia menuturkan bahwa menulis adalah alat yang efektif untuk menumbuhkan kepekaan sosial dan lingkungan. “Melalui tulisan, para santri diajak untuk peka terhadap berbagai permasalahan di sekitar mereka, baik di lingkungan sekolah, masyarakat, maupun bangsa secara lebih luas. Dengan menulis, mereka tak hanya melatih kemampuan berpikir kritis, tetapi juga diajak untuk mencari solusi atas persoalan-persoalan yang mereka amati,” jelas Ustadz Akhmad Salim. Pelatihan ini disambut dengan antusias tinggi oleh para santri. Mereka merasa mendapatkan motivasi besar untuk mulai menulis dan mengembangkan ide-ide mereka. Salah satu santri, Rifkii Aufa, mengaku terinspirasi oleh materi yang disampaikan oleh Dr. Husamah. “Saya jadi sadar bahwa menulis bukan hanya tentang menyelesaikan tugas sekolah, tapi juga tentang berbagi ilmu dan memberikan manfaat bagi orang lain. Saya ingin menulis tentang isu-isu lingkungan di sekitar saya dan mencari solusinya,” ujar Achmad Chofif, santri lain, penuh semangat. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi mendalam antara Dr. Husamah dan para santri. Suasana penuh semangat dan rasa ingin tahu sangat terasa dalam sesi ini. Para santri saling berlomba mengajukan temua permasalahan dan solusi sebagai dasar yang baik langsung di hadapan sang pakar. Dengan adanya pelatihan ini, SMA Integral Ar-Rohmah berharap dapat menanamkan tradisi ilmiah di kalangan santri, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan menulis yang mumpuni. Lebih dari itu, sekolah ini bercita-cita melahirkan generasi Muslim yang tak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan nilai-nilai spiritual yang kuat. “Pelatihan ini bukanlah akhir, melainkan langkah awal. Kami berharap para santri terus menulis, mengembangkan ide-ide mereka, dan menjadi bagian dari kebangkitan intelektual Islam. Masa depan ada di tangan mereka,” pungkas Ustadz Amriyanto. Dengan semangat meneladani para ilmuwan Muslim terdahulu, SMA Integral Ar-Rohmah terus melangkah maju, mencetak generasi cerdas, beriman, dan berilmu, siap menjadi pionir kebangkitan umat di masa yang akan datang. Semoga lahir ilmuwan-ilmuwan Muslim hebat dari sekolah ini, yang akan mengharumkan nama bangsa dan agama di kancah dunia.
Tim Dosen PBIO-UMM Bimbing Guru SMP Muhasa Malang Perihal Pemanfaatan AI

Malang — Tim dosen dari Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang (PBIO-UMM) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat, bertajuk “Pendampingan Pemanfaatan AI dalam Penyusunan Instrumen Asesmen Pembelajaran di SMP Muhammadiyah 1 Malang”. Kegiatan ini diketuai oleh Prof. Dr. Yuni Pantiwati, dengan anggota Ahmad Fauzi, dan Tutut Indria Permana. Turut hadir para Guru di SMP Muhammadiyah 1 Malang, Jawa Timur. Selasa (25/2/2025). Dalam pemaparannya, Prof. Yuni menekankan, bahwa penyusunan rubrik penilaian merupakan tantangan tersendiri bagi seorang guru. Ia juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antarmata pelajaran dalam bentuk proyek siswa, untuk mengakomodasi penilaian kognitif, afektif, dan psikomotor secara holistik. Selanjutnya, Ahmad Fauzi, turut memberikan materi, terkait pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam perancangan asesmen keterampilan abad ke-21. Menurutnya, AI saat ini menjadi tren yang perlu dimanfaatkan oleh para pendidik. “AI berperan sebagai pemberi saran (suggestion maker), sementara guru tetap menjadi pengambil keputusan utama (decision maker),” ujarnya. Dalam kegiatan ini, para guru diberikan pelatihan dalam penggunaan berbagai platform AI yang dapat membantu dalam pembuatan asesmen pembelajaran, di antaranya: Eduaide.ai, MagicSchool.ai, Qwen AI, Qwen Chat, dan ChatGPT. Melalui platform-platform ini, kata Fauzi, guru dapat lebih mudah menyusun instrumen asesmen yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di era digital. Merespon kegiatan ini, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Malang, Yanur Setyaningrum, menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi lebih lanjut dengan tim dosen UMM, dalam meningkatkan kualitas asesmen pembelajaran berbasis teknologi. Kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi para pendidik dalam memanfaatkan AI secara optimal dalam dunia pendidikan. “Dengan adanya kolaborasi antara akademisi dan praktisi pendidikan, diharapkan inovasi dalam asesmen pembelajaran dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi kualitas pembelajaran di sekolah,” tukasnya. Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/tim-dosen-pbio-umm-bimbing-guru-smp-muhasa-malang-perihal-pemanfaatan-ai/
Dosen UMM Gelar Revitalisasi Konservasi Penyu Berbasis Wisata Pendidikan di Pacitan

Pacitan — Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian lingkungan, khususnya konservasi bahari. Kegiatan itu, direalisasikan, melalui program revitalisasi konservasi penyu berbasis wisata pendidikan, sejak Agustus 2024 hingga Februari 2025, di Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Prof. Dr. Elly Purwanti, MP, Ketua Tim Pengabdian Blockgrant FKIP UMM, dalam wawancaranya menyatakan, program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, akan pentingnya pelestarian penyu sekaligus menciptakan sumber pendanaan yang berkelanjutan melalui wisata pendidikan. ‘Kami berharap ini bisa menjadi model konservasi yang terintegrasi dengan pariwisata edukasi,” katanya, sabtu (18/1/2025). Ia menggambarkan, sejak 2012, Kelompok Masyarakat Konservasi Penyu untuk Wisata (KMKPW), telah berupaya melestarikan penyu di kawasan tersebut. Dengan dukungan program Ipteks bagi Wilayah (IbW) dari UMM, populasi penyu bertelur meningkat dari belasan pada 2013 menjadi 60 pada 2024. Pihaknya menggambarkan, tantangan tetap ada, seperti rendahnya partisipasi generasi muda, minimnya fasilitas pendukung wisata, serta keterbatasan pendanaan stabil untuk operasional konservasi. Program ini dinilai, telah memberikan dampak signifikan, termasuk peningkatan partisipasi anggota hingga 85%, keaktifan kegiatan sebesar 82,5%, dan tingkat kepuasan pengunjung mencapai 77,5%. Meski demikian, tim evaluasi mencatat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti, keterampilan tim dalam memandu pengunjung secara interaktif, pengadaan alat peraga edukasi, serta pengembangan fasilitas pendukung. “Kami optimis bahwa melalui pelatihan lanjutan dan evaluasi berkala, program ini dapat menjadi model keberlanjutan konservasi yang sukses,” ujar Prof. Elly. Ia juga menambahkan bahwa Desa Hadiwarno diharapkan tidak hanya dikenal sebagai pusat konservasi penyu, tetapi juga sebagai destinasi wisata pendidikan yang memperkuat kesejahteraan masyarakat lokal. Dengan pendekatan yang mengintegrasikan pelestarian keanekaragaman hayati dan pengembangan pariwisata edukasi, program ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung posisi Indonesia sebagai negara yang peduli terhadap pelestarian lingkungan secara global Kedepan, untuk mengatasi kendala yang ditemukan, program revitalisasi ini mengimplementasikan berbagai langkah strategis, yakni pembentukan tim khusus yang bertugas mengelola wisata pendidikan berbasis konservasi penyu. “Juga penyusunan program kerja terstruktur, guna memastikan keberlanjutan kegiatan, pelatihan intensif bagi anggota tim dan masyarakat untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam konservasi dan pengelolaan wisata, dan pembangunan wahana edukasi, seperti pusat informasi dan museum mini, untuk menarik minat pengunjung,” ungkap Drs. Wahyu Prihanta, M.Kes, selaku anggota tim. Sementara, Susanto, Ketua Tim Wisata Pendidikan Konservasi Penyu Pacitan mengungkapkan, “Dengan adanya program ini, kami merasa lebih percaya diri dalam mengelola konservasi dan wisata. Partisipasi masyarakat, khususnya anak muda, juga meningkat drastis,” tukasnya. Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/dosen-umm-gelar-revitalisasi-konservasi-penyu-berbasis-wisata-pendidikan-di-pacitan/
Dosen Pendidikan Biologi UMM Konsisten Bantu Sekolah Wujudkan SDGs

Kota Batu — Tim dosen Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menggulirkan program pengabdian masyarakat, yang berfokus pada realisasi dua poin Sustainable Development Goals (SDGs) di sekolah Muhammadiyah Kota Batu. Program ini menargetkan SDGs poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Tim pengabdian yang terdiri dari Dr. Iin Hinndun, M.Kes., Dra Sri Wahyuni, M.Kes., Dra Siti Zaenab, M.Kes., dan Dr. Nurwidodo, M.Kes., mengidentifikasi sejumlah celah dalam implementasi SDGs di sekolah. Dengan dukungan pendanaan internal universitas dan block grant fakultas, tim menyusun program pendampingan untuk mengatasi celah tersebut, khususnya di aspek pendidikan dan lingkungan. Terkait SDGs poin 4, tim dosen UMM berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran dengan menerapkan model Problem-Based Learning (PBL) dan Project-Based Learning (PJBL). Kedua model ini, dinilai sejalan dengan kurikulum nasional, termasuk Kurikulum 2013, Kurikulum Merdeka 2020, dan Deep Learning Curriculum 2025. “Sayangnya, di lapangan masih banyak guru yang belum memahami cara mengimplementasikan PBL dan PJBL dengan benar. Akibatnya, tujuan pemberdayaan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills atau HOTS) dan keterampilan abad ke-21 belum tercapai,” kata Dr. Iin Hinndun. Rabu (15/1/2025). Ia menilai, melalui pelatihan dan pendampingan intensif, para guru mulai memahami cara menerapkan metode ini dengan efektif. Kepala Sekolah SMA Islam, Ikhwan menyatakan, “Pelatihan ini sangat membantu kami meningkatkan keterampilan dalam mengajar, dan hasilnya mulai terlihat pada siswa.” tuturnya. Untuk SDGs poin 13, tim dosen UMM memperkenalkan model pembelajaran EMKONTAN (Ecomapping dan Konservasi Berkelanjutan). Model ini mendorong siswa untuk memahami masalah lingkungan melalui langkah-langkah seperti investigasi, analisis akar masalah, hingga aksi solusi. “Melalui model EMKONTAN, literasi lingkungan siswa meningkat. Mereka tidak hanya belajar memahami masalah, tetapi juga terlibat dalam solusi nyata seperti menyusun karya ilmiah dan melaksanakan aksi konservasi,” jelas Dra Sri Wahyuni. Program ini, juga mendukung sekolah dalam memperkuat predikat sebagai sekolah Adiwiyata. Sementara, Windra Rizkiana, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 8, menyatakan, “Pendampingan ini membawa angin segar bagi sekolah kami. Dengan modalitas seperti EMKONTAN, kami optimistis bisa mencapai predikat Adiwiyata Nasional.” paparnya. Program ini menjadi bukti komitmen UMM dalam mendukung pencapaian SDGs 2020-2030. “Kolaborasi antara akademisi dan institusi pendidikan menengah sangat strategis untuk memastikan generasi muda siap menghadapi tantangan global,” ujar Dr. Nurwidodo. Dengan hasil yang menggembirakan, program ini diharapkan dapat direplikasi ke sekolah lain, “Menciptakan sinergi antara pendidikan berkualitas dan kesadaran lingkungan sebagai langkah nyata menuju pembangunan berkelanjutan,” tukasnya. Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/dosen-pendidikan-biologi-umm-konsisten-bantu-sekolah-wujudkan-sdgs/
Ponpes Azmania Ponorogo Gandeng UMM Perkuat Personal Development

PONOROGO, 14 Januari 2025 — Dalam upaya mewujudkan diri sebagai salah satu pondok pesantren terkemuka di Ponorogo dan Jawa Timur, Pondok Pesantren (Ponpes) Azmania menggelar Workshop Personal Development bagi para ustadz dan ustadzah. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Azmania untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pengajar, dan lulusan, serta menggandeng Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai mitra strategis. Workshop ini menghadirkan empat pakar terkemuka dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM. Mereka adalah Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si, Dr. Husamah, M.Pd, Dr. Atok Miftachul Hudha, M.Pd, dan Fuad Jaya Miharja, M.Pd, yang masing-masing menyampaikan materi berbobot dalam bidang pengembangan diri, pembelajaran, dan pendidikan. Dalam pemaparannya, Prof. Abdulkadir menekankan pentingnya pengembangan akademik bagi para pendidik. Ia menginspirasi para peserta untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sebagai upaya meningkatkan kapasitas profesional. “Pendidik yang berkualitas lahir dari kemauan untuk terus belajar dan berkembang. UMM siap mendukung studi lanjut para ustadz dan ustadzah Azmania agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi dunia pendidikan,” ujarnya. Dr. Husamah membahas peran penting menulis sebagai salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh para pendidik. Ia mendorong peserta untuk memulai kebiasaan menulis, baik itu artikel ilmiah, karya sastra, maupun jurnal akademik. “Menulis bukan hanya tentang berbagi ilmu, tetapi juga meningkatkan kredibilitas dan reputasi seorang pendidik. Guru yang menulis adalah guru yang berpikir jauh ke depan,” jelasnya. Dr. Atok menyampaikan materi tentang pentingnya membangun budaya kebiasaan baik melalui pendekatan *Seven Habits*. Ia menjelaskan bahwa kebiasaan-kebiasaan produktif seperti tidur cepat, bangun pagi, beribadah, bersosialisasi, olahraga dan lainnya. Selain itu perlu juga mengajarkan jiwa proaktif, berorientasi pada tujuan, dan menjaga keseimbangan hidup, merupakan kunci untuk menjadi pendidik yang inspiratif. “Seven Habits ini tidak hanya diterapkan oleh guru, tetapi juga menjadi nilai-nilai yang ditanamkan kepada para santri,” tuturnya. Fuad Jaya Miharja mengupas tentang strategi pembelajaran modern dan manajemen kelas yang efektif. Menurutnya, guru harus mampu menciptakan suasana kelas yang kondusif dan menerapkan metode pembelajaran yang interaktif. “Santri akan lebih mudah memahami materi jika guru mampu mengelola kelas dengan baik dan menggunakan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ungkapnya. Dalam sambutannya, KH Ahmad Baedowi, ST selaku Pengasuh Ponpes Azmania menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kualitas pengajar dan lulusan pesantren. Ia menyampaikan bahwa workshop ini merupakan langkah awal dari kerjasama jangka panjang dengan UMM. “Kami percaya, kolaborasi ini akan memperkuat visi Azmania untuk menjadi pesantren terkemuka, tidak hanya di Ponorogo, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” kata KH Ahmad Baedowi. Ia juga mengungkapkan bahwa Azmania akan menindaklanjuti *Memorandum of Understanding* (MoU) dan *Memorandum of Action* (MoA) dengan FKIP UMM. “Kami bersyukur UMM, sebagai perguruan tinggi unggulan, memiliki komitmen yang sama untuk mendampingi Azmania dalam mencapai target-target strategis,” tambahnya. Sementara itu, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si, mewakili UMM, menyatakan kesiapan UMM untuk terus mendukung dan mendampingi Azmania. “Kami melihat potensi besar di Azmania. Ke depan, kerjasama ini tidak hanya menguntungkan kedua belah pihak, tetapi juga menjadi wujud nyata dari Catur Dharma UMM, yaitu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan dakwah Islamiyah,” jelas Prof. Abdulkadir. Sebagai bagian dari visi Azmania untuk go international, UMM juga akan membantu pesantren ini memperluas jangkauan program-program pendidikannya. Berbagai program pelatihan, studi banding dan kerjasama dengan Sister School di Thailand, dan pendampingan strategis akan dilakukan secara bertahap untuk mendukung penguatan kapabilitas para pendidik dan santri di Azmania. Workshop Personal Development ini pun menjadi bukti nyata dari sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan pesantren dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas. Dengan kolaborasi ini, Ponpes Azmania Ponorogo optimis dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mencetak generasi muda berdaya saing global. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2025/01/14/ponpes-azmania-ponorogo-gandeng-umm-perkuat-personal-development/
Bekali Keterampilan Karya Tulis Ilmiah, Dosen-Mahasiswa UMM Lakukan Pengabdian di PPI AMF

Malang — Dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Program Pengabdian Masyarakat (PMM Mitra Dosen) melaksanakan kegiatan pengabdian di Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF) yang dimulai Jumat (10/1/2025). Program ini dipimpin oleh Dwi Setyawan SPd MPd dengan anggota tim: Fendy Hardian Permana SPd MPd (dosen), serta Alfianti Fadilah, Grastika Rivana Mokodompit, dan Margareta Megi Balur (mahasiswa). Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama 3–4 bulan dengan tema “Pendampingan Keterampilan Penulisan Artikel Publikasi Ilmiah bagi Guru di Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF).” Tema tersebut diangkat untuk menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi guru dalam menulis dan mempublikasikan hasil penelitian maupun program sekolah. Saat ini, banyak guru menghadapi stagnasi dalam pengembangan karya ilmiah mereka, meskipun keterampilan tersebut penting untuk profesionalisme dan kontribusi terhadap ilmu pengetahuan. Program ini bertujuan untuk mendampingi guru dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas karya ilmiah. Selain itu, meningkatkan indikator profesionalisme guru melalui hasil penelitian yang berkualitas, didukung oleh fasilitas dan program sekolah. Ketua tim pengabdian Dwi Setyawan menjelaskan bahwa pendampingan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam menulis artikel ilmiah yang sesuai dengan standar jurnal nasional terakreditasi (SINTA) maupun internasional (Scopus). Program ini juga berfokus pada pengembangan budaya literasi dan penelitian di lingkungan pesantren, sehingga mampu mengintegrasikan pendidikan agama dengan ilmu pengetahuan modern. “Kami berharap program ini memberikan manfaat jangka panjang bagi pesantren dan guru, serta berdampak positif untuk pengembangan pendidikan secara keseluruhan,” ujar Dwi. Kepala Sekolah sekaligus pengasuh PPI AMF KH Pahri SAg MM menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif UMM. “Kami sangat bersyukur atas dukungan dari dosen dan mahasiswa UMM. Program ini sangat bermanfaat dalam memperkuat keterampilan akademik para guru. Kami juga terbuka untuk kolaborasi serupa di masa depan, baik untuk pengabdian maupun penelitian,” ungkap Pahri. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen UMM dalam berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di masyarakat. Program pengabdian ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih besar di masa depan, mendukung mutu pendidikan melalui karya ilmiah. Berita ini telah tayang pada: https://klikmu.co/bekali-keterampilan-karya-tulis-ilmiah-dosen-mahasiswa-umm-lakukan-pengabdian-di-ppi-amf/
Dosen UMM Latih Keterampilan Abad ke-21 Siswa melalui Karya Ilmiah

Malang — Tim Pengabdian Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), memberikan pelatihan keterampilan abad ke-21, kepada siswa SMA Negeri 1 Tumpang (SMANETA) melalui program pendampingan karya ilmiah. Kegiatan ini dipimpin oleh Tutut Indria Permana, M.Pd., dan Moh. Mirza Nuryady, S.Si., M.Sc., dengan pendanaan melalui skema Pengabdian Berbasis IPTEKS (PBI). Dalam acara pendampingan yang berlangsung Rabu (8/1/2025), Tutut Indria Permana, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan 4C—Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication. “Keterampilan ini sangat penting bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan,” katanya. Program ini, dirancang untuk membimbing siswa dalam menyusun dan mempresentasikan karya ilmiah yang berkualitas. Melalui serangkaian workshop, sesi mentoring, dan evaluasi berkelanjutan, siswa dilatih untuk berpikir kritis dalam menganalisis masalah, berkreasi mencari solusi, bekerja sama dalam tim, serta mengomunikasikan hasil penelitian dengan efektif. Salah satu pemateri, Ahmad Fauzi, menyampaikan, teknik analisis data dan penggunaan alat digital yang relevan untuk mempermudah proses penelitian. “Karya ilmiah memberikan peluang bagi siswa untuk mengintegrasikan keterampilan abad ke-21 dengan kemampuan akademik. Dengan pendekatan yang tepat, siswa dapat menghasilkan penelitian yang inovatif,” ungkapnya. Sementara, Dr. Husamah, juga menekankan pentingnya menulis karya ilmiah dalam membangun pola pikir yang kritis dan sistematis. “Karya ilmiah bukan sekadar tugas, tetapi juga sarana untuk mengembangkan minat penelitian siswa,” ujarnya. Diketahui, bahwa proses pendampingan ini mencakup tahapan intensif, mulai dari pemilihan topik penelitian hingga penyusunan laporan akhir. Workshop yang diselenggarakan meliputi pengenalan teknik penelitian, penulisan akademik, hingga presentasi ilmiah. Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat peningkatan kemampuan siswa dalam berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif. Kepala SMANETA, Fadilah Umi Maisyaroh, mengapresiasi program ini. “Kami sangat berterima kasih kepada tim pengabdian UMM atas dedikasinya. Program ini sejalan dengan misi sekolah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menghadapi tantangan global,” paparnya. Program pendampingan karya ilmiah ini, dinilai, tidak hanya memperkuat kemampuan akademik siswa, tetapi juga menumbuhkan semangat penelitian yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah dan masyarakat. Dengan kolaborasi erat antara akademisi dan sekolah, diharapkan generasi muda mampu menghadapi era globalisasi dengan percaya diri dan kompetensi yang lebih baik. Berita ini telah tayang di: https://mediapribumi.id/dosen-umm-latih-keterampilan-abad-ke-21-siswa-melalui-karya-ilmiah/
Siswa SMANETA Berinovasi: Plastik Ramah Lingkungan dari Buah Sukun

Malang — Kelompok Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMA Negeri 1 Tumpang (SMANETA), Malang, berhasil menciptakan plastik ramah lingkungan berbahan dasar buah sukun. Inovasi ini dikembangkan oleh tiga siswa, yakni Revanda Vanina Irman, Muhammad Arkan Pandya, dan Agastya Putri Jossiella, dengan bimbingan guru pembimbing, Fadlilatul Annisa, STP. “Penelitian ini berangkat dari keprihatinan kami terhadap dampak buruk plastik konvensional yang sulit terurai dan mencemari lingkungan dengan mikroplastik. Kami ingin menghadirkan solusi,” kata Revanda dalam konferensi pers di SMANETA, Rabu (8/1/2025). Tim KIR tersebut mengolah pati buah sukun yang dikombinasikan dengan gliserol untuk menghasilkan produk inovatif bernama ‘Suecoplast’, plastik ramah lingkungan yang diharapkan mampu mengurangi limbah plastik. Pihaknya menjelaskan, pembuatan Suecoplast dimulai dengan menyiapkan buah sukun matang, menggilingnya menjadi serabut, dan memerasnya untuk mendapatkan ekstrak pati. Ekstrak tersebut diendapkan selama 2-3 hari sebelum ditambahkan gliserol dengan konsentrasi tertentu. Campuran itu kemudian dipanaskan, dicetak, dan dikeringkan hingga menjadi kantong plastik. “Kami menguji berbagai konsentrasi gliserol, mulai dari 5% hingga 20%, menggunakan metode kuantitatif ANOVA untuk mengetahui kekuatan dan sifat organoleptik kantong plastik yang dihasilkan,” jelas Agastya. Ia meyakini, bahwa hasilnya, Suecoplast memiliki keunggulan utama: lebih cepat terurai dibandingkan plastik konvensional, tetapi tetap mendukung kebutuhan masyarakat sehari-hari. Kepala SMANETA, Fadilah Umi Maisyaroh, mengapresiasi karya siswa ini. “Inovasi ini menunjukkan penguasaan keterampilan abad ke-21, yaitu Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication (4C), yang sangat penting untuk masa depan bangsa,” katanya. Dukungan juga datang dari akademisi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dosen Pendidikan Biologi FKIP UMM, Tutut Indria Permana, menilai inovasi Suecoplast tidak hanya relevan secara ilmiah tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap keberlanjutan lingkungan. “Kami siap mendampingi penelitian ini agar hasilnya lebih matang dan dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” paparnya, saat sesi pendampingan di SMANETA. Keberhasilan ini, menjadi bukti nyata bahwa inovasi generasi muda Indonesia dapat menjawab tantangan global dengan solusi kreatif. Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/siswa-smaneta-berinovasi-plastik-ramah-lingkungan-dari-buah-sukun/