Tim UMM Kuatkan Pengelolaan Lab IPA Sekolah Muhammadiyah

MALANG – Senin, 16 Oktober 2023, menjadi hari penting bagi tim pengabdian UMM. Bersama dengan mahasiswa mereka menggelar kegiatan pelatihan pengelolaan laboratorium IPA SMP/MTS Muhamamdiyah se-Kota Malang. Kegiatan dilaksanakan di aula SMP Muhammadiyah 1 Malang. Kegiatan ini merupakan kerjasama dari berbagai pihak yang meliputi MGMP Guru IPA Muhamamdiyah se kota Malang, tim pengabdian UMM dan berkolaborasi dengan salah satu dosen Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang. Program ini rencananya akan dilaksanakan selama 1 bulan, dengan kegitan utamanya adalah workshop dan diikuti dengan pendampingan pengelolaan yang melibatkan dosen, mahasiswa, beserta guru IPA. Kegitan ini diikuti oleh 10 guru IPA dari tujuh MTS/SMP Muhammadiyah Kota Malang. “Saya merasa amat sangat senang dengan terlaksananya kegiatan pengelolaan lab ini, karena laboratorium pendidikan di tingkat SMP/MTS memang masih belum optimal dan efektif penggunaannya”, pungkas ibu Yanur Setyaningrum, M.Pd, Kepala SMP Muhammadiyah 1 Malang dalam sambutannya. Hal ini senada dengan sambutan yang disampaikan oleh ibu Tutut Indria Permana, M.Pd selaku ketua pengabdian masyarakat yang mengatakan “bahwa tujuan diadakannya pelatihan pengelollan laboratorium di tingkat SMP ini akan membantu mendorong pembelajaran yang lebih baik, sehingga siswa mendapatkan pembelajaran bermakna dengan berbagai eksperimen”. Dalam kegitan workshop yang dilaksanakan kali ini, dihadirkan dua narasumber yaitu Bapak Moh. Mirza Nuryady, M.Sc selaku dosen Pendidikan Biologi UMM yang memberikan pelatihan penyusunan dokumen pengelolaan laboraturium. Dilanjutkan dengan pemateri ke-2 yaitu, dr. Kiky Martha Ariesaka, M. Biomed selaku tim pengabdian dari FK UM yang fokus pelatihannya tentang hygiene dan keselamatan, Kesehatan Kerja Laboratorium. Bapak Mirza selaku pemateri pertama dalam paparannya menyatakan bahwa setiap laboratorium wajib memiliki dokumen-dokumen pendukung seperti Rencana Anggaran Praktikum, buku Inventarisasi, Log Book pemakaian alat/bahan, tag kalibrasi alat, stiker kendali mutu bahan, serta daftar stock dan alur pengajuan pembelian alat/bahan. “setiap kegiatan yang dilakukan di laboratorium sekolah wajib dicatat dan diberikan evalusi dalam logbook kendali mutu agar proses pembelajaran praktikum berjalan sesuai rencana dan aman.,” ujarnya. Faktor keamanan selanjutnya dibahas lebih lanjut lagi oleh pemateri dari FK UM, yang menyatakan pentingnya pengetahuan guru dan peserta didik tentang resiko bahaya yang dapat ditimbulkan dalam kegiatan praktikum dan cara penangannanya. “setiap laboratorium wajib memiliki shower air di dalam laboratorium untuk penanganan pertama apabila terkena bahan yang berbahaya, namun jika tidak ada pihak sekolah wajib memberikan petunjuk evakuasi untuk sumber air/ kamar mandi terdekat dari laboratorium,” pungkasnya. Kegiatan ini tentunya sangat bermanfaat untuk diterapkan oleh para guru dan pengelola laboraotium ip di sekolah masing-masing agar memenuhi standar dan dapat mendukung ketercapaian pembelajaran yang berkualitas. Berita ini telah tayang pada: https://www.umm.ac.id/en/arsip-koran/klikmuco/tim-umm-tingkatkan-pengelolaan-lab-ipa-sekolah-muhammadiyah.html
Matching Fund PBIO UMM Kembangkan Kapasitas Jamu Sumenep

Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM mendapatkan hibah Matching Fund Pengembangan Ramuan Herbal (Jamu) Terstandar di Sumenep. Hibah ini didanai oleh Kedaireka Kemdikbudristek tahun 2022. “Kegiatan ini bertujuan mengadopsi IPTEK dan kepakaran perguruan tinggi oleh Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Bentuk kegiatan adalah pelatihan, pembinaan, dan jasa/produk” kata Prof. Dr. Rr. Eko Susetyarini, selaku anggota Matching Fund sekaligus Kaprodi Pendidikan Biologi FKIP UMM. Kegiatan dilaksanakan selama 6 bulan di Sumenep. Acara penyuluhan dilaksanakan tanggal 4 Oktober 2022 di ruang pertemuan hotel Muzdalifah Sumenep. Acara ini melibatkan 30an anggota Kelompok Swadaya Masyarakat Sumber Makmur yang berada dibawah koordinasi Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk Sumenep. Acara juga diikuti kurang lebih 20 tim dosen dari Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM. Banyak hal dibahas, misalnya bagaimana adopsi teknologi jamu agar terstandar, bagaimana membangun kelembagaan produsen jamu, dan merancang rencana aksi produksi jamu. Selain itu diperlukan pola pembuatan jamu yang aman dan layak konsumsi sebagaimana standarisasi BPOM. Kyai M. Khotibul Umam selaku perwakilan dari Badan Pengabdian Masyarakat PP Annuqoyah merasa senang dan berterima kasih dengan adanya kegiatan yang diinisiasi oleh Tim Maching Fund Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM ini. “Berbagai kegiatan yang dilaksanakan dapat mengangkat gengsi dan kelas jamu tradisional khas Madura khususnya Sumenep. Dengan demikian kegiatan ini juga akan berimbas pada kualitas jamu yang dihasilkan dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat khususnya penggiat jamu,” ujar kyai Umam. Ibu Dr. Elly Purwanti, MP selaku ketua tim Matching Fund Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM berharap bahwa kegiatan ini akan memberikan dampak dalam mengangkat nama Jamu khas Sumenep. “Tujuan jangka panjangnya adalah kegiatan ini mampu menggerakkan ekonomi di Wilayah Sumenep. Jamu ini kebanyakan diproduksinya rumahan, maka melalui kegiatan ini akan ada standarisasi dan peningkatan kualitas,” terang pakar jamu tradisional dari UMM tersebut. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2022/10/04/matching-fund-pbio-umm-kembangkan-kapasitas-jamu-sumenep/
PBIO UMM Dampingi Sekolah Kembangkan Pembelajaran STEM dan Learning Community

STEM merupakan isu bidang pembelajaran yang kini lagi menarik minta banyak pihak. STEM merupakan bentuk pembelajaran yang mengintegrasikan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). STEM menjadi pendekatan pembelajaran yang mampu mengatasi berbagai permasalahan di dunia nyata dan memfasilitasi siswa meningkatkan keterampilan Abad 21. Di sisi lain, melalui Lesson Study for Learning Community (LSLC), sekolah dapat mengatasi kendala yang muncul di kelas melalui kolaborasi antar guru, kepala sekolah, dosen, dan pihak terkait lainnya. Oleh karena itu, menginisiasi LSLC untuk menerapkan pembelajaran STEM di sekolah merupakan langkah esensial yang perlu dilakukan agar keberlanjutan pembelajaran yang berkualitas dapat terus lestari. Informasi tersebut merupakan cuplikan materi yang disampaikan oleh Fuad Jaya Miharja, M.Pd. selaku tim Pengabdian Kelompok (PK) Universitas Muhammadiyah Malang. Materi tersebut dipresentasikan di sesi pertama acara pendampingan pengembangan pembelajaran berbasis STEM di Sekolah berbasis Riset di SD Muhammadiyah 1 Paiton, Probolinggo pada tanggal 12 September 2022. Kegiatan pengabdian masyarakat ini didesain dan diselenggarakan oleh tim PK dan tim Pengabdian Masyarakat-Mahasiswa (PMM) yang terdiri dari Muthia Maharani Syaiful, Putri Nurul Nabilah, Nafisah Nur Azizah, Nifi Maulidyah dan Salsabiilaa Roihanah dari Prodi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Malang. Lebih lanjut, Fuad Jaya Miharja, menyampaikan beberapa contoh penerapan buka kelas dari kegiatan Lesson Study di berbagai sekolah. “Sesuai penjelasan beliau, penerapan Lesson Study mampu mengungkap berbagai permasalahan pembelajaran dan kualitas proses belajar setiap siswa. Hasil refleksi dari buka kelas akan mampu menjadi masukan untuk meningkatkan pembelajaran selanjutnya,” tuturnya. Menanggapi penyajian materi yang telah disampaikan, Ustadzah Ismi selaku salah satu guru di SD Muhammadiyah 1 Paiton menanyakan “Apakah ketika buka kelas harus selalu menggunakan pembelajaran melalui diskusi kelompok?”. Menanggapi pertanyaan tersebut, Fuad Jaya Miharja, yang telah belajar Lesson Study dan STEM langsung ke Jepang menjelaskan bahwa selama buka kelas, model dan metode pembelajaran yang diterapkan disesuaikan dengan materi dan karakteristik siswa sehingga tidak harus selalu berbentuk diskusi kelompok. Sementara itu, di sesi kedua, Ahmad Fauzi, M.Pd. membimbing para guru di SD Muhammadiyah 1 Paiton untuk mensimulasikan pembelajaran berbasis STEM. Di sesi kedua ini, 13 guru dan 2 karyawan sekolah tersebut dibagi menjadi tiga kelompok untuk mensimulasikan tiga proyek STEM yang berbeda, yaitu Membuat Pelapis Obat, Mendesain Pesawat Terbaik dan Mendesain Menara Tertinggi. Setelah mensimulasikan tiga proyek STEM tersebut, setiap guru merefleksikan kegiatan yang telah mereka lakukan dan menganalisis keterkaitan proyek-proyek yang telah mereka simulasikan dengan kurikulum SD. Di kegiatan ini, Anis dan Ridho selaku perwakilan guru SD Muhammadiyah 1 Paiton berterima kasih kepada tim PK dan PMM karena telah berbagi informasi yang sangat mereka butuhkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta telah pengalaman langsung pada guru-guru di SD tersebut dalam mensimulasikan pembelajaran STEM. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2022/09/12/pbio-umm-dampingi-sekolah-kembangkan-pembelajaran-stem-dan-learning-community/
PBIO-UMM Dorong Sekolah Muhammadiyah kembangkan KIR

Kelompok Karya Ilmiah Remaja (KIR) dapat menjadi wadah untuk pengembangan karakter siswa, mengembangkan keterampilan abad ke-21 dan employebility skills siswa. Oleh karena itu, pembinaan kelompok KIR perlu terus digalakkan. Hal itulah yang disampaikan oleh Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si selaku tim pengabdian Ipteks bagi Masyarakat (PIbM) Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. Hal ini menjadi salah satu penekatan dalam acara pendampingan untuk 21 guru SMA Muhammadiyah 1 Malang, yang diadakan pada tanggal 12 Agustus 2022. Dr Abdulkadir Rahardjanto menjelaskan bahwa pengembangan kemampuan siswa sangat penting untuk mendorong prestasi sekolah. Ada banyak lomba yang dapat diikuti, dan dapat dimaksimalkan sehingga dapat berkontribusi kepada keunggulan sekolah. “Kami siap untuk membantu sekolah, termasuk siswa dan para guru. Ke depan, terkait dengan Merdeka Belajar kami pun siap mendampingi karena FKIP UMM merasa terpanggil untuk ikut menyukseskan,” ujar dosen yang menjabat sebagai Wakil Dekan II FKIP UMM tersebut. Sementara itu, pemateri kedua, Husamah, S.Pd, M.Pd., menjelaskan bahwa materi pembinaan KIR dapat mudah disimak dalam buku Karya Ilmiah Remaja Selezat Ice Cream yang telah ia susun. Ia pun membagikan filenya secara gratis kepada para peserta. “Bapak/Ibu tinggal mempraktikkan saja apa yang ada dalam buku tersebut. Kami siap mendampingi bapak/ibu ke depannya sehingga menjadi sekolah yang unggul termasuk dibilang karya ilmiah,” ujar dosen Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM tersebut. Senada dengan dua pemateri dari FKIP UMM, Ibu Iswati selaku perwakilan sekolah mengapresiasi dan berterima kasih atas terselenggaranya acara tersebut. Ia dan sekolah akan menindaklanjuti dengan penyusunan jadwal lengkap dan agenda pembinaan. “Kami akan meminta bantuan FKIP UMM, khususnya tim yang hadir hari ini untuk mengembangkan kelompok KIR di sekolah kami. Kami sangat senang dan siap berkolaborasi,” pungkasnya. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2022/08/12/pbio-umm-dorong-sekolah-muhammadiyah-kembangkan-kir/