Prodi Pendidikan Biologi UMM Dalami Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di TPA BLE Banyumas

Banyumas — Pengelolaan sampah tidak hanya menjadi isu lingkungan, tetapi juga menjadi sumber pembelajaran kontekstual yang bermakna. Dalam rangkaian kegiatan Studi Lapang Terintegrasi (SLT) 2025 bertema “Biodiversitas: Edukasi Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan”, Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan kunjungan edukatif ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Berbasis Lingkungan dan Edukasi (BLE) yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (23/07/2025). Kunjungan ini menjadi momen penting karena merupakan kunjungan pertama dari program studi berlatar pendidikan ke TPA BLE. Kepala UPT TPA BLE, Edi Nugroho, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme mahasiswa. Ia menekankan bahwa keberhasilan Banyumas dalam pengelolaan sampah tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor dan peran aktif masyarakat, baik secara individu maupun komunal melalui Kelompok Sadar Masyarakat (KSM). Menurut Edi, pendekatan terstruktur mulai dari sumber (rumah tangga) hingga pengolahan lanjutan di TPA BLE menjadikan Kabupaten Banyumas sebagai percontohan nasional dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Tidak semua sampah berakhir di TPA; sebagian besar telah terpilah dan diproses secara mandiri di tingkat masyarakat. Fuad Jaya Miharja, M.Pd, dosen Prodi Pendidikan Biologi, menilai kunjungan ini sangat bernilai. “Ini bukan sekadar observasi lapangan. Mahasiswa belajar bagaimana perspektif terhadap sampah dapat diubah — dari limbah menjadi sumber daya ekonomi dan edukasi,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa pendekatan pembelajaran di Prodi Pendidikan Biologi sudah selaras dengan praktik ini: tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga membumikan konsep melalui praktik nyata. Fuad juga mengungkapkan bahwa salah satu mahasiswanya telah mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis proyek untuk mengolah limbah plastik menjadi paving block, terinspirasi dari praktik yang dilakukan di TPA BLE. Citra Lesmana, salah satu mahasiswa peserta SLT, mengungkapkan kekagumannya terhadap sistem pengelolaan di TPA BLE. “Saya terkejut, tidak seperti TPA biasa yang identik dengan bau menyengat. Di sini, bau hampir tidak terasa,” ujarnya. Ia juga belajar mengenai ekonomi sirkular, dari pemanfaatan sampah anorganik menjadi Refused Derived Fuel (RDF), hingga limbah organik yang diolah menjadi pakan maggot, pupuk kasgot, bahkan pakan ternak unggas. “Dari kunjungan ini saya bisa melihat rantai pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, dan yang paling penting, saya punya banyak ide bagaimana membelajarkan isu sampah secara kreatif kepada siswa,” tutup Citra dengan penuh semangat.
Eksplorasi Biodiversitas di Kaki Gunung Ciremai: Mahasiswa Pendidikan Biologi UMM Kunjungi Kebun Raya Kuningan

Kuningan — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang melaksanakan kegiatan eksplorasi biodiversitas di Kebun Raya Kuningan (KRK), Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung di kaki Gunung Ciremai ini mengusung tema “Biodiversitas: Edukasi Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan.” Kebun Raya Kuningan, yang dikelola oleh Pemerintah Daerah melalui UPTD setempat, merupakan kawasan konservasi dengan luas 155 hektar dan memiliki lebih dari 23.000 spesimen tanaman yang telah teregistrasi, termasuk jenis-jenis endemik khas Jawa Barat. Kepala UPTD KRK, Dedi Kurniawan, menyambut baik kunjungan ini dan menyebutnya sebagai bentuk nyata kolaborasi antara lembaga pendidikan dan lembaga konservasi. Ia juga menyatakan bahwa UMM adalah perguruan tinggi terjauh yang pernah berkunjung ke KRK. “Kehadiran teman-teman dari UMM sejalan dengan empat fungsi utama KRK: konservasi, penelitian, pendidikan, dan wisata,” ujarnya. Dalam sesi eksplorasi, mahasiswa mendalami studi tanaman endemik seperti ambit (Elaeocarpus grandiflorus)—yang oleh masyarakat Sunda dikenal juga dengan nama rejasa, raja sor, atau kemaitan. Tanaman ini memiliki cita rasa pahit dan diyakini memiliki khasiat farmakologis sebagai antiinflamasi dan penurun panas. Selain menjelajah area konservasi, peserta juga mengunjungi rumah kaca (greenhouse) yang menyimpan berbagai koleksi anggrek, termasuk Dendrobium sp., serta laboratorium kultur jaringan yang mendukung fungsi penelitian dan pelestarian tanaman langka. Drs. Samsun Hadi, M.S., dosen pendamping kegiatan ini, menyampaikan bahwa potensi edukatif KRK sangat besar untuk dimanfaatkan sebagai sumber belajar di semua jenjang pendidikan. “Kegiatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman konsep, tetapi juga merangsang mahasiswa agar mampu mengembangkan pembelajaran inovatif berbasis potensi lokal,” tuturnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak melihat langsung peran nyata konservasi dalam mendukung pendidikan berkelanjutan. Pengalaman lapangan seperti ini diharapkan memperkuat kesadaran ekologis dan kemampuan pedagogis calon guru biologi dalam menyusun pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif.
Perkuat Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek, Prodi Pendidikan Biologi Kunjungi Bukit Aksara Junior High School

Semarang — Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan kunjungan akademik ke SMP Bukit Aksara Semarang, Jawa Tengah dalam rangka kegiatan Studi Lapang Terintegrasi (SLT). Kunjungan ini bertujuan memperkaya wawasan mahasiswa mengenai implementasi pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL) yang telah diterapkan secara konsisten di sekolah tersebut. SMP Bukit Aksara, yang berada di bawah naungan Yayasan Sanggar Aksara, dikenal sebagai lembaga pendidikan progresif yang mengusung pendekatan pembelajaran abad ke-21. Sekolah ini tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga menyeimbangkannya dengan pengembangan karakter dan kecakapan hidup siswa secara holistik. Kegiatan ini dipandu oleh dosen pendamping SLT, Fuad Jaya Miharja, M.Pd, yang disambut langsung oleh Kepala Sekolah SMP Bukit Aksara, Giovani Widyanti Asriningtyas. Dalam sambutannya, Asri — sapaan akrab beliau — menyampaikan rasa bahagia atas kunjungan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pembelajaran di sekolahnya dirancang dengan pendekatan spiral, di mana konsep-konsep diajarkan berulang dengan kompleksitas yang meningkat seiring waktu, guna mendorong pemahaman mendalam dan retensi jangka panjang. Dosen Pendamping SLT (Bapak Fuad Jaya Miharja) bersama Ibu Kepala Sekolah Bukit Aksara Junior High School Asri juga memperkenalkan konsep Connected Curriculum (Kurikulum KoKu) yang menjadi landasan utama pembelajaran di SMP Bukit Aksara. Kurikulum ini dibangun di atas tiga pilar: pemahaman konsep (concept understanding), penerapan konsep (ways of working), dan keterampilan komunikasi hasil belajar (communicator). Ketiganya dipraktikkan secara konsisten dalam setiap proses pembelajaran di kelas, sehingga siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan kehidupan nyata serta mengkomunikasikan temuannya secara efektif. Andika Wahyu Sanjaya, salah satu mahasiswa peserta SLT, mengaku terinspirasi dengan suasana belajar di SMP Bukit Aksara. “Saya kagum melihat desain ruang kelas yang tidak konvensional. Tidak ada susunan meja dan kursi seperti biasanya, melainkan ruang-ruang belajar yang dirancang untuk merangsang rasa ingin tahu dan semangat belajar siswa,” ujarnya. Dosen pendamping, Fuad Jaya Miharja, menekankan pentingnya pengalaman ini dalam melengkapi pembelajaran di kampus. “Kegiatan SLT ini menjadi potongan penting dari proses belajar mahasiswa. Mereka tidak hanya dibekali pemahaman konsep di kelas, tetapi juga belajar bagaimana konsep-konsep tersebut dapat diaktualisasikan dalam pembelajaran nyata di sekolah,” jelasnya. Sebagai penutup kegiatan, Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM menyerahkan cinderamata berupa Modul Ajar IPA terbitan UMM Press—hasil karya mahasiswa semester IV mata kuliah Desain Pembelajaran Inovatif. Sebagai balasan, pihak sekolah menghadiahkan buku antologi puisi karya siswa, yang merupakan produk proyek pembelajaran lintas mata pelajaran di sekolah tersebut. Kunjungan ini menjadi salah satu langkah strategis Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM dalam memperluas wawasan dan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui interaksi langsung dengan sekolah-sekolah yang mengimplementasikan pembelajaran inovatif dan berbasis proyek.