Cuan dari Sampah, Mahasiswa PBIO UMM adakan Kunjungan Lapang

Malang – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), mengadakan Kuliah Kerja Lapang (KKL) ke KSM Cinta Mahesa Pasuruan pada 23 Desember 2023. Kegiatan ini dipandu oleh Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si, Dr. Husamah, M.Pd., dan Drs. Samsun Hadi, MS., serta bertujuan untuk mengenal lebih dekat implementasi pengelolaan sampah berbasis maggot sebagai solusi lingkungan sekaligus peluang ekonomi. Prof. Abdulkadir memaparkan pentingnya isu sampah dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs). Menurutnya, masalah sampah muncul akibat rendahnya kesadaran masyarakat terhadap dampak lingkungan. “Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2022 menyebutkan jumlah timbunan sampah nasional mencapai 21,1 juta ton. Dari total ini, 65,71% (13,9 juta ton) sudah terkelola, sementara 34,29% (7,2 juta ton) masih belum terkelola dengan baik,” terang Prof. Abdulkadir. Sampah sebagai Sumber Ekonomi Di lokasi, Ibu Lilik dan Pak Hendro, tim pengurus KSM Cinta Mahesa, menjelaskan bagaimana sampah dapat menjadi peluang ekonomi jika dikelola dengan baik. Penggunaan maggot (Black Soldier Fly atau BSF) menjadi salah satu cara inovatif mereka dalam mengolah sampah organik. “Ketika sampah organik dipilah dan diolah menggunakan maggot, dampaknya luar biasa. Maggot memiliki nilai ekonomis tinggi, baik sebagai pakan ternak maupun sebagai produk untuk dijual. Bahkan, dari hasil pengelolaan sampah, kami bisa mendukung upaya pemberantasan stunting dengan menghasilkan daging unggas berkualitas,” jelas Ibu Lilik. Pak Endro Winaryo, Koordinator Pengelola KSM, menambahkan bahwa timnya mampu mengurangi sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS), sehingga memberikan efisiensi dan penghasilan tambahan bagi masyarakat. “Kami memiliki 17 anggota tim, dan semua sudah dicover BPJS dari penghasilan pengelolaan sampah berbasis maggot ini. Intinya, kita harus bersahabat dan bijak dengan sampah yang kita hasilkan,” ungkapnya. Produksi Maggot dan Peluang Ekonomi KSM Cinta Mahesa saat ini mengelola 10 biopon pembesaran maggot, masing-masing berkapasitas 10-15 kilogram maggot. Maggot pre pupa dijual seharga Rp 6.000 per kilogram, sedangkan maggot dewasa (pupa) dapat mencapai harga Rp 50.000 per kilogram. Dalam satu bulan, KSM mampu memanen hingga 120 kilogram maggot. Sarifudin Lathif, M.Pd., selaku pendamping yang juga salah satu alumni S1 dan S2 Prodi Pendidikan Biologi UMM, menjelaskan bahwa hasil penjualan maggot digunakan untuk meningkatkan ekonomi warga. “Sebagian warga menggunakan maggot sebagai pakan unggas dan ikan. Sebagian lainnya menjualnya untuk menambah pendapatan. Ini menjadi salah satu solusi nyata dalam mengelola sampah sekaligus menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat,” jelas Sarifudin. Kolaborasi Pendidikan dan Lingkungan Kegiatan ini menunjukkan sinergi antara mahasiswa UMM dan masyarakat dalam menjawab isu-isu lingkungan sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah yang inovatif. Dengan pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2023/12/24/cuan-dari-sampah-mahasiswa-pbio-umm-adakan-kunjungan-lapang/
Ada Empat Profesor dan Puluhan Doktor PBIO UMM Siap Akreditasi Internasional

PBIO UMM makin percaya diri mengikuti akreditasi internasional, karena ada empat Profesor di Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang yang baru saja dikukuhkan. Diantaranya, Prof. Dr. Ainur Rofieq, MKes guru besar bidang pendidikan biologi dan kesehatan, Prof. Dr. Yuni Pantiwati, MM., M.Pd guru besar bidang pendidikan Biologi, dan Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si guru besar bidang ilmu biologi. Dengan pengukuhan ini, maka PBIO FKIP UMM telah memiliki empat profesor. Sebelumnya telah dikukuhkan Prof. Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Si guru besar ilmu biologi reproduksi. Dalam waktu dekat, diharapkan jumlah profesor akan bertambah karena masih ada dosen yang sedang proses penilaian usulan oleh Kemendikbudristek. PBIO FKI UMM juga memiliki dosen-dosen bergelar Doktor dan berstatus Lektor kepala (Associate Professor) dan Lektor (Assist. Profesor). Ada juga dosen yang sedang menempuh Ph.D di Korea dan beberapa lainnya sedang menyiapkan studi doktoral. Dengan modal ini, PBIO UMM siap dan percaya diri untuk melakukan rekognisi internasional. Akreditasi yang akan dituju adalah ASIIN. “UMM layak kita dorong untuk menjadi World Class University. Profesor yang baru dikukuhkan akan menjadi kekuatan pendukungnya,” kata Kepala LLDIKTI VII Prof. Dr. Dyah Sawitri. Jum’at (22/12/2023). Merespon harapan tersebut, Prof. Dr. Rr Eko Susetyarini, M.Si selaku ketua Prodi PBIO FKIP UMM menegaskan bahwa pihaknya siap untuk menuju internasionalisasi. Menurutnya, modal akreditasi unggul yang telah diperoleh selama satu dekade terakhir sangat cukup menjadi kekuatan. “Kami juga telah memperoleh sertifikasi internasional dari ASEAN University Network Quality Assurance (AUN-QA). Untuk itu kami terbang dan bersinar lebih tinggi untuk mencetak guru-guru profesional, peneliti, dan entrepreneur masa depan yang gemilang,” ujar Prof. Eko. Secara terpisah, Kepala UPT Akreditasi dan Pemeringkatan UMM Dr. Surya Anoraga menyampaikan bahwa Prodi PBIO FKIP UMM dipersiapkan untuk memproses berkat persyaratan akreditasi ASIIN di tahun 2024. “Dengan demikian, ditargetkan 2025 sudah disubmit dan divisitasi. PBIO FKIP UMM sangat mumpuni dengan pengalaman, SDM, dan capaian-capain luaran selama ini,” tukasnya. Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/ada-empat-profesor-dan-puluhan-doktor-pbio-umm-siap-akreditasi-internasional/
Cerita Salsabilla Rohanah, Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP UMM yang Kantongi Medali Emas sekaligus Perunggu dalam PIMNAS ke-36

Malang — Salsabilla Roihanah, mahasiswa Program Studi Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berhasil meraih medali emas dan medali perunggu dalam acara Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2023 ke 36 di Universitas Padjajaran. Prestasi ini diraih melalui kategori poster PKM-RE berjudul “Potensi Bakteriofage Hepatopankreas Dan Serasah Mangrove Sebagai Inovasi Teknologi Kontrol Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease Penyebab Kematian Total Pada Litopenaeus Vannamei”. Salsa, sapaan akrabnya, mengatakan AHPND merupakan penyakit yang berdampak sangat signifikan pada industri perikanan udang di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Vibrio parahaemolyticus yang menyerang organ hepatopankreas pada udang Litopenaeus vannamei. “Selama ini, belum ditemukan solusi yang efektif untuk mengendalikan dan mencegah penularan penyakit ini, yang mengakibatkan kerugian besar bagi peternak udang,” ungkapnya. Melihat permasalahan tersebut, salsa dan tiga rekannya yang diketuai oleh lely mahasiswa aquakultur melakukan penelitian yang inovatif untuk mencari cara pengendalian dari penyakit AHPND. Dalam penelitiannya, mereka menemukan bahwa potensi bakteriofage merupakan solusi yang menjanjikan dalam mengatasi penyakit ini. Bakteriofage adalah virus yang dapat menginfeksi dan menghancurkan bakteri secara spesifik. Dalam penelitiannya, salsa dan tim berhasil mengisolasi bakteriofage yang dapat menginfeksi dan menghancurkan bakteri Vibrio parahaemolyticus penyebab AHPND. Ini menjadikan bakteriofage sebagai solusi alami dan ramah lingkungan dalam pengendalian penyakit pada udang Litopenaeus vannamei. Selain itu, dalam penelitiannya, mereka juga menemukan bahwa pemberian serasah mangrove pada kolam budidaya udang dapat meningkatkan daya tahan udang terhadap penyakit AHPND. “Serasah mangrove mengandung beragam mikroorganisme yang dapat berperan sebagai probiotik alami bagi udang, sehingga membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh udang dan mengurangi risiko terkena penyakit,” terang Lely. Hasil penelitian ini sangat menarik perhatian juri dalam acara Pimnas. Poster yang dipresentasikan oleh mereka dalam ajang bergengsi PIMNAS ke-36 dan berhasil menggambarkan secara komprehensif metode dan hasil penelitiannya. Kualitas penelitian dan potensi aplikasinya dalam industri perikanan udang membuat poster ini terpilih sebagai juara dalam kategori Pimnas. Melalui penelitiannya, salabila dan tim telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan inovasi teknologi kontrol penyakit AHPND pada budidaya udang Litopenaeus vannamei. Penelitian ini diharapkan dapat membantu mengurangi kerugian yang ditimbulkan oleh penyakit ini dan meningkatkan produktivitas perikanan udang di Indonesia. Ditanya terkait kemenangannya, Salsa dan tim mengaku tidak mengira akan mendapatkan juara emas dalam kategori poster ini. Pasalnya, mereka kendala waktu yang singkat. Namun karena kegigihan tim dan usaha yang maksimal menjadikan mereka sebagai pemegang juara emas kategori poster di kejuaraan Pimnas ini. “Keterbatasan waktu itu justru menjadi sebuah semangat dan tekat untuk bisa memberikan hasil yang maksimal bagi kami. Alhamdulillah, semua ikhtiar kami mendapatkan hasil terbaik,” ungkapnya sambil tersenyum bangga. Atas capaian ini, pihak Universitas Muhammadiyah Malang juga berkomitmen untuk mendukung pengembangan penelitian ini lebih lanjut, baik dalam bentuk peningkatan sarana dan fasilitas laboratorium, maupun dukungan dana untuk penelitian lebih lanjut. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan Indonesia dapat menghasilkan inovasi-inovasi teknologi yang dapat membantu mengatasi permasalahan di industri perikanan udang dan meningkatkan kualitas sumber daya perairan yang berkelanjutan. Berita ini telah tayang pada: https://suryamalang.tribunnews.com/amp/2023/12/05/tim-mahasiswa-umm-raih-dua-medali-di-pimnas-ke-36-dari-poster-dan-presentasi
Bahas Isu SDGs, PBIO UMM Hadirkan Tiga Profesor

Sabtu, 4 November 2023 Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang menyelenggarakan Seminar Nasional Ke-8. Tema yang diangkat adalah “Biologi dan Pendidikan untuk Mendukung Pencapaian SDG’s”. Seminar Nasional ini diikuti oleh 100an Pemakalah dan 250 peserta non-pemakalah. SDGs adalah singkatan dari “Sustainable Development Goals” dalam bahasa Inggris, yang dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan sebagai “Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.” SDGs adalah serangkaian 17 tujuan pembangunan berkelanjutan yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2015 sebagai bagian dari Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan. “Tujuan dari SDGs adalah untuk mempromosikan pembangunan yang berkelanjutan di seluruh dunia, dengan berfokus pada berbagai isu yang sangat penting, seperti mengakhiri kemiskinan ekstrem, mengatasi ketimpangan sosial dan ekonomi, memerangi perubahan iklim, mengamankan air bersih dan sanitasi, meningkatkan kesehatan dan pendidikan, serta banyak isu lainnya yang terkait dengan pembangunan berkelanjutan” ujar Prof. Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Si selaku Kaprodi PBIO UMM dalam sambutannya. Menurut Prof. Eko, SDGs mencakup 17 tujuan utama yang dibagi menjadi 169 target yang lebih spesifik yang diharapkan dapat dicapai pada atau sebelum tahun 2030. Tujuan-tujuan ini memberikan panduan global bagi negara-negara dan organisasi internasional untuk berusaha mencapai pembangunan berkelanjutan yang lebih baik di seluruh dunia, sambil memperhatikan aspek-aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Sementara itu, Prof. Madya M. Faizal A. Ghani, Ph.D dari Universiti Malaya banyak menyampaikan tentang best practices SDGs di Malaysia. Salah satunya bagaiman keterkaitan dengan pendidikan, yaitu Education for Sustainable Development. Dosen yang telah menghasilkan ratusan paper itu juga menyampaikan perlunya pembudayaan Higher-Order Thinking Skills (HOTS). “Saat ini dibutuhkan kontribusi semua pihak. Dan Biologi harus memaikan peran strategis dalam mewujudkan SDGs. Biologi harus berkontribusi menghasilkan generasi yang memiliki HOTS dan terdidik sehingga ramah lingkungan” tegas Professor alumni ESL (Indiana University, USA tahun 2012. Pemateri lainnya adalah Prof. Dr. Ainur Rofieq, M.Kes, guru besar bidang pendikan biologi dan kesehatan. Prof Rofieq secara praktis membahas judul “Mengintegrasikan Aspek Lingkungan dalam Pencapaian SDGs: Kasus Debu Rumah di Perkotaan”. Beliau banyak berbagi pengalaman tentang risetnya selama puluhan tahun. “Secara praktis, Debu rumah perkotaan berkontribusi pada berbagai aspek SDGs terutama aspek kesehatan dan lingkungan. Partikel debu yang ada di udara dapat berdampak negatif pada kesehatan manusia, yang menyebabkan penyakit pernapasan dan alergi. Partikel debu berperan dalam masalah lingkungan, seperti polusi udara dan perubahan iklim, karena dapat membawa polutan dan gas rumah kaca”, ujar Profesor yang juga kepala BPMI UMM ini. Selain itu, Profesor Dr. Yuni Pantiwati, MM., M.Pd, selaku guru besar ilmu pendidikan PBIO UMM menyampaikan paparan tentang “Systematic Review : Literasi Sains dalam Pembelajaran IPA Inovatif Mendukung Ketercapaian Tujuan Pendidikan Berkualitas Sustainable Develpoment Goals di Indonesia”. “Mendukung ketercapaian SGDs dapat dilakukan dengan mengintegrasikan literasi dalam pembelajaran. Literasi sains melalui penerapan model pembelajaran dan penggunaan media beserta bahan ajar. Penggunaa meda dan bahan ajar seperti komik, cerita bergambar, buku berbasis SSI, LKPD dan poster dalam pembelajaran IPA. Penerapan model pembelajaran STEM-PjBL, PBL dengan SSI, guided inquiry-blended learning, dan mengintegrasikan dalam model pembelajaran Li-Pro-GP (mengelaborasikan literasi sains dalam program GLS terintegrasi PPK). Hasil penelitian dapat dimanfaatkan oleh guru atau pemangku kepentingan dalam bidang pendidikan, dsn peneliti bidang Pendidikan melalui pembiasaan literasi sains dalam pembelajaran” jelas Kepala Laboratorium Biologi UMM ini. Sesi akhir dari seminar nasional ini adala presentasi makalah. Pemakalah dibagi menjadi 5 room. Makalah selanjutnya akan dipublikasi di berbagai jurnal mitra dan prosiding. Pada acara ini dipilih juga 5 pemakalah terbaik dan satu penghargaan khusus untuk kepesertaan terbaik.
LPTK (Harus) Mencetak Guru Inovatif dan Reflektif

Tantangan baru Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di Indonesia, pasca pandemi Covid-19 dan diterbitkannya peraturan Dirjen GTK Nomor 2019 tahun 2023 adalah memastikan para guru bersifat inovatif dan reflektif. Sebagai penghasil guru, LPTK memang dihadapkan pada tantangan abad ke-21 dan perkembangan IPTEK (misal revolusi industri 4.0) di bidang pendidikan dan pembelajaran. LPTK tentunya harus tepat merespon tantangan tersebut. Logisnya, LPTK mau tidak mau harus memilih untuk mewujudkan profil alumni yaitu guru yang inovatif dan reflektif berada pada jalur yang benar dan tepat (on the right track). Guru yang inovatif dan reflektif tersebut akan menjadi andalan untuk menjadikan siswanya adaptif, responsif, dan sukses menjawab tantangan hidup di pertengahan abad ke-21 dan revolusi industri. Dunia pendidikan membutuhkan guru yang inovatif dan reflektif. Bilamana kebutuhan ini terpenuhi maka perkembangan IPTEK yang seperti apapun, perkembangan tuntutan zaman yang bagaimanapun dan perkembangan tuntutan belajar seperti apapun akan dapat diselesaikan melalui peran guru yang memiliki karakter inovaatif dan reflektif tersebut. Dalam perkembangan sejarah pendidikan, guru yang inovatif dan reflektif telah menunjukkan peran yang signifikan. Mereka tidak sekedaar diharapkan, tetapi mereka telah memberikan kontribusi dan inspirasi pada terwujudnya siswa yang memiliki spirit untuk hidup lebih baik (well-being) dan spirit untuk berprestasi (need for achievement). Namun tantangannya adalah bagaimana mewujudkan guru inovatif dan reflektif tersebut? Guru Inovatif Guru inovatif adalah guru yang memiliki kemampuan berpikir kritis dan kreatif karena inovasi hanya akan muncul bilamana berpikir kritis dan kreatif dimiliki oleh guru tesebut. Guru yang inovatif adalah guru yang berkualitas dan menjadi harapan masyarakat pendidikan pada umumnya. Berlaku sebaliknya bahwa guru yang berkualitas adalah guru yang inovatif. Ciri karakter inovatif ini diantaranya ditunjukkan oleh komitmen atau sikap yang positif, tidak mudah mengeluh, mencintai pekerjaan, dan mengusahakan yang terbaik dalam bekerja. Dalam aspek pengetahuan guru inovatif selalu melakukan update terhadap informasi baru yang perlu dimanfaatkan untuk menajamkan kompetensi profesionalnya. Dalam aspek keterampilan, guru inovatif selalu belajar dan berupaya mewujudkan hal hal yang unik, tepat guna dan berhasil guna dalam memecahkan tantangan atau permasalahan yang dihadapi. Ke depan, tuntutan hidup akan semakin kompleks dan rumit. Banyak ditemukan perubahan tuntutan dalam semua bidang pekerjaan yang sebelumnya tidak diberlakukan, Hal ini berlaku bagi siapapun yang telah memasuki dunia kerja maupun bagi yang akan memasuki dunia kerja. Perkembangan zaman tidak mundur ke belakang, tetapi selalu maju ke depan. Tuntutan hidup akan semakin kompleks, bukan semakin sederhana. Di bidang pendidikan, tuntutan ataupun permintaan baru yang diberlakukan membutuhkan personal guru yang berkualitas agar dapat memberi respon yang tepat dan akurat atas tantangan yang semakin kompleks. Salah satu tantangan terssebut misalnya guru saat ini harus memahami dan menerapkan kebijakan TRL, CTL, Pembelajaran Berdeferensiasi, Literasi Numerasi, Computational Thinking dan Design Thinking. Semua terminology ini mutakhir berkaitan dengan pembelajaran abad ke-21 yang tidak dikenal dalam dunia keguruan sebelumnya. Guru inovatif tidak lahir secara kebetulan. Walupun kita mengakui bahwa dapat menemukan guru inovatif yang terbentuk secara naluriah atau alamiah, tanpa sentuhan pendidikan. Akan tetapi jumlah guru yang demikian ini terlalu sedikit, sementara kebutuhan untuk menyiapkan guru inovatif dan reflektif sangatlah besar. Dibutuhkan guru inovatif yang dilahirkan melalui proses pendidikan atau proses pembentukan karakter by design karena sifat inovatif dapat dibentuk dan dididik melalui pembentukan karakter inovatif. LPTK diharapkan mampu melahirkan guru berkarkter inovatif melalui proses inovatif yang disiapkannya. Guru Reflektif Sementara itu, guru yang reflektif adalah guru yang mau melihat dirinya sendiri, melakukan refleksi dan introspeksi diri, khususnya terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Selain selalu melihat sisi positif dari setiap saran dan kritik orang lain, guru yang reflektif selalu berusaha mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi peserta didik dan menelaah apakah pembelajaran yang dilakukan telah mengantarkan peserta didik menguasai kompetensi yang diharapkan. Guru yang reflektif tidak dengan mudah merasa puas terhadap pembelajaran yang telah dilakukan dan cenderung ingin mencoba hal baru untuk menyempurnakan pembelajarannya (best practices). Karenanya, guru yang reflektif bersikap terbuka terhadap perubahan, mau terus belajar, dan menerima nilai-nilai baru yang bersifat dinamis. Guru reflektif senantiasa melakukan dan membuat persiapan pembelajaran. Mulai dari melihat dan memahami KI dan KD (CP dan TP) silabus, RPP (modul ajar), buku sumber, sampai pada sumber belajar yang akan dijadikan acuan. Hal tersebut merupakan menu utama seorang guru reflektif. Guru reflektif selamanya menjadi guru pembelajar. Memiliki pemikiran terbuka, sehingga bila mendapat tantangan, ia jadikan sebagai lahan peluang. Sebaliknya, jika ada peluang, dijadikan sebagai tantangan untuk terus maju. Pemikiran yang terbuka pula, apabila mendapat masukan dari teman atau atasan selalu disaring dan direnungkan. Selanjutnya, direalisasikan dalam pembelajaran. Kemampuan reflektif merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru. Menjadi reflektif sangat penting karena dengan berefleksi, guru dapat menemukan fakt-fakta mengenai kekuatan dan kelemahannya dalam menerapkan suatu pengajaran dan menjadikan hal itu sebagai bahan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran. Seperti yang dikatakan Dewey bahwa refleksi adalah bertujuan untuk menemukan fakta untuk suatu tujuan tertentu (Reed & Bergemann, 2005). Oleh karena itu, dalam berefleksi melibatkan analisis dan pengambilan keputusan tentang apa yang telah terjadi (Wilson & Jan, 1998). Selain itu, guru reflektif mampu melihat permasalahan dari cara pandang siswa dan bekerja sama dengan siswa untuk membentuk kembali situasi belajar yang sesuai dengan karakteristik siswa (Posner, 2010) dan aktif merenungkan pengajaran mereka dan pada konteks pendidikan, sosial, dan politik di mana mereka mengajar. Kompetensi reflektif tidak serta merta dapat dimiliki oleh seorang guru. Kompetensi refleksi perlu dilatih, diinisiasi, dan dibiasakan kepada calon guru agar karakter reflektif telah menjadi bagian dari dirinya dan siap diimplementasikan saat mengajar di sekolah. Karenanya, kompetensi berpikir reflektif telah diajarkan pada sesi akhir setiap mata kuliah inti, selektif, maupun elektif yang ditempuh. Untuk menguatkan kompetensi refleksi, secara khusus mahasiswa dilatih melakukan refleksi terhadap proses dan hasil belajar seluruh mata kuliah yang ditempuh selama masa studi. Bagaimana Mewujudkan Guru Inovatif dan Reflektif? Bagaimana seseorang mampu inovatif dan berpikir reflektif? Mari kita simak tahapan ketika seseorang menggunakan kemampuan inovatif dan berpikir reflektifnya. Ada 5 tahapan ketika seseorang menjadi inovatif dan menggunakan kemampuan berpikir reflektif-nya, yaitu: 1). Hadirnya sebuah masalah; 2). Memahami permasalahan yang ada; 3). Menghubungkan ilmu yang dimiliki dengan permasalahan; dan 4). Melakukan evaluasi hipotesis; dan 5. Menerapkan cara pemecahan masalah yang dipilih. Dari proses tersebut dapat dilihat bahwa sesungguhnya tahapan akhir dari proses berpikir
PBIO FKIP UMM Kuatkan Pembelajaran Inovatif Guru Muhammadiyah Kota Batu

Tim Blockgrant Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM bekerjasama dengan Majlis DIKDASMEN Muhammadiyah Kota Batu menggelar acara Pelatihan Pembelajaraan PBL dan PjBL, 26 Oktober 2023 lalu. Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kompetensi Guru IPA di SMP dan SMA. “Aksi ini didorong oleh kesadaran atas perlunya akselerasi dunia pembelajaran terhadap perkembangan teknologi yang berkembang jauh lebih pesat. Baik Tim Blockgrant maupun Majlis Dikdasmen Muhammadiyah Kota Batu menyadari perlunya dilakukan pelatihan dan pendampingan ini agar para guru di sekolah memiliki kapasitas mengimplementasikan pembelajaran modern dan unggul dengan baik dan benar, ujar Dr. Nurwidodo, MKes selaku Ketua Majlis Dikdasmen Muhammadiyah Kota Batu. Ia menambahkan bahwa pembelajaran PBL dan PjBL ini kita kenal sebagai pembelajaran inovatif, modern dan mendapatkan endorsemen oleh kurikulum merdeka (KURMER), serta didukung oleh keputusan dari dirjen GTK nomor 2019. Secara khusus ketua Tim Blockgrant, Dr. Iin Hindun, M.Kes, menyatakan bahwa acara pelatihan ini tidak sekedar memberikan penguatan pengetahuan guru, tetapi juga apresiasi dan keterampilan terhadap pembelajaran inovatif. “Oleh karena itu, pelatihan ini dilaksanakan dengan pola lesson study. Melalui pola lesson study ini, maka guru akan memperoleh pendampingan dalam merancang, melaksanakan pembelajaran dan melakukan refleksi pembelajaran inovatif.” ujar dosen PBIO FKIP UMM ini. Pembelajaran inovatif, menurut beliau akan dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dan 4C dan ini merupakan tuntutan pembelajaran abad ke-21. Sementara itu ketua tim Pembelajaran Inovatif, Dra. Sri Wahyuni, M.Kes menyatakan bahwa program ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi guru dalam mengimplementasikan laangkah langkah atau sintaks model pembelajaran PBL dan PjBL, karena banyak sekali ditemukan di lapang bahwa guru kurang tepat dalam mengimplementasikan sintaks. Akibat dari kekurang tepatan dalam mengimplementasikan sintaks ini maka tujuan untuk mendapatkan hasil berupa kemampuan berpikir kritis, kreativ, komunikatif dan kolaboratif siswwa menjadi tidak tercapai. Bahkan yang lebih mengkawatirkan lagi, menurut beliau adalah terjadinya pembelajaran semu (pseudo teaching). Ridha, salah satu peserta dari SMAM 3 Kota Batu menyatakan bahwa dengan pelatihan ini maka saya menjadi lebih faham cara menyusun sintaks PBL yang terintegrasi dengan materi yang diajarkan. “Sebelumnya saya tidak mempertimbangkan rasional yang mesti berlaku pada setiap tahapan model PBL, sehingga pembelajaran yang saya lakukan kurang memberikan kesempatan pada siswa untuk belajar secara bermakna” tegas Ridha. Hal senada disampaikan oleh Shihab, guru SMPM 3. Ia menyatakan bahwa banyak guru di lapang yang belum paham sepenuhnya berkaitan dengan cara yang baik dan benar dalam mengintegrasikan materi pelajaran kedalam sintak pembelajaran. Melalui pelatihan ini maka ia merasa mendaapatkan pembimbingan dan pembinaan untuk menjadi guru yang literate terhadap model pembelajaran dan selalu mengupayakan hal yang terbaik dalam praktek pembelajaran di tempat tugasnya. Sementara itu Ainur, guru SMKM 1 Kota Batu menyatakan bahwa model pembelajaran PjBL yang menjadi tema pelatihan ini sangat seesuai dengan kebutuhan pembelajaran di SMK jurusan pasca panen dan produksi makanan. Ketua Majlis Dikdasmen Muhammadiyah KWB, Dr. Nurwidodo, M.Kes. menyatakan bahwa sekolah di dalam wilayah otoritasnya membutuhkan aliran inovasi dan pendampingan dari FKIP yang memiliki kompetensi sebagai peretas pembelajaran inovatif dan modern. Oleh karena itu, Majlis Dikdasmen Muhammadiyah Kota Batu menyatakan rasa terimakasihnya kepada Tim Blockgrant dan Pembelajaran Inovatif Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM yang telah menyelenggarakan pelatihan pembelajaran inovatif kepada guru IPA di SMP, SMA dan SMK Muhammadiyah Kota Batu. Terlebih pelatihan ini dilakukan dalam platform lesson study yang tentunya lebih memberikan manfaat karenna diikuti dengan pendampingan sejak penyusunan RPP, buka kelas, refleksi dan tindak lanjutnya. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2023/10/28/pbio-fkip-umm-kuatkan-pembelajaran-inovatif-guru-muhammadiyah-kota-batu/
Sharing di PBIO UMM, Prof Noor Bagikan Banyak Tips

Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMM (PBIO FKIP UMM) mengadakan sharing session visiting Professor pada Jumat (1/9/2023). Acara ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan untuk meningkatkan suasana akademik dan kecendikiawanan. Ketua Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMM Prof Dr Rr Eko Susetyarini, M.Si menegaskan bahwa Pihaknya terus mendorong para dosen untuk meningkatkan kompetensi dan kepangkatan. Kegiatan ini merupakan ajang untuk melecut semangat dan penguatan kerja keras dosen. “Alhamdulillah kami sudah memiliki tiga profesor. Beberapa lagi sedang menunggu SK Profesor. Sudah banyak doktor dan lektor kepala yang siap memperkaya keilmuan di Indonesia. Kami terus mendorong dosen untuk berkarya dalam Tridharma PT” papar Prof. Eko dalam perkenalannya. Ia juga menjelaskan bahwa Prodi PBIO FKIP UMM menyiapkan calon lulusan yang handal. Pihaknya menghasilkan mahasiswa yang siap menjadi guru handal, wirausahawan, manajer anggrek, pengelola laboratorium dan berbagai lapangan kerja. Sementara itu, Prof. Noor Aini Habibah, M.Si dari UNNES menyampaikan berbagai tips penelitian, pengabdian, dan kerjasama akademik institusi. “Belajar dari UNNES, perlu ada skema agar semua dosen dapat melakukan penelitian dan pengabdian. Jadi, meskipun mereka tidak dapat pendanaan dari kementerian, maka mereka juga akan tetap produktif,” ujar guru besar bidang kultur jaringan ini. Prof Noor Aini juga menjelaskan bahwa dosen dan prodi harus terus mendorong mahasiswa untuk publikasi. Mahasiswa dan dosen harus banyak menghasilkan karya yang dapat menginspirasi dan berkontribusi untuk pengembangan keilmuan di Indonesia. Selain itu, ia menyarankan bahwa kampus harus punya kebijakan dan sistem untuk pendampingan dosen yang studi dan dosen yang akan mengusulkan guru besar. “Strategi ini menjadi salah satu pendorong dan pendukung sehingga target kita mudah tercapai. Saling berbagi memudahkan kolega kita untuk meraih gelar tertinggi dan terus mencapai cita-cita keilmuan,” pungkas Prof Noor.
Tim Pengabdian UMM dampingi guru di Kota Batu mengembangkan pembelajaran STEM berbasis Keunggulan Lokal

Batu — Kamis, 26 Oktober 2023, Tim pengabdian blockgrant FKIP UMM melaksanakan pendampingan kepada para guru di SMA Muhammadiyah 3 Batu untuk mengembangkan pembelajaran STEM berbasis keunggulan lokal. Batu merupakan kota administratif yang terkenal dengan berbagai atraksi wisatanya dari tempat wisata berbasis teknologi modern sampai wisata berbasis agroindustri. Hal ini tentu menjadi bekal yang dapat dikembangkan oleh sekolah dalam pembelajaran. Tujuannya adalah tidak lain untuk meningkatan kompetensi siswa baik soft skill dan hard skill yang sesuai dengan potensi wilayah Kota Batu. Kegiatan ini adalah salah satu strategi yang ditujukan untuk peningkatan kompetensi guru utamanya agar bisa membekali siswanya dengan pembelajaran STEM yang bermakna berbasis unggulan daerah. Dalam kesempatan ini dibuka oleh Kepala SMA Muhammadiyah 3 Batu, Karnadi Utomo, S.Pd yang menjelaskan dalam sambutannya tentang pentingnya mengangkat potensi lokal batu dalam pembelajaran. “Kami sangat senang dan mengucapkan terimakasih atas pendampingan oleh tim pengabdian blockgrant FKIP UMM ini Kedepannya diharapkan guru kita dapat lebih kompeten untuk mengembangkan STEM, terlebih lagi dihubungkan komoditas unggulan Kota Batu” pungkasnya. Kegiatan ini merupakan kegiatan Focus Group Discussion yang menjadi inisiasi program pengabdian kita untuk menjadikan guru di SMA Muhammadiyah 3 Batu lebih expert lagi dalam pengembangan STEM. Selanjutnya kegiatan yang akan dilakukan adalah workshop penyusunan pembelajaran STEM. STEM ini bukan merupkan hal baru di sekolah, karena kita yakin bahwa guru telah menerapkan frame work STEM namun belum menyadari dan belum terorganisir, pungkas ketua tim PkM, Fuad Jaya Miharja, M.Pd. Beliau merupakan salah satu dosen prodi pendidikan biologi UMM yang fokus penelitian dan pengabdiannya dalam pengembangan STEM setidaknya bapak fuad merupakan Trainer Nasional STEM Indonesia, berkolaborasi dengan Bapak Mirza Nuryady, M.Sc untuk menjadi fasilitator dalam kegiatan pengabdian ini. Kegiatan ini memiliki tujuan akhir yaitu untuk membentuk cara berfikir siswa dengan pembelajaran bermakna menggunakan masalah-masalah yang terjadi disekitar siswa. Hal ini tentunya akan meningkatkan keinginan belajar siswa dan cenderung meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Harapannya siswa akan siap menghadapi permasalahan-permasalahan disekitarnya dan menjadikannya pribadi yang tangguh dan kreatif. Berita ini telah tayang pada: https://klikmu.co/kembangkan-pembelajaran-stem-berbasis-keunggulan-lokal-di-kota-batu/
Mahasiswa UMM Dampingi Guru SMP Muhammadiyah 02 Kota Batu dalam Pengembangan Modul P5
Batu, 14 Oktober 2023 — Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses melaksanakan pendampingan pengembangan modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMP Muhammadiyah 02 Kota Batu. Kegiatan ini berlangsung sejak 20 September hingga 14 Oktober 2023 dan bertujuan membantu guru dalam menyusun serta mengimplementasikan modul P5 sesuai dengan Kurikulum Merdeka yang telah ditetapkan oleh pemerintah. SMP Muhammadiyah 02 Kota Batu telah mengadopsi Kurikulum Merdeka secara mandiri dengan memilih opsi Mandiri Belajar. Namun, beberapa guru masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan modul ajar dan melaksanakan pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka. Oleh karena itu, pendampingan ini diperlukan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam dua aspek tersebut. Pendampingan dilakukan melalui serangkaian workshop pada 20 September 2023 serta diskusi kelompok terfokus (Focus Group Discussion – FGD) yang melibatkan seluruh guru. Mahasiswa PMM UMM, yaitu Ariella Junes Egalita (Prodi Pendidikan Biologi) dan Ira Fatmasari (Prodi Pendidikan Biologi), di bawah bimbingan Dra. Lise Chamisijatin, M.Pd., memfasilitasi kegiatan ini dengan pendekatan partisipatif. Para guru dilibatkan dalam diskusi dan kolaborasi untuk menyusun modul ajar P5 yang relevan dengan konteks sekolah dan kebutuhan siswa. Melalui kegiatan ini, para guru berhasil mengembangkan modul ajar P5 tanpa perlu membuat silabus dan alur tujuan pembelajaran (ATP) secara terpisah. Selain itu, mereka juga memperoleh keterampilan dalam melaksanakan pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka. Salah satu indikator keberhasilan pendampingan ini adalah pembuatan video pembelajaran sebagai bentuk evaluasi. Implementasi modul P5 diharapkan dapat memperkuat profil pelajar Pancasila di kalangan siswa, sejalan dengan tujuan Kurikulum Merdeka. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa kolaborasi antara universitas dan sekolah dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Program PMM UMM ini menjadi salah satu wujud nyata hilirisasi hasil penelitian yang dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Malang dalam mendukung inovasi pendidikan di Indonesia.
Tim UMM Kuatkan Pengelolaan Lab IPA Sekolah Muhammadiyah

MALANG – Senin, 16 Oktober 2023, menjadi hari penting bagi tim pengabdian UMM. Bersama dengan mahasiswa mereka menggelar kegiatan pelatihan pengelolaan laboratorium IPA SMP/MTS Muhamamdiyah se-Kota Malang. Kegiatan dilaksanakan di aula SMP Muhammadiyah 1 Malang. Kegiatan ini merupakan kerjasama dari berbagai pihak yang meliputi MGMP Guru IPA Muhamamdiyah se kota Malang, tim pengabdian UMM dan berkolaborasi dengan salah satu dosen Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang. Program ini rencananya akan dilaksanakan selama 1 bulan, dengan kegitan utamanya adalah workshop dan diikuti dengan pendampingan pengelolaan yang melibatkan dosen, mahasiswa, beserta guru IPA. Kegitan ini diikuti oleh 10 guru IPA dari tujuh MTS/SMP Muhammadiyah Kota Malang. “Saya merasa amat sangat senang dengan terlaksananya kegiatan pengelolaan lab ini, karena laboratorium pendidikan di tingkat SMP/MTS memang masih belum optimal dan efektif penggunaannya”, pungkas ibu Yanur Setyaningrum, M.Pd, Kepala SMP Muhammadiyah 1 Malang dalam sambutannya. Hal ini senada dengan sambutan yang disampaikan oleh ibu Tutut Indria Permana, M.Pd selaku ketua pengabdian masyarakat yang mengatakan “bahwa tujuan diadakannya pelatihan pengelollan laboratorium di tingkat SMP ini akan membantu mendorong pembelajaran yang lebih baik, sehingga siswa mendapatkan pembelajaran bermakna dengan berbagai eksperimen”. Dalam kegitan workshop yang dilaksanakan kali ini, dihadirkan dua narasumber yaitu Bapak Moh. Mirza Nuryady, M.Sc selaku dosen Pendidikan Biologi UMM yang memberikan pelatihan penyusunan dokumen pengelolaan laboraturium. Dilanjutkan dengan pemateri ke-2 yaitu, dr. Kiky Martha Ariesaka, M. Biomed selaku tim pengabdian dari FK UM yang fokus pelatihannya tentang hygiene dan keselamatan, Kesehatan Kerja Laboratorium. Bapak Mirza selaku pemateri pertama dalam paparannya menyatakan bahwa setiap laboratorium wajib memiliki dokumen-dokumen pendukung seperti Rencana Anggaran Praktikum, buku Inventarisasi, Log Book pemakaian alat/bahan, tag kalibrasi alat, stiker kendali mutu bahan, serta daftar stock dan alur pengajuan pembelian alat/bahan. “setiap kegiatan yang dilakukan di laboratorium sekolah wajib dicatat dan diberikan evalusi dalam logbook kendali mutu agar proses pembelajaran praktikum berjalan sesuai rencana dan aman.,” ujarnya. Faktor keamanan selanjutnya dibahas lebih lanjut lagi oleh pemateri dari FK UM, yang menyatakan pentingnya pengetahuan guru dan peserta didik tentang resiko bahaya yang dapat ditimbulkan dalam kegiatan praktikum dan cara penangannanya. “setiap laboratorium wajib memiliki shower air di dalam laboratorium untuk penanganan pertama apabila terkena bahan yang berbahaya, namun jika tidak ada pihak sekolah wajib memberikan petunjuk evakuasi untuk sumber air/ kamar mandi terdekat dari laboratorium,” pungkasnya. Kegiatan ini tentunya sangat bermanfaat untuk diterapkan oleh para guru dan pengelola laboraotium ip di sekolah masing-masing agar memenuhi standar dan dapat mendukung ketercapaian pembelajaran yang berkualitas. Berita ini telah tayang pada: https://www.umm.ac.id/en/arsip-koran/klikmuco/tim-umm-tingkatkan-pengelolaan-lab-ipa-sekolah-muhammadiyah.html