PBIO UMM Komitmen Luluskan Mahasiswa Berprestasi dan Hanya 7 Semester

Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM menghelat kegiatan kuliah umum, Senin 2 Oktober 2023. Acara ilmiah ini menghadirkan dua alumni sukses dengan background kesibukan yang berbeda. Ditemani Kaprodi, Prof. Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Kes, keduanya menginspirasi para mahasiswa. Filsa Hawami, S.Pd, alumni PBIO UMM angkatan 2014 dan lulus 2018 yang menjadi guru di SMP Ar-Rohmah Putri. Sekolah ini merupakan sekolah favorit di Malang, bahkan Jawa Timur. “Kita harus berkomitmen menjadi guru profesional. Kita harus terus menjadi lebih baik dan menjadi teladan. Nah, Anda akan disiapkan menjadi guru profesional di Pendidikan Biologi FKIP UMM.” tutur guru yang banyak mengantarkan santrinya ke luar negeri ini. Prof Eko dalam pengantarnya menegaskan komitmen prodi untuk menyiapkan mahasiswa menjadi lulusan terbaik. “Kita menyiapkan banyak program. Dosen-dosen kita adalah yang terbaik dan berpengalaman. Kita bekerja untuk mengawal para mahasiswa lulus tepat waktu, dan lulus dengan mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Para alumni yang kita hadirkan hari ini adalah contoh alumni yang sukses yang diharapkan menjadi contoh,” ujar profesor biologi reproduksi ini. Salah satu alumni lain yang dihadirkan hari ini adalah Siti Amina S.Pd, yang menggeluti bisnis anggrek. Pengalamannya sampai level nasional. Saat ini sering menjadi juri kontes anggrek. “Bisnis anggrek menjanjikan sepanjang waktu. Walau terkadang naik turun, tetapi tetap establish. Jadi, pengalaman waktu kuliah khususnya magang menjadikan saya bisa bermain di dunia peranggrekan dan menjadi sumber penghasilan,” terang alumni yang memasarkan anggreknya sampai ke luar Jawa. Berita ini telah tayang pada: https://www.kompasiana.com/044_gathutwidyarama8473/651b76874addee1f8c7508e2/pbio-umm-komitmen-luluskan-mahasiswa-berprestasi-dan-hanya-7-semester
Dosen Biologi UMM Raih Pendanaan Penelitian Kurita, Perusahaan Berbasis di Jepang

Dosen Prodi Pendidikan Biologi (PBIO) UMM kembali menorehkan prestasi membanggakan. Moh. Mirza Nuryady SSi MSc berhasil meraih pendanaan penelitian dari Kurita, perusahaan yang berbasis di Jepang. Kurita Water Industries Ltd adalah perusahaan Jepang yang menyediakan fasilitas pengolahan dan penelitian air. Sejak pertengahan 1970-an hingga sekarang, Kurita Water Industries mendirikan 14 anak perusahaan dan afiliasi di luar negeri, salah satunya anak Perusahaan Kurita Indonesia. Melalui organisasi Kurita Water and Environment Foundation (KWEF) yang merupakan Corporate Social Responsibility (CSR) Perusahaan Kurita ini melaksanakan Program Kurita Overseas Research Grant (KORG). Grant penelitian ini dikhususkan untuk para peneliti lingkungan, khususnya terkait dengan air di berbagai negara, salah satunya Indonesia. Dengan besaran grant sebesar 400.000 yen, para peneliti dituntut untuk melakukan penelitian tentang monitoring pencemaran air, monitoring sumber air, water treatment, dan isu menarik lainnya dengan jangka waktu setahun. Moh. Mirza Nuryady mengangkat tema tentang screening bakteri E. coli yang resisten terhadap antibiotik beta-laktamase, yang berasosiasi dengan mikroplastik di Sungai Brantas. “Sebenarnya ini adalah kali pertama saya mencoba peruntungan untuk pendanaan penelitian internasional, dengan mengangkat tema tentang pencemaran bakteri E. coli di Sungai Brantas yang merupakan sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa. Selain itu, karena sungai ini juga melalui kampus UMM sehingga menarik minat saya untuk meneliti lebih jauh cemaran E. coli dalam air sungai ini,” ujar pria yang baru saja mendapatkan kesempatan berjejaring ke Spanyol tersebut. Selain itu, kata Mirza, tema tentang pencemaran mikroplastik akhir-akhir ini banyak dilakukan. Karena memang dapat mengancam kesehatan masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar sungai dan menggunakan air sungai. Ketua Program Studi PBIO UMM Prof Dr Eko Susetyarini MSi mengatakan, Mirza memang salah satu dosen yang semangat untuk menelitinya tinggi. “Alhamdulillah, prodi kami saat ini banyak mendapatkan hibah eksternal yang didapatkan bapak/ibu dosen prodi. Pendidikan biologi juga memiliki fokus pada penelitian-penelitian lingkungan, karena memang prodi PBIO-UMM banyak memiliki SDM yang fokus penelitiannya tentang monitoring lingkungan. Harapan besar saya selaku Kaprodi, ke depannya makin banyak dosen yang berhasil mendapatkan pendanaan eksternal baik nasional dan internasional guna meningkatkan grading institusi kita menjadi lebih unggul,” ujar professor yang baru saja mendapat pendanaan dari kementerian ini. Berita ini telah tayang pada: https://klikmu.co/dosen-biologi-umm-raih-pendanaan-penelitian-kurita-perusahaan-berbasis-di-jepang/
Pendidikan Biologi: Praktisi Mengajar MBKM Undang Peneliti dari Jepang

Satu lagi kegiatan internasional dilakukan oleh Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang merupakan langkah implementasi program Praktisi Mengajar MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka). Mereka menghadirkan orang Jepang Yukari Oikawa. Yukari Oikawa merupakan peneliti sekaligus staf ahli dari perusahaan Jepang Environmental Control Center Co Ltd yang berpusat di Tokyo Jepang. Dia menjadi narasumber dalam diskusi daring Kamis (15/6). Perusahaan tersebut bergerak di bidang jasa analisis pencemaran lingkungan. Kali ini Yukari berbagi tentang bagaimana bahaya mikroplastik dan bagaimana teknik analisis mikroplastik di laut dan sungai. Kegiatan ini memberikan insight baru bagi para mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi secara khusus dan beberapa mahasiswa umum dari berbagai universitas dalam analisis mikroplastik. Selain itu, bagaimana pencegahan pencemaran mikroplastik ini agar tidak berdampak terhadap kesehatan manusia secara langsung. Yukari juga menawarkan kerja sama penelitian dan magang kerja di perusahaan tempat dia bekerja. Didampingi oleh manajernya, Yukari memastikan bahwa para mahasiswa dari Indonesia dapat diterima untuk melakukan magang di perusahaannya. “Saat ini telah banyak mahasiswa magang dari berbagai negara seperti Korea, Taiwan, dan Tiongkok,” tuturnya. Ketua Program Studi Pendidikan Biologi UMM Prof Dr Rr Eko Susetyarini berkomitmen untuk terus meningkatkan kerjas ama dan program internasionalisasi dengan berbagai negara, salah satunya adalah Negeri Sakura. “Kegiatan internasionalisasi ini akan terus diupayakan dan ditingkatkan bentuknya seperti magang kerja dan penelitian langsung,” ujarnya Berita ini telah tayang pada: https://klikmu.co/praktisi-mengajar-mbkm-undang-peneliti-dari-jepang/
Angkat ESD Berbasis Spiritualitas, Dosen Pendidikan Biologi UMM Lulus Doktor Tercepat

Dr Husamah SPd MPd menambah jumlah doktor yang dimiliki oleh Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Spesialnya lagi, ia menjadi lulusan tercepat di Prodi S3 Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang dengan masa studi kurang tiga tahun. Nilainya sempurna, yaitu IPK 4,0. Ujian disertasi Husamah dilaksanakan di Aula FMIPA UM, Rabu (14/6). Husamah mengangkat judul disertasi “Pengembangan Model Pembelajaran IQRAA untuk Meningkatkan Penerimaan Kompetensi Aksi Keberlanjutan dan Literasi Lingkungan Mahasiswa”. Disertasi tersebut dipromotori oleh Prof Dr Hadi Suwono MSi, Prof Hadi Nur PhD, dan Assoc Prof Dr Agus Dharmawan. Adapun para penguji disertasi adalah Prof Dr Fatchur Rohman MSi, Prof Sri Rahayu Lestari MSi, Prof Dr Rr Eko Susetyarini MSi, dan Assoc Prof Dr Ibrohim MSi. Ujian berlangsung selama kurang lebih tiga jam. Dalam disertasinya, Husamah memaparkan latar belakang disertasinya. Sustainable development goals (SDGs) menjadi agenda seluruh negara di dunia. Salah satu point SDGs adalah SDG 4, yaitu pendidikan berkulitas dengan berwujud penerapan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan atau prodi pendidikan biologi di Indonesia mengintegrasikan education for sustainable development (ESD). “Saya mencermati bahwa prodi pendidikan biologi yang ada di Indonesia telah mengintegrasikan education for sustainable development (ESD) dalam mata kuliah bioetika sub etika lingkungan, ekologi, dan ilmu/pengetahuan lingkungan,” ujar pria asli Sapeken Sumenep ini. Menurut Husamah, kendala integrasi ESD yang umum ditemukan berdasarkan hasil focus group discussion adalah pembelajaran bersifat konvensional. Didominasi ceramah, diskusi klasikal, monoton, minim inovasi dalam bahan/perangkat ajar, dan tak sejalan dengan tren perkembangan pembelajaran terkini. “Hasil telusur RPS di beberapa perguruan tinggi menunjukkan bahwa aspek nilai-nilai spiritualitas (khususnya Islam) belum dintegrasikan. Hasil telusur referensi menunjukkan belum ada model pembelajaran yang diterapkan pada mata kuliah lingkungan/ESD yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam. Beberapa penelitian terdahulu hanya menunjukkan perlunya integrasi nilai-nilai Islam yang berwawasan lingkungan hidup dan pembelajaran tauhid lingkungan. Tidak ada pembelajaran yang secara nyata bahwa perlu penerapan pembelajaran yang menugaskan mahasiswa untuk melaksanakan proyek, menghasilkan produk, maupun belajar secara kolaboratif,” jelasnya. Atas dasar itu, ia telah mengembangkan model pembelajaran baru untuk mendukung implementasi ESD di perguruan tinggi. Ia memberi nama IQRAA. Model tersebut terdiri atas tahapan Introduction, Questioning and Ethical Decision-Making, Running in Project, Actuating, and Appreciation and Reflection. Model ini telah divalidasi oleh berbagai ahli dan diujicobakan serta diterapkan di kelas. Hasilnya adalah model IQRAA ini valid, praktis, dan efektif sehingga dapat digunakan secara luas. Ia berharap model ini bisa diterima secara luas di Indonesia. Ia juga telah menghasilkan instrumen untuk mengukur ketercapaiannya. Hasil tersebut telah dipublikasikan di jurnal-jurnal internasional. Hal inilah yang menjadikan ia lulus lebih cepat. Sebab, target publikasi telah tercapai. Bahkan ia telah menghasilkan publikasi sebanyak delapan, baik di jurnal terindeks SCOPUS, terindeks EBSCO, terakreditasi SINTA 2, dan book chapter internasional. “Terima kasih kepada Rektor UMM, Dekan FKIP UMM, Kaprodi Pendidikan Biologi UMM, para promotor, para penguji, para dosen di UM dan UMM, para mahasiswa, keluarga, teman seangkatan, sahabat, kolega, dan berbagai pihak yang telah membantu saya. Hal ini tidak akan tercapai tanpa bantuan dari semuanya,” tandas pria yang aktif mengelola jurnal ilmiah ini. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2023/06/15/angkat-esd-berbasis-spiritualitas-dosen-pbio-umm-lulus-doktor-tercepat/
Pendidikan Biologi FKIP-UMM Maksimalkan Kompetensi Bisnis Anggrek Mahasiswa

MALANG – Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM (PBIO-UMM) menggelar kuliah tamu daring bertema “Potensi Budidaya Anggrek dan Tanaman Hias”, Sabtu (29/10/2022). Acara ini menghadirkan dua pembicara yang merupakan praktisi anggrek dan peneliti/ilmuwan. Keduanya membeberkan secara detail bagaimana strategi bisnis anggrek dari nol hingga berhasil. Acara diikuti +/_ 150 peserta dari unsur siswa, guru, dan mahasiswa dari seluruh Indonesia. “Saya merupakan alumni PBIO-UMM. Saya belajar anggrek waktu magang. Saya berusaha dari nol. Alhamdulillah sekarang omzet sudah puluhan juta” ungkap Siti Aminah selaku pembicara pertama. Ia menuturkan bahwa saat ini pelanggannya sampai ke Papua. Di masa pandemi omzet terus meningkat karena banyak orang yang mencari hiburan bergengsi. Ini merupakan potensi yang luar biasa. Sementara itu, Dr.c. Nurwidodo, M.Kes memaparkan bagaimana PBIO-UMM memproklamirkan Center of Excellence Kelas Unggulan Anggrek. Misi ini merupakan salah satu bentuk komitmen UMM untuk menjadi kampus terdepan dalam membaca peluang bisnis menjanjikan khususnya anggrek. “Kelas Unggulan Anggrek adalah komitmen PBIO-UMM yang benar-benar menyiapkan generasi siap kerja dan berdaya saing” ujar pemateri yang saat ini mengikuti workshop di Nanyang Technological University Singapura.
Matching Fund PBIO UMM Kembangkan Kapasitas Jamu Sumenep

Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM mendapatkan hibah Matching Fund Pengembangan Ramuan Herbal (Jamu) Terstandar di Sumenep. Hibah ini didanai oleh Kedaireka Kemdikbudristek tahun 2022. “Kegiatan ini bertujuan mengadopsi IPTEK dan kepakaran perguruan tinggi oleh Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Bentuk kegiatan adalah pelatihan, pembinaan, dan jasa/produk” kata Prof. Dr. Rr. Eko Susetyarini, selaku anggota Matching Fund sekaligus Kaprodi Pendidikan Biologi FKIP UMM. Kegiatan dilaksanakan selama 6 bulan di Sumenep. Acara penyuluhan dilaksanakan tanggal 4 Oktober 2022 di ruang pertemuan hotel Muzdalifah Sumenep. Acara ini melibatkan 30an anggota Kelompok Swadaya Masyarakat Sumber Makmur yang berada dibawah koordinasi Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk Sumenep. Acara juga diikuti kurang lebih 20 tim dosen dari Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM. Banyak hal dibahas, misalnya bagaimana adopsi teknologi jamu agar terstandar, bagaimana membangun kelembagaan produsen jamu, dan merancang rencana aksi produksi jamu. Selain itu diperlukan pola pembuatan jamu yang aman dan layak konsumsi sebagaimana standarisasi BPOM. Kyai M. Khotibul Umam selaku perwakilan dari Badan Pengabdian Masyarakat PP Annuqoyah merasa senang dan berterima kasih dengan adanya kegiatan yang diinisiasi oleh Tim Maching Fund Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM ini. “Berbagai kegiatan yang dilaksanakan dapat mengangkat gengsi dan kelas jamu tradisional khas Madura khususnya Sumenep. Dengan demikian kegiatan ini juga akan berimbas pada kualitas jamu yang dihasilkan dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat khususnya penggiat jamu,” ujar kyai Umam. Ibu Dr. Elly Purwanti, MP selaku ketua tim Matching Fund Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM berharap bahwa kegiatan ini akan memberikan dampak dalam mengangkat nama Jamu khas Sumenep. “Tujuan jangka panjangnya adalah kegiatan ini mampu menggerakkan ekonomi di Wilayah Sumenep. Jamu ini kebanyakan diproduksinya rumahan, maka melalui kegiatan ini akan ada standarisasi dan peningkatan kualitas,” terang pakar jamu tradisional dari UMM tersebut. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2022/10/04/matching-fund-pbio-umm-kembangkan-kapasitas-jamu-sumenep/
Seminar Skala Internasional, PBIO-UMM Tegaskan Peluang Bisnis Anggrek Global

Divisi Center of Excellence (CoE) Kelas Unggulan Anggrek Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang mengadakan International Seminar and Business Network, dengan teman “The Contribution of Orchids Agribusiness to National Development”, pada tanggal 26 September 2022. Kegiatan dilaksana dengan konsep outdoor meeting di Taman Rekreasi Sengkaling UMM, salah satu tempat wisata legendaris milik UMM. Kegiatan ini diikuti 100an orang pelaku bisnis anggrek, peneliti, dosen, dan mahasiswa. Menurut Tutut Indria Permana selaku ketua pelaksana kegiatan, kegiatan ini bertujuan menegaskan peran bisnis anggrek sebagai salah satu penggerak ekonomi Indonesia bahkan dunia. Hal tersebut telah disadari oleh Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang dengan mendirikan Center of Excellence (CoE) Kelas Unggulan Anggrek. “Kegiatan ini diinisiasi oleh Divisi Center of Excellence Kelas Unggulan Anggrek Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM bekerja sama dengan DPW Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Jawa Timur” tukas dosen ahli botani tersebut. Acara ini menghadirkan tiga pemateri yang merupakan pelaku bisnis dan peneliti anggrek skala internasional. Mereka adalah Mr Kesavan Gopalan selaku The President of Orchids Society of South East Asia (OSSEA); Prof. Dr. Manohar Mariappan, profesor di Department of Recreation and Eco-Tourism Universiti Putra Malaysia, dan Ir. Joko As’ad selaku Sales Manager PT Ekakarya Graha Flora. Mr Kesavan Gopalan, pegiat anggrek Asia Tenggara memberikan inspirasi bagaimana menyemarakkan bisnis anggrek di Singapura. “Anggrek kini menjadi Puspa eksotis yang menjadi ciri khas Singapura” ujar pelaku anggrek terkemuka asal Singapura ini. Sementara itu, Prof. Dr. Manohar Mariappan menjelaskan bagaimana konservasi anggrek liar di Malaysia. “Dibutuhkan kesadaran semua pihak untuk mencintai anggrek, agar bunga yang indah ini tidak punah” ujar dosen di UPM Malaysia ini. Di sisi lain, Joko As’ad menyajikan tips dan trik bisnis anggrek bagi pemula, aspek pengembangan dan memperluas jaringan. “Bisnis anggrek terbuka luas, tidak pernah sepi, berkelas, dan merupakan hal yang menarik. Tren ini perlu disambut baik dan dibaca sebagai peluang bisnis unggulan oleh masyarakat Indonesia, khususnya mahasiswa” ujar pria yang puluhan tahun berbisnis anggrek di PT Ekakarya Graha Flora ini. Ibu Retno, selaku peserta acara dan juga pengurus PAI Jawa Timur sangat berkesan dengan adanya kegiatan seminar dan temu bisnis ini. Acara ini semakin menegaskan peran Indonesia sebagai negara yang ikut berperan dalam konservasi dan bisnis anggrek. Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM mampu menjadi bagian strategis dan berperan aktif secara kelembagaan dan keilmuwan. Pendidikan Biologi FKIP UMM mampu menangkap tren kekinian dan peluang global berupa pertumbuhan bisnis anggrek, sebuah flora eksotis, minimal dalam skala Asia Tenggara. Rektor UMM Associate Profesor Dr. Fauzan, M.Pd. berharap bahwa acara ini menjadi penegasan kepada khalayak bahwa UMM adalah kampus terkemuka yang mampu membaca selera pasar dan membuka peluang bisnis yang sangat menarik, yaitu anggrek. UMM sebagai kampus unggulan di level dunia terus terlibat dalam kerja-kerja intelektual, mencipta entrepreneur muda di bidang anggrek, dan menjadi titik lahirnya pebisnis/entrepreneur dan periset anggrek skala dunia. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2022/09/26/seminar-skala-internasional-pbio-umm-tegaskan-peluang-bisnis-anggrek-global/
Bukti Rekognisi Internasional, Alumni PBIO-UMM Tembus Asia-Eropa

Acara Webinar Series 1: Inspiring Young Muslim Future Leader, yang dilaksanakan Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM memberikan nuansa yang berbeda. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 24 September 2022 ini menghadirkan dua alumni sukses yang mampu mendapatkan kesempatan studi lanjut di Asia dan Eropa. Kegiatan ini bertujuan memberikan inspirasi kepada siswa, guru, dan mahasiswa seluruh Indonesia terkait bagaimana menjadi pemimpin/generasi muslim berprestasi. Kegiatan ini diikuti oleh 360 orang dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini menghadirkan Alumni Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM yang melanjutkan studi (mendapatkan beasiswa) di luar negeri khususnya di Eropa dan Asia. Dari Eropa adalah Fadlan Mukhlas Abror M.Pd, alumni yang diterima studi lanjut Doktoral atau Ph.D di Johanes Kepler Universitas Linz, Austria. Dari Asia adalah Adjar Yusrandi M.Pd, mahasiswa di Asia University Taiwan. Keduanya adalah alumni dan mahasiswa berprestasi di Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. Fadhlan Mukhlas Abror menyampaikan bahwa Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM memberikan bekal yang besar dalam menentukan kariernya menjadi dosen di Universitas Borneo Tarakan dan hingga belajar serta mendapatkan beasiswa di Eropa. “Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM sejalan dengan visinya yaitu berdasarkan nilai-nilai Islam, sehingga mampu mendorong generasi muda Islam untuk meningkatkan kualitas diri. Generasi muda Islam harus mampu bersaing dan menginspirasi peradaban yang baik. Generasi muda Islam harus menuntut ilmu seluas-luasnya bahkan sampai ke Eropa. Dan bekal awalnya bisa dengan menimba ilmu di Universitas Muhammadiyah Malang” papar alumni asal Madura tersebut. Sementara itu, Adjar Yusrandi menyampaikan pengalamannya menjadi mahasiswa UMM, bekerja di UMM dan akhirnya mendapatkan beasiswa di Asia University Taiwan. “Seseorang akan sukses bila memiliki leadership yang baik. Leadership akan mendorong seseorang mampu berkolaborasi dengan banyak pihak, tanpa terkecuali. Ia mencontohkan bagaimana UMM mampu berkolaborasi sehingga menjadi salah satu kampus unggulan. Leadership dan kolaborasi yang dimiliki merupakan hasil belajar di Prodi Pendidikan Biologi UMM, sehingga mampu belajar di Taiwan” ujar pria asal Kalimantan tersebut. Sementara itu, Zada Alimatul Muazah, S.Pd., selaku peserta mengatakan bahwa kegiatan ini sangat menginspirasi. Ia ingin mengambil pelajaran dan contoh dari kedua pemateri yang berhasil menjadi mahasiswa berprestasi dan berkat didikan Pendidikan Biologi FKIP UMM mampu mendapatkan beasiswa ke luar negeri, Asia dan Eropa. Kita harus bangga menjadi bagian dari generasi muda Islam yang berkemajuan. Generasi muda Islam harus maju dan menginspirasi dunia. Ketua Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah rangkaian kegiatan yang dipersembahkan untuk ikut menginspirasi generasi muda Indonesia. “Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang telah menyiapkan beragam kegiatan dan difokuskan untuk memberikan contoh baik kepada khalayak. Bukti bahwa UMM memiliki tanggung jawab untuk memajukan peradaban Islam dan Indonesia” tegas guru besar Bidang Biologi Reproduksi tersebut. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2022/09/24/bukti-rekognisi-internasional-alumni-pbio-umm-tembus-asia-eropa/
Mahasiswa Baru PBIO-UMM Siap Menjadi Alumni Berprestasi

Program Studi Pendidikan Biologi menyambut kehadiran mahasiswa baru dengan menggelar kuliah perdana, pada hari Jumat, 16 September 2022. Sebanyak 250 orang mahasiswa, yang terdiri dari angkatan 2019, 2020, 2021, dan mahasiswa baru angkatan 2022 mengikuti kuliah perdana tersebut. Prof. Dr. Rr Eko Susetyarini, M.Si selaku Kaprodi Pendidikan Biologi FKIP UMM menjelaskan bahwa agenda kuliah perdana ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan dalam rangka menerima mahasiswa sebagai keluarga baru Program Studi. Tahun ini Prodi menerima 46 orang mahasiswa baru yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Jawa, Kalimantan, dan Maluku. “Kuliah perdana kali ini menghadirkan tiga orang narasumber dengan kompetensi dan kualifikasi yang berbeda-beda. Menariknya, ketiga narasumber tersebut adalah alumni Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM yang telah banyak memberi sumbangsih terbaiknya dalam menginspirasi kemjuan Bangsa, sama seperti tagline Prodi Pendidikan Biologi, Terdepan Menginspirasi.” ujar profesor bidang biologi reproduksi tersebut. Narasumber semuanya adalah alumni Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM. Narasumber pertama adalah Muhammad Masyhur, S.Pd. S.Kep., M.Biomed., CIQnR., MNLP (Dosen dan Founder MISS International Boarding School), Sarifudin Lathif (Founder Kaliandra Sejati Foundation), serta Dr. Atok Miftachul Hudha, M.Pd (Ketua Program Magister Pendidikan Biologi – UMM). Dalam paparannya, Masyhur mengatakan bahwa kuliah di Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM memberikannya modal sebagai dasar mengembangkan kompetensi sebagai seorang pengajar professional. “Kecintaan pada dunia pendidikan menggerakkannya mendirikan International Boarding School.” ujar kandidat doktor di Phillippines Woman University tersebut. Di lain pihak, Sarifudin Lathif juga berbagi bagaimana Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM semakin meningkatkan kecintaannya terhadap lingkungan. Menurutnya, hal tersebut yang menggerakkan dirinya untuk mengambil langkah besar dengan mendirikan Kaliandra Sejati Foundation, sebuah yayasan yang bergerak dalam advokasi konservasi lingkungan di Jawa Timur. Senada dengan dua narasumber sebelumnya, Dr. Atok Miftahul Huda M.Pd menceritakan bagaimana awal mula kecintaannya dengan Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM, sebagai salah satu mahasiswa angkatan pertama di Prodi (tahun 1987). Mulai bergabung sebagai mahasiswa hingga menjadi staf pengajar. Lebih lanjut, Atok menambahkan bagaimana peluang studi double degree S1 dan S2. Ia menambahkan, ini adalah peluang studi yang luar biasa dimana mahasiswa bisa menempuh kuliah jenjang S1 lanjut kuliah jenjang S2 dengan waktu kurang lebih 5 hingga 5,5 tahun. Peluang ini, lanjut Atok, tidak lain karena adanya integrasi kurikulum perkuliahan di jenjang S1 dan S2, sehingga mahasiswa bisa mendapatkan dua gelar sekaligus, Sarjana Pendidikan (S.Pd) dan Magister Pendidikan (M.Pd). Salah satu Mahasiswa peserta kuliah perdana, Sindi Aulia mengatakan bahwa kuliah perdana ini membuka perspektifnya tentang pendidikan dan membuatnya semakin bersemangat dalam studi dan memberikan yang terbaik untuk masa depannya. “Saya semakin bersemangat dan pilihan saya memilih Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM sangat tepat. Terimakasih Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM” ujarnya gadis asli Batu itu bersemangat. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2022/09/16/alumni-berprestasi-semangati-mahasiswa-baru-pbio-umm/
PBIO UMM Dampingi Sekolah Kembangkan Pembelajaran STEM dan Learning Community

STEM merupakan isu bidang pembelajaran yang kini lagi menarik minta banyak pihak. STEM merupakan bentuk pembelajaran yang mengintegrasikan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). STEM menjadi pendekatan pembelajaran yang mampu mengatasi berbagai permasalahan di dunia nyata dan memfasilitasi siswa meningkatkan keterampilan Abad 21. Di sisi lain, melalui Lesson Study for Learning Community (LSLC), sekolah dapat mengatasi kendala yang muncul di kelas melalui kolaborasi antar guru, kepala sekolah, dosen, dan pihak terkait lainnya. Oleh karena itu, menginisiasi LSLC untuk menerapkan pembelajaran STEM di sekolah merupakan langkah esensial yang perlu dilakukan agar keberlanjutan pembelajaran yang berkualitas dapat terus lestari. Informasi tersebut merupakan cuplikan materi yang disampaikan oleh Fuad Jaya Miharja, M.Pd. selaku tim Pengabdian Kelompok (PK) Universitas Muhammadiyah Malang. Materi tersebut dipresentasikan di sesi pertama acara pendampingan pengembangan pembelajaran berbasis STEM di Sekolah berbasis Riset di SD Muhammadiyah 1 Paiton, Probolinggo pada tanggal 12 September 2022. Kegiatan pengabdian masyarakat ini didesain dan diselenggarakan oleh tim PK dan tim Pengabdian Masyarakat-Mahasiswa (PMM) yang terdiri dari Muthia Maharani Syaiful, Putri Nurul Nabilah, Nafisah Nur Azizah, Nifi Maulidyah dan Salsabiilaa Roihanah dari Prodi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Malang. Lebih lanjut, Fuad Jaya Miharja, menyampaikan beberapa contoh penerapan buka kelas dari kegiatan Lesson Study di berbagai sekolah. “Sesuai penjelasan beliau, penerapan Lesson Study mampu mengungkap berbagai permasalahan pembelajaran dan kualitas proses belajar setiap siswa. Hasil refleksi dari buka kelas akan mampu menjadi masukan untuk meningkatkan pembelajaran selanjutnya,” tuturnya. Menanggapi penyajian materi yang telah disampaikan, Ustadzah Ismi selaku salah satu guru di SD Muhammadiyah 1 Paiton menanyakan “Apakah ketika buka kelas harus selalu menggunakan pembelajaran melalui diskusi kelompok?”. Menanggapi pertanyaan tersebut, Fuad Jaya Miharja, yang telah belajar Lesson Study dan STEM langsung ke Jepang menjelaskan bahwa selama buka kelas, model dan metode pembelajaran yang diterapkan disesuaikan dengan materi dan karakteristik siswa sehingga tidak harus selalu berbentuk diskusi kelompok. Sementara itu, di sesi kedua, Ahmad Fauzi, M.Pd. membimbing para guru di SD Muhammadiyah 1 Paiton untuk mensimulasikan pembelajaran berbasis STEM. Di sesi kedua ini, 13 guru dan 2 karyawan sekolah tersebut dibagi menjadi tiga kelompok untuk mensimulasikan tiga proyek STEM yang berbeda, yaitu Membuat Pelapis Obat, Mendesain Pesawat Terbaik dan Mendesain Menara Tertinggi. Setelah mensimulasikan tiga proyek STEM tersebut, setiap guru merefleksikan kegiatan yang telah mereka lakukan dan menganalisis keterkaitan proyek-proyek yang telah mereka simulasikan dengan kurikulum SD. Di kegiatan ini, Anis dan Ridho selaku perwakilan guru SD Muhammadiyah 1 Paiton berterima kasih kepada tim PK dan PMM karena telah berbagi informasi yang sangat mereka butuhkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta telah pengalaman langsung pada guru-guru di SD tersebut dalam mensimulasikan pembelajaran STEM. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2022/09/12/pbio-umm-dampingi-sekolah-kembangkan-pembelajaran-stem-dan-learning-community/