Lulus Tanpa Skripsi, Mahasiswa Pendidikan Biologi UMM Ikut Riset Dosen

Findo Bayu Adji - Lulus Tanpa Skripsi

Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (PBIO UMM), Findo Bayu Adji, lulus tanpa menyusun skripsi. Findo dinyatakan lulus sidang tanpa perlu menyusun skripsi, karena mencapai equivalensi publikasi jurnal dan tergabung dalam riset dosen. Mahasiswa asal Kalimantan Utara itu, berhasil mempublikasikan penelitiannya pada jurnal Prisma Sains: Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran MIPA SINTA 3 dan EBSCO dengan judul penelitian “Ethnobotanical Study of Herbal Plants “Jamu” for Postpartum Mothers in Payudan Dundang Sumenep Regency” Findo mengaku, sangat beruntung karena memiliki kesempatan untuk melakukan penelitian bersama dosen, Dr. Elly Purwanti, yang memberikan kesempatan untuk mengeksplor jamu di Madura. “Saya sangat senang tentunya, berkat ajakan penelitian bersama beliau melalui program pendanaan Matching Fund 2022, hari ini saya bisa lulus tanpa skripsi. Saya dibimbing juga oleh dosen berpengalaman, yaitu Ibu Dra. Lise Chamisijatin, dan Bapak Dr. Husamah,” kata Findo. Selasa (16/7/2024). Disamping itu, Findo menyampaikan tips dan trik bagaimana menjadi lulusan jalur tanpa skripsi. “Saya adalah orang yang lebih suka hal simpel, yaitu menulis artikel daripada menuliskan skripsi yang berlembar-lembar, namun tentunya perlu usaha juga untuk melakukan revisi sesuai dengan standar reviewer jurnal. Selain itu, tentunya banyak berdoa,” jelas Findo. Dengan pencapaian ini, Findo tidak hanya membuktikan kemampuannya dalam penelitian, tetapi juga memberikan inspirasi bagi mahasiswa lain untuk meraih kelulusan tanpa skripsi melalui jalur publikasi jurnal. Merespon hal itu, Prof. Dr. Rr. Eko Susetyorini, selaku Ketua Program Studi Pendidikan Biologi UMM mengatakan, bahwa hal itu adalah salah satu upaya program studi untuk selalu melibatkan mahasiswa dalam setiap proyek penelitian dosen agar kelulusan tepat waktu mahasiswa dapat terpenuhi. Seperti Findo, kata dia, yang berhasil lulus kurang dari 4 tahun, selain itu pihaknya mengusahakan untuk dapat menyediakan penelitian-penelitian berkualitas bagi mahasiswa. “Melalui skema penelitian bersama dosen yang mendapatkan grant, agar mahasiswa dapat penelitian gratis dan lebih cepat,” ujarnya. Sementara Ketua Tim Matching Fund, Dr. Elly Purwanti menilai, bahwa hasil penilitian tentang jamu madura sudah didukung oleh beberapa pihak. “Praktik baik ini adalah salah satu penelitian saya tentang jamu di Sumenep Madura, yang mendapatkan dukungan dari program Matching Fund Tahun 2022 yang dampaknya dapat dirasakan oleh mahasiswa secara langsung,” tukas dosen yang banyak mendapatkan pendanaan Kemendikbudristek itu.   Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/membanggakan-mahasiswa-pbio-umm-lulus-tanpa-skripsi-karena-ikut-riset-bareng-dosen/

PBIO UMM Roadshow Sekolah Madura Sosialisasikan Kurikulum Keunggulan

PBIO UMM Roadshow Sekolah Madura Sosialisasikan Kurikulum Keunggulan

Prodi Pendidikan Biologi (PBIO) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus melakukan terobosan baru untuk menjalin kerjasama dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Pada hari Sabtu (15/6), Prodi Pendidikan Biologi UMM mengadakan Roadshow sekaligus sosialisasi kurikulum baru kepada para stakeholder sekolah di Madura yang dipusatkan di Sumenep, Madura. Acara sosialisasi ini dihadiri oleh 32 orang guru yang merupakan bagian dari komite kurikulum dari berbagai SMA/SMK/MA se-Kabupaten Sumenep. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan kurikulum PBIO yang memiliki keunggulan dan berbasis Outcome-Based Education (OBE) kepada para guru. “Kurikulum OBE PBIO FKIP UMM dirancang berdasarkan berbagai indikator, salah satunya adalah hasil survei tracer study alumni. Hasil survei menunjukkan bahwa lulusan prodi ini tidak hanya menjadi guru, tetapi juga bekerja di berbagai bidang lain, seperti peneliti di perusahaan/pemerintahan dan wirausahawan sukses” terang Prof. Dr. Eko Susetyarini, M.Si selaku ketua Prodi PBIO FKIP UMM. Prof Eko menjelaskan bahwa sosialisasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran bahwa para sarjana lulusan PBIO FKIP UMM memiliki kesempatan yang sama untuk bekerja di berbagai profesi, tidak hanya sebagai guru. Hal ini sejalan dengan tagar #bukanhanyajadiguru yang diusung oleh PBIO FKIP UMM. Prof. Dr. Eko Susetyarini, M.Si., selaku Kaprodi Pendidikan Biologi FKIP UMM, dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa kegiatan ini juga merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kerjasama dengan para sekolah mitra. Prodi PBIO FKIP UMM juga menawarkan berbagai program pelatihan yang bermanfaat untuk pengembangan guru, khususnya dalam rangka memenuhi Program Merdeka Mengajar (PMM). “Seluruh kegiatan yang ditawarkan oleh Prodi PBIO FKIP UMM kepada para guru mitra ini tidak dipungut biaya” terang Prof. Eko. Sementara itu, Ibu Sri Hidayati, S.Pd., selaku Ketua Paguyuban Guru Biologi Kabupaten Sumenep, mengungkapkan rasa senang dan antusiasnya atas kegiatan sosialisasi ini. Ia berharap kegiatan ini dapat membantu para guru dalam memenuhi kewajiban mereka dan meningkatkan kualitas pendidikan di Sumenep. “Sosialisasi kurikulum baru Prodi Pendidikan Biologi UMM kepada para stakeholder sekolah di Sumenep ini diharapkan dapat meningkatkan kerjasama antara UMM dan sekolah-sekolah di Sumenep, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia” harap Sri Hidayati. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2024/06/17/pbio-umm-roadshow-sekolah-madura-sosialisasikan-kurikulum-keunggulan/#

PBIO UMM Siapkan Visi Internasional

PBIO UMM Siapkan Visi Internasional

Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMM menyelenggarakan Workshop Visi Misi Berorientasi Internasional. Malang, 8 Juni 2024. Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMM terus menunjukkan komitmen terhadap semangat berkelanjutan dengan menyelenggarakan workshop. Workshop bertema “Peninjauan dan Perumusan Visi Misi Tujuan Program Studi Berorientasi Internasional.” Kegiatan ini dilaksanakan di Coworking Space My Dormy Hostel UMM. Ketua Program Studi Pendidikan Biologi, Prof. Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar upaya perumusan visi, misi, dan tujuan strategis (VMTS) ini dapat membawa nama Program Studi Pendidikan Biologi UMM menjadi lebih diperhitungkan di tingkat internasional. “Semoga upaya perumusan VMTS ini akan membawa nama Program Studi Pendidikan Biologi UMM dapat diperhitungkan di tingkat internasional,” ujar Guru Besar Bidang Biologi Reproduksi ini. Program Studi Pendidikan Biologi UMM saat ini telah memiliki berbagai program internasional, antara lain Pertukaran Pelajar dengan skema Erasmus+, pertukaran pelajar ke HCMC University Vietnam, serta magang internasional di Malaysia dan Thailand. Selanjutnya, program studi ini juga akan membuka kelas bilingual yang mendukung program internasionalisasi tersebut. Workshop ini turut mengundang berbagai stakeholder dan alumni dari Program Studi Pendidikan Biologi UMM yang telah sukses di berbagai bidang. Para undangan termasuk guru dan kepala sekolah, Founder Sekolah Internasional Boarding School Tazkia, asisten manajer Quality Control PT. Etika Dairy Champ, serta pebisnis anggrek sukses. “Hasil dari kegiatan ini adalah penguatan program-program internal serta peningkatan kerjasama dengan mitra eksternal. Diharapkan langkah ini akan membantu menyerap lebih banyak lulusan dari Program Studi Pendidikan Biologi UMM, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada Indikator Kinerja Utama (IKU) 1” terang Fuad Jaya Miharja selaku koordinator panitia. Dengan adanya kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Biologi UMM terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan daya saing di kancah internasional, memastikan bahwa lulusannya siap menghadapi tantangan global dan berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan di seluruh dunia. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2024/06/09/pbio-umm-siapkan-visi-internasional/

Pendampingan Guru Bermutu Berbasis Lesson Study Learning Community untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran Di SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu

Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merupakan program yang melibatkan mahasiswa dalam aktivitas bermanfaat langsung bagi masyarakat, seperti penyuluhan kesehatan, pelatihan keterampilan, hingga penggalangan dana untuk mendukung komunitas tertentu. Program ini mencakup berbagai bidang, termasuk pendidikan, lingkungan, sosial, dan ekonomi, serta bertujuan untuk mengaplikasikan hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang dalam bentuk nyata (hilirisasi). Pada kegiatan ini, Kelompok 46 Mahasiswa PMM UMM dari Program Studi Pendidikan Biologi menjadi wadah untuk melaksanakan beragam aktivitas positif. Program mereka dirancang untuk membantu para guru di SMP Muhammadiyah 08 Batu, di bawah bimbingan langsung Prof. Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Si., dosen Program Studi Pendidikan Biologi. Kelompok ini terdiri atas empat anggota, yaitu Dila Afifatul Rohma sebagai koordinator, serta tiga anggota lainnya: Asma’ridaulharir, Isna Putri Arifa, dan Yunike Kharisma Putri, yang semuanya berasal dari Program Studi Pendidikan Biologi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Pendidikan Biologi UMM bertujuan untuk mengimplementasikan temuan penelitian yang telah dilakukan oleh universitas, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Berikut adalah versi yang lebih terstruktur dan terperinci: Kegiatan Workshop dan Implementasi Open Class Program ini mencakup Workshop Pembuatan Chapter dan Lesson Design berbasis LS-LC (Lesson Study Learning Community) serta Open Class sebagai bentuk implementasi konsep tersebut di SMP Muhammadiyah 08 Batu. Workshop berlangsung sebanyak dua sesi pada Jumat, 1 September 2023, dan Jumat, 8 September 2023, yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan guru dalam merancang pembelajaran yang efektif serta membangun komunitas pembelajaran yang kolaboratif di lingkungan sekolah. Workshop ini dirancang secara interaktif, dengan melibatkan peserta dalam diskusi, latihan praktis, dan berbagi pengalaman, sehingga mendorong penerapan metode pembelajaran berbasis LS-LC yang relevan dan efektif. Selanjutnya, kegiatan Open Class dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan (dua siklus) pada mata pelajaran IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Open Class memberikan kesempatan bagi guru dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengamati secara langsung penerapan konsep Lesson Study Learning Community. Tujuannya adalah memperkuat pemahaman guru tentang metodologi pembelajaran berbasis LS-LC, mengasah keterampilan mereka dalam menyampaikan materi secara efektif, dan memfasilitasi kolaborasi antar guru untuk berbagi ide serta strategi terbaik dalam pengajaran. Melalui pendekatan ini, para guru didorong untuk lebih memahami materi yang diajarkan, menyampaikan pembelajaran secara menarik dan mudah dipahami, serta meningkatkan kerja sama antar rekan sejawat. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan proses belajar mengajar yang lebih efektif, relevan dengan kebutuhan siswa, serta mampu membantu mereka mencapai potensi maksimal dalam belajar. Penutup Kegiatan: Penyerahan Penghargaan Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberikan penghargaan berupa alat bantu pembelajaran kepada Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 08 Batu, Bapak Windra Rizkiyana, M.Pd., dan para guru lainnya. Pemberian ini merupakan bentuk apresiasi atas dukungan penuh yang telah mereka berikan selama pelaksanaan program. Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini membawa manfaat nyata bagi siswa-siswi, para guru, serta komunitas sekolah, khususnya dalam mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang inovatif, efektif, dan inspiratif. (Rilis oleh: PMM Kelompok 46)

Sukses Selenggarakan Milad, HMPS PBIO-UMM Tuai Apresiasi

Sukses Selenggarakan Milad, HMPS PBIO-UMM Tuai Apresiasi

MALANG – Penyelenggaraan Milad 41 Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM pada tanggal 24 Februari 2024 kemarin tidak lepas dari kerja keras dan kerja cerdas para fungsionaris Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi (HMPS atau HIMABIO). Untuk itu apresiasi muncul dari banyak pihak. Sekretaris Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM, Fendy Hardian Permana, M.Pd menyampaikan rasa bangganya kepada para fungsionaris HIMABIO. “Mereka mempersiapkan acara dengan sangat baik. Acaranya pun meriah dan menarik. Berbagai penghargaan, talk show, apresiasi terhadap prestasi diberikan. Tentu ini menunjukkan mereka sebagai representasi mahasiswa PBIO UMM yang unggul”, salut Fendy Hardian Permana. Fendy Hardian Permana juga menyampaikan bahwa berbagai kegiatan telah dilakukan oleh HIMABIO selama setahun ini. Mereka aktif membantu PBIO UMM dalam menjaring dan mengembangkan bakat dan minat mahasiswa. Hal ini sangat membantu para dosen dan pimpinan Prodi untuk mencetak mahasiswa unggul dan calon guru biologi serta peneliti atau entrepreneur masa depan. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2024/02/27/sukses-selenggarakan-milad-hmps-pbio-umm-tuai-apresiasi/

PBIO UMM, 41 Tahun Konsisten Lahirkan Lulusan Unggul

Kaprodi PBIO UMM Prof Dr Eko Susetyarini berfoto bersama mahasiswa berprestasi dan para dosen

MALANG – Tepat tahun 2024, Program Studi Pendidikan Biologi (PBIO) FKIP Universitas Muhammadiyah Malang, berusia 41 Tahun. Refleksi dan perayaan hari ulang tahun (milad) itu dilakukan dengan pemberian penghargaan dan talk show bertema “senantiasa berubah menjadi lebih baik”. Prof. Dr. Eko Susetyarini selaku Kaprodi PBIO UMM memaparkan bahwa prodi ini senantiasa berikhtiar menghasilkan lulus unggul dan profesional, khususnya lulusan menjadi guru, peneliti dan entrepreneur. “Ribuan alumni PBIO UMM telah mengabdi di seluruh penjuru negeri, bahkan sampai luar negeri. Banyak yang menjadi guru baik ASN maupun swasta, kepala sekolah, direktur, pengusaha, dosen, dan peneliti. Mereka umumnya selalu mewarnai lingkungan dengan keilmuan yang dimiliki, karakter, dan berbagai keunggulan pribadi yang telah dibekali selama kuliah” ungkap Prof Eko dengan rasa bangga. Sementara itu, dalam sesi talk show, Dr. Husamah selaku narasumber menekankan pentingnya perubahan menjadi lebih baik. “Agama kita menuntut setiap manusia untuk selalu lebih baik setiap harinya. Artinya, itu perubahan. Mahasiswa PBIO UMM pun harus terus berubah, jangan cepat berpuas diri, terus kejar prestasi” ujar dosen yang juga alumni PBIO UMM itu. Dr Husamah juga berpesan bahwa mahasiswa harus selalu bangga dengan PBIO UMM. Saat ini tidak ada lagi dikotomi negeri atau swasta. Hal yang harus dilihat adalah akreditasi Program Studi. Dan PBIO UMM telah terakreditasi A dan unggul selama dekade terakhir ini. Bahkan prodi ini juga tersertifikasi internasional dari AUN-QA. Pada acara milad ke-41 yang digelar di Aula Biro Administrasi Umum UMM, tanggal 24 Februari 2024, dan dihadiri oleh mahasiswa seluruh angkatan dan dosen, diberikan pula penghargaan. Penghargaan merupakan bentuk apresiasi pimpinan PBIO UMM kepada para dosen dan mahasiswa yang berprestasi. Nyatanya, banyak mahasiswa PBIO UMM yang memiliki prestasi akademik dan non-akademik dari level lokal hingga internasional. Berita ini telah tayang pada: https://klikmu.co/41-tahun-biologi-umm-konsisten-lahirkan-lulusan-unggul/

Perkuat Kerjasama Internasional Dengan HCMC Open University, Vietnam! Dosen dan Mahasiswa Pendidikan Biologi UMM Bersiap Melakukan Pertukaran

Malang — Program Studi Pendidikan Biologi UMM berhasil melaksanakan realisasi kerja sama dengan Fakultas Bioteknologi HCMC Open University, Vietnam,  pada Senin, 19 Februari 2024 . Kegiatan yang dilakukan secara daring ini menandai peresmian kemitraan yang akan dimulai pada tahun ini, menampilkan spektrum kolaborasi yang luas mulai dari pertukaran mahasiswa dan dosen hingga penelitian kolaboratif antara para peneliti dari kedua institusi. Tujuan inti dari kerja sama internasional ini ada dua: untuk menyediakan platform pertukaran akademis dan budaya yang kaya bagi mahasiswa dan dosen kedua universitas dan untuk memungkinkan penelitian kolaboratif inovatif yang memanfaatkan beragam keahlian dan sumber daya yang tersedia bagi kedua institusi. Upaya bersama ini akan memfasilitasi pembentukan komunitas akademik dinamis yang mendorong pemahaman lintas budaya dan berbagi pengetahuan lintas batas. Mulai tahun akademik 2023/2024, mahasiswa dan dosen Pendidikan Biologi UMM akan berkesempatan mengikuti program pertukaran di Fakultas Bioteknologi, HCMC Open University, Vietnam, yang akan memperluas wawasan dan memperdalam pemahaman terhadap ilmu pengetahuan global. Ketua Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMM, Prof. Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Si dalam kesempatan ini memaparkan bahwa “Kerjasama ini merupakan inisiasi yang bagus untuk prodi dalam mempersiapkan akreditasi internasional ASIIN yang sesaat lagi akan dilaksanakan”. Selain pertukaran mahasiswa dan dosen, kerja sama ini akan diperluas ke inisiatif penelitian kolaboratif. Dalam pengaturan ini, para peneliti dari kedua institusi akan berkolaborasi dalam berbagai proyek penelitian ilmiah yang memanfaatkan gabungan keahlian para dosen dan peneliti dari Pendidikan Biologi UMM dan dari HCMC Open University. Upaya penelitian bersama ini bertujuan untuk mengatasi tantangan global yang mendesak di bidang biologi, bioteknologi, dan bidang terkait, memberikan kontribusi wawasan berharga dan solusi inovatif bagi komunitas ilmiah. Dr. Chau Nguyen Ngoc Bao yang merupakan perwakilan Dekanat Fakultas Bioteknologi, HCMC Open University dengan antusias menyampaikan bahwa Kerjasama ini bukan hanya ditaraf akademik, namun juga membawa misi budaya sebagai negara tetangga di ASEAN. Program ini nantinya juga akan dikembangkan lebih lanjut untuk mencakup kegiatan keterlibatan dua instansi ini dalam pengabdian kepada masyarakat, yang bertujuan untuk memanfaatkan pengetahuan dan keahlian para dsoen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang berada di Vietnam atau sebaliknya. Fase kolaborasi ini menggarisbawahi komitmen kedua lembaga untuk berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan di masyarakat masing-masing dan untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas mereka.

Mahasiswa PMM UMM Dukung Guru SMP Muhammadiyah 02 Batu dalam Optimalisasi Kurikulum Merdeka

Batu, 10 Februari 2024 — Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali hadir sebagai wujud nyata kontribusi akademisi dalam dunia pendidikan. Kali ini, mahasiswa PMM turut serta dalam mendampingi guru-guru di SMP Muhammadiyah 02 Batu guna mengembangkan modul ajar dan menerapkan metode pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka. Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan terhadap transformasi sistem pendidikan yang lebih fleksibel, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik saat ini. Pendampingan ini bertujuan untuk membantu para guru dalam menyusun modul ajar berbasis Problem-Based Learning (PBL) dan Project-Based Learning (PjBL), dua metode yang menekankan pada penyelesaian masalah dan proyek nyata sebagai bagian dari proses pembelajaran. Dengan penerapan metode ini, diharapkan peserta didik dapat lebih aktif dalam berpikir kritis, kreatif, serta memiliki keterampilan pemecahan masalah yang lebih baik. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan wawasan bagi para guru dalam mengimplementasikan pembelajaran yang lebih adaptif dan menyenangkan bagi siswa. Dalam proses pendampingan, mahasiswa PMM UMM mengadakan serangkaian kegiatan yang dirancang secara sistematis. Kegiatan diawali dengan koordinasi dengan pihak sekolah pada 15 September 2023, yang bertujuan untuk mendiskusikan pelaksanaan program. Selanjutnya, pada 22 September 2023, dilakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk merancang strategi pendampingan. Pendampingan pembuatan modul ajar berbasis PBL bagi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Seni Budaya berlangsung secara daring melalui WhatsApp pada 15-31 Oktober 2023. Setelah itu, pelaksanaan pembelajaran berbasis PBL untuk mata pelajaran tersebut dilakukan pada 11-22 Desember 2023, diikuti oleh implementasi pembelajaran berbasis PjBL pada 8-12 Januari 2024. Pada 13 Januari 2024, mahasiswa PMM UMM bersama para guru melakukan refleksi terhadap efektivitas pembelajaran berbasis PBL dan PjBL dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Selanjutnya, pada Februari 2024, dilakukan pengerjaan laporan serta publikasi jurnal sebagai dokumentasi dan publikasi hasil kegiatan. Salah satu hasil nyata dari pendampingan ini adalah tersusunnya modul ajar yang lebih aplikatif serta didokumentasikan dalam bentuk video pembelajaran. Video ini nantinya dapat menjadi referensi tidak hanya bagi guru di SMP Muhammadiyah 02 Batu, tetapi juga bagi tenaga pendidik lainnya yang ingin menerapkan Kurikulum Merdeka di sekolah mereka. Kepala sekolah SMP Muhammadiyah 02 Batu menyampaikan apresiasi terhadap program PMM ini, yang dianggap sangat membantu dalam meningkatkan kesiapan sekolah dalam menerapkan Kurikulum Merdeka secara lebih luas. “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya program ini. Para guru mendapatkan wawasan baru serta bimbingan langsung dalam menyusun modul ajar yang lebih inovatif. Kami berharap kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Malang ini dapat terus berlanjut demi meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah kami,” ungkapnya. Selain memberikan manfaat bagi para guru dan siswa, program ini juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa PMM UMM dalam mengaplikasikan ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah ke dalam dunia nyata. Mahasiswa tidak hanya belajar tentang teori pendidikan, tetapi juga menghadapi tantangan di lapangan serta berinteraksi langsung dengan para pendidik dan peserta didik. Hal ini semakin memperkuat keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah yang sangat diperlukan dalam dunia kerja di masa depan. Mahasiswa PMM juga terlibat dalam penyusunan laporan serta dokumentasi kegiatan yang nantinya dapat dijadikan bahan evaluasi dan referensi bagi pelaksanaan program serupa di masa mendatang. Dokumentasi ini tidak hanya berbentuk modul dan video pembelajaran, tetapi juga laporan akademik yang bisa menjadi kontribusi bagi pengembangan riset di bidang pendidikan. Tim mahasiswa PMM UMM yang terlibat dalam program ini terdiri dari Andika Wahyu Bagus Sanjaya (Pendidikan Biologi), Safina Azizah Sukma Putri (Pendidikan Biologi), dan Isna Tazkiyatul Maulidiyah (Pendidikan Biologi). Mereka berkolaborasi dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari perencanaan hingga implementasi di lapangan. Ke depan, mahasiswa PMM berharap program ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan cakupan yang lebih luas. Tidak hanya di SMP Muhammadiyah 02 Batu, tetapi juga di sekolah-sekolah lain yang ingin mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi dunia pendidikan di Indonesia. Dengan adanya program ini, diharapkan semakin banyak sekolah yang siap menerapkan Kurikulum Merdeka dengan dukungan dari akademisi dan mahasiswa. Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah, proses pembelajaran berbasis proyek dapat diterapkan secara optimal, menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menyenangkan, serta mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan zaman. Selain itu, inisiatif seperti ini juga diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk terlibat dalam program pengabdian masyarakat demi memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Cerita Inspiratif dari Dua Mahasiswi Pendidikan Biologi UMM yang teliti Gen Nyamuk hingga berhasil Lulus 3.5 Tahun dengan Predikat Cum Laude

Dua Mahasiswi PBIO-UMM Lulus Tercepat dan Cum Laude

Malang — Sabtu, 26 Januari 2024, dua mahasiswa program studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Muhammadiyah Malang ini berhasil menyelesaikan kuliahnya hanya dengan 7 semester. Dua mahasiswa ini adalah Najma Husna Hanifah yang kerap disapa Najma berasal dari Kabupaten Banyuwangi dan Shofi Tamala atau yang kerap dipanggil Shofi berasal dari Kabupaten Probolinggo. Keduanya ditetapkan lulus pada kamis, 18 januari lalu oleh para dosen penguji dari Program Studi Pendidikan Biologi UMM dengan IPK yang sangat memuaskan dengan predikat cum laude (IPK Shofita 3.94 dan Najma 3.95). Najma dan Shofita memang bekerja dalam tim penelitian proyek yang sama, dibawah supervisi Dosen yaitu Bapak Moh. Mirza Nuryady, S.Si., M.Sc. Penelitian keduanya berbicara tentang bidang molekuler, yaitu desain primer gen Gen Voltage Gated Sodium Channel (VGSC) dan Acetylcholinesterase (ace-1) sebagai Gen Putatif Resisten Aedes aegypti sebagai sumber belajar biologi. Kami tertarik dalam meneliti tentang topik ini berdasarkan pada data kasus DBD yang di perantarai oleh vector nyamuk Aedes aegypti ini sangat tinggi di kota malang, selain itu untuk alasan dalam bidang pendidikannya karena untuk pembelajaran bioteknologi di SMA masih sebatas tekstual saja, sehingga kami merasa tertantang dan tentu bersyukur dapat menyelesaikan penelitian ini, ungkap dua mahasiswi ini. Saat menceritakan tentang penelitiannya, Najma dan Shofi mengaku tak semuanya berjalan mulus, terdapat beberapa trial and error. Akan tetapi, dengan semangat dan ambisi yang besar, mereka berdua berhasil menyelesaikan penelitian hingga akhir dan lulus 3.5 tahun. Selain disibukkan dengan kegiatan penelitian, kedua mahasiswa ini juga tergolong aktif berorganisasi, tercatat keduanya masih aktif terlibat dalam beberapa kegiatan seperti, najma melakukan kegiatan Magang Pada lembaga sosial kesehatan yang berada di Jakarta, dan shofita aktif menjadi Laison Officer mahasiswa Pertukaran Merdeka oleh KEMENDIKBUD RI. Najma dan Shofi mengaku bahwa pencapaian yang diperoleh tentu tidak lepas dari orang-orang terdekat yang selalu mengasihi dengan cara memberikan dukungan, motivasi, dan semangat. Mereka juga percaya bahwa kolaborasi teman satu tim yang baik dan saling memotivasi serta menguatkan akan menghasilkan kualitas penelitian yang lebih baik karena dikerjakan dengan hati yang tulus dan teliti. Ketua Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP UMM, Prof. Dr. Rr. Eko Susetya Rini, M.Si menyampaikan, kelulusan dua mahasiswi ini memang menjadi praktik baik yang perlu diterapkan untuk seluruh mahasiswa, dan Prodi Pendidikan Biologi selalu mendukung hal positif seperti ini, tentunya dengan berbagai program seperti Ekuivalensi Tugas Akhir, Program MBKM dari pemerintah, dan program Center of Excellence kelas Unggulan Anggrek yang dapat mempercepat masa studi hanya dalam 7 semester saja, tangkas professor di bidang reproduksi ini. Percepatan masa studi mahasiswa ini turut sejalan dengan harapan Program Studi Pendidikan Biologi UMM yang akan segera mengajukan diri dalam akreditasi Internasional, sehingga berbagai inovasi telah disiapkan untuk mendukung tercapainya lulusan yang tidak hanya cepat namun berkualitas. Shofita dan najma pun menambahkan untuk menjadi lulusan 3.5 tahun dibutuhkan strategi yang matang. Tips dari mereka berdua agar bisa lulus cepat yakni; 1). harus memiliki target yang akan dicapai, 2). Rajin melakukan bimbingan dengan dosen, 3). Jangan ragu untuk meminta bantuan orang lain, 4). perbanyak studi literatur, 5).selalu berdoa dan berikhtiar atas apa yang dikerjakan, 6). Serta wajib memiliki semangat yang tinggi meskipun pekerjaan tidak selamanya mulus. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2024/01/27/teliti-gen-nyamuk-dua-mahasiswi-pbio-umm-lulus-tercepat-dan-cum-laude/

Dosen UMM Ciptakan Obat Diabetes dari Daun Kembang Bulan

Tanaman Kembang Bulan (Tithonia diversifolia)

Dosen Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Si., bersama timnya telah menemukan potensi ekstrak daun kembang bulan (Tithonia diversifolia) sebagai obat herbal alternatif untuk penderita Diabetes Mellitus (DM). Penelitian ini turut melibatkan Dr. Husamah, S.Pd., M.Pd., dan mahasiswa Fithri Wening Sasmita, yang juga berasal dari Program Studi Pendidikan Biologi UMM. Roro, sapaan akrab Prof. Dr. Rr. Eko Susetyarini, menjelaskan bahwa penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya biaya pengobatan diabetes serta potensi efek samping dari terapi konvensional. Selain itu, tren masyarakat menuju pengobatan alami dan gaya hidup back to nature turut mendorong eksplorasi ini. “Permintaan akan tanaman obat meningkat pesat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga secara global. Sayangnya, sebagian besar tanaman obat di Indonesia masih dimanfaatkan sebatas jamu tradisional atau direbus saja. Belum banyak yang dikembangkan sebagai Obat Herbal Terstandar (OHT) atau fitofarmaka, padahal potensinya luar biasa,” jelas Roro. Keunggulan Ekstrak Daun Kembang Bulan Dalam penelitian ini, ekstrak daun kembang bulan diuji pada tikus Wistar (Rattus norvegicus) dan menunjukkan hasil signifikan dalam menurunkan kadar glukosa darah. Dengan dosis 5,14 ml per 200 gram berat badan tikus, penurunan kadar glukosa darah rata-rata mencapai 136,80 mg/dL, mendekati rata-rata kelompok kontrol normal sebesar 122,20 mg/dL. “Tanaman kembang bulan dikenal memiliki banyak manfaat, seperti mengatasi sakit perut, kembung, diare, hingga sebagai antiinflamasi. Penelitian kami menunjukkan potensinya juga sebagai antidiabetes,” ujar Roro. Penemuan Pertama di Indonesia Yang menarik, penelitian ini merupakan yang pertama di Indonesia dalam memanfaatkan daun kembang bulan untuk pengobatan diabetes. Temuan ini bahkan telah menjadi rujukan hampir 60 penelitian lain, menunjukkan relevansinya yang tinggi. Namun, Roro menggarisbawahi pentingnya penelitian lanjutan. “Selanjutnya, kami perlu memastikan keamanan ekstrak ini terhadap fungsi hati dan ginjal serta mengkaji efektivitas ekonominya. Apakah bentuk jamu cukup efektif dibanding obat kimia?” Roro juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan industri dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar produk berbasis penelitian ini dapat masuk tahap hilirisasi dan bermanfaat bagi masyarakat luas. “Kami harap, temuan ini dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan obat herbal lokal yang berkualitas tinggi, sekaligus membuka peluang baru bagi pemanfaatan tanaman Indonesia di ranah global,” pungkasnya.   Berita ini telah tayang pada: https://www.tempo.co/politik/dosen-umm-teliti-obat-alami-diabetes-dari-daun-kembang-bulan-102578