PBIO FKIP UMM Kuatkan Pembelajaran Inovatif Guru Muhammadiyah Kota Batu

PBIO FKIP UMM Kuatkan Pembelajaran Inovatif Guru Muhammadiyah Kota Batu

Tim Blockgrant Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM bekerjasama dengan Majlis DIKDASMEN Muhammadiyah Kota Batu menggelar acara Pelatihan Pembelajaraan PBL dan PjBL, 26 Oktober 2023 lalu. Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kompetensi Guru IPA di SMP dan SMA. “Aksi ini didorong oleh kesadaran atas perlunya akselerasi dunia pembelajaran terhadap perkembangan teknologi yang berkembang jauh lebih pesat. Baik Tim Blockgrant maupun Majlis Dikdasmen Muhammadiyah Kota Batu menyadari perlunya dilakukan pelatihan dan pendampingan ini agar para guru di sekolah memiliki kapasitas mengimplementasikan pembelajaran modern dan unggul dengan baik dan benar, ujar Dr. Nurwidodo, MKes selaku Ketua Majlis Dikdasmen Muhammadiyah Kota Batu. Ia menambahkan bahwa pembelajaran PBL dan PjBL ini kita kenal sebagai pembelajaran inovatif, modern dan mendapatkan endorsemen oleh kurikulum merdeka (KURMER), serta didukung oleh keputusan dari dirjen GTK nomor 2019. Secara khusus ketua Tim Blockgrant, Dr. Iin Hindun, M.Kes, menyatakan bahwa acara pelatihan ini tidak sekedar memberikan penguatan pengetahuan guru, tetapi juga apresiasi dan keterampilan terhadap pembelajaran inovatif. “Oleh karena itu, pelatihan ini dilaksanakan dengan pola lesson study. Melalui pola lesson study ini, maka guru akan memperoleh pendampingan dalam merancang, melaksanakan pembelajaran dan melakukan refleksi pembelajaran inovatif.” ujar dosen PBIO FKIP UMM ini. Pembelajaran inovatif, menurut beliau akan dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dan 4C dan ini merupakan tuntutan pembelajaran abad ke-21. Sementara itu ketua tim Pembelajaran Inovatif, Dra. Sri Wahyuni, M.Kes menyatakan bahwa program ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi guru dalam mengimplementasikan laangkah langkah atau sintaks model pembelajaran PBL dan PjBL, karena banyak sekali ditemukan di lapang bahwa guru kurang tepat dalam mengimplementasikan sintaks. Akibat dari kekurang tepatan dalam mengimplementasikan sintaks ini maka tujuan untuk mendapatkan hasil berupa kemampuan berpikir kritis, kreativ, komunikatif dan kolaboratif siswwa menjadi tidak tercapai. Bahkan yang lebih mengkawatirkan lagi, menurut beliau adalah terjadinya pembelajaran semu (pseudo teaching). Ridha, salah satu peserta dari SMAM 3 Kota Batu menyatakan bahwa dengan pelatihan ini maka saya menjadi lebih faham cara menyusun sintaks PBL yang terintegrasi dengan materi yang diajarkan. “Sebelumnya saya tidak mempertimbangkan rasional yang mesti berlaku pada setiap tahapan model PBL, sehingga pembelajaran yang saya lakukan kurang memberikan kesempatan pada siswa untuk belajar secara bermakna” tegas Ridha. Hal senada disampaikan oleh Shihab, guru SMPM 3. Ia menyatakan bahwa banyak guru di lapang yang belum paham sepenuhnya berkaitan dengan cara yang baik dan benar dalam mengintegrasikan materi pelajaran kedalam sintak pembelajaran. Melalui pelatihan ini maka ia merasa mendaapatkan pembimbingan dan pembinaan untuk menjadi guru yang literate terhadap model pembelajaran dan selalu mengupayakan hal yang terbaik dalam praktek pembelajaran di tempat tugasnya. Sementara itu Ainur, guru SMKM 1 Kota Batu menyatakan bahwa model pembelajaran PjBL yang menjadi tema pelatihan ini sangat seesuai dengan kebutuhan pembelajaran di SMK jurusan pasca panen dan produksi makanan. Ketua Majlis Dikdasmen Muhammadiyah KWB, Dr. Nurwidodo, M.Kes. menyatakan bahwa sekolah di dalam wilayah otoritasnya membutuhkan aliran inovasi dan pendampingan dari FKIP yang memiliki kompetensi sebagai peretas pembelajaran inovatif dan modern. Oleh karena itu, Majlis Dikdasmen Muhammadiyah Kota Batu menyatakan rasa terimakasihnya kepada Tim Blockgrant dan Pembelajaran Inovatif Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM yang telah menyelenggarakan pelatihan pembelajaran inovatif kepada guru IPA di SMP, SMA dan SMK Muhammadiyah Kota Batu. Terlebih pelatihan ini dilakukan dalam platform lesson study yang tentunya lebih memberikan manfaat karenna diikuti dengan pendampingan sejak penyusunan RPP, buka kelas, refleksi dan tindak lanjutnya. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2023/10/28/pbio-fkip-umm-kuatkan-pembelajaran-inovatif-guru-muhammadiyah-kota-batu/

Sharing di PBIO UMM, Prof Noor Bagikan Banyak Tips

Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMM (PBIO FKIP UMM) mengadakan sharing session visiting Professor pada Jumat (1/9/2023). Acara ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan untuk meningkatkan suasana akademik dan kecendikiawanan. Ketua Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMM Prof Dr Rr Eko Susetyarini, M.Si menegaskan bahwa Pihaknya terus mendorong para dosen untuk meningkatkan kompetensi dan kepangkatan. Kegiatan ini merupakan ajang untuk melecut semangat dan penguatan kerja keras dosen. “Alhamdulillah kami sudah memiliki tiga profesor. Beberapa lagi sedang menunggu SK Profesor. Sudah banyak doktor dan lektor kepala yang siap memperkaya keilmuan di Indonesia. Kami terus mendorong dosen untuk berkarya dalam Tridharma PT” papar Prof. Eko dalam perkenalannya. Ia juga menjelaskan bahwa Prodi PBIO FKIP UMM menyiapkan calon lulusan yang handal. Pihaknya menghasilkan mahasiswa yang siap menjadi guru handal, wirausahawan, manajer anggrek, pengelola laboratorium dan berbagai lapangan kerja. Sementara itu, Prof. Noor Aini Habibah, M.Si dari UNNES menyampaikan berbagai tips penelitian, pengabdian, dan kerjasama akademik institusi. “Belajar dari UNNES, perlu ada skema agar semua dosen dapat melakukan penelitian dan pengabdian. Jadi, meskipun mereka tidak dapat pendanaan dari kementerian, maka mereka juga akan tetap produktif,” ujar guru besar bidang kultur jaringan ini. Prof Noor Aini juga menjelaskan bahwa dosen dan prodi harus terus mendorong mahasiswa untuk publikasi. Mahasiswa dan dosen harus banyak menghasilkan karya yang dapat menginspirasi dan berkontribusi untuk pengembangan keilmuan di Indonesia. Selain itu, ia menyarankan bahwa kampus harus punya kebijakan dan sistem untuk pendampingan dosen yang studi dan dosen yang akan mengusulkan guru besar. “Strategi ini menjadi salah satu pendorong dan pendukung sehingga target kita mudah tercapai. Saling berbagi memudahkan kolega kita untuk meraih gelar tertinggi dan terus mencapai cita-cita keilmuan,” pungkas Prof Noor.

Tim Pengabdian UMM dampingi guru di Kota Batu mengembangkan pembelajaran STEM berbasis Keunggulan Lokal

Batu — Kamis, 26 Oktober 2023, Tim pengabdian blockgrant FKIP UMM melaksanakan pendampingan kepada para guru di SMA Muhammadiyah 3 Batu untuk mengembangkan pembelajaran STEM berbasis keunggulan lokal. Batu merupakan kota administratif yang terkenal dengan berbagai atraksi wisatanya dari tempat wisata berbasis teknologi modern sampai wisata berbasis agroindustri. Hal ini tentu menjadi bekal yang dapat dikembangkan oleh sekolah dalam pembelajaran. Tujuannya adalah tidak lain untuk meningkatan kompetensi siswa baik soft skill dan hard skill yang sesuai dengan potensi wilayah Kota Batu. Kegiatan ini adalah salah satu strategi yang ditujukan untuk peningkatan kompetensi guru utamanya agar bisa membekali siswanya dengan pembelajaran STEM yang bermakna berbasis unggulan daerah. Dalam kesempatan ini dibuka oleh Kepala SMA Muhammadiyah 3 Batu, Karnadi Utomo, S.Pd yang menjelaskan dalam sambutannya tentang pentingnya mengangkat potensi lokal batu dalam pembelajaran. “Kami sangat senang dan mengucapkan terimakasih atas pendampingan oleh tim pengabdian blockgrant FKIP UMM ini Kedepannya diharapkan guru kita dapat lebih kompeten untuk mengembangkan STEM, terlebih lagi dihubungkan komoditas unggulan Kota Batu” pungkasnya. Kegiatan ini merupakan kegiatan Focus Group Discussion yang menjadi inisiasi program pengabdian kita untuk menjadikan guru di SMA Muhammadiyah 3 Batu lebih expert lagi dalam pengembangan STEM. Selanjutnya kegiatan yang akan dilakukan adalah workshop penyusunan pembelajaran STEM. STEM ini bukan merupkan hal baru di sekolah, karena kita yakin bahwa guru telah menerapkan frame work STEM namun belum menyadari dan belum terorganisir, pungkas ketua tim PkM, Fuad Jaya Miharja, M.Pd. Beliau merupakan salah satu dosen prodi pendidikan biologi UMM yang fokus penelitian dan pengabdiannya dalam pengembangan STEM setidaknya bapak fuad merupakan Trainer Nasional STEM Indonesia, berkolaborasi dengan Bapak Mirza Nuryady, M.Sc untuk menjadi fasilitator dalam kegiatan pengabdian ini. Kegiatan ini memiliki tujuan akhir yaitu untuk membentuk cara berfikir siswa dengan pembelajaran bermakna menggunakan masalah-masalah yang terjadi disekitar siswa. Hal ini tentunya akan meningkatkan keinginan belajar siswa dan cenderung meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Harapannya siswa akan siap menghadapi permasalahan-permasalahan disekitarnya dan menjadikannya pribadi yang tangguh dan kreatif.   Berita ini telah tayang pada: https://klikmu.co/kembangkan-pembelajaran-stem-berbasis-keunggulan-lokal-di-kota-batu/

Mahasiswa UMM Dampingi Guru SMP Muhammadiyah 02 Kota Batu dalam Pengembangan Modul P5

Batu, 14 Oktober 2023 — Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses melaksanakan pendampingan pengembangan modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMP Muhammadiyah 02 Kota Batu. Kegiatan ini berlangsung sejak 20 September hingga 14 Oktober 2023 dan bertujuan membantu guru dalam menyusun serta mengimplementasikan modul P5 sesuai dengan Kurikulum Merdeka yang telah ditetapkan oleh pemerintah. SMP Muhammadiyah 02 Kota Batu telah mengadopsi Kurikulum Merdeka secara mandiri dengan memilih opsi Mandiri Belajar. Namun, beberapa guru masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan modul ajar dan melaksanakan pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka. Oleh karena itu, pendampingan ini diperlukan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam dua aspek tersebut. Pendampingan dilakukan melalui serangkaian workshop pada 20 September 2023 serta diskusi kelompok terfokus (Focus Group Discussion – FGD) yang melibatkan seluruh guru. Mahasiswa PMM UMM, yaitu Ariella Junes Egalita (Prodi Pendidikan Biologi) dan Ira Fatmasari (Prodi Pendidikan Biologi), di bawah bimbingan Dra. Lise Chamisijatin, M.Pd., memfasilitasi kegiatan ini dengan pendekatan partisipatif. Para guru dilibatkan dalam diskusi dan kolaborasi untuk menyusun modul ajar P5 yang relevan dengan konteks sekolah dan kebutuhan siswa. Melalui kegiatan ini, para guru berhasil mengembangkan modul ajar P5 tanpa perlu membuat silabus dan alur tujuan pembelajaran (ATP) secara terpisah. Selain itu, mereka juga memperoleh keterampilan dalam melaksanakan pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka. Salah satu indikator keberhasilan pendampingan ini adalah pembuatan video pembelajaran sebagai bentuk evaluasi. Implementasi modul P5 diharapkan dapat memperkuat profil pelajar Pancasila di kalangan siswa, sejalan dengan tujuan Kurikulum Merdeka. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa kolaborasi antara universitas dan sekolah dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Program PMM UMM ini menjadi salah satu wujud nyata hilirisasi hasil penelitian yang dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Malang dalam mendukung inovasi pendidikan di Indonesia.  

Tim UMM Kuatkan Pengelolaan Lab IPA Sekolah Muhammadiyah

MALANG – Senin, 16 Oktober 2023, menjadi hari penting bagi tim pengabdian UMM. Bersama dengan mahasiswa mereka menggelar kegiatan pelatihan pengelolaan laboratorium IPA SMP/MTS Muhamamdiyah se-Kota Malang. Kegiatan dilaksanakan di aula SMP Muhammadiyah 1 Malang. Kegiatan ini merupakan kerjasama dari berbagai pihak yang meliputi MGMP Guru IPA Muhamamdiyah se kota Malang, tim pengabdian UMM dan berkolaborasi dengan salah satu dosen Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang. Program ini rencananya akan dilaksanakan selama 1 bulan, dengan kegitan utamanya adalah workshop dan diikuti dengan pendampingan pengelolaan yang melibatkan dosen, mahasiswa, beserta guru IPA. Kegitan ini diikuti oleh 10 guru IPA dari tujuh MTS/SMP Muhammadiyah Kota Malang. “Saya merasa amat sangat senang dengan terlaksananya kegiatan pengelolaan lab ini, karena laboratorium pendidikan di tingkat SMP/MTS memang masih belum optimal dan efektif penggunaannya”, pungkas ibu Yanur Setyaningrum, M.Pd, Kepala SMP Muhammadiyah 1 Malang dalam sambutannya. Hal ini senada dengan sambutan yang disampaikan oleh ibu Tutut Indria Permana, M.Pd selaku ketua pengabdian masyarakat yang mengatakan “bahwa tujuan diadakannya pelatihan pengelollan laboratorium di tingkat SMP ini akan membantu mendorong pembelajaran yang lebih baik, sehingga siswa mendapatkan pembelajaran bermakna dengan berbagai eksperimen”. Dalam kegitan workshop yang dilaksanakan kali ini, dihadirkan dua narasumber yaitu Bapak Moh. Mirza Nuryady, M.Sc selaku dosen Pendidikan Biologi UMM yang memberikan pelatihan penyusunan dokumen pengelolaan laboraturium. Dilanjutkan dengan pemateri ke-2 yaitu, dr. Kiky Martha Ariesaka, M. Biomed selaku tim pengabdian dari FK UM yang fokus pelatihannya tentang hygiene dan keselamatan, Kesehatan Kerja Laboratorium. Bapak Mirza selaku pemateri pertama dalam paparannya menyatakan bahwa setiap laboratorium wajib memiliki dokumen-dokumen pendukung seperti Rencana Anggaran Praktikum, buku Inventarisasi, Log Book pemakaian alat/bahan, tag kalibrasi alat, stiker kendali mutu bahan, serta daftar stock dan alur pengajuan pembelian alat/bahan. “setiap kegiatan yang dilakukan di laboratorium sekolah wajib dicatat dan diberikan evalusi dalam logbook kendali mutu agar proses pembelajaran praktikum berjalan sesuai rencana dan aman.,” ujarnya. Faktor keamanan selanjutnya dibahas lebih lanjut lagi oleh pemateri dari FK UM, yang menyatakan pentingnya pengetahuan guru dan peserta didik tentang resiko bahaya yang dapat ditimbulkan dalam kegiatan praktikum dan cara penangannanya. “setiap laboratorium wajib memiliki shower air di dalam laboratorium untuk penanganan pertama apabila terkena bahan yang berbahaya, namun jika tidak ada pihak sekolah wajib memberikan petunjuk evakuasi untuk sumber air/ kamar mandi terdekat dari laboratorium,” pungkasnya. Kegiatan ini tentunya sangat bermanfaat untuk diterapkan oleh para guru dan pengelola laboraotium ip di sekolah masing-masing agar memenuhi standar dan dapat mendukung ketercapaian pembelajaran yang berkualitas.   Berita ini telah tayang pada: https://www.umm.ac.id/en/arsip-koran/klikmuco/tim-umm-tingkatkan-pengelolaan-lab-ipa-sekolah-muhammadiyah.html

PBIO UMM Komitmen Luluskan Mahasiswa Berprestasi dan Hanya 7 Semester

Prof. Eko bersama kedua alumni inspiratif

Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM menghelat kegiatan kuliah umum, Senin 2 Oktober 2023. Acara ilmiah ini menghadirkan dua alumni sukses dengan background kesibukan yang berbeda. Ditemani Kaprodi, Prof. Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Kes, keduanya menginspirasi para mahasiswa. Filsa Hawami, S.Pd, alumni PBIO UMM angkatan 2014 dan lulus 2018 yang menjadi guru di SMP Ar-Rohmah Putri. Sekolah ini merupakan sekolah favorit di Malang, bahkan Jawa Timur. “Kita harus berkomitmen menjadi guru profesional. Kita harus terus menjadi lebih baik dan menjadi teladan. Nah, Anda akan disiapkan menjadi guru profesional di Pendidikan Biologi FKIP UMM.” tutur guru yang banyak mengantarkan santrinya ke luar negeri ini. Prof Eko dalam pengantarnya menegaskan komitmen prodi untuk menyiapkan mahasiswa menjadi lulusan terbaik. “Kita menyiapkan banyak program. Dosen-dosen kita adalah yang terbaik dan berpengalaman. Kita bekerja untuk mengawal para mahasiswa lulus tepat waktu, dan lulus dengan mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Para alumni yang kita hadirkan hari ini adalah contoh alumni yang sukses yang diharapkan menjadi contoh,” ujar profesor biologi reproduksi ini. Salah satu alumni lain yang dihadirkan hari ini adalah Siti Amina S.Pd, yang menggeluti bisnis anggrek. Pengalamannya sampai level nasional. Saat ini sering menjadi juri kontes anggrek. “Bisnis anggrek menjanjikan sepanjang waktu. Walau terkadang naik turun, tetapi tetap establish. Jadi, pengalaman waktu kuliah khususnya magang menjadikan saya bisa bermain di dunia peranggrekan dan menjadi sumber penghasilan,” terang alumni yang memasarkan anggreknya sampai ke luar Jawa. Berita ini telah tayang pada: https://www.kompasiana.com/044_gathutwidyarama8473/651b76874addee1f8c7508e2/pbio-umm-komitmen-luluskan-mahasiswa-berprestasi-dan-hanya-7-semester

Dosen Biologi UMM Raih Pendanaan Penelitian Kurita, Perusahaan Berbasis di Jepang

Dosen Prodi Pendidikan Biologi (PBIO) UMM kembali menorehkan prestasi membanggakan. Moh. Mirza Nuryady SSi MSc berhasil meraih pendanaan penelitian dari Kurita, perusahaan yang berbasis di Jepang. Kurita Water Industries Ltd adalah perusahaan Jepang yang menyediakan fasilitas pengolahan dan penelitian air. Sejak pertengahan 1970-an hingga sekarang, Kurita Water Industries mendirikan 14 anak perusahaan dan afiliasi di luar negeri, salah satunya anak Perusahaan Kurita Indonesia. Melalui organisasi Kurita Water and Environment Foundation (KWEF) yang merupakan Corporate Social Responsibility (CSR) Perusahaan Kurita ini melaksanakan Program Kurita Overseas Research Grant (KORG). Grant penelitian ini dikhususkan untuk para peneliti lingkungan, khususnya terkait dengan air di berbagai negara, salah satunya Indonesia. Dengan besaran grant sebesar 400.000 yen, para peneliti dituntut untuk melakukan penelitian tentang monitoring pencemaran air, monitoring sumber air, water treatment, dan isu menarik lainnya dengan jangka waktu setahun. Moh. Mirza Nuryady mengangkat tema tentang screening bakteri E. coli yang resisten terhadap antibiotik beta-laktamase, yang berasosiasi dengan mikroplastik di Sungai Brantas. “Sebenarnya ini adalah kali pertama saya mencoba peruntungan untuk pendanaan penelitian internasional, dengan mengangkat tema tentang pencemaran bakteri E. coli di Sungai Brantas yang merupakan sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa. Selain itu, karena sungai ini juga melalui kampus UMM sehingga menarik minat saya untuk meneliti lebih jauh cemaran E. coli dalam air sungai ini,” ujar pria yang baru saja mendapatkan kesempatan berjejaring ke Spanyol tersebut. Selain itu, kata Mirza, tema tentang pencemaran mikroplastik akhir-akhir ini banyak dilakukan. Karena memang dapat mengancam kesehatan masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar sungai dan menggunakan air sungai. Ketua Program Studi PBIO UMM Prof Dr Eko Susetyarini MSi mengatakan, Mirza memang salah satu dosen yang semangat untuk menelitinya tinggi. “Alhamdulillah, prodi kami saat ini banyak mendapatkan hibah eksternal yang didapatkan bapak/ibu dosen prodi. Pendidikan biologi juga memiliki fokus pada penelitian-penelitian lingkungan, karena memang prodi PBIO-UMM banyak memiliki SDM yang fokus penelitiannya tentang monitoring lingkungan. Harapan besar saya selaku Kaprodi, ke depannya makin banyak dosen yang berhasil mendapatkan pendanaan eksternal baik nasional dan internasional guna meningkatkan grading institusi kita menjadi lebih unggul,” ujar professor yang baru saja mendapat pendanaan dari kementerian ini. Berita ini telah tayang pada: https://klikmu.co/dosen-biologi-umm-raih-pendanaan-penelitian-kurita-perusahaan-berbasis-di-jepang/

Pendidikan Biologi: Praktisi Mengajar MBKM Undang Peneliti dari Jepang

Satu lagi kegiatan internasional dilakukan oleh Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang merupakan langkah implementasi program Praktisi Mengajar MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka). Mereka menghadirkan orang Jepang Yukari Oikawa. Yukari Oikawa merupakan peneliti sekaligus staf ahli dari perusahaan Jepang Environmental Control Center Co Ltd yang berpusat di Tokyo Jepang. Dia menjadi narasumber dalam diskusi daring Kamis (15/6). Perusahaan tersebut bergerak di bidang jasa analisis pencemaran lingkungan. Kali ini Yukari berbagi tentang bagaimana bahaya mikroplastik dan bagaimana teknik analisis mikroplastik di laut dan sungai. Kegiatan ini memberikan insight baru bagi para mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi secara khusus dan beberapa mahasiswa umum dari berbagai universitas dalam analisis mikroplastik. Selain itu, bagaimana pencegahan pencemaran mikroplastik ini agar tidak berdampak terhadap kesehatan manusia secara langsung. Yukari juga menawarkan kerja sama penelitian dan magang kerja di perusahaan tempat dia bekerja. Didampingi oleh manajernya, Yukari memastikan bahwa para mahasiswa dari Indonesia dapat diterima untuk melakukan magang di perusahaannya. “Saat ini telah banyak mahasiswa magang dari berbagai negara seperti Korea, Taiwan, dan Tiongkok,” tuturnya. Ketua Program Studi Pendidikan Biologi UMM Prof Dr Rr Eko Susetyarini berkomitmen untuk terus meningkatkan kerjas ama dan program internasionalisasi dengan berbagai negara, salah satunya adalah Negeri Sakura. “Kegiatan internasionalisasi ini akan terus diupayakan dan ditingkatkan bentuknya seperti magang kerja dan penelitian langsung,” ujarnya   Berita ini telah tayang pada: https://klikmu.co/praktisi-mengajar-mbkm-undang-peneliti-dari-jepang/

Angkat ESD Berbasis Spiritualitas, Dosen Pendidikan Biologi UMM Lulus Doktor Tercepat

Dr Husamah SPd MPd menambah jumlah doktor yang dimiliki oleh Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Spesialnya lagi, ia menjadi lulusan tercepat di Prodi S3 Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang dengan masa studi kurang tiga tahun. Nilainya sempurna, yaitu IPK 4,0. Ujian disertasi Husamah dilaksanakan di Aula FMIPA UM, Rabu (14/6). Husamah mengangkat judul disertasi “Pengembangan Model Pembelajaran IQRAA untuk Meningkatkan Penerimaan Kompetensi Aksi Keberlanjutan dan Literasi Lingkungan Mahasiswa”. Disertasi tersebut dipromotori oleh Prof Dr Hadi Suwono MSi, Prof Hadi Nur PhD, dan Assoc Prof Dr Agus Dharmawan. Adapun para penguji disertasi adalah Prof Dr Fatchur Rohman MSi, Prof Sri Rahayu Lestari MSi, Prof Dr Rr Eko Susetyarini MSi, dan Assoc Prof Dr Ibrohim MSi. Ujian berlangsung selama kurang lebih tiga jam. Dalam disertasinya, Husamah memaparkan latar belakang disertasinya. Sustainable development goals (SDGs) menjadi agenda seluruh negara di dunia. Salah satu point SDGs adalah SDG 4, yaitu pendidikan berkulitas dengan berwujud penerapan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan atau prodi pendidikan biologi di Indonesia mengintegrasikan education for sustainable development (ESD). “Saya mencermati bahwa prodi pendidikan biologi yang ada di Indonesia telah mengintegrasikan education for sustainable development (ESD) dalam mata kuliah bioetika sub etika lingkungan, ekologi, dan ilmu/pengetahuan lingkungan,” ujar pria asli Sapeken Sumenep ini. Menurut Husamah, kendala integrasi ESD yang umum ditemukan berdasarkan hasil focus group discussion adalah pembelajaran bersifat konvensional. Didominasi ceramah, diskusi klasikal, monoton, minim inovasi dalam bahan/perangkat ajar, dan tak sejalan dengan tren perkembangan pembelajaran terkini. “Hasil telusur RPS di beberapa perguruan tinggi menunjukkan bahwa aspek nilai-nilai spiritualitas (khususnya Islam) belum dintegrasikan. Hasil telusur referensi menunjukkan belum ada model pembelajaran yang diterapkan pada mata kuliah lingkungan/ESD yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam. Beberapa penelitian terdahulu hanya menunjukkan perlunya integrasi nilai-nilai Islam yang berwawasan lingkungan hidup dan pembelajaran tauhid lingkungan. Tidak ada pembelajaran yang secara nyata bahwa perlu penerapan pembelajaran yang menugaskan mahasiswa untuk melaksanakan proyek, menghasilkan produk, maupun belajar secara kolaboratif,” jelasnya. Atas dasar itu, ia telah mengembangkan model pembelajaran baru untuk mendukung implementasi ESD di perguruan tinggi. Ia memberi nama IQRAA. Model tersebut terdiri atas tahapan Introduction, Questioning and Ethical Decision-Making, Running in Project, Actuating, and Appreciation and Reflection. Model ini telah divalidasi oleh berbagai ahli dan diujicobakan serta diterapkan di kelas. Hasilnya adalah model IQRAA ini valid, praktis, dan efektif sehingga dapat digunakan secara luas. Ia berharap model ini bisa diterima secara luas di Indonesia. Ia juga telah menghasilkan instrumen untuk mengukur ketercapaiannya. Hasil tersebut telah dipublikasikan di jurnal-jurnal internasional. Hal inilah yang menjadikan ia lulus lebih cepat. Sebab, target publikasi telah tercapai. Bahkan ia telah menghasilkan publikasi sebanyak delapan, baik di jurnal terindeks SCOPUS, terindeks EBSCO, terakreditasi SINTA 2, dan book chapter internasional. “Terima kasih kepada Rektor UMM, Dekan FKIP UMM, Kaprodi Pendidikan Biologi UMM, para promotor, para penguji, para dosen di UM dan UMM, para mahasiswa, keluarga, teman seangkatan, sahabat, kolega, dan berbagai pihak yang telah membantu saya. Hal ini tidak akan tercapai tanpa bantuan dari semuanya,” tandas pria yang aktif mengelola jurnal ilmiah ini.   Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2023/06/15/angkat-esd-berbasis-spiritualitas-dosen-pbio-umm-lulus-doktor-tercepat/

Pendidikan Biologi FKIP-UMM Maksimalkan Kompetensi Bisnis Anggrek Mahasiswa

MALANG – Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM (PBIO-UMM) menggelar kuliah tamu daring bertema “Potensi Budidaya Anggrek dan Tanaman Hias”, Sabtu (29/10/2022). Acara ini menghadirkan dua pembicara yang merupakan praktisi anggrek dan peneliti/ilmuwan. Keduanya membeberkan secara detail bagaimana strategi bisnis anggrek dari nol hingga berhasil. Acara diikuti +/_ 150 peserta dari unsur siswa, guru, dan mahasiswa dari seluruh Indonesia. “Saya merupakan alumni PBIO-UMM. Saya belajar anggrek waktu magang. Saya berusaha dari nol. Alhamdulillah sekarang omzet sudah puluhan juta” ungkap Siti Aminah selaku pembicara pertama. Ia menuturkan bahwa saat ini pelanggannya sampai ke Papua. Di masa pandemi omzet terus meningkat karena banyak orang yang mencari hiburan bergengsi. Ini merupakan potensi yang luar biasa. Sementara itu, Dr.c. Nurwidodo, M.Kes memaparkan bagaimana PBIO-UMM memproklamirkan Center of Excellence Kelas Unggulan Anggrek. Misi ini merupakan salah satu bentuk komitmen UMM untuk menjadi kampus terdepan dalam membaca peluang bisnis menjanjikan khususnya anggrek. “Kelas Unggulan Anggrek adalah komitmen PBIO-UMM yang benar-benar menyiapkan generasi siap kerja dan berdaya saing” ujar pemateri yang saat ini mengikuti workshop di Nanyang Technological University Singapura.