Matching Fund PBIO UMM Kembangkan Kapasitas Jamu Sumenep

Matching Fund PBIO UMM Kembangkan Kapasitas Jamu Sumenep

Prodi  Pendidikan Biologi FKIP UMM mendapatkan hibah Matching Fund Pengembangan Ramuan Herbal (Jamu) Terstandar di Sumenep. Hibah ini didanai oleh Kedaireka Kemdikbudristek tahun 2022. “Kegiatan ini bertujuan mengadopsi IPTEK dan kepakaran perguruan tinggi oleh Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Bentuk kegiatan adalah pelatihan, pembinaan, dan jasa/produk” kata Prof. Dr. Rr. Eko Susetyarini, selaku anggota Matching Fund sekaligus Kaprodi Pendidikan Biologi FKIP UMM. Kegiatan dilaksanakan selama 6 bulan di Sumenep. Acara penyuluhan dilaksanakan tanggal 4 Oktober 2022 di ruang pertemuan hotel Muzdalifah Sumenep. Acara ini melibatkan 30an anggota Kelompok Swadaya Masyarakat Sumber Makmur yang berada dibawah koordinasi Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk Sumenep. Acara juga diikuti kurang lebih 20 tim dosen dari Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM. Banyak hal dibahas, misalnya bagaimana adopsi teknologi jamu agar terstandar, bagaimana membangun kelembagaan produsen jamu, dan merancang rencana aksi produksi jamu. Selain itu diperlukan pola pembuatan jamu yang aman dan layak konsumsi sebagaimana standarisasi BPOM. Kyai M. Khotibul Umam selaku perwakilan dari Badan Pengabdian Masyarakat PP Annuqoyah merasa senang dan berterima kasih dengan adanya kegiatan yang diinisiasi oleh Tim Maching Fund Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM ini. “Berbagai kegiatan yang dilaksanakan dapat mengangkat gengsi dan kelas jamu tradisional khas Madura khususnya Sumenep. Dengan demikian kegiatan ini juga akan berimbas pada kualitas jamu yang dihasilkan dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat khususnya penggiat jamu,” ujar kyai Umam. Ibu Dr. Elly Purwanti, MP selaku ketua tim Matching Fund Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM berharap bahwa kegiatan ini akan memberikan dampak dalam mengangkat nama Jamu khas Sumenep. “Tujuan jangka panjangnya adalah kegiatan ini mampu menggerakkan ekonomi di Wilayah Sumenep. Jamu ini kebanyakan diproduksinya rumahan, maka melalui kegiatan ini akan ada standarisasi dan peningkatan kualitas,” terang pakar jamu tradisional dari UMM tersebut.   Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2022/10/04/matching-fund-pbio-umm-kembangkan-kapasitas-jamu-sumenep/

Seminar Skala Internasional, PBIO-UMM Tegaskan Peluang Bisnis Anggrek Global

Tiga pemateri, ditemani rektor UMM selama menyampaikan materi tentang bisnis anggrek

Divisi Center of Excellence (CoE) Kelas Unggulan Anggrek Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang mengadakan International Seminar and Business Network, dengan teman “The Contribution of Orchids Agribusiness to National Development”, pada tanggal 26 September 2022. Kegiatan dilaksana dengan konsep outdoor meeting di Taman Rekreasi Sengkaling UMM, salah satu tempat wisata legendaris milik UMM. Kegiatan ini diikuti 100an orang pelaku bisnis anggrek, peneliti, dosen, dan mahasiswa. Menurut Tutut Indria Permana selaku ketua pelaksana kegiatan, kegiatan ini bertujuan menegaskan peran bisnis anggrek sebagai salah satu penggerak ekonomi Indonesia bahkan dunia. Hal tersebut telah disadari oleh Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang dengan mendirikan Center of Excellence (CoE) Kelas Unggulan Anggrek. “Kegiatan ini diinisiasi oleh Divisi Center of Excellence Kelas Unggulan Anggrek Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM bekerja sama dengan DPW Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Jawa Timur” tukas dosen ahli botani tersebut. Acara ini menghadirkan tiga pemateri yang merupakan pelaku bisnis dan peneliti anggrek skala internasional. Mereka adalah Mr Kesavan Gopalan selaku The President of Orchids Society of South East Asia (OSSEA); Prof. Dr. Manohar Mariappan, profesor di Department of Recreation and Eco-Tourism Universiti Putra Malaysia, dan Ir. Joko As’ad selaku Sales Manager PT Ekakarya Graha Flora. Mr Kesavan Gopalan, pegiat anggrek Asia Tenggara memberikan inspirasi bagaimana menyemarakkan bisnis anggrek di Singapura. “Anggrek kini menjadi Puspa eksotis yang menjadi ciri khas Singapura” ujar pelaku anggrek terkemuka asal Singapura ini. Sementara itu, Prof. Dr. Manohar Mariappan menjelaskan bagaimana konservasi anggrek liar di Malaysia. “Dibutuhkan kesadaran semua pihak untuk mencintai anggrek, agar bunga yang indah ini tidak punah” ujar dosen di UPM Malaysia ini. Di sisi lain, Joko As’ad menyajikan tips dan trik bisnis anggrek bagi pemula, aspek pengembangan dan memperluas jaringan. “Bisnis anggrek terbuka luas, tidak pernah sepi, berkelas, dan merupakan hal yang menarik. Tren ini perlu disambut baik dan dibaca sebagai peluang bisnis unggulan oleh masyarakat Indonesia, khususnya mahasiswa” ujar pria yang puluhan tahun berbisnis anggrek di PT Ekakarya Graha Flora ini. Ibu Retno, selaku peserta acara dan juga pengurus PAI Jawa Timur sangat berkesan dengan adanya kegiatan seminar dan temu bisnis ini. Acara ini semakin menegaskan peran Indonesia sebagai negara yang ikut berperan dalam konservasi dan bisnis anggrek. Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM mampu menjadi bagian strategis dan berperan aktif secara kelembagaan dan keilmuwan. Pendidikan Biologi FKIP UMM mampu menangkap tren kekinian dan peluang global berupa pertumbuhan bisnis anggrek, sebuah flora eksotis, minimal dalam skala Asia Tenggara. Rektor UMM Associate Profesor Dr. Fauzan, M.Pd. berharap bahwa acara ini menjadi penegasan kepada khalayak bahwa UMM adalah kampus terkemuka yang mampu membaca selera pasar dan membuka peluang bisnis yang sangat menarik, yaitu anggrek. UMM sebagai kampus unggulan di level dunia terus terlibat dalam kerja-kerja intelektual, mencipta entrepreneur muda di bidang anggrek, dan menjadi titik lahirnya pebisnis/entrepreneur dan periset anggrek skala dunia. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2022/09/26/seminar-skala-internasional-pbio-umm-tegaskan-peluang-bisnis-anggrek-global/

Bukti Rekognisi Internasional, Alumni PBIO-UMM Tembus Asia-Eropa

Adjar Yusrandi, mendapat beasiswa di Asia University Taiwan, menegaskan pentingnya leadership generasi muda

Acara Webinar Series 1: Inspiring Young Muslim Future Leader, yang dilaksanakan Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM memberikan nuansa yang berbeda. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 24 September 2022 ini menghadirkan dua alumni sukses yang mampu mendapatkan kesempatan studi lanjut di Asia dan Eropa. Kegiatan ini bertujuan memberikan inspirasi kepada siswa, guru, dan mahasiswa seluruh Indonesia terkait bagaimana menjadi pemimpin/generasi muslim berprestasi. Kegiatan ini diikuti oleh  360 orang dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini menghadirkan Alumni Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM yang melanjutkan studi (mendapatkan beasiswa) di luar negeri khususnya di Eropa dan Asia. Dari Eropa adalah Fadlan Mukhlas Abror M.Pd, alumni yang diterima studi lanjut Doktoral atau Ph.D di Johanes Kepler Universitas Linz, Austria. Dari Asia adalah Adjar Yusrandi M.Pd, mahasiswa di Asia University Taiwan. Keduanya adalah alumni dan mahasiswa berprestasi di Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. Fadhlan Mukhlas Abror menyampaikan bahwa Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM memberikan bekal yang besar dalam menentukan kariernya menjadi dosen di Universitas Borneo Tarakan dan hingga belajar serta mendapatkan beasiswa di Eropa. “Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM sejalan dengan visinya yaitu berdasarkan nilai-nilai Islam, sehingga mampu mendorong generasi muda Islam untuk meningkatkan kualitas diri. Generasi muda Islam harus mampu bersaing dan menginspirasi peradaban yang baik. Generasi muda Islam harus menuntut ilmu seluas-luasnya bahkan sampai ke Eropa. Dan bekal awalnya bisa dengan menimba ilmu di Universitas Muhammadiyah Malang” papar alumni asal Madura tersebut. Sementara itu, Adjar Yusrandi menyampaikan pengalamannya menjadi mahasiswa UMM, bekerja di UMM dan akhirnya mendapatkan beasiswa di Asia University Taiwan. “Seseorang akan sukses bila memiliki leadership yang baik. Leadership akan mendorong seseorang mampu berkolaborasi dengan banyak pihak, tanpa terkecuali. Ia mencontohkan bagaimana UMM mampu berkolaborasi sehingga menjadi salah satu kampus unggulan. Leadership dan kolaborasi yang dimiliki merupakan hasil belajar di Prodi Pendidikan Biologi UMM, sehingga mampu belajar di Taiwan” ujar pria asal Kalimantan tersebut. Sementara itu, Zada Alimatul Muazah, S.Pd., selaku peserta mengatakan bahwa kegiatan ini sangat menginspirasi. Ia ingin mengambil pelajaran dan contoh dari kedua pemateri yang berhasil menjadi mahasiswa berprestasi dan berkat didikan Pendidikan Biologi FKIP UMM mampu mendapatkan beasiswa ke luar negeri, Asia dan Eropa. Kita harus bangga menjadi bagian dari generasi muda Islam yang berkemajuan. Generasi muda Islam harus maju dan menginspirasi dunia. Ketua Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah rangkaian kegiatan yang dipersembahkan untuk ikut menginspirasi generasi muda Indonesia. “Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang telah menyiapkan beragam kegiatan dan difokuskan untuk memberikan contoh baik kepada khalayak. Bukti bahwa UMM memiliki tanggung jawab untuk memajukan peradaban Islam dan Indonesia” tegas guru besar Bidang Biologi Reproduksi tersebut. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2022/09/24/bukti-rekognisi-internasional-alumni-pbio-umm-tembus-asia-eropa/

Mahasiswa Baru PBIO-UMM Siap Menjadi Alumni Berprestasi

Muhammad Masyhur, S.Pd., S.Kep.,M.Biomed atraktif menguraikan edupreneurship di hadapan 250 mahasiswa

Program Studi Pendidikan Biologi menyambut kehadiran mahasiswa baru dengan menggelar kuliah perdana, pada hari Jumat, 16 September 2022. Sebanyak 250 orang mahasiswa, yang terdiri dari angkatan 2019, 2020, 2021, dan mahasiswa baru angkatan 2022 mengikuti kuliah perdana tersebut. Prof. Dr. Rr Eko Susetyarini, M.Si selaku Kaprodi Pendidikan Biologi FKIP UMM menjelaskan bahwa agenda kuliah perdana ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan dalam rangka menerima mahasiswa sebagai keluarga baru Program Studi. Tahun ini Prodi menerima 46 orang mahasiswa baru yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Jawa, Kalimantan, dan Maluku. “Kuliah perdana kali ini menghadirkan tiga orang narasumber dengan kompetensi dan kualifikasi yang berbeda-beda. Menariknya, ketiga narasumber tersebut adalah alumni Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM yang telah banyak memberi sumbangsih terbaiknya dalam menginspirasi kemjuan Bangsa, sama seperti tagline Prodi Pendidikan Biologi, Terdepan Menginspirasi.” ujar profesor bidang biologi reproduksi tersebut. Narasumber semuanya adalah alumni Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM. Narasumber pertama adalah Muhammad Masyhur, S.Pd. S.Kep., M.Biomed., CIQnR., MNLP (Dosen dan Founder MISS International Boarding School), Sarifudin Lathif (Founder Kaliandra Sejati Foundation), serta Dr. Atok Miftachul Hudha, M.Pd (Ketua Program Magister Pendidikan Biologi – UMM). Dalam paparannya, Masyhur mengatakan bahwa kuliah di Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM memberikannya modal sebagai dasar mengembangkan kompetensi sebagai seorang pengajar professional. “Kecintaan pada dunia pendidikan menggerakkannya mendirikan International Boarding School.” ujar kandidat doktor di Phillippines Woman University tersebut. Di lain pihak, Sarifudin Lathif juga berbagi bagaimana Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM semakin meningkatkan kecintaannya terhadap lingkungan. Menurutnya, hal tersebut yang menggerakkan dirinya untuk mengambil langkah besar dengan mendirikan Kaliandra Sejati Foundation, sebuah yayasan yang bergerak dalam advokasi konservasi lingkungan di Jawa Timur. Senada dengan dua narasumber sebelumnya, Dr. Atok Miftahul Huda M.Pd menceritakan bagaimana awal mula kecintaannya dengan Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM, sebagai salah satu mahasiswa angkatan pertama di Prodi (tahun 1987). Mulai bergabung sebagai mahasiswa hingga menjadi staf pengajar. Lebih lanjut, Atok menambahkan bagaimana peluang studi double degree S1 dan S2. Ia menambahkan, ini adalah peluang studi yang luar biasa dimana mahasiswa bisa menempuh kuliah jenjang S1 lanjut kuliah jenjang S2 dengan waktu kurang lebih 5 hingga 5,5 tahun. Peluang ini, lanjut Atok, tidak lain karena adanya integrasi kurikulum perkuliahan di jenjang S1 dan S2, sehingga mahasiswa bisa mendapatkan dua gelar sekaligus, Sarjana Pendidikan (S.Pd) dan Magister Pendidikan (M.Pd). Salah satu Mahasiswa peserta kuliah perdana, Sindi Aulia mengatakan bahwa kuliah perdana ini membuka perspektifnya tentang pendidikan dan membuatnya semakin bersemangat dalam studi dan memberikan yang terbaik untuk masa depannya. “Saya semakin bersemangat dan pilihan saya memilih Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM sangat tepat. Terimakasih Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM” ujarnya gadis asli Batu itu bersemangat.   Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2022/09/16/alumni-berprestasi-semangati-mahasiswa-baru-pbio-umm/

PBIO UMM Dampingi Sekolah Kembangkan Pembelajaran STEM dan Learning Community

PBIO UMM Dampingi Sekolah Kembangkan Pembelajaran STEM dan Learning Community

STEM merupakan isu bidang pembelajaran yang kini lagi menarik minta banyak pihak. STEM merupakan bentuk pembelajaran yang mengintegrasikan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). STEM menjadi pendekatan pembelajaran yang mampu mengatasi berbagai permasalahan di dunia nyata dan memfasilitasi siswa meningkatkan keterampilan Abad 21. Di sisi lain, melalui Lesson Study for Learning Community (LSLC), sekolah dapat mengatasi kendala yang muncul di kelas melalui kolaborasi antar guru, kepala sekolah, dosen, dan pihak terkait lainnya. Oleh karena itu, menginisiasi LSLC untuk menerapkan pembelajaran STEM di sekolah merupakan langkah esensial yang perlu dilakukan agar keberlanjutan pembelajaran yang berkualitas dapat terus lestari. Informasi tersebut merupakan cuplikan materi yang disampaikan oleh Fuad Jaya Miharja, M.Pd. selaku tim Pengabdian Kelompok (PK) Universitas Muhammadiyah Malang. Materi tersebut dipresentasikan di sesi pertama acara pendampingan pengembangan pembelajaran berbasis STEM di Sekolah berbasis Riset di SD Muhammadiyah 1 Paiton, Probolinggo pada tanggal 12 September 2022. Kegiatan pengabdian masyarakat ini didesain dan diselenggarakan oleh tim PK dan tim Pengabdian Masyarakat-Mahasiswa (PMM) yang terdiri dari Muthia Maharani Syaiful, Putri Nurul Nabilah, Nafisah Nur Azizah, Nifi Maulidyah dan Salsabiilaa Roihanah dari Prodi  Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Malang. Lebih lanjut, Fuad Jaya Miharja, menyampaikan beberapa contoh penerapan buka kelas dari kegiatan Lesson Study di berbagai sekolah. “Sesuai penjelasan beliau, penerapan Lesson Study mampu mengungkap berbagai permasalahan pembelajaran dan kualitas proses belajar setiap siswa. Hasil refleksi dari buka kelas akan mampu menjadi masukan untuk meningkatkan pembelajaran selanjutnya,” tuturnya. Menanggapi penyajian materi yang telah disampaikan, Ustadzah Ismi selaku salah satu guru di SD Muhammadiyah 1 Paiton menanyakan “Apakah ketika buka kelas harus selalu menggunakan pembelajaran melalui diskusi kelompok?”. Menanggapi pertanyaan tersebut, Fuad Jaya Miharja, yang telah belajar Lesson Study dan STEM langsung ke Jepang menjelaskan bahwa selama buka kelas, model dan metode pembelajaran yang diterapkan disesuaikan dengan materi dan karakteristik siswa sehingga tidak harus selalu berbentuk diskusi kelompok. Sementara itu, di sesi kedua, Ahmad Fauzi, M.Pd. membimbing para guru di SD Muhammadiyah 1 Paiton untuk mensimulasikan pembelajaran berbasis STEM. Di sesi kedua ini, 13 guru dan 2 karyawan sekolah tersebut dibagi menjadi tiga kelompok untuk mensimulasikan tiga proyek STEM yang berbeda, yaitu Membuat Pelapis Obat, Mendesain Pesawat Terbaik dan Mendesain Menara Tertinggi. Setelah mensimulasikan tiga proyek STEM tersebut, setiap guru merefleksikan kegiatan yang telah mereka lakukan dan menganalisis keterkaitan proyek-proyek yang telah mereka simulasikan dengan kurikulum SD. Di kegiatan ini, Anis dan Ridho selaku perwakilan guru SD Muhammadiyah 1 Paiton berterima kasih kepada tim PK dan PMM karena telah berbagi informasi yang sangat mereka butuhkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta telah pengalaman langsung pada guru-guru di SD tersebut dalam mensimulasikan pembelajaran STEM. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2022/09/12/pbio-umm-dampingi-sekolah-kembangkan-pembelajaran-stem-dan-learning-community/

Program Studi Pendidikan Biologi Berkomitmen mengajak sekolah di Indonesia untuk Berprestasi

Tidak semua ingin berprestasi? Miris sekali…, padahal berprestasi itu mudah Guys. Malang, 27 Agustus 2022, Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) punya gawe mengajak semua civitas akademika, peserta didik, dan guru berkolaborasi untuk mengembangkan diri dan berprestasi. Melalui mimbar akademik bertajuk “Berprestasi itu Mudah Guys” prodi Pendidikan Biologi mendobrak dan meyakinkan kepada masyarakat khususnya generasi muda wajib terdepan dan mengispirasi. Kelebihan demografi menjadi peluang untuk mewujudkan generasi emas indonesia 2045 yang gandrung dengan prestasi. Mahasiswa, alumni, pesertadidik (SMP/SMA/sederajat), guru, dan masyarakat umum wajib tergelitik, tergugah, dan harus bergerak merubahnya jika tidak ingin negara tercinta kita ini selalu tertinggal dari negara-negara lain. “Yang Muda dan Berprestasi”, kiasan ini mungkin tidak berlaku lagi, karena berprestasi tidak memandang usia, semua orang bisa mewujudkannya. Orasi ilmiah pertama disampaikan oleh Nur Aliyah, S.Pd M.Pd beliau alumni Prodi Pendidikan Biologi sekaligus Kepala Madrasah MTSN 2 Jember ini, membagikan pengalaman pretasinya melalui karya-karya buku yang diterbitkannya. Beliau siap berkolaborasi dalam menulis buku dengan peserta. Inisiatif ini akan ditindak lanjuti prodi dengan pendampingan yang akan dilakukan oleh Prodi Pendidikan Biologi. “diam-diam melakukan sesuatu, tapi ketika karya buku saya terbit, orang lain baru paham dan kaget mengapa saya banyak diam, ternyata sedang menulis buku” ungkap beliau dalam memotivasi peserta kuliah tamu. Jadi, diam bukan karena tidak ingin berprestasi, tapi mampu menghasilkan karya sebagai bukti bisa berprestasi. Kuncinya perbanyak aktifitas litarasi dan fokus dan selesaikan karya yang kita mulai. Orasi Ilmiah kedua disampaikan oleh Husamah, M.Pd Dosen berprestasi dengan jumlah sitasi karya ilmiahnya  tidak diragukan lagi. Beliau menyampaikan, berbagai prestasi membanggakan yang diperolehnya tidak lepas dari peran Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM yang selalu mensuport dan memfasilitasi sejak masih mashasiswa sampai menjadi dosen di UMM. Menulis dan menghasilkan karya Ilmiah diniatkan untuk menyebarluaskan ilmu yang bermanfaat, karena di UMM memberikan cirikhas kepada civitas akademika untuk mengimplementasikan nilai-nilai islam di setiap aktifitas.  Menurut Husamah, “Semua orang bisa berkarya dan berprestasi, namun jangan melupakan pemberi ilmunya, yaitu Allah SWT”. Setiap karya dan prestasi bisa banyak cara untuk mewujudkknaya, namun sebuah karya dan prestasi yang bernilai itu jika memberikan manfaat untuk orang lain. Dilanjutkan oleh orasi ilmiah ketiga oleh Sasabiilah Raihanah, mahasiswa semester lima Prodi Pendidikan Biologi yang berprestasi bidang olimpiade biologi tingkat Nasional dan Internasional. Dalam orasi ilmiahnya, mengajak teman sebayanya dan pesertadidik di sekolah (SMP/SMA) untuk meningkatkan kompetensi diri yang kita minati dan kita senangi. Dengan niat baik dan meyakini setiap orang itu memiliki kelebihan dan kesempatan yang sama, maka pasti bisa diasah keterampilannya, dan pihak sekolah/kampus bisa memberikan ruang belajarnya. Mengapa harus ikut olimpiade? Salsabila menyampaikan “Belajar itu ibadah, prestasi itu dakwah” komitmen yang diucapkan di setiap momen membawaya meraih prestasi gemilang. Jadi olimpiade baginya merupakan cara belajar sambil beribadah. Ibaratnya beribadah itu wajib, belajar setiap saat ya… tidak masalah, dan pastinya akan kita nikmati hasilnya. Bisa mencapai prestasi olimpiade di internasional mengapa tidak….?, jika kita mau berusaha pasti bisa, karena bagi Allah tidak ada yang tidak mungkin. Maka percayalah. Kuliah Tamu (SERI: 1) ini, merupakan rangkaian acara untuk menyambut generasi baru mahasiswa Prodi pendidikan biologi agar mengenal atmosfir belajar dan memfasilitasi kompetensi dan berprestasi selama kuliah di Program studi yang tidak diragukan lagi kualitas nasional dan internasionalnya. Kegiatan ini, selain sebagai wadah sosialisasi mudahnya berprestasi bagi masyarakat melalui karya, juga digunakan prodi untuk menegaskan kepada masyarakat bahwa mahasiswa dan dosen Program Studi Pendidikan Biologi FKIP-UMM memiliki cirikhas yaitu selalu prestasi melalui karya ilmiahnya.   Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2022/08/27/pbio-umm-dorong-sekolah-di-indonesia-terus-berprestasi/

PBIO-UMM Dorong Sekolah Muhammadiyah kembangkan KIR

PBIO-UMM Dorong Sekolah Muhammadiyah kembangkan KIR

Kelompok Karya Ilmiah Remaja (KIR) dapat menjadi wadah untuk pengembangan karakter siswa, mengembangkan keterampilan abad ke-21 dan employebility skills siswa. Oleh karena itu, pembinaan kelompok KIR perlu terus digalakkan. Hal itulah yang disampaikan oleh Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si selaku tim pengabdian Ipteks bagi Masyarakat (PIbM)  Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. Hal ini menjadi salah satu penekatan dalam acara pendampingan untuk 21 guru SMA Muhammadiyah 1 Malang, yang diadakan pada tanggal 12 Agustus 2022. Dr Abdulkadir Rahardjanto menjelaskan bahwa pengembangan kemampuan siswa sangat penting untuk mendorong prestasi sekolah. Ada banyak lomba yang dapat diikuti, dan dapat dimaksimalkan sehingga dapat berkontribusi kepada keunggulan sekolah. “Kami siap untuk membantu sekolah, termasuk siswa dan para guru. Ke depan, terkait dengan Merdeka Belajar kami pun siap mendampingi karena FKIP UMM merasa terpanggil untuk ikut menyukseskan,” ujar dosen yang menjabat sebagai Wakil Dekan II FKIP UMM tersebut. Sementara itu, pemateri kedua, Husamah, S.Pd, M.Pd., menjelaskan bahwa materi pembinaan KIR dapat mudah disimak dalam buku Karya Ilmiah Remaja Selezat Ice Cream yang telah ia susun. Ia pun membagikan filenya secara gratis kepada para peserta. “Bapak/Ibu tinggal mempraktikkan saja apa yang ada dalam buku tersebut. Kami siap mendampingi bapak/ibu ke depannya sehingga menjadi sekolah yang unggul termasuk dibilang karya ilmiah,” ujar dosen Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM tersebut. Senada dengan dua pemateri dari FKIP UMM, Ibu Iswati selaku perwakilan sekolah mengapresiasi dan berterima kasih atas terselenggaranya acara tersebut. Ia dan sekolah akan menindaklanjuti dengan penyusunan jadwal lengkap dan agenda pembinaan. “Kami akan meminta bantuan FKIP UMM, khususnya tim yang hadir hari ini untuk mengembangkan kelompok KIR di sekolah kami. Kami sangat senang dan siap berkolaborasi,” pungkasnya. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2022/08/12/pbio-umm-dorong-sekolah-muhammadiyah-kembangkan-kir/

KESI Program Studi Pendidikan Biologi: Kursus Botani-Preunership untuk Mencetak Wirausahawan Muda

Kelas Unggulan Center of Excellence (CoE) Tanaman Anggrek

Malang, 25 Juli 2022. Prodi Pendidikan Biologi UMM, menyelenggarakan acara KESI (Kompetensi Ekstra Siswa Indonesia), Program Unggulan dari Pendidikan Biologi UMM yang bertema Botani-prenuership Potensi Budidaya Tanaman Hobi. Acara tersebut dihadiri oleh 75 siswa SMA/SMK/MA se-Jawa Timur. Kegiatan KESI tentang Botani-prenuership Potensi Budidaya Tanaman Hobi ini diselenggarakan 2 hari; Sabtu dan Minggu (25-26 Juli 2022). Tujuan untuk mengedukasi siswa SMA untuk membangun mindset berkemajuan di bidang wirausaha khususnya bidang tanaman hias/hobi. Kedepannya kegiatan ini akan merangsang minat siswa SMA untuk terjun menggeluti dunia bisnis, seperti yang disampaikan oleh Ibu Ketua Program Studi Pendidikan Biologi Prof. Dr. Rr. Eko Susetyorini, M.Si., yang menyetakan Indonesia membutuhkan setidaknya 14% total pengusaha dari jumlah total penduduk Indonesia, sedangkan saat ini masih 3,4%. Pemateri yang dihadirkan dalam kegiatan ini merupakan beberapa praktisi dan dosen prodi Pendidikan Biologi UMM. Pemateri pertama adalah dosen Botani yang penelitiannya focus tentang tumbuhan, Dosen dan Asessor Kewirausahaan Industri Lembaga Sertifikasi profesi UMM, dan juga praktisi sekaligus pembudidaya Anggrek. Materi pertama yang diisi oleh Ibu Tutut Indria Permana,M.Pd dosen Pendidikan Biologi yang membahas tentang keunggulan dan potensi bisnis tanaman hias. Sampai saat ini pemenuhan kebutuhan pasar anggrek nasional masih dikuasi oleh tumbuhan hias Ekspor, padahal secara plasma nutfah Indonesia memiliki banyak potensi tanaman hias yang bisa dibudidayakan dan dipasarkan. Pemateri kedua, yakni Bapak Husamah sebagai asesor kewirausahaan industri menyampaikan bahasan tentang pentingnya penyusunan Bussiness Plan dan analisis bisnis secara SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat) sebagai bentuk antisipasi kegagalan dalam dunia bisnis. Pemaparan materi pada hari ke-dua diperkuat oleh Bapak Hadi Prasetyo sebagai praktisi sekaligus sebagai Manager Operasional dan quality control di dd Orchid Nursery. Materi ini membahas lebih dalam dan spesifik tentang pembudidayaan tanaman Anggrek. Bapak Hadi juga membahas lebih dalam tentang hal yang perlu dilakukan dan diperhatikan dalam pembudidayaan anggrek sampai ke tahapan pemasarannya. Disisi lain, Prodi Pendidikan Biologi UMM telah menjadi Mitra Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) dan telah me-Launching Kelas Unggulan Anggrek yang dapat diikuti oleh para Mahasiswa internal dan umum untuk lebih dalam lagi menjadi wirausahawan di bidang Anggrek. Tim Kelas Unggulan Anggrek juga membuka kesempatan para mahasiswa untuk menjadi mitra re-seller Anggrek. Dalam kesempatan ini, Bapak Hadi berpesan untuk “Jangan takut bersaing, karena bisnis yang besar, dimulai dari hal yang kecil”.

Prospek Bisnis Bagus, UMM Buka Kelas Profesional Anggrek

Kelas Unggulan Center of Excellence (CoE) Tanaman Anggrek

MALANG — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuka Kelas Profesional Anggrek karena prospek bisnis bagus. Penanggung jawab program Center of Excellence (CoE) Anggrek, Nurwidodo, mengatakan kelas ini dibuat untuk membekali mahasiswa dalam bidang budidaya dan pemasaran anggrek. Nurwidodo menjelaskan, pihaknya telah menggaet beberapa mitra industri dan dunia kerja (Iduka) seperti Mitra Flora Nusantara (MFN), Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Anggrek Indonesia (DPP PAI), serta Dewan Pimpinan Daerah Perhimpunan Anggrek Indonesia (DPD PAI). “Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong para peserta untuk menjadi wirausahawan dan angkatan kerja yang kompeten di bidang tanaman anggrek,” katanya, Selasa (8/2/2022). Awalnya, kata dia, kelas unggulan ini berasal dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan magang kerja yang digagas oleh Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi UMM pada Agustus tahun lalu. Program tersebut sukses melahirkan lima wirausahawan muda di bidang budidaya anggrek. Karena itu, UMM akhirnya mengembangkan program ini menjadi kelas unggulan. Nurwidodo menambahkan, program ini tidak hanya terbatas untuk mahasiswa, tetapi juga masyarakat umum yang tertarik di bidang budidaya anggrek. Rentang waktu pelaksanaan CoE ini dilangsungkan dalam waktu enam bulan. Tiga bulan awal akan diisi dengan teori di kelas. Tiga bulan selanjutnya, para peserta akan diberi kesempatan magang di tempat para mitra. “Dengan adanya proses belajar langsung bersama para mitra yang kompeten, harapannya dapat membuat para peserta terpacu untuk berwirausaha. Kami juga berkomitmen jika dalam waktu enam bulan tersebut para peserta tidak dapat menjadi wirausahawan, kami akan memperpanjang masa pelatihan,” ungkap dosen Biologi itu. Dia menegaskan, program ini akan terus dikembangkan, tak hanya bekerja sama dengan petani nasional, namun juga dengan eksportir yang rencananya  nanti hasil produksi anggrek dari kelas profesional ini dapat diekspor ke negara lain. “Namun, fokus utama kami untuk saat ini adalah mencetak para wirausahawan di bidang budidaya dan pemasaran anggrek,” ucapnya. Berita ini telah tayang pada: https://rejogja.republika.co.id/berita/r70lcm399/umm-buka-kelas-profesional-anggrek-masyarakat-umum-bisa-bergabung

Hasil Menjanjikan, Universitas Muhammadiyah Malang Buka Kelas Profesional Anggrek

Kelas Unggulan Center of Excellence (CoE) Tanaman Anggrek

  Kelas Unggulan Center of Excellence (CoE) Tanaman Anggrek Malang, Jawa Timur –  Anggrek merupakan komoditas tanaman hias yang menjanjikan untuk dijadikan peluang bisnis. Harga yang lumayan tinggi dibandingkan dengan tanaman hias lainnya membuat beberapa orang mulai membudidayakan anggrek untuk dijual kembali. Melihat peluang tersebut yang menjanjikan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), membuka program Kelas Unggulan Center of Excellence (CoE) Tanaman Anggrek.Selaku Pihak Penanggung jawab program CoE Anggrek, Nurwidodo mengatakan, bahwa kelas ini dibuat untuk membekali mahasiswa dalam bidang budidaya dan pemasaran anggrek. Pihaknya telah menggaet beberapa mitra industri dan dunia kerja (Iduka) seperti Mitra Flora Nusantara (MFN), Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Anggrek Indonesia (DPP PAI), serta Dewan Pimpinan Daerah Perhimpunan Anggrek Indonesia (DPD PAI). Kerja sama ini diharapakan dapat mendorong para peserta untuk menjadi wirausahawan dan angkatan kerja yang kompeten di bidang tanaman anggrek. “Awalnya, kelas unggulan ini berasal dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan magang kerja yang digagas oleh Program Studi (Prodi) pendidikan Biologi UMM pada agustus tahun lalu. Program tersebut sukses melahirkan lima wirausahawan muda di bidang budidaya anggrek. Karena kesuksesan tersebut, UMM akhirnya mengembangkan program ini menjadi kelas unggulan,” kata Nurwidodo. Lebih lanjut, Nurwidodo menjelaskan bahwa program ini tidak hanya terbatas untuk mahasiswa, tetapi juga masyarakat umum yang tertarik di bidang budidaya anggrek. Adapun rentang waktu pelaksanaan CoE ini dilangsungkan dalam waktu enam bulan. Tiga bulan awal akan diisi dengan teori di kelas. Setelah itu, tiga bulan selanjutnya para peserta akan diberi kesempatan magang di tempat para mitra. “Dengan adanya proses belajar langsung bersama para mitra yang kompeten, harapannya dapat membuat para peserta terpacu untuk berwirausaha. Kami juga berkomitmen jika dalam waktu enam bulan tersebut para peserta tidak dapat menjadi wirausahawan, kami akan memperpanjang masa pelatihan”, jelas Nurwidodo. Berita ini telah tayang pada: https://www.tvonenews.com/lifestyle/trend/26686-hasil-menjanjikan-universitas-muhammadiyah-malang-buka-kelas-profesional-anggrek