Eksplorasi Biodiversitas di Kaki Gunung Ciremai: Mahasiswa Pendidikan Biologi UMM Kunjungi Kebun Raya Kuningan

Kuningan — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang melaksanakan kegiatan eksplorasi biodiversitas di Kebun Raya Kuningan (KRK), Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung di kaki Gunung Ciremai ini mengusung tema “Biodiversitas: Edukasi Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan.” Kebun Raya Kuningan, yang dikelola oleh Pemerintah Daerah melalui UPTD setempat, merupakan kawasan konservasi dengan luas 155 hektar dan memiliki lebih dari 23.000 spesimen tanaman yang telah teregistrasi, termasuk jenis-jenis endemik khas Jawa Barat. Kepala UPTD KRK, Dedi Kurniawan, menyambut baik kunjungan ini dan menyebutnya sebagai bentuk nyata kolaborasi antara lembaga pendidikan dan lembaga konservasi. Ia juga menyatakan bahwa UMM adalah perguruan tinggi terjauh yang pernah berkunjung ke KRK. “Kehadiran teman-teman dari UMM sejalan dengan empat fungsi utama KRK: konservasi, penelitian, pendidikan, dan wisata,” ujarnya. Dalam sesi eksplorasi, mahasiswa mendalami studi tanaman endemik seperti ambit (Elaeocarpus grandiflorus)—yang oleh masyarakat Sunda dikenal juga dengan nama rejasa, raja sor, atau kemaitan. Tanaman ini memiliki cita rasa pahit dan diyakini memiliki khasiat farmakologis sebagai antiinflamasi dan penurun panas. Selain menjelajah area konservasi, peserta juga mengunjungi rumah kaca (greenhouse) yang menyimpan berbagai koleksi anggrek, termasuk Dendrobium sp., serta laboratorium kultur jaringan yang mendukung fungsi penelitian dan pelestarian tanaman langka. Drs. Samsun Hadi, M.S., dosen pendamping kegiatan ini, menyampaikan bahwa potensi edukatif KRK sangat besar untuk dimanfaatkan sebagai sumber belajar di semua jenjang pendidikan. “Kegiatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman konsep, tetapi juga merangsang mahasiswa agar mampu mengembangkan pembelajaran inovatif berbasis potensi lokal,” tuturnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak melihat langsung peran nyata konservasi dalam mendukung pendidikan berkelanjutan. Pengalaman lapangan seperti ini diharapkan memperkuat kesadaran ekologis dan kemampuan pedagogis calon guru biologi dalam menyusun pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif.
Perkuat Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek, Prodi Pendidikan Biologi Kunjungi Bukit Aksara Junior High School

Semarang — Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan kunjungan akademik ke SMP Bukit Aksara Semarang, Jawa Tengah dalam rangka kegiatan Studi Lapang Terintegrasi (SLT). Kunjungan ini bertujuan memperkaya wawasan mahasiswa mengenai implementasi pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL) yang telah diterapkan secara konsisten di sekolah tersebut. SMP Bukit Aksara, yang berada di bawah naungan Yayasan Sanggar Aksara, dikenal sebagai lembaga pendidikan progresif yang mengusung pendekatan pembelajaran abad ke-21. Sekolah ini tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga menyeimbangkannya dengan pengembangan karakter dan kecakapan hidup siswa secara holistik. Kegiatan ini dipandu oleh dosen pendamping SLT, Fuad Jaya Miharja, M.Pd, yang disambut langsung oleh Kepala Sekolah SMP Bukit Aksara, Giovani Widyanti Asriningtyas. Dalam sambutannya, Asri — sapaan akrab beliau — menyampaikan rasa bahagia atas kunjungan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pembelajaran di sekolahnya dirancang dengan pendekatan spiral, di mana konsep-konsep diajarkan berulang dengan kompleksitas yang meningkat seiring waktu, guna mendorong pemahaman mendalam dan retensi jangka panjang. Dosen Pendamping SLT (Bapak Fuad Jaya Miharja) bersama Ibu Kepala Sekolah Bukit Aksara Junior High School Asri juga memperkenalkan konsep Connected Curriculum (Kurikulum KoKu) yang menjadi landasan utama pembelajaran di SMP Bukit Aksara. Kurikulum ini dibangun di atas tiga pilar: pemahaman konsep (concept understanding), penerapan konsep (ways of working), dan keterampilan komunikasi hasil belajar (communicator). Ketiganya dipraktikkan secara konsisten dalam setiap proses pembelajaran di kelas, sehingga siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan kehidupan nyata serta mengkomunikasikan temuannya secara efektif. Andika Wahyu Sanjaya, salah satu mahasiswa peserta SLT, mengaku terinspirasi dengan suasana belajar di SMP Bukit Aksara. “Saya kagum melihat desain ruang kelas yang tidak konvensional. Tidak ada susunan meja dan kursi seperti biasanya, melainkan ruang-ruang belajar yang dirancang untuk merangsang rasa ingin tahu dan semangat belajar siswa,” ujarnya. Dosen pendamping, Fuad Jaya Miharja, menekankan pentingnya pengalaman ini dalam melengkapi pembelajaran di kampus. “Kegiatan SLT ini menjadi potongan penting dari proses belajar mahasiswa. Mereka tidak hanya dibekali pemahaman konsep di kelas, tetapi juga belajar bagaimana konsep-konsep tersebut dapat diaktualisasikan dalam pembelajaran nyata di sekolah,” jelasnya. Sebagai penutup kegiatan, Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM menyerahkan cinderamata berupa Modul Ajar IPA terbitan UMM Press—hasil karya mahasiswa semester IV mata kuliah Desain Pembelajaran Inovatif. Sebagai balasan, pihak sekolah menghadiahkan buku antologi puisi karya siswa, yang merupakan produk proyek pembelajaran lintas mata pelajaran di sekolah tersebut. Kunjungan ini menjadi salah satu langkah strategis Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM dalam memperluas wawasan dan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui interaksi langsung dengan sekolah-sekolah yang mengimplementasikan pembelajaran inovatif dan berbasis proyek.
Pencapaian Gemilang! Pendidikan Biologi UMM Kini Diperkuat Enam Profesor dan Komitmen pada Keunggulan Lulusan

Malang — Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencatatkan capaian akademik penting dengan bertambahnya dua guru besar baru. Pengukuhan ini dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, sehingga jumlah total profesor aktif di prodi tersebut kini mencapai enam orang. Dua dosen yang resmi menyandang gelar profesor adalah Prof. Dr. Atok Miftachul Hudha, M.Pd, di bidang Etika Biologi dan Pembelajarannya, serta Prof. Dr. Lud Waluyo, M.Kes, di bidang Mikrobiologi. Keduanya dikenal luas sebagai akademisi yang produktif dalam riset, aktif dalam pengabdian masyarakat, serta konsisten melakukan inovasi dalam pembelajaran biologi. Sebelum penambahan ini, Pendidikan Biologi UMM telah memiliki empat guru besar aktif, yaitu Prof. Dr. Yuni Pantiwati, MM., M.Pd, Prof. Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Si, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si, dan Prof. Dr. Elly Purwanti, M.P. Sementara itu, Prof. Dr. Ainur Rofiq, M.Kes, salah satu guru besar sebelumnya, telah wafat. Ketua Program Studi Pendidikan Biologi, Prof. Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Si, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari sinergi seluruh elemen sivitas akademika. Ia menegaskan bahwa penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci dalam menghadapi dinamika dan tantangan pendidikan global. “Dengan hadirnya dua guru besar baru, kapasitas keilmuan kami semakin solid. Kami menargetkan jumlah profesor bisa bertambah dua kali lipat dalam tiga hingga empat tahun mendatang, seiring banyaknya dosen muda yang tengah menempuh studi doktoral di dalam dan luar negeri,” ujarnya. Pendidikan Biologi UMM dikenal memiliki cakupan keilmuan yang luas dan terintegrasi, mulai dari biologi molekuler, mikrobiologi, pendidikan biologi, hingga etika keilmuan. Model pembelajaran yang digunakan berbasis Outcome-Based Education (OBE), yang menekankan ketercapaian kompetensi dan penerapan nyata oleh mahasiswa di dunia kerja. “Kami ingin mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga terampil secara praktis dan siap berkontribusi langsung di masyarakat,” ungkap Prof. Dr. Yuni Pantiwati, MM., M.Pd. Secara kelembagaan, Prodi Pendidikan Biologi UMM telah memperoleh akreditasi Unggul dari BAN-PT serta sertifikasi internasional AUN-QA, sebagai bukti pengakuan terhadap kualitas pendidikan yang diselenggarakan. Selain itu, jurnal ilmiah yang dikelola, yakni JPBI, telah terakreditasi SINTA 2 dan menjadi wadah strategis publikasi hasil riset dosen maupun mahasiswa. Dari sisi sarana, UMM menyediakan fasilitas penunjang pembelajaran yang memadai, seperti laboratorium biologi lengkap, ruang kelas digital, greenhouse, serta akses teknologi pendidikan mutakhir. Prodi ini juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai institusi nasional dan internasional, membuka kesempatan untuk magang, penelitian kolaboratif, hingga program pertukaran pelajar. Lulusan Pendidikan Biologi UMM telah banyak berkontribusi di berbagai bidang dan wilayah, mulai dari tenaga pendidik, peneliti, dosen, pelaku industri, hingga pemimpin daerah. Salah satu alumni, Yanur Setyaningrum, M.Pd, saat ini menjabat sebagai kepala sekolah di Kota Malang. “Kami dibekali keterampilan berpikir kritis, etika profesional, dan daya adaptasi tinggi. Para dosen di UMM sangat inspiratif dan membentuk karakter kami dengan kuat,” tutur Yanur. Sebagai bagian dari Universitas Muhammadiyah Malang yang mengusung visi The Real University dan Your Bright Future, Program Studi Pendidikan Biologi juga aktif dalam program pengabdian masyarakat berbasis riset berdampak. Beberapa di antaranya adalah pengembangan biopestisida ramah lingkungan, edukasi konservasi hayati, hingga literasi sains berbasis kecerdasan buatan (AI). Prof. Eko menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti pada capaian ini. Dorongan untuk terus meningkatkan kualitas akademik, memperluas jejaring kemitraan, serta mendorong akselerasi karier dosen ke jenjang guru besar akan terus dilakukan. “Kami berkomitmen mencetak guru-guru profesional dan lulusan yang memiliki daya saing global. Dunia pendidikan terus berubah, dan kami siap menjadi bagian dari perubahan tersebut,” tegasnya. Dengan bertambahnya jumlah guru besar, raihan akreditasi unggul, serta jejaring kemitraan yang terus berkembang, Pendidikan Biologi UMM membuktikan diri sebagai program studi visioner yang memberi dampak nyata bagi dunia pendidikan dan kemajuan bangsa.
Penguatan Komunitas Belajar Guru di SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu: Kolaborasi Nyata Kampus dan Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran

Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Mitra Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu selama bulan Oktober hingga November 2024. Kegiatan ini merupakan wujud konkret kolaborasi antara kampus dan sekolah dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran melalui penguatan komunitas belajar guru. SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu merupakan salah satu sekolah penggerak yang sejak 2021 telah mulai mengembangkan komunitas belajar. Namun, implementasinya belum merata. Dari total 34 guru yang mengajar, baru sekitar 17,65% yang aktif terlibat dalam proses kolaboratif perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi pembelajaran—terutama pada mata pelajaran IPA dan Matematika. Sementara itu, guru dari bidang Bahasa, IPS, dan Bahasa Inggris masih membutuhkan penguatan pemahaman serta pendampingan dalam menerapkan konsep komunitas belajar dan menyusun modul ajar berbasis Kurikulum Merdeka. Menjawab kebutuhan tersebut, empat mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi UMM—Aprilia Putri Kusumaningtyas Ashary, Alfin Khusnul Inayah, Farida Indirahma, dan Amylia Ayunda Firdausi—dengan bimbingan Prof. Dr. Rr Eko Susetyarini, M.Si, Dra. Roimil Latifa, MM., M.Si, dan Endrik Nurrohman, S.Pd., M.Pd., menyelenggarakan program pendampingan bertajuk “Optimalisasi Komunitas Belajar Guru untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran.” Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis mengenai konsep komunitas belajar sekaligus melatih guru dalam menyusun dan menerapkan modul ajar yang kontekstual, mandiri, dan reflektif. Program PMM ini juga menjadi bagian dari strategi hilirisasi hasil penelitian pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang. Inovasi dan temuan akademik tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi diterapkan langsung dalam konteks nyata di sekolah mitra. Workshop dan Pendampingan Modul Ajar di My Dormy UMM Rangkaian kegiatan dimulai dengan koordinasi awal bersama kepala sekolah dan guru pada 15 Oktober 2024. Selanjutnya, workshop komunitas belajar dilaksanakan pada 23 Oktober 2024 bertempat di My Dormy UMM. Dalam kegiatan ini, guru memperoleh penguatan konsep mengenai pembelajaran kolaboratif, pentingnya refleksi, dan praktik penyusunan modul ajar berbasis Problem Based Learning (PBL). Workshop Pendampingan Optimalisasi Komunitas Belajar Guru-Guru Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di My Dormy UMM Pendampingan penyusunan modul ajar dilaksanakan secara daring pada 24 Oktober–7 November 2024. Guru-guru secara aktif menyusun modul ajar berdasarkan materi di bidang masing-masing, yang kemudian diuji coba melalui kegiatan open class pada tanggal 8 dan 15 November 2024. Dalam kegiatan ini, guru dari mata pelajaran Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, IPA, dan IPS berperan sebagai guru model, sedangkan dosen dan mahasiswa UMM hadir sebagai observer yang memberikan umpan balik dan memfasilitasi refleksi pembelajaran. Refleksi sebagai Penguat Budaya Belajar Kolaboratif Refleksi menjadi bagian kunci dalam seluruh proses pendampingan. Guru dan observer bersama-sama mengevaluasi keterlibatan siswa, efektivitas strategi pembelajaran, serta penggunaan media dan modul ajar. Diskusi pasca open class dilakukan secara terbuka dan membangun, mendorong guru untuk melakukan perbaikan berkelanjutan dalam proses mengajar mereka. Melalui pendekatan ini, guru tidak hanya memahami pentingnya kolaborasi, tetapi juga mulai terbiasa menerapkan praktik reflektif dalam kegiatan komunitas belajar. Dampak dan Kontribusi bagi Sekolah, Mahasiswa, dan Kampus Program ini memberikan manfaat nyata bagi seluruh pihak. Bagi guru, kegiatan ini memperkuat kapasitas mereka dalam mengelola komunitas belajar serta menyusun dan mengimplementasikan modul ajar yang sesuai dengan konteks pembelajaran. Bagi mahasiswa, program ini menjadi wadah untuk mengasah kemampuan pendampingan dan keterlibatan langsung dalam dunia pendidikan, sejalan dengan semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Bagi UMM, kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) kampus, khususnya IKU 2 (pengalaman mahasiswa di luar kampus) dan IKU 3 (keterlibatan dosen bersama mitra di luar kampus). Melalui kegiatan PMM ini, kampus tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga membangun jembatan antara riset, pengabdian, dan praktik pendidikan di lapangan. Konsep komunitas belajar tidak lagi sekadar jargon, melainkan telah hidup dan berkembang secara nyata dalam kolaborasi antara guru, mahasiswa, dan dosen. Inilah bentuk nyata dari hilirisasi hasil riset pendidikan yang memberikan dampak langsung bagi sekolah mitra—menuju pendidikan yang lebih kontekstual, reflektif, dan berkelanjutan.
Prof. Dr. Elly Purwanti: Kacang Koro Berpeluang Jadi Alternatif Pengganti Kedelai

Malang — Guru Besar bidang Ilmu Pendidikan Biologi Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof Elly Purwanti menyatakan bahwa kacang koro cukup potensial sebagai alternatif pengganti kedelai. Dalam pidato ilmiah pengukuhannya sebagai Guru Besar Ilmu Pendidikan Biologi UMM, Prof Elly mengemukakan kacang koro merupakan salah satu pangan fungsional yang berbasis keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia. “Kacang koro menjadi salah satu kekayaan hayati Indonesia yang memiliki potensi besar untuk mendukung keberlanjutan dan ketahanan pangan nasional. Lebih dari itu, kacang koro dapat digunakan sebagai alternatif pengganti kedelai,” kata Prof Elly di kampus UMM di Malang, Jawa Timur, Sabtu. Menurutnya, kacang koro tidak hanya menawarkan keunggulan agronomis dan nilai gizi tinggi, namun juga nilai bioaktif yang dapat digunakan untuk pengembangan berbagai produk pangan yang fungsional. Produk pangan fungsional yang ada di Indonesia beraneka ragam, umumnya aneka kacang lokal menjadi sumber pangan penting masyarakat bagi kehidupan di masa depan. Koro, seperti Cajanus cajan (koro gude) dan Canavalia ensiformis (koro pedang), memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional Indonesia. Kedua spesies ini sangat adaptif terhadap lingkungan tropis Indonesia, tumbuh subur di lahan marginal dan kurang subur, serta tahan terhadap kekeringan dan serangan penyakit. “Kacang koro juga dikenal efisien dalam penggunaan air, lahan, dan energi, menjadikannya opsi yang lebih ramah lingkungan dibandingkan sumber protein hewani,” tambahnya. Dengan kandungan protein yang tinggi, kacang koro dapat menjadi alternatif yang baik untuk tempe dan tahu, serta berpotensi mengurangi ketergantungan pada impor kedelai. “Dengan pemanfaatan dan pengembangan yang tepat, kacang koro dapat menjadi solusi strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan, seperti perubahan iklim dan pertumbuhan populasi,” katanya. Berita ini telah tayang pada: https://www.antaranews.com/berita/4826317/pakar-biologi-kacang-koro-potensial-gantikan-kedelai
Cetak Ilmuwan Muslim Masa Depan, Sekolah Ini Datangkan Pakar dari PBIO-UMM

Malang — SMA Integral Ar-Rohmah, salah satu Islamic Boarding School ternama di Kabupaten Malang, bahkan Malang Raya, terus berkomitmen mencetak generasi Muslim yang tak hanya beriman dan bertakwa, tetapi juga unggul dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Menulis Karya Ilmiah yang diikuti oleh ratusan santri. Dalam kegiatan istimewa ini, sekolah mendatangkan langsung pakar penulisan ilmiah nasional, Dr. Husamah, S.Pd., M.Pd., dosen Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (PBIO-UMM). Pelatihan yang berlangsung di aula sekolah ini bertujuan membekali para santri dengan keterampilan menulis karya ilmiah sekaligus menumbuhkan semangat berpikir kritis dan ilmiah. Dr. Husamah, yang dikenal sebagai tokoh inspiratif dalam dunia kepenulisan ilmiah, memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya seorang Muslim memiliki tradisi berpikir ilmiah, sebagaimana yang dicontohkan oleh para ilmuwan Muslim pada masa kejayaan Islam. “Dalam sejarah peradaban Islam, kita memiliki banyak teladan ilmuwan besar seperti Al-Khawarizmi, Al-Farabi, Ibnu Sina, dan Ibnu Khaldun. Mereka menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai sumber inspirasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Sayangnya, umat Islam saat ini mengalami kemunduran dalam bidang Iptek. Padahal Allah SWT telah memerintahkan kita untuk memaksimalkan akal dan pikiran dalam mencari ilmu,” ungkap Dr. Husamah di hadapan para santri. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa menulis bukan sekadar menuangkan pikiran ke dalam tulisan, melainkan juga menjadi sarana menyebarkan kebaikan dan berbagi ilmu yang bermanfaat. “Menulis adalah jalan untuk menjadi sumber inspirasi. Lewat tulisan, kita bisa memengaruhi cara berpikir orang lain, membangun peradaban, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Menulis adalah bentuk dakwah intelektual,” tambahnya. Bagi Husamah, menulis adalah aktivitas yang membentuk karakter sekaligus melatih ketajaman berpikir. Ia membagikan pengalaman pribadinya saat meniti karier di dunia akademik, mulai dari menulis sejak menjadi mahasiswa hingga akhirnya menorehkan berbagai prestasi di kancah nasional. Cerita-cerita inspiratif yang dibagikan olehnya sukses membakar semangat para santri untuk mulai menulis dan mengasah kemampuan berpikir ilmiah. Sementara itu, Kepala SMA Integral Ar-Rohmah, Ustadz Amriyanto Hadi, S.Pd.Gr., M.Pd., mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat penting dalam membangun kesadaran dan kemampuan berpikir ilmiah para santri. Ia berharap, melalui pelatihan ini, para santri bisa meneladani semangat para ilmuwan Muslim terdahulu. “Santri-santri kami harus memiliki keunggulan, tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga dalam bidang ilmu pengetahuan. Mereka adalah calon ilmuwan Muslim masa depan yang cerdas, beriman, dan bertakwa. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan menulis ilmiah, kami berharap mereka mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan umat dan bangsa,” ujar pria yang juga merupakan alumni UMM ini. Di sisi lain, Ustadz Akhmad Salim, S.Pd.,Gr., selaku Kepala Bidang Minat dan Bakat SMA Integral Ar-Rohmah, turut memandu jalannya kegiatan sekaligus sesi diskusi interaktif. Ia menuturkan bahwa menulis adalah alat yang efektif untuk menumbuhkan kepekaan sosial dan lingkungan. “Melalui tulisan, para santri diajak untuk peka terhadap berbagai permasalahan di sekitar mereka, baik di lingkungan sekolah, masyarakat, maupun bangsa secara lebih luas. Dengan menulis, mereka tak hanya melatih kemampuan berpikir kritis, tetapi juga diajak untuk mencari solusi atas persoalan-persoalan yang mereka amati,” jelas Ustadz Akhmad Salim. Pelatihan ini disambut dengan antusias tinggi oleh para santri. Mereka merasa mendapatkan motivasi besar untuk mulai menulis dan mengembangkan ide-ide mereka. Salah satu santri, Rifkii Aufa, mengaku terinspirasi oleh materi yang disampaikan oleh Dr. Husamah. “Saya jadi sadar bahwa menulis bukan hanya tentang menyelesaikan tugas sekolah, tapi juga tentang berbagi ilmu dan memberikan manfaat bagi orang lain. Saya ingin menulis tentang isu-isu lingkungan di sekitar saya dan mencari solusinya,” ujar Achmad Chofif, santri lain, penuh semangat. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi mendalam antara Dr. Husamah dan para santri. Suasana penuh semangat dan rasa ingin tahu sangat terasa dalam sesi ini. Para santri saling berlomba mengajukan temua permasalahan dan solusi sebagai dasar yang baik langsung di hadapan sang pakar. Dengan adanya pelatihan ini, SMA Integral Ar-Rohmah berharap dapat menanamkan tradisi ilmiah di kalangan santri, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan menulis yang mumpuni. Lebih dari itu, sekolah ini bercita-cita melahirkan generasi Muslim yang tak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan nilai-nilai spiritual yang kuat. “Pelatihan ini bukanlah akhir, melainkan langkah awal. Kami berharap para santri terus menulis, mengembangkan ide-ide mereka, dan menjadi bagian dari kebangkitan intelektual Islam. Masa depan ada di tangan mereka,” pungkas Ustadz Amriyanto. Dengan semangat meneladani para ilmuwan Muslim terdahulu, SMA Integral Ar-Rohmah terus melangkah maju, mencetak generasi cerdas, beriman, dan berilmu, siap menjadi pionir kebangkitan umat di masa yang akan datang. Semoga lahir ilmuwan-ilmuwan Muslim hebat dari sekolah ini, yang akan mengharumkan nama bangsa dan agama di kancah dunia.
Mahasiswa PBIO UMM Dampingi Sekolah Lakukan Branding

Malang — Sebanyak tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi (PBIO) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Branding di SD Unggulan Permata Muhammadiyah Lima (SDU Permata Mulia) Karangploso, Malang. Kegiatan ini berlangsung selama Februari hingga Maret 2025 dan diikuti oleh sembilan peserta, yang terdiri dari tiga mahasiswa PMM UMM dan enam guru SDU Permata Mulia. Kegiatan ini, bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru-guru dalam meningkatkan branding sekolah melalui pengembangan konten kreatif dan menarik. Tim pelaksana yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari mahasiswa UMM yaitu Liya Nila Ramadanti, Aida Nur Kholsuma, dan Chasanova Aminata. Mereka dibimbing oleh Dr. Husamah, S.Pd dan Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si. Selama pelatihan, mahasiswa PMM UMM menyampaikan berbagai materi seputar strategi branding, pembuatan konten kreatif, serta cara mempertahankan konsistensi dalam promosi sekolah. Materi yang disampaikan mencakup teknik pembuatan konten yang mampu menarik audiens, cara meningkatkan eksposur sekolah melalui media sosial, dan langkah-langkah menonjolkan keunggulan sekolah, khususnya program Islamic Holistic dan Project-Based Learning (PJBL). Salah satu peserta pelatihan, Ustadzah Avina Ridatul Saputri, Smemberikan saran agar konten yang dibuat lebih mengeksplorasi aspek-aspek unik dari sekolah dan terus mengembangkan konten-konten baru yang menarik bagi audiens. “Kami berharap konten yang dihasilkan tidak hanya menarik, tetapi juga mampu mencerminkan nilai-nilai dan program unggulan sekolah,” ujarnya. Dalam sesi diskusi, Kepala Sekolah SDU Permata Mulia, Ustadzah Siti Mazhar Khuzaimah Efendi, memberikan pertanyaan mengenai langkah-langkah konkret untuk pengembangan branding sekolah di masa depan. Menanggapi hal tersebut, mahasiswa PMM UMM menyampaikan saran untuk membuat konten secara konsisten dan terjadwal, serta lebih menonjolkan keunggulan program Islamic Holistic dan PJBL. “Branding sekolah akan lebih efektif jika konten-konten yang diunggah mampu memberikan gambaran nyata mengenai program-program sekolah. Misalnya, konten yang menunjukkan kegiatan pembelajaran berbasis proyek atau nilai-nilai islami yang diterapkan di sekolah,” jelas Liya Nila Ramadanti, salah satu anggota tim pelaksana. Selain itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Ustadzah Ridy Sulhana, juga mengungkapkan harapannya terhadap kegiatan ini. “Target branding untuk ke depannya yaitu lebih memperbaiki dan mengembangkan konten-konten yang sudah diberikan, sehingga mampu meningkatkan citra sekolah di mata masyarakat,” katanya. Meskipun kegiatan ini berjalan dengan baik, tim pelaksana mengakui adanya tantangan dalam pembagian waktu antara kegiatan pelatihan dan perkuliahan. “Kami merasa waktu pelaksanaan di sekolah masih kurang optimal karena terpotong kegiatan perkuliahan. Namun, kami berusaha memanfaatkan waktu yang ada untuk memenuhi dan memperbaiki saran yang diberikan oleh para guru di SDU,” tutur Aida Nur Kholsuma. Ke depannya, diharapkan kolaborasi antara mahasiswa dan pihak sekolah dapat terus berlanjut untuk mencapai branding sekolah yang lebih baik dan berkelanjutan. Program-program seperti ini tidak hanya memberikan manfaat bagi sekolah, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang telah mereka pelajari di kampus. Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/mahasiswa-pbio-umm-dampingi-sekolah-lakukan-branding/
42 Tahun PBIO UMM: Melangkah Menuju Pendidikan Biologi yang Berdaya Saing Global

Malang — Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (PBIO UMM) resmi memasuki usia ke-42. Jumat (28/02/2025). Perayaan Hari Jadi (Milad) ini dirayakan dengan penuh makna melalui sebuah talkshow inspiratif bertajuk Implementasi Pembelajaran Biologi Berbasis Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics (STEAM). Acara ini menghadirkan narasumber utama, Fuad Jaya Miharja, M.Pd., seorang dosen PBIO UMM sekaligus ilmuwan dan praktisi STEAM nasional. Dalam talkshow tersebut, Fuad Jaya Miharja menekankan pentingnya integrasi pendekatan STEAM dalam pembelajaran biologi guna menciptakan lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmunya dalam berbagai bidang. Menurutnya, tantangan global dalam dunia pendidikan saat ini menuntut inovasi dan kreativitas dalam proses belajar-mengajar. “STEAM bukan sekadar pendekatan pembelajaran, tetapi juga filosofi dalam mendidik siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan solutif dalam menghadapi permasalahan nyata di masyarakat,” ungkapnya. Sementara, Ketua Program Studi PBIO UMM, Prof. Rr. Eko Susetyarini, dalam sambutannya merefleksikan perjalanan panjang selama 42 tahun yang telah dilalui oleh program studi ini. Ribuan alumni PBIO UMM kini tersebar di berbagai daerah di Indonesia bahkan hingga ke mancanegara seperti Malaysia dan Thailand. Para lulusan tersebut tidak hanya berkarier sebagai pendidik, tetapi juga berkiprah di berbagai sektor strategis, seperti dosen, kepala sekolah, kepala dinas pendidikan, pemilik lembaga pendidikan, peneliti di lembaga riset pemerintah dan swasta, hingga menjadi entrepreneur sukses. “PBIO UMM telah berkembang pesat dan semakin mengukuhkan eksistensinya sebagai program studi unggulan di bidang pendidikan biologi. Kami bersyukur karena akreditasi unggul yang telah kami raih selama dekade terakhir semakin memperkuat posisi kami sebagai lembaga pendidikan berkualitas,” ujar Prof. Eko. Ia menerangkan, sebagai bentuk komitmen terhadap kualitas pendidikan, PBIO UMM juga telah memperoleh sertifikasi internasional dari ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA). Sertifikasi ini menjadi bukti bahwa PBIO UMM tidak hanya menjamin mutu pendidikan secara internal, tetapi juga telah diakui kualitasnya di tingkat internasional. Keberhasilan PBIO UMM dalam melahirkan lulusan unggul tidak terlepas dari sistem pendidikan yang diterapkan. Salah satu jaminan utama yang diberikan kepada mahasiswa adalah kepastian untuk lulus tepat waktu. “PBIO UMM bahkan memberikan opsi bagi mahasiswa untuk lulus dalam 3,5 tahun serta program fast track, di mana mahasiswa dapat menyelesaikan studi magister hanya dalam 1,5 tahun setelah menyelesaikan jenjang sarjana,” terangnya. Selain itu, PBIO UMM juga menawarkan berbagai program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi maupun yang membutuhkan dukungan finansial. Beasiswa ini mencakup beasiswa dari pemerintah, swasta, hingga beasiswa internal UMM yang disediakan khusus untuk mahasiswa berprestasi. Dengan adanya berbagai dukungan ini, mahasiswa PBIO UMM tidak hanya mendapatkan jaminan kelulusan, tetapi juga kepastian dalam memperoleh pekerjaan setelah lulus. Dari sisi tenaga pengajar, PBIO UMM memiliki sumber daya manusia yang sangat kompeten, terdiri dari profesor, associate professor, dan assistant professor yang aktif dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Beberapa dosen PBIO UMM bahkan sedang menempuh studi lanjut di luar negeri, seperti di Eropa dan Korea Selatan, guna memperkuat wawasan global yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di PBIO UMM. Prof. Eko optimistis bahwa PBIO UMM akan terus menjadi institusi yang mampu mencetak lulusan-lulusan berkualitas dan berdaya saing tinggi. “Kami akan terus berinovasi dan memperkuat kualitas akademik, agar lulusan PBIO UMM selalu siap menghadapi dunia kerja dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tandasnya. Dengan berbagai pencapaian yang telah diraih, PBIO UMM semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu program studi unggulan di Indonesia. Seiring bertambahnya usia, PBIO UMM terus berbenah untuk menjadi institusi pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga berkontribusi dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang Pendidikan Biologi. Lebih lanjut, Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi (HIMABIO), M. Ivan, mengungkapkan bahwa atmosfer akademik di PBIO UMM sangat mendukung keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan studi. “Kami merasa sangat didukung oleh dosen dan seluruh civitas akademika PBIO UMM. Fasilitas yang tersedia sangat menunjang, mulai dari laboratorium modern, kegiatan penelitian, hingga peluang magang di berbagai lembaga pendidikan dan industri. Selain itu, hubungan antara mahasiswa dan dosen sangat erat, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan inspiratif,” ujar Ivan. Antusiasme mahasiswa terlihat jelas dalam perayaan 42 tahun PBIO UMM ini. Ratusan mahasiswa menghadiri acara tersebut, berinteraksi akrab dengan para dosen, dan turut serta dalam berbagai rangkaian acara. Sebagai informasi, PBIO UMM berdiri sejak tahun 1983 dan merupakan salah satu program studi unggulan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM. Dengan akreditasi unggul dan rekognisi internasional dari AUN-QA, PBIO UMM terus berkomitmen dalam mencetak lulusan yang memiliki kompetensi tinggi di bidang pendidikan biologi. Selain itu, program ini juga menawarkan berbagai fasilitas pendidikan, program beasiswa, serta peluang karier yang luas bagi mahasiswanya. Dengan rekam jejak yang telah terbukti selama 42 tahun, PBIO UMM terus berkomitmen untuk beradaptasi dengan perubahan zaman. Penguatan kurikulum berbasis STEAM, peningkatan kolaborasi dengan berbagai pihak, serta penguatan kompetensi lulusan menjadi fokus utama dalam menghadapi tantangan global. Untuk informasi lebih lanjut mengenai PBIO UMM, silakan kunjungi situs resmi Universitas Muhammadiyah Malang atau hubungi pihak program studi melalui kanal komunikasi yang tersedia. Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/42-tahun-pbio-umm-melangkah-menuju-pendidikan-biologi-yang-berdaya-saing-global/
Tim Dosen PBIO-UMM Bimbing Guru SMP Muhasa Malang Perihal Pemanfaatan AI

Malang — Tim dosen dari Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang (PBIO-UMM) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat, bertajuk “Pendampingan Pemanfaatan AI dalam Penyusunan Instrumen Asesmen Pembelajaran di SMP Muhammadiyah 1 Malang”. Kegiatan ini diketuai oleh Prof. Dr. Yuni Pantiwati, dengan anggota Ahmad Fauzi, dan Tutut Indria Permana. Turut hadir para Guru di SMP Muhammadiyah 1 Malang, Jawa Timur. Selasa (25/2/2025). Dalam pemaparannya, Prof. Yuni menekankan, bahwa penyusunan rubrik penilaian merupakan tantangan tersendiri bagi seorang guru. Ia juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antarmata pelajaran dalam bentuk proyek siswa, untuk mengakomodasi penilaian kognitif, afektif, dan psikomotor secara holistik. Selanjutnya, Ahmad Fauzi, turut memberikan materi, terkait pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam perancangan asesmen keterampilan abad ke-21. Menurutnya, AI saat ini menjadi tren yang perlu dimanfaatkan oleh para pendidik. “AI berperan sebagai pemberi saran (suggestion maker), sementara guru tetap menjadi pengambil keputusan utama (decision maker),” ujarnya. Dalam kegiatan ini, para guru diberikan pelatihan dalam penggunaan berbagai platform AI yang dapat membantu dalam pembuatan asesmen pembelajaran, di antaranya: Eduaide.ai, MagicSchool.ai, Qwen AI, Qwen Chat, dan ChatGPT. Melalui platform-platform ini, kata Fauzi, guru dapat lebih mudah menyusun instrumen asesmen yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di era digital. Merespon kegiatan ini, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Malang, Yanur Setyaningrum, menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi lebih lanjut dengan tim dosen UMM, dalam meningkatkan kualitas asesmen pembelajaran berbasis teknologi. Kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi para pendidik dalam memanfaatkan AI secara optimal dalam dunia pendidikan. “Dengan adanya kolaborasi antara akademisi dan praktisi pendidikan, diharapkan inovasi dalam asesmen pembelajaran dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi kualitas pembelajaran di sekolah,” tukasnya. Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/tim-dosen-pbio-umm-bimbing-guru-smp-muhasa-malang-perihal-pemanfaatan-ai/
🎓 Yudisium FKIP UMM: Mewujudkan Guru Edupreneur yang Inovatif & Inspiratif
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menyelenggarakan Yudisium Periode VI Tahun 2024 dan Periode I Tahun 2025 dengan tema “Guru Edupreneur: Menciptakan Inovasi, Menginspirasi Generasi.” Acara yang berlangsung pada Kamis (20/02/2025) di Rayz Hotel UMM ini menjadi momen bersejarah bagi para lulusan yang siap terjun ke dunia pendidikan dengan semangat inovasi dan jiwa kewirausahaan. Pada yudisium kali ini, FKIP UMM mengukuhkan 122 lulusan dari 6 Program Studi, termasuk lulusan dari Program Studi Pendidikan Biologi. Dua mahasiswa berhasil meraih predikat lulusan terbaik, yaitu Meta Nordiana (Pendidikan Bahasa Inggris) dengan IPK 3,82 dan Uhamad Shodiq Ash Sidqi (PGSD) dengan IPK sempurna 4,00. Selain itu, 32 mahasiswa meraih penghargaan sebagai mahasiswa terbaik non-akademik, dengan 25 di antaranya berkontribusi dalam publikasi jurnal terindeks SINTA dan book chapter. Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M., menekankan pentingnya konsep guru edupreneur dalam menghadapi tantangan pendidikan masa kini. Seorang guru edupreneur bukan hanya pendidik yang unggul secara pedagogis, tetapi juga inovatif dalam menciptakan solusi dan peluang baru di dunia pendidikan. Bagi lulusan Program Studi Pendidikan Biologi, konsep edupreneur menjadi peluang besar untuk berkembang tidak hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai peneliti dan wirausaha di bidang biologi dan pendidikan. Dengan bekal ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh selama kuliah, para lulusan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan dan masyarakat. Selamat kepada seluruh lulusan! 🎉 Semoga perjalanan baru ini membawa keberkahan dan kesuksesan. 🌿✨