ICEDUALL 6: Kolaborasi KDEI-NTNU-PCIM Taiwan Hadirkan Pendidikan Bermutu dan Merata untuk Semua pada Era AI

ICEDUALL Seri 6

Taipei, 14 Februari 2015 — Bertempat di Kantor KDEI Taipei, Taiwan, ICEDUALL Seri 6, sebuah konferensi bereputasi internasional yang fokus pada pendidikan bermutu dan merata untuk semua, mengangkat tema Reimagining Education in the Age of AI: Innovations, Impacts, and Implications. Tema ini menjadi penting dalam kaitannya dengan upaya menghadirkan pendidikan bermutu dan merata untuk semua pada era AI yang memerlukan inovasi, dampak, dan relevansinya untuk pendidikan holistik, khususnya kompetensi pendidikan dalam kehidupan bermasyarakat. Tema ini sangat relevan karena hakikat pendidikan bukan hanya bertujuan untuk ilmu, tetapi untuk mendewasakan dan memandirikan peserta didik. Pendidikan adalah untuk memartabatkan kehidupan, sehingga pendidikan bermutu dan pendidikan secara merata menjadi sangat relevan sebagai perekat pendidikan yang mampu membumikan peradaban dunia. Demikian pesan penting yang disampaikan oleh Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Abdul Mukti. ICEDUALL 6 dibuka oleh Bapak Zulmartino, selaku Deputy Representative of Indonesian Economic and Trade Office to Taipei. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bapak Novrizal, selaku Director of Citizens’ Protection and Sociocultural Affairs, Indonesian Economic and Trade Office to Taipei. Hadir secara langsung Bapak Rektor Unmuh Sampit Kalimantan Tengah, Bapak Ramadhan dan Tim, Bapak WR Kerja Sama Unmuh Malang, Ibu Dekan FKIP UMM Malang, perwakilan dari Unmuh OKU Timur, Unmuh Kupang, dan sejumlah delegasi dari FKIP UMS Surakarta. Dalam sambutannya, Bapak Zulmartino dari KDEI, mewakili Bapak Kepala KDEI, memberikan apresiasi positif terhadap penyelenggaraan ICEDUALL yang dirancang oleh ALPTK PTMA ini sebagai bagian dari upaya mendekatkan antara hakikat pendidikan dengan kebutuhan pendidikan riil di lapangan, terutama pendidikan yang sangat dibutuhkan oleh keluarga migran di berbagai negara, termasuk di Taiwan, Hong Kong, Arab Saudi, Malaysia, dan keluarga migran di seluruh belahan dunia. ICEDUALL 6 yang diselenggarakan di KDEI Taipei, Taiwan, ini merupakan konferensi lanjutan dari ICEDUALL 1-5 sebelumnya, yang telah sukses dilaksanakan: ICEDUALL 1 di KBRI Kuala Lumpur, ICEDUALL 2 di KJRI Penang, ICEDUALL 3 di UMS Indonesia, ICEDUALL 4 di Hong Kong, ICEDUALL 5 di UMMAT Lombok Indonesia, dan direncanakan ICEDUALL 7 di Papua, serta ICEDUALL 8 di Beijing atau Turki. ICEDUALL 6 ini diikuti lebih dari 96 pemakalah dari berbagai negara dan universitas di seluruh dunia. Pemakalah yang hadir secara langsung di ICEDUALL 6 KDEI Taipei sebanyak 31, antara lain dari NTNU Taiwan, Kupang, Borneo, Oku Timur, Malang, Surakarta, Indonesia, Padang, dan lainnya. Sementara itu, 66 peserta lainnya hadir secara daring dari Kuala Lumpur, Johor, Penang, Indonesia, Thailand, Filipina, dan lain-lain. Luaran paper ICEDUALL 6 Taiwan ini akan diterbitkan di berbagai Jurnal Ilmiah Bereputasi (JIB), Proseding Bereputasi Terindeks Scopus maupun WoS. Topik-topik yang disajikan oleh pembicara kunci dalam ICEDUALL 6 ini sangat penting dan strategis dalam kaitannya dengan upaya konsisten untuk menghadirkan pendidikan bermutu dan pendidikan merata untuk semua: Prof. Chun-Yen Chang (National Taiwan Normal University; yang hadir luring di KDEI) menyajikan makalah dengan tema “Transforming the Future of Learning: How CCR and AISI Are Revolutionizing Education.” Prof. Wu-Yuin Hwang, Ph.D. (National Dong Hwa University, Taiwan) dengan tema “AI-driven innovations in teaching and learning.” Dr. Adi Nurcahyono (UNNES, Indonesia) dengan tema “Case studies of AI integration in various educational contexts.” Dr. Kongkiti Phusavat (Kasetsart University, Thailand) dengan tema “Motivation to learn with the issues for AI developers to imagine.” Dr. Kaarthiyainy Supramaniam (Universiti Teknologi MARA, Malaysia) dengan tema “The impact of AI on educational equity and access.” Upaya menghadirkan pendidikan yang bermutu dan merata untuk semua ini penting digelorakan kepada semua pengambil kebijakan pendidikan di seluruh dunia. Pentingnya pendidikan bermutu dan merata di seluruh dunia ini diharapkan akan mampu memartabatkan dan memanusiakan manusia, menjadi pendidikan perdamaian, pendidikan yang bertabur kedamaian dan peradaban, serta menjadi perekat pendidikan holistik yang mampu mencerahkan generasi masa depan peserta didik dan membumikan peradaban dunia. Demikian disampaikan oleh Ketua ALPTK PTMA, Prof. Harun Joko Prayitno. ICEDUALL 6 ini dapat terselenggara dengan baik berkat dukungan dan kerja sama dengan KDEI, NTNU, PCIM Taiwan, dan lebih dari 15 LPTK PTMA sebagai host @ICEDUAL-LPTK PTMA.   Berita ini telah tayang pada: https://alptkptm.org/iceduall-6-kolaborasi-kdei-ntnu-pcim-taiwan-hadirkan-pendidikan-bermutu-dan-merata-untuk-semua-pada-era-ai/

Dosen PBIO UMM Bagikan Tips Cerdas Penggunaan AI untuk Riset

Dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, bersama Dosen PBIO UMM setelah berkegiatan

Yogyakarta — Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini telah dimanfaatkan dalam berbagai bidang, termasuk dalam dunia akademik. Seiring dengan berkembangnya teknologi ini, berbagai platform AI muncul untuk membantu para dosen dalam merancang penelitian dan menulis artikel ilmiah. Menyadari hal ini, Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengundang Ahmad Fauzi, selaku dosen Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang (PBIO UMM), sebagai narasumber dalam workshop bertajuk “Penulisan Artikel Ilmiah dan Strategi Publikasi di Jurnal Terindeks Scopus Berbantuan AI”. Workshop yang diadakan pada Selasa, 18 Februari 2025 di Kampus 1B UAD ini, dihadiri oleh 43 dosen dari Program Studi S1, S2, dan S3 Psikologi UAD. Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Fauzi, menyampaikan dua materi utama, yaitu pemanfaatan AI untuk merancang ide dan desain penelitian berstandar jurnal bereputasi serta strategi penulisan artikel jurnal bereputasi dengan bantuan AI. Selain memberikan pemaparan materi, beliau juga mempraktikkan penggunaan beberapa platform AI yang dapat langsung diikuti oleh peserta workshop. “AI dapat menjadi alat yang sangat bermanfaat dalam penelitian dan publikasi ilmiah, namun penggunaannya harus tetap memperhatikan integritas akademik,” kata Ahmad Fauzi. Ia menekankan, bahwa AI sebaiknya digunakan sebagai alat bantu dalam menghasilkan karya ilmiah, bukan sebagai aktor utama yang menyelesaikan artikel sepenuhnya. Menurutnya, meskipun AI dapat diperintahkan untuk melakukan banyak hal, peneliti tetap harus mempertahankan sikap ilmiah dan etika akademik. Disamping itu, Ahmad Fauzi menjelaskan, bahwa mahasiswa kini memiliki akses mudah terhadap AI melalui smartphone mereka. Oleh karena itu, dosen perlu mengedukasi mahasiswa mengenai batasan, etika, serta kekurangan AI. “Alih-alih melarang, dosen sebaiknya melibatkan AI dalam diskusi perkuliahan agar mahasiswa dapat memahami cara pemanfaatan yang bertanggung jawab,” jelasnya. Workshop ini memberikan wawasan berharga bagi para peserta dalam memanfaatkan AI secara cerdas dan etis dalam penelitian serta publikasi ilmiah. “Dengan semakin berkembangnya teknologi AI, pemahaman mengenai penggunaannya yang bijak dan sesuai etika akademik menjadi semakin penting bagi para akademisi,” tukasnya.   Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/dosen-pbio-umm-bagikan-tips-cerdas-penggunaan-ai-untuk-riset/

Pacu Pendanaan BIMA, UMTS Hadirkan Pakar dari Kampus Unggul

Dr. Husamah, Dosen UMM, saat menyampaikan materi workshop

Padangsidimpuan — Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (LPPM UMTS) menggelar Workshop Strategi Lolos BIMA 2025, pada tangga 18 hingga 19 Februari 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peluang dosen dalam memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Diktisaintek). Workshop ini dihadiri oleh para akademisi UMTS dan menghadirkan pakar dari kampus unggulan di Indonesia. Rektor UMTS, Muhammad Darwis,membuka workshop ini secara langsung. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa workshop ini menjadi bagian dari strategi UMTS dalam meningkatkan daya saing akademik melalui riset dan pengabdian kepada masyarakat. “Kami ingin agar lebih banyak dosen UMTS yang berhasil mendapatkan pendanaan penelitian dari kementerian. Dengan demikian, penelitian dan pengabdian masyarakat di UMTS semakin maju,” katanya. Workshop ini, juga menghadirkan dua pakar sebagai narasumber utama. Prof. Dr. Ir. Suswati, dosen dari Universitas Medan Area. Dalam kegiatab ini, ia membagikan pengalaman dan strategi suksesnya dalam memperoleh pendanaan dari Kementerian Diktiristek yang kini telah berganti menjadi Diktisaintek. Beliau menjelaskan, bahwa pemahaman terhadap kebijakan kementerian serta kesesuaian proposal dengan kebutuhan nasional sangatlah penting. “Dosen harus mampu menyusun proposal yang tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan dengan isu-isu strategis nasional,” ungkapnya. Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Husamah, dari Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang, turut hadir sebagai narasumber dengan materi yang tak kalah menarik. Beliau menguraikan teknik penulisan proposal riset dan pengabdian yang efektif. Dalam sesi coaching clinic, beliau membedah berbagai contoh proposal yang telah lolos pendanaan. Selain itu, beliau juga memperkenalkan teknik cerdas dalam penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu menyusun proposal yang lebih efektif dan efisien. “Pemanfaatan AI dalam penyusunan proposal dapat membantu dosen dalam meningkatkan kualitas tulisan, sehingga peluang mendapatkan pendanaan semakin besar,” paparnya. Peserta workshop yang terdiri dari dosen UMTS sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan kepada narasumber. Kepala LPPM UMTS, Nurmaini Ginting, menyatakan tekadnya untuk terus mendorong keterlibatan dosen dalam mengajukan proposal penelitian dan pengabdian. “Momentum workshop dan coaching clinic ini harus dimanfaatkan secara maksimal agar UMTS semakin terdepan dalam riset dan pengabdian. Budaya riset, pengabdian, dan publikasi adalah komitmen LPPM UMTS yang telah diamanatkan oleh pimpinan,” tegasnya. Dengan adanya workshop ini, diharapkan semakin banyak dosen UMTS yang mampu menghasilkan proposal berkualitas dan berhasil memperoleh pendanaan dari kementerian. “Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi UMTS sebagai institusi akademik yang unggul dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” tukasnya.   Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/pacu-pendanaan-bima-umts-hadirkan-pakar-dari-kampus-unggul/

Majukan Pendidikan Daerah, PBIO UMM Kerjasama Dengan Sekolah Tulungagung-Blitar

Tim PBIO UMM saat mengunjungi Sekolah di Tulungagung, Jawa Timur

Malang — Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (PBIO UMM) semakin memperkuat perannya,dalam dunia pendidikan dengan menjalin kerja sama dengan beberapa sekolah di Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Blitar. Kunjungan ini dilakukan ke tiga sekolah, yaitu SMAN 1 Ngunut, SMAN 1 Kademangan, dan SMAN 1 Sutojayan, dengan tujuan utama untuk menawarkan peluang pengembangan pendidikan melalui berbagai bentuk kolaborasi. Kunjungan ke sekolah diikuti oleh sepuluh dosen PBIO UMM. Ketua Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMM, Prof. Dr. Rr Eko Susetyarini, M.Si., yang memimpin langsung kegiatan ini, menegaskan, bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. “Kami ingin berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pendampingan akademik, pelatihan, serta pengembangan keterampilan bagi guru dan siswa,” katanya. Di SMAN 1 Ngunut, tim PBIO UMM berdiskusi dengan guru Biologi mengenai peluang pelatihan dan pendampingan dalam pengembangan asesmen berbasis teknologi serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam proses pembelajaran. Sementara itu, di SMAN 1 Kademangan dan SMAN 1 Sutojayan, tim bertemu dengan guru Bimbingan dan Konseling (BK), untuk membahas potensi pelatihan dalam pengembangan kurikulum dan peningkatan kualitas pembelajaran. Selain itu, PBIO UMM juga menawarkan program pembinaan bagi siswa dalam menyusun karya ilmiah. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas serta keterampilan penelitian siswa dengan bimbingan intensif dari dosen dan ahli di bidangnya. Kerja sama ini, mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Seorang perwakilan dari SMAN 1 Ngunut menyampaikan, “Kami sangat antusias dengan program ini dan berharap dapat menjalin kolaborasi yang berkelanjutan dengan UMM untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah kami,” paparnya. Dengan adanya inisiatif ini, PBIO UMM menunjukkan komitmennya dalam berkontribusi bagi dunia pendidikan. Kemitraan ini diharapkan mampu menciptakan sinergi positif yang bermanfaat bagi guru, siswa, serta perkembangan pendidikan di Indonesia secara lebih luas,” tukasnya.   Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/majukan-pendidikan-daerah-pbio-umm-kerjasama-dengan-sekolah-tulungagung-blitar/

Mendikdasmen RI Resmikan Pusat Sumber Belajar Digital UMM

KBRN, Malang — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed., meresmikan Pusat Sumber Belajar (PSB) berbasis digital di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 7 Februari 2025. PSB yang dikelola oleh Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM ini bertujuan meningkatkan keterampilan digital para guru di era teknologi. “Untuk memajukan pendidikan, kita harus berorientasi pada masa depan, yaitu dengan membangun keterampilan dan karakter para pendidik,” ujar Abdul Mu’ti. Senin (10/2/2025) Ia menekankan bahwa meski teknologi digital semakin dominan, peran guru tetap krusial. Guru tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga harus menjadi pembimbing dan inspirator bagi siswa. Konsep deep learning yang menjadi kebijakan Kemendikdasmen RI dinilai sejalan dengan hadirnya PSB UMM. Rektor UMM, Prof. Nazaruddin Malik, M.Si., menyambut baik peresmian ini. “PSB adalah bukti nyata kolaborasi antara UMM dan Kemendikdasmen RI untuk membantu guru masa depan mengembangkan sistem pembelajaran yang inovatif,” katanya. Dekan FKIP UMM, Prof. Trisakti Handayani, M.M., menambahkan bahwa PSB memberikan nilai tambah bagi pelaksanaan PPG di UMM, terutama setelah meraih sertifikat melampaui standar. “Mahasiswa PPG akan terbiasa dengan pembuatan modul dan perangkat pembelajaran digital,” ujarnya. Dengan hadirnya PSB, UMM berharap dapat mencetak lebih banyak guru profesional yang siap menghadapi tantangan dunia pendidikan berbasis digital.   Berita ini telah tayang pada: https://www.rri.co.id/iptek/1315476/mendikdasmen-ri-resmikan-pusat-sumber-belajar-digital-umm

Melalui Profesor Kembali ke Almamater, Prof. Elly Menginspirasi Siswa SMAN 8 Yogyakarta

Keseruan Prof Elly bersama Siswa SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta — Program “Profesor Kembali ke Almamater” yang digagas oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali digelar dengan penuh antusiasme di SMA Negeri 8 Yogyakarta. Acara ini menghadirkan sosok inspiratif, Prof. Dr. Elly Purwanti, MP, seorang guru besar di bidang pendidikan biologi dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM. Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMAN 8 Yogyakarta, Sumarjiono, menyampaikan, kebanggaannya atas kunjungan Prof. Elly, yang merupakan alumni sekolah tersebut. “Kami sangat bangga dan berterima kasih atas kepedulian alumni yang telah sukses di dunia akademik. Meski terpaut jauh dalam angkatan, Prof. Elly tetap bersemangat untuk berbagi pengalaman dan inspirasi kepada para siswa,” ujarnya. Prof. Elly, yang merupakan alumni angkatan tahun 1977, dan lulus tahun 1980, mengenang kembali masa-masa sekolahnya. Ia menceritakan, bahwa pada masa itu, sekolah ini belum bernama SMA Negeri 8 Yogyakarta, melainkan Sekolah Menengah Perintis Pembangunan (SMPP). Dalam pemaparannya, beliau menyoroti berbagai perubahan yang telah terjadi dalam dunia pendidikan, terutama dalam kemudahan fasilitas belajar yang kini dinikmati oleh para siswa. “Siswa sekarang sangat beruntung karena memiliki akses ke berbagai teknologi dan sumber belajar yang lebih maju. Dahulu, kami hanya mengandalkan modul pembelajaran. Siswa diberikan modul untuk dipelajari secara mandiri, sementara guru hanya duduk dan mengevaluasi hasil belajar kami,” kata Prof. Elly, mengenang masa putih abu-abunnya. Dalam sesi utama acara, Prof. Elly membawakan materi mengenai “Problem Sosial Generasi Muda” serta pentingnya melatih kemampuan berpikir abad ke-21 melalui karya ilmiah remaja. Menurutnya, tantangan terbesar generasi muda saat ini adalah derasnya arus informasi yang tidak selalu bermanfaat. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Sebagai bagian dari sesi ini, sebanyak 216 siswa yang hadir mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktik langsung dalam penyusunan karya ilmiah. Diketahui, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata, dalam penelitian dan penulisan ilmiah, yang merupakan keterampilan penting bagi generasi muda di era modern. “Melatih keterampilan berpikir ilmiah sejak dini sangat penting agar siswa tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menghasilkan pengetahuan baru yang bermanfaat,” ungkap Prof. Elly. Ia juga menambahkan bahwa pengalaman dalam menulis karya ilmiah dapat membantu siswa lebih siap menghadapi tantangan akademik di masa depan. Sesi praktik ini, mendapatkan respon positif dari para siswa yang antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan karya ilmiah. Salah satu peserta, Khalif, siswi kelas XII, mengungkapkan kesannya. “Saya sangat terinspirasi oleh Prof. Elly. Beliau memberikan banyak wawasan tentang bagaimana cara berpikir ilmiah dan menyusun penelitian yang baik. Kami memperoleh pengalaman juga tentang STEM berbasis Augmented Reality. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk persiapan saya mengikuti lomba karya ilmiah nanti.” Kegiatan ini, diakhiri dengan sesi tanya jawab, di mana para siswa berkesempatan untuk menggali lebih dalam mengenai pengalaman akademik dan perjalanan karier Prof. Elly. Tak hanya itu, beliau juga berbagi kiat sukses dalam menempuh pendidikan tinggi serta pentingnya menjaga semangat belajar sepanjang hayat. Program “Profesor Kembali ke Almamater” yang digagas oleh UMM ini diharapkan dapat terus berlanjut, dan menghadirkan lebih banyak alumni inspiratif yang dapat memberikan motivasi bagi siswa di berbagai sekolah. :Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan generasi muda semakin siap menghadapi tantangan masa depan dengan bekal ilmu dan pengalaman yang lebih baik,” tukasnya. Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/melalui-profesor-kembali-ke-almamater-prof-elly-menginspirasi-siswa-sman-8-yogyakarta/  

Prof. Abdulkadir Semarakkan Kelas Inspirasi Alumni Mengajar di SMAN 1 Kebumen

Prof. Abdulkadir Mengajar di SMAN 1 Kebumen

Kebumen — SMA Negeri 1 Kebumen kembali menggelar acara Kelas Inspirasi Alumni Mengajar, sebuah program yang menghadirkan alumni-alumni berprestasi untuk berbagi pengalaman dan motivasi kepada para siswa. Acara yang berlangsung di aula sekolah ini dihadiri oleh sekitar 400 lebih siswa yang sangat antusias mendengarkan kisah dan inspirasi dari para alumni. Salah satu sosok yang menjadi pusat perhatian dalam kegiatan ini adalah Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, guru besar Biologi dan Lingkungan dari Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Prof. Abdulkadir, yang merupakan alumni SMAN 1 Kebumen angkatan 1982, hadir untuk membagikan semangat tentang bagaimana menjadi mahasiswa yang sukses serta cara menata mimpi dan cita-cita di masa depan. Dalam paparannya, Prof. Abdulkadir menekankan pentingnya memiliki visi hidup yang jelas dan keberanian untuk menghadapi tantangan. “Kesuksesan bukan hanya tentang kecerdasan akademik, tetapi juga tentang ketekunan, keberanian bermimpi, dan kerja keras untuk mencapainya. Jangan pernah takut gagal, karena setiap kegagalan adalah pembelajaran menuju keberhasilan,” ujarnya di hadapan para siswa yang menyimak dengan penuh perhatian. Selain Prof. Abdulkadir, acara ini juga menghadirkan alumni berprestasi lainnya, yaitu Dr. Achmad Djatmiko, mantan diplomat yang telah berkarier di berbagai negara dan kini menjadi dosen di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Jakarta. Dalam sesi berbagi inspirasi, Dr. Achmad Djatmiko membahas pentingnya hubungan internasional serta bagaimana generasi muda harus mempersiapkan diri untuk menjadi bagian dari komunitas global. Turut hadir pula Dr.sc.agr. Yusuf Subagyo, seorang dosen di Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED). Beliau berbagi wawasan tentang dunia pertanian modern dan tantangan keberlanjutan lingkungan. “Di era sekarang, sektor pertanian bukan lagi tentang bertani secara konvensional, tetapi juga tentang inovasi dan pemanfaatan teknologi. Para generasi muda harus terbuka terhadap perkembangan ini,” tuturnya. Acara Kelas Inspirasi Alumni Mengajar ini dipandu oleh Drs. Tulus Tri Paryadi, seorang alumni yang kini berkiprah sebagai politisi sekaligus pemilik SMK ternama di Kebumen. Dengan gaya interaktifnya, ia berhasil membangun suasana diskusi yang hangat dan penuh semangat. Kepala SMA Negeri 1 Kebumen, Bapak Rochmat Priyono, dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan ini dan menyatakan bahwa peran alumni sangatlah penting dalam memberikan contoh nyata bagi para siswa. “Melihat para alumni yang sukses di berbagai bidang tentu menjadi dorongan bagi para siswa untuk bermimpi lebih besar dan berjuang lebih keras. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian alumni dalam membangun generasi penerus,” ungkapnya. Salah satu siswa yang hadir dalam acara ini, Stefanus mendapatkan apresiasi berupa uang saku dan cinderamata atas partisipasi aktifnya dalam sesi tanya jawab. Ia mengungkapkan rasa senangnya bisa mengikuti acara ini. “Saya merasa sangat termotivasi setelah mendengar kisah sukses para alumni. Terima kasih sudah memberikan inspirasi dan motivasi bagi kami semua,” katanya dengan penuh semangat. Dengan berakhirnya acara ini, para siswa SMAN 1 Kebumen diharapkan semakin termotivasi untuk mengejar impian mereka dan mempersiapkan masa depan dengan lebih baik. Kelas Inspirasi Alumni Mengajar bukan sekadar ajang berbagi pengalaman, tetapi juga wujud nyata kepedulian alumni terhadap almamater dan generasi penerus bangsa. Berita ini telah tayang pada: https://jatimaktual.com/blog/2025/02/04/prof-abdulkadir-semarakkan-kelas-inspirasi-alumni-mengajar-di-sman-1-kebumen/

Dosen UMM Gelar Revitalisasi Konservasi Penyu Berbasis Wisata Pendidikan di Pacitan

Wisata Pendidikan berbasis Wisata penyu di Pacitan

Pacitan — Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian lingkungan, khususnya konservasi bahari. Kegiatan itu, direalisasikan, melalui program revitalisasi konservasi penyu berbasis wisata pendidikan, sejak Agustus 2024 hingga Februari 2025, di Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Prof. Dr. Elly Purwanti, MP, Ketua Tim Pengabdian Blockgrant FKIP UMM, dalam wawancaranya menyatakan, program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, akan pentingnya pelestarian penyu sekaligus menciptakan sumber pendanaan yang berkelanjutan melalui wisata pendidikan. ‘Kami berharap ini bisa menjadi model konservasi yang terintegrasi dengan pariwisata edukasi,” katanya, sabtu (18/1/2025). Ia menggambarkan, sejak 2012, Kelompok Masyarakat Konservasi Penyu untuk Wisata (KMKPW), telah berupaya melestarikan penyu di kawasan tersebut. Dengan dukungan program Ipteks bagi Wilayah (IbW) dari UMM, populasi penyu bertelur meningkat dari belasan pada 2013 menjadi 60 pada 2024. Pihaknya menggambarkan, tantangan tetap ada, seperti rendahnya partisipasi generasi muda, minimnya fasilitas pendukung wisata, serta keterbatasan pendanaan stabil untuk operasional konservasi. Program ini dinilai, telah memberikan dampak signifikan, termasuk peningkatan partisipasi anggota hingga 85%, keaktifan kegiatan sebesar 82,5%, dan tingkat kepuasan pengunjung mencapai 77,5%. Meski demikian, tim evaluasi mencatat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti, keterampilan tim dalam memandu pengunjung secara interaktif, pengadaan alat peraga edukasi, serta pengembangan fasilitas pendukung. “Kami optimis bahwa melalui pelatihan lanjutan dan evaluasi berkala, program ini dapat menjadi model keberlanjutan konservasi yang sukses,” ujar Prof. Elly. Ia juga menambahkan bahwa Desa Hadiwarno diharapkan tidak hanya dikenal sebagai pusat konservasi penyu, tetapi juga sebagai destinasi wisata pendidikan yang memperkuat kesejahteraan masyarakat lokal. Dengan pendekatan yang mengintegrasikan pelestarian keanekaragaman hayati dan pengembangan pariwisata edukasi, program ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung posisi Indonesia sebagai negara yang peduli terhadap pelestarian lingkungan secara global Kedepan, untuk mengatasi kendala yang ditemukan, program revitalisasi ini mengimplementasikan berbagai langkah strategis, yakni pembentukan tim khusus yang bertugas mengelola wisata pendidikan berbasis konservasi penyu. “Juga penyusunan program kerja terstruktur, guna memastikan keberlanjutan kegiatan, pelatihan intensif bagi anggota tim dan masyarakat untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam konservasi dan pengelolaan wisata, dan pembangunan wahana edukasi, seperti pusat informasi dan museum mini, untuk menarik minat pengunjung,” ungkap Drs. Wahyu Prihanta, M.Kes, selaku anggota tim. Sementara, Susanto, Ketua Tim Wisata Pendidikan Konservasi Penyu Pacitan mengungkapkan, “Dengan adanya program ini, kami merasa lebih percaya diri dalam mengelola konservasi dan wisata. Partisipasi masyarakat, khususnya anak muda, juga meningkat drastis,” tukasnya. Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/dosen-umm-gelar-revitalisasi-konservasi-penyu-berbasis-wisata-pendidikan-di-pacitan/

Prof. Eko Bikin Heboh Pelajar lewat Program Professor Goes to School di Tulungagung

Prof Eko bersama guru dan ratusan Siswa di Tulungagung

Tulungagung — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berupaya menjalin kedekatan antara akademisi dan masyarakat melalui program inovatifnya, salah satunya adalah Professor Back to School. Program ini, dirancang untuk mewajibkan para profesor menyapa masyarakat, termasuk menyambangi lingkungan sekolah. Salah satu sosok yang aktif terlibat dalam program ini adalah Prof. Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Si, seorang ahli biologi reproduksi sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMM. Prof. Eko mengunjungi SMA Negeri Kedungwaru Tulungagung, dikenal dengan SMARIDUTA. Kunjungan ini bukan hanya sebagai bagian dari tanggung jawab akademiknya, tetapi juga memiliki makna emosional tersendiri. SMA tersebut adalah almamater Prof. Eko, yang dulu dikenal dengan nama SMAN Tulungagung pada tahun 1984. Kehadirannya memunculkan euforia tersendiri di lingkungan sekolah. Para guru dan siswa menyambut dengan antusias. Dalam sesi yang penuh inspirasi itu, Prof. Eko, berbagi cerita perjalanan hidupnya hingga berhasil meraih gelar profesor. “Ketika saya masih duduk di bangku SMA, mungkin sama seperti kalian, saya tidak pernah membayangkan akan menjadi seorang profesor. Namun, saya percaya bahwa usaha dan semangat yang konsisten akan selalu membawa hasil yang baik,” ujarnya di hadapan ratusan siswa. Dalam paparannya, Prof. Eko menekankan pentingnya melawan rasa malas dan tidak mudah menyerah. “Rasa malas dan mudah menyerah adalah musuh terbesar kita. Jika kalian ingin mencapai sesuatu yang besar, kalian harus melawan dua hal ini,” tegasnya. Ia mengingatkan para siswa untuk selalu bersemangat dalam menjalani kehidupan dan berusaha menjadikan diri mereka bermakna. Menurutnya, makna hidup tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi tetapi juga kontribusi kepada keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama. Melalui kisah hidupnya, Prof. Eko mengajarkan bahwa sukses tidak datang dengan mudah. Ia bercerita bagaimana ia menghadapi berbagai tantangan, termasuk saat mengejar pendidikan tinggi di bidang biologi reproduksi, yang merupakan bidang ilmu yang kompleks dan menuntut komitmen besar. “Saya pernah merasa lelah dan ingin menyerah, tetapi saya selalu mengingat tujuan saya. Jika kita tidak memiliki arah yang jelas, kita akan mudah kehilangan fokus,” tandasnya. Selain berbicara tentang semangat, Prof. Eko juga membagikan tips praktis yang bisa diterapkan oleh para siswa, yaitu pentingnya melakukan tracking goals dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyarankan siswa untuk selalu menuliskan tujuan mereka dan memantau pencapaiannya. “Mulailah dengan langkah kecil. Tuliskan apa yang ingin kalian capai minggu ini, bulan ini, atau bahkan tahun ini. Jangan takut untuk bermimpi besar, tetapi pastikan kalian tahu langkah-langkah yang harus diambil untuk mencapainya,” jelasnya. Prof. Eko, juga menekankan bahwa tracking goals bukan hanya soal mencatat, tetapi juga soal evaluasi. “Ketika kalian gagal mencapai tujuan tertentu, jangan menyerah. Lihat kembali apa yang salah, perbaiki, dan coba lagi. Dengan cara ini, kalian akan terus bertumbuh,” tambahnya. Kehadiran Prof. Eko di SMA Negeri Kedungwaru memberikan kesan mendalam, terutama bagi para guru yang pernah mengenalnya saat masih menjadi siswa. Sementara, Kepala SMA Negeri Kedungwaru, Mohammad Imron Rosyadi, S.Pd mengatakan, “Saya bangga melihat Prof. Eko kembali ke sekolah ini. Beliau adalah bukti nyata bahwa mimpi bisa menjadi kenyataan jika kita bersungguh-sungguh,” katanya. Disamping itu, para siswa merasa terinspirasi oleh cerita dan pesan yang disampaikan. Seorang siswi bernama Alya mengungkapkan, “Saya jadi termotivasi untuk menuliskan tujuan hidup saya. Kata-kata Prof. Eko tentang melawan rasa malas benar-benar membuka pikiran saya,” tuturnya. Program Professor Back to School ini merupakan salah satu wujud nyata dari visi UMM untuk membawa ilmu pengetahuan keluar dari tembok akademik dan menjadikannya lebih relevan bagi masyarakat luas. Melalui kunjungan seperti yang dilakukan oleh Prof. Eko, diharapkan para siswa tidak hanya mendapatkan ilmu baru, tetapi juga termotivasi untuk terus belajar dan berprestasi. “Kami ingin anak-anak muda ini melihat bahwa keberhasilan itu mungkin dicapai oleh siapa saja, asalkan mau bekerja keras dan tetap berkomitmen,” tukas Prof. Abdulkadir Rahardjanto, Wakil Dekan II FKIP UMM.   Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/prof-eko-bikin-heboh-pelajar-lewat-program-professor-goes-to-school-di-tulungagung/

Dosen Pendidikan Biologi UMM Konsisten Bantu Sekolah Wujudkan SDGs

Tim dosen UMM dampingi sekolah wujudkan SDGs

Kota Batu —  Tim dosen Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menggulirkan program pengabdian masyarakat, yang berfokus pada realisasi dua poin Sustainable Development Goals (SDGs) di sekolah Muhammadiyah Kota Batu. Program ini menargetkan SDGs poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Tim pengabdian yang terdiri dari Dr. Iin Hinndun, M.Kes., Dra Sri Wahyuni, M.Kes., Dra Siti Zaenab, M.Kes., dan Dr. Nurwidodo, M.Kes., mengidentifikasi sejumlah celah dalam implementasi SDGs di sekolah. Dengan dukungan pendanaan internal universitas dan block grant fakultas, tim menyusun program pendampingan untuk mengatasi celah tersebut, khususnya di aspek pendidikan dan lingkungan. Terkait SDGs poin 4, tim dosen UMM berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran dengan menerapkan model Problem-Based Learning (PBL) dan Project-Based Learning (PJBL). Kedua model ini, dinilai sejalan dengan kurikulum nasional, termasuk Kurikulum 2013, Kurikulum Merdeka 2020, dan Deep Learning Curriculum 2025. “Sayangnya, di lapangan masih banyak guru yang belum memahami cara mengimplementasikan PBL dan PJBL dengan benar. Akibatnya, tujuan pemberdayaan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills atau HOTS) dan keterampilan abad ke-21 belum tercapai,” kata Dr. Iin Hinndun. Rabu (15/1/2025). Ia menilai, melalui pelatihan dan pendampingan intensif, para guru mulai memahami cara menerapkan metode ini dengan efektif. Kepala Sekolah SMA Islam, Ikhwan menyatakan, “Pelatihan ini sangat membantu kami meningkatkan keterampilan dalam mengajar, dan hasilnya mulai terlihat pada siswa.” tuturnya. Untuk SDGs poin 13, tim dosen UMM memperkenalkan model pembelajaran EMKONTAN (Ecomapping dan Konservasi Berkelanjutan). Model ini mendorong siswa untuk memahami masalah lingkungan melalui langkah-langkah seperti investigasi, analisis akar masalah, hingga aksi solusi. “Melalui model EMKONTAN, literasi lingkungan siswa meningkat. Mereka tidak hanya belajar memahami masalah, tetapi juga terlibat dalam solusi nyata seperti menyusun karya ilmiah dan melaksanakan aksi konservasi,” jelas Dra Sri Wahyuni. Program ini, juga mendukung sekolah dalam memperkuat predikat sebagai sekolah Adiwiyata. Sementara, Windra Rizkiana, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 8, menyatakan, “Pendampingan ini membawa angin segar bagi sekolah kami. Dengan modalitas seperti EMKONTAN, kami optimistis bisa mencapai predikat Adiwiyata Nasional.” paparnya. Program ini menjadi bukti komitmen UMM dalam mendukung pencapaian SDGs 2020-2030. “Kolaborasi antara akademisi dan institusi pendidikan menengah sangat strategis untuk memastikan generasi muda siap menghadapi tantangan global,” ujar Dr. Nurwidodo. Dengan hasil yang menggembirakan, program ini diharapkan dapat direplikasi ke sekolah lain, “Menciptakan sinergi antara pendidikan berkualitas dan kesadaran lingkungan sebagai langkah nyata menuju pembangunan berkelanjutan,” tukasnya. Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/dosen-pendidikan-biologi-umm-konsisten-bantu-sekolah-wujudkan-sdgs/