Malang, 8 Juni 2026 — Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMM menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penerapan pembelajaran transformatif di lingkungan perguruan tinggi. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan partisipasi aktif dosen Pendidikan Biologi dalam kegiatan Training of Trainers (ToT) Penerapan Pembelajaran Transformatif bagi Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang diselenggarakan pada 8–9 Juni 2026.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Inovasi Pembelajaran UMM bersama Biro Pendidikan dan Pembelajaran UMM tersebut menjadi langkah strategis UMM dalam memperkuat transformasi pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan berpusat pada mahasiswa. Pelatihan ini diikuti oleh dosen dari berbagai fakultas di lingkungan UMM dengan tujuan membangun ekosistem pembelajaran yang lebih reflektif, kolaboratif, dan relevan dengan tantangan abad ke-21.
Salah satu peserta dalam kegiatan tersebut adalah Dr. Husamah, S.Pd., M.Pd. yang juga merupakan dosen Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMM. Kehadirannya menjadi representasi keseriusan FKIP UMM dalam mengembangkan budaya pembelajaran yang tidak hanya menekankan transfer pengetahuan, tetapi juga transformasi cara berpikir, karakter, dan kemampuan problem solving mahasiswa.
Dalam keterangannya, Husamah menyampaikan bahwa pembelajaran transformatif menjadi kebutuhan penting di era pendidikan modern. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga harus memiliki keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan yang sangat cepat.
“Pembelajaran transformatif mendorong dosen untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan kontekstual. Mahasiswa tidak lagi hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi subjek aktif yang terlibat dalam proses refleksi, eksplorasi, dan pemecahan masalah nyata,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa konsep pembelajaran transformatif sangat relevan diterapkan di Program Studi Pendidikan Biologi karena bidang biologi memiliki keterkaitan erat dengan persoalan lingkungan, kesehatan, keberlanjutan, dan kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, proses pembelajaran perlu dirancang agar mampu membangun kesadaran ekologis sekaligus kemampuan berpikir ilmiah mahasiswa.
Menurut Husamah, hasil dari kegiatan ToT tersebut akan menjadi modal penting dalam pengembangan inovasi pembelajaran di FKIP UMM, khususnya di Prodi Pendidikan Biologi. Ia menjelaskan bahwa pendekatan transformatif dapat diintegrasikan dengan berbagai model pembelajaran inovatif seperti *project-based learning*, *problem-based learning*, *deep learning*, hingga pendekatan berbasis STEM.
“Ke depan, kami ingin menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, reflektif, dan berdampak. Mahasiswa perlu diberikan ruang untuk mengeksplorasi ide, melakukan riset sederhana, membangun proyek, dan menghasilkan solusi terhadap berbagai persoalan nyata di masyarakat,” katanya.
Kegiatan ToT tersebut juga menghadirkan berbagai materi terkait desain pembelajaran transformatif, asesmen autentik, strategi pembelajaran reflektif, hingga penguatan kompetensi dosen dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan memberdayakan. Para peserta diajak memahami bagaimana perubahan paradigma pendidikan saat ini menuntut dosen untuk lebih fleksibel dan inovatif dalam merancang pengalaman belajar mahasiswa.
Selain sesi pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi kelompok, praktik penyusunan rancangan pembelajaran, serta refleksi bersama terkait tantangan implementasi pembelajaran transformatif di perguruan tinggi. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman praktis yang dapat langsung diterapkan dalam proses pembelajaran.
Husamah menyampaikan bahwa transformasi pembelajaran memerlukan kolaborasi dan komitmen bersama dari seluruh sivitas akademika. Ia menilai bahwa perubahan budaya belajar tidak dapat dilakukan secara instan, tetapi membutuhkan proses yang berkelanjutan melalui penguatan kapasitas dosen dan dukungan institusi.
Ia juga mengungkapkan bahwa FKIP UMM selama ini terus berupaya memperkuat inovasi pembelajaran yang selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Berbagai program peningkatan kompetensi dosen, pengembangan kurikulum, serta integrasi teknologi pembelajaran terus dilakukan untuk mendukung kualitas pendidikan yang unggul.
“UMM memiliki visi besar untuk menghasilkan lulusan yang adaptif dan berdaya saing global. Karena itu, pembelajaran transformatif menjadi salah satu pendekatan penting agar mahasiswa mampu menghadapi tantangan masa depan dengan lebih siap,” tuturnya.
Partisipasi dosen Pendidikan Biologi FKIP UMM dalam kegiatan ToT ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di kelas. Dengan pendekatan yang lebih partisipatif dan reflektif, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan konseptual, tetapi juga memiliki pengalaman belajar yang mampu membentuk karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.
Di sisi lain, kegiatan ini menunjukkan keseriusan UMM dalam membangun budaya akademik yang inovatif dan progresif. Melalui sinergi antara lembaga pengembangan pembelajaran dan fakultas, UMM terus mendorong lahirnya praktik-praktik pembelajaran unggul yang sesuai dengan dinamika dunia pendidikan global.
Dengan mengikuti ToT Penerapan Pembelajaran Transformatif tersebut, Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM semakin optimistis untuk menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, humanis, dan berdampak nyata bagi mahasiswa maupun masyarakat luas. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya UMM dalam memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi unggul yang adaptif terhadap perubahan zaman.
