Dosen UMM Tingkatkan Kompetensi Guru IPA SMP Muhammadiyah Batu melalui Pelatihan Pembuatan Preparat Histologi

Batu — Guru-guru IPA SMP Muhammadiyah Kota Wisata Batu (KWB) mengikuti pelatihan pembuatan preparat histologi yang diselenggarakan pada Senin (2/2/2026) di Laboratorium Biologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan ini dipandu oleh tim dosen Program Studi Biologi UMM sebagai upaya memperkuat keterampilan praktikum guru di sekolah. Pelatihan bertujuan membekali para guru dengan kemampuan menyusun preparat awetan jaringan tumbuhan dan hewan yang dapat dimanfaatkan secara langsung dalam pembelajaran dan praktikum IPA tingkat SMP. Selama ini, ketersediaan preparat di sekolah masih terbatas karena proses pembuatannya relatif kompleks dan belum banyak dikuasai oleh tenaga pendidik. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kemandirian sekolah dalam menyediakan media praktikum berkualitas. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti setiap tahapan pelatihan. Sri Wahyuni, pakar histologi anatomi dari Program Studi Biologi UMM sekaligus narasumber utama, menjelaskan bahwa pembuatan preparat dilakukan melalui beberapa tahapan penting, mulai dari penyiapan bahan sesuai metode yang digunakan. Tahapan tersebut mencakup proses fiksasi, dehidrasi, penjernihan, infiltrasi, pengeblokan, pemotongan jaringan pada metode section, pewarnaan, hingga proses mounting dan pelabelan preparat sebelum digunakan sebagai media pembelajaran. Pada pelatihan ini, peserta juga diperkenalkan pada penggunaan bahan pewarna alami yang diperoleh dari tanaman morning glory yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Metode praktikum awal yang dilatihkan meliputi teknik apus darah aves serta metode whole mount pada jaringan tumbuhan. Nurwidodo menambahkan bahwa pemanfaatan bahan alami dalam pelatihan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran akan potensi lingkungan sekitar yang sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPA. Pelatihan mendapat tanggapan positif dari para peserta. Cantia, guru SMP Muhammadiyah 8 KWB, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat membantu meningkatkan pemahaman sekaligus keterampilan dalam penyediaan preparat, terutama untuk mendukung pengelolaan laboratorium IPA di sekolahnya. Pendapat serupa disampaikan oleh Iin Hindun yang menilai keterampilan membuat preparat awetan sangat penting karena objek tersebut menjadi sumber utama dalam mempelajari struktur jaringan tumbuhan dan hewan secara faktual dalam pembelajaran IPA. Kepala SMP Muhammadiyah 8 Batu, Windra Rizkiana, turut mengapresiasi kegiatan ini. Ia menilai kemampuan guru dalam menghasilkan preparat secara mandiri akan membuat pembelajaran lebih efektif dan efisien. Ia juga menilai hasil preparat yang dihasilkan selama pelatihan memiliki kualitas baik dengan warna kontras sehingga struktur jaringan mudah diamati. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen dosen Program Studi Pendidikan Biologi UMM dalam mendukung peningkatan kualitas layanan laboratorium pendidikan di sekolah. Melalui pelatihan ini, sekolah diharapkan mampu memenuhi kebutuhan media pembelajaran secara mandiri dan memperkuat kualitas pembelajaran IPA di kelas. Berita ini telah tayang pada: https://pwmu.co/dosen-prodi-biologi-fkip-umm-latih-guru-ipa-smp-muhammadiyah-kwb-membuat-preparat-histologi/
FKIP UMM Perkuat Implementasi Pembelajaran Mendalam bagi Guru Muhammadiyah Kabupaten Malang

Malang — Guru memegang peran kunci dalam mencerdaskan umat sekaligus membangun peradaban yang berkemajuan. Kesadaran tersebut menjadi landasan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan oleh Tim Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerja sama dengan Forum Guru Muhammadiyah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang. Kegiatan ini berlangsung di SMK Muhammadiyah 8 Pakis, Minggu (25/01/2026). Mengusung tema Pembelajaran Mendalam, kegiatan ini bertujuan mendorong proses belajar yang tidak hanya menitikberatkan pada pencapaian akademik, tetapi juga menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, reflektif, serta penghayatan nilai dalam pembelajaran. Dalam sesi pemaparan, Gigit Mujianto menegaskan bahwa pembelajaran mendalam menuntut perubahan cara pandang guru dalam mengajar. Guru diharapkan tidak lagi berperan sebagai penyampai materi semata, melainkan sebagai fasilitator yang mendorong peserta didik untuk aktif memahami konsep, mengaitkannya dengan konteks kehidupan nyata, dan merefleksikannya secara kritis. “Pembelajaran yang bermakna akan menghasilkan peserta didik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan karakter yang kuat,” jelasnya. Sejalan dengan itu, Arif Setiawan menekankan pentingnya perencanaan pembelajaran yang terstruktur, jelas, dan berorientasi pada keterlibatan aktif siswa. Menurutnya, guru Muhammadiyah memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan pembelajaran yang mencerahkan, membebaskan, dan relevan dengan tantangan zaman. “Pembelajaran mendalam dapat diwujudkan melalui desain aktivitas belajar yang kontekstual, serta asesmen yang tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga menghargai proses belajar peserta didik,” ujarnya. Sementara itu, Zukhrufurrohmah mengajak para guru untuk terus melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran di kelas. Ia menekankan bahwa nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan dapat diintegrasikan secara alami dalam setiap mata pelajaran. “Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter serta kesadaran nilai peserta didik,” tuturnya. Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta. Diskusi berlangsung aktif dan reflektif, ditandai dengan berbagi pengalaman praktik pembelajaran di sekolah masing-masing serta pembahasan tantangan dalam mewujudkan pembelajaran yang bermakna dan berkelanjutan. Berita ini telah tayang pada: https://mediapribumi.id/fkip-umm-dorong-pembelajaran-mendalam-bagi-guru-muhammadiyah-di-kabupaten-malang/
Perkuat Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek, Prodi Pendidikan Biologi Kunjungi Bukit Aksara Junior High School

Semarang — Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan kunjungan akademik ke SMP Bukit Aksara Semarang, Jawa Tengah dalam rangka kegiatan Studi Lapang Terintegrasi (SLT). Kunjungan ini bertujuan memperkaya wawasan mahasiswa mengenai implementasi pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL) yang telah diterapkan secara konsisten di sekolah tersebut. SMP Bukit Aksara, yang berada di bawah naungan Yayasan Sanggar Aksara, dikenal sebagai lembaga pendidikan progresif yang mengusung pendekatan pembelajaran abad ke-21. Sekolah ini tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga menyeimbangkannya dengan pengembangan karakter dan kecakapan hidup siswa secara holistik. Kegiatan ini dipandu oleh dosen pendamping SLT, Fuad Jaya Miharja, M.Pd, yang disambut langsung oleh Kepala Sekolah SMP Bukit Aksara, Giovani Widyanti Asriningtyas. Dalam sambutannya, Asri — sapaan akrab beliau — menyampaikan rasa bahagia atas kunjungan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pembelajaran di sekolahnya dirancang dengan pendekatan spiral, di mana konsep-konsep diajarkan berulang dengan kompleksitas yang meningkat seiring waktu, guna mendorong pemahaman mendalam dan retensi jangka panjang. Dosen Pendamping SLT (Bapak Fuad Jaya Miharja) bersama Ibu Kepala Sekolah Bukit Aksara Junior High School Asri juga memperkenalkan konsep Connected Curriculum (Kurikulum KoKu) yang menjadi landasan utama pembelajaran di SMP Bukit Aksara. Kurikulum ini dibangun di atas tiga pilar: pemahaman konsep (concept understanding), penerapan konsep (ways of working), dan keterampilan komunikasi hasil belajar (communicator). Ketiganya dipraktikkan secara konsisten dalam setiap proses pembelajaran di kelas, sehingga siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan kehidupan nyata serta mengkomunikasikan temuannya secara efektif. Andika Wahyu Sanjaya, salah satu mahasiswa peserta SLT, mengaku terinspirasi dengan suasana belajar di SMP Bukit Aksara. “Saya kagum melihat desain ruang kelas yang tidak konvensional. Tidak ada susunan meja dan kursi seperti biasanya, melainkan ruang-ruang belajar yang dirancang untuk merangsang rasa ingin tahu dan semangat belajar siswa,” ujarnya. Dosen pendamping, Fuad Jaya Miharja, menekankan pentingnya pengalaman ini dalam melengkapi pembelajaran di kampus. “Kegiatan SLT ini menjadi potongan penting dari proses belajar mahasiswa. Mereka tidak hanya dibekali pemahaman konsep di kelas, tetapi juga belajar bagaimana konsep-konsep tersebut dapat diaktualisasikan dalam pembelajaran nyata di sekolah,” jelasnya. Sebagai penutup kegiatan, Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM menyerahkan cinderamata berupa Modul Ajar IPA terbitan UMM Press—hasil karya mahasiswa semester IV mata kuliah Desain Pembelajaran Inovatif. Sebagai balasan, pihak sekolah menghadiahkan buku antologi puisi karya siswa, yang merupakan produk proyek pembelajaran lintas mata pelajaran di sekolah tersebut. Kunjungan ini menjadi salah satu langkah strategis Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM dalam memperluas wawasan dan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui interaksi langsung dengan sekolah-sekolah yang mengimplementasikan pembelajaran inovatif dan berbasis proyek.